Dummy P01
Ingin Tingkatkan Closing Rate dengan Telemarketing Software, Ini Tujuh Tipsnya Teknologi
Teknologi
Minggu, 06 September 2026 | 20:13 WIB

Ingin Tingkatkan Closing Rate dengan Telemarketing Software, Ini Tujuh Tipsnya

Jakarta, katakabar.com - Keberhasilan closing telemarketing tidakhanya bergantung pada seberapa banyak panggilan yang dilakukan agen. Kualitas percakapan, kemampuan memahami kebutuhan prospek, konsistensi follow-up, hingga performa agen juga menjadi beberapa aspek yang perlu dipantau untuk memahami apa yang mendorong terjadinya penjualan. Di sinilah telemarketing software dapat membantu tim telemarketing bekerja lebih terukur. Dengan fitur seperti analisis percakapan, transkripsi otomatis, dan integrasi CRM, perusahaan dapat mengubah data panggilan menjadi insight untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengoptimalkan proses sales.  Berikut 7 strategi praktis yang dapat Anda terapkan untuk memaksimalkan performa telemarketing perusahaan Anda. 1. Pahami Profil Prospek Sebelum Memulai Panggilan Salah satu kesalahan terbesar dalam aktivitas telemarketing adalah melakukan pemanggilan (cold calling) tanpa persiapan data yang matang. Sebelum menghubungi calon pelanggan, agen harus memahami profil dasar, kebutuhan, dan kendala (pain points) yang mungkin dihadapi oleh prospek. Gunakan data histori interaksi yang tersimpan dalam sistem CRM untuk mempersonalisasi percakapan. Ketika agen menyampaikan penawaran yang relevan dengan kebutuhan spesifik prospek, tingkat kepercayaan (trust) akan meningkat pesat, yang pada akhirnya memperbesar peluang terjadinya closing. 2. Optimalkan Talk-to-Listen Ratio Meningkatkan Closing Rate  Banyak agen telemarketing yang terlalu berfokus untuk menjelaskan keunggulan produk tanpa memberikan ruang bagi prospek untuk berbicara. Padahal, penjualan yang sukses berawal dari pemahaman mendalam atas kebutuhan pelanggan. Agen harus mengajukan pertanyaan terbuka (open-ended questions) yang memancing prospek untuk mengutarakan kendala mereka. Dengan mendengarkan secara aktif, agen dapat menyusun solusi yang tepat dan tidak terkesan memaksakan penjualan (hard selling). 3. Analisis Percakapan Telemarketing dengan Telemarketing Software Intonasi suara, kecepatan berbicara, serta pilihan kata memiliki dampak psikologis yang sangat besar dalam komunikasi jarak jauh. Berbicara terlalu cepat dapat membuat prospek merasa terburu-buru, sementara nada suara yang monoton dapat mengurangi ketertarikan. Teknologi modern kini memungkinkan evaluasi gaya bicara secara presisi. Dengan memanfaatkan telemarketing software yang sudah menggunakan AI seperti MiiTel Phone, supervisor dan agen dapat menganalisis talk-to-listen ratio, kecepatan bicara (words per minute), hingga overlapping percakapan melalui visualisasi data intuitif. Fitur analisis suara ini membantu agen menyadari dan memperbaiki kebiasaan bicara mereka agar lebih persuasif dan penuh empati. 4. Tingkatkan Kemampuan Telemarketing dengan Objection Handling  Penolakan atau keberatan dari prospek adalah hal yang wajar dalam telemarketing. Agen yang handal harus dibekali dengan skrip dan kerangka kerja penanganan keberatan yang terstruktur. Melalui pendokumentasian percakapan yang rapi, tim manajemen dapat mengidentifikasi pola penolakan yang sering muncul dan menyusun respon terbaik. Pemanfaatan fitur transkrip otomatis dari MiiTel Phone memudahkan supervisor mendeteksi kata kunci khusus (keyword search) dalam ribuan rekaman panggilan. Hal ini memungkinkan pencarian best practices dari agen berkinerja tinggi untuk dijadikan bahan pelatihan bagi agen lainnya. 5. Integrasikan Telemarketing Software dengan CRM  Pekerjaan administratif, seperti mencatat hasil panggilan secara manual, sering kali menyita waktu produktif agen telemarketing. Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk menghubungi lebih banyak prospek justru terbuang untuk tugas repetitif. Otomasi menjadi jawaban atas ketidakefisienan ini. Dengan mengintegrasikan sistem telepon dan CRM, seluruh rekaman, transkrip teks, dan ringkasan panggilan dapat tersimpan secara otomatis. Hal ini menjaga konsistensi data, memastikan follow-up tepat waktu, dan memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan setiap prospek dalam sales funnel. 6. Berikan Pendampingan dan Evaluasi Berbasis Data Pendampingan (coaching) yang efektif membutuhkan bukti objektif, bukan sekadar asumsi. Supervisor sering kali mengalami kesulitan dalam memberikan masukan karena tidak memiliki waktu untuk mendengarkan seluruh rekaman panggilan satu per satu. Dengan dukungan sistem berbasis AI, evaluasi kinerja dapat dilakukan dalam hitungan menit. Supervisor dapat melihat dashboard performa agen, membaca transkrip teks percakapan penting, dan memberikan masukan yang spesifik pada bagian panggilan yang membutuhkan perbaikan. Pendekatan evaluasi berbasis data ini mempercepat proses onboarding agen baru dan meningkatkan kualitas komunikasi seluruh tim. 7. Lakukan Follow-Up Konsisten untuk Meningkatkan Closing Rate  Tidak semua prospek siap mengambil keputusan pada kontak pertama. Itu sebabnya, follow-up yang konsisten menjadi bagian penting dalam proses penjualan.  Prospek potensial dapat terlewat ketika follow-up tidak dilakukan secara konsisten atau tepat waktu. Tetapkan jadwal follow-up yang jelas dan manfaatkan pengingat otomatis dalam sistem operasional Anda. Ketika interaksi lanjutan dilakukan dengan pemahaman mendalam atas hasil diskusi sebelumnya, prospek akan merasa dihargai, sehingga memperbesar probabilitas keputusan pembelian. Metrik Apa yang Perlu Dianalisis dalam Telemarketing? Untuk mengevaluasi performa telemarketing secara menyeluruh, perusahaan tidak cukup hanya melihat jumlah panggilan atau closing rate. Analisis dapat mencakup metrik komunikasi seperti Talk-to-Listen Ratio, speaking speed, dan overlap, kemudian dikaitkan dengan metrik hasil seperti conversion rate dan closing rate. Dengan begitu, supervisor dapat melihat bukan hanya berapa banyak panggilan yang menghasilkan penjualan, tetapi juga bagaimana percakapan tersebut berlangsung. Meningkatkan closing rate tim telemarketing membutuhkan kombinasi antara keterampilan komunikasi agen, proses kerja yang efisien, dan ketersediaan data yang akurat. Dengan menerapkan strategi seperti riset prospek, menjaga rasio mendengarkan, evaluasi gaya bicara, serta penanganan keberatan secara terstruktur, kinerja penjualan dapat ditingkatkan secara signifikan. Implementasi teknologi seperti telemarketing software berbasis AI memegang peranan krusial sebagai enabler. Kehadiran inovasi seperti MiiTel Phone yang dapat membantu bisnis memangkas tugas administratif melalui fitur transkrip otomatis, analisis suara, dan integrasi CRM. MiiTel Phone juga membantu bisnis mengoptimalkan proses coaching, serta memberikan wawasan mendalam untuk mendorong efisiensi operasional secara berkelanjutan. Siap Meningkatkan Efisiensi dan Closing Rate Tim Telemarketing Anda? Pelajari bagaimana MiiTel Phone dapat membantu perusahaan Anda menganalisis setiap percakapan telemarketing secara otomatis dan meningkatkan produktivitas tim secara nyata. Konsultasikan kebutuhan dan tantangan tim telemarketing Anda dengan tim MiiTel di sini.

Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV PalmCo Salurkan Ribuan Bibit Nanas Bagi Dua Desa di Jambi Nasional
Nasional
Minggu, 06 September 2026 | 15:09 WIB

Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV PalmCo Salurkan Ribuan Bibit Nanas Bagi Dua Desa di Jambi

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo, terus memperkuat komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), PTPN IV PalmCo menyalurkan 1.500 bibit nanas siap tanam kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional lahan gambut di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Bantuan tersebut disalurkan secara proporsional, yakni 1.000 bibit untuk masyarakat Desa Merbau dan 500 bibit untuk masyarakat Desa Sungai Tawar. Pemilihan komoditas nanas (Ananas comosus) dinilai sangat strategis karena selain memiliki adaptasi yang baik terhadap karakteristik keasaman lahan gambut, nanas juga memiliki potensi ekonomi tinggi, baik sebagai buah segar maupun produk olahan turunan. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mengintegrasikan operasional bisnis dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian ekosistem. "Pemberdayaan masyarakat desa yang berdampingan dengan wilayah operasional adalah salah satu prioritas kami. Bantuan bibit nanas ini tidak sekadar memiliki nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga sejalan dengan upaya kita bersama dalam menjaga produktivitas lahan gambut secara berkelanjutan. Kami berharap komoditas ini dapat dikelola dengan baik sehingga mampu menjadi pilar pendapatan alternatif bagi warga," ujar Jatmiko di Jakarta. Program pemberdayaan yang menyentuh langsung ke tingkat akar rumput ini mendapat sambutan positif dari masyarakat penerima manfaat. Khairul Anwar, perwakilan masyarakat dari Desa Merbau, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif perusahaan. "Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan bibit nanas dari PTPN IV. Tanaman ini cocok dengan kondisi lahan di sini, dan kami berharap ke depannya hasil panennya nanti bisa benar-benar membantu menambah penghasilan keluarga," ucapnya. Kepala Desa Sungai Tawar, Bustanul Arifin aminkan Direktur Utama PTPN IV PalmCo. Ia lantas mengapresiasi sinergi yang terjalin antara perusahaan dan masyarakat desa. "Mewakili warga Desa Sungai Tawar, kami berterima kasih atas dukungan dari PTPN IV. Bantuan bibit ini sangat bermanfaat dan kami siap mendukung pengelolaannya agar program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga desa kami," bebernya. Konsistensi Dorong Perekonomian Desa Langkah PTPN IV PalmCo dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pedesaan bukanlah yang pertama kali dilakukan. Perusahaan secara konsisten terus menggulirkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada penciptaan nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat (Creating Shared Value). Sebelumnya, PTPN IV PalmCo juga telah sukses menjalankan serangkaian program pemberdayaan ekonomi dan UMKM di berbagai wilayah operasional lainnya. Beberapa inisiatif tersebut di antaranya adalah program pelatihan pengolahan ikan lele menjadi produk bernilai tambah yang menyasar 50 perempuan, serta penyelenggaraan baking class gratis bagi 50 pelaku UMKM dan warga guna menciptakan peluang usaha baru di bidang kuliner. Tidak hanya berfokus pada sektor pangan, dorongan ekonomi perusahaan juga menyentuh sektor industri kreatif dan pertukangan. Salah satunya dibuktikan melalui dukungan modal dan pembinaan di Kabupaten Kampar, Riau, yang berhasil melonjakkan kapasitas produksi sentra pandai besi hingga 10 kali lipat. Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang tepat sasaran, adaptif terhadap potensi lokal, dan berkelanjutan, guna mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat yang beriringan dengan keberlanjutan bisnis perusahaan.

Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasi Riau
Riau
Jumat, 04 September 2026 | 22:46 WIB

Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Selatpanjang mulai melakukan peningkatan akses jalan menuju Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (4/9). Peningkatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari investasi lanjutan Pelindo dalam memperbaiki fasilitas pelayanan di Terminal Penumpang Tanjung Harapan. Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa, pekerjaan ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan, terutama pada akhir tahun. Manager Operasi Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, mengatakan peningkatan akses jalan dilakukan karena jalan menuju terminal merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan kelancaran aktivitas penumpang. Menurutnya, jalan yang ditingkatkan memiliki panjang sekitar 169,5 meter dengan lebar rata-rata 6,55 meter. “Panjang jalan 169,5 meter, lebar rata-rata 6,55 meter,” ujar Bruri. Ia menjelaskan, konstruksi peningkatan jalan tersebut terdiri atas lapisan perkerasan sekitar 20 sentimeter dan lapisan base sekitar 20 sentimeter. Secara keseluruhan, elevasi struktur jalan nantinya akan bertambah sekitar 40 sentimeter dari kondisi saat ini. “Untuk tebal jalan kira-kira 40 sentimeter dari saat ini,” ucapnya. Kata Bruri, peningkatan elevasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghadapi kondisi kawasan pelabuhan yang rawan terdampak pasang air laut atau banjir rob. “Peningkatan akses ini kita lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang datang maupun keluar dari terminal, sekaligus mengurangi dampak banjir rob yang biasanya terjadi pada akhir tahun,” imbuhnya. Dengan elevasi jalan yang lebih tinggi, Pelindo berharap akses menuju terminal tetap dapat digunakan dengan lebih baik ketika terjadi genangan akibat pasang air laut. Pekerjaan peningkatan akses jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan sekitar 90 hari kerja. Berdasarkan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari peningkatan Jalan Akses Terminal Penumpang Pelabuhan Selatpanjang. Bruri menambahkan, peningkatan akses jalan merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk terus melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Kita ingin fasilitas yang digunakan masyarakat semakin baik. Akses jalan merupakan salah satu bagian yang harus kita tingkatkan agar pelayanan kepada pengguna jasa juga semakin nyaman,” ulasnya. Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan sendiri menjadi salah satu fasilitas penting bagi mobilitas masyarakat Kepulauan Meranti yang menggunakan transportasi laut. Melalui peningkatan infrastruktur tersebut, Pelindo berharap akses menuju terminal tidak hanya semakin nyaman, tetapi juga lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan kawasan pesisir. Investasi pada akses jalan ini sekaligus menunjukkan upaya Pelindo dalam meningkatkan kualitas fasilitas kepelabuhanan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil Ekonomi
Ekonomi
Senin, 22 Juni 2026 | 20:05 WIB

Tingkatkan Transaksi Ekonomi di Tingkat Tapak, Bank BRI Cabang Duri Serahkan GBM ke Pedagang Kecil

Duri, katakabar.com - Bank BRI Cabang Duri yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, persis depan perkantoran Pemerintah Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau serahkan perangkat pendukung unit gerobak berlian bermakan (GBM) kepada sejumlah pedagang kecil yang mengais rezeki di kawasan pasar tradisional Simpang Padang Duri.  Kegiatan ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan transaksi perekonomian di tingkat tapak. Sejumlah pedagang kecil pasar tradisional Simpang Padang Duri penerima manfaat merupakan nasabah Bank BRI Cabang Duri. Ketika menerima bantuan gerobak berlian bermakna didampingi pihak keluarga di halaman kantor Bank BRI Cabang Duri. Branch Office Head Bank BRI Cabang Duri, Eka Marvianda, mengatakan penyerahan bantuan gerobak berlian bermakna kepada sejumlah pedagang kecil yang termasuk nasabah BRI Cabang Duri sebagai bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat khususnya pedagang kecil sehari-hari menjual dagangandi pasar tradisionl Simpang Padang Duri. “Mengenai pos anggaran pembiayaan pembuatan gerobak berlian dari sumber dana yang sah, yang dihasilkan dari infak setiap hari jum’at, sedekah, dan santunan yang disisihkan seluruh karyawan-karyawati Bank BRI Cabang Duri. “Adanya bantuan gerobak berlian bermakna BRI Cabang Duri diharapkan para pedagang kecil mampu mendongkrak aktivitas transaksi jual beli di tingkat tapak di perkotaan Duri ini,” jelasnya. Berikut sejumlah pedagang kecil yang menerima bantuan, yakni Anisa Siregar nasabah Bank BRI Kandis sehari-hari menjual sarapan pagi di pasar, Wahyuni nasabah Bank BRI Cabang Duri yang sehari-hari menjual bakso cup dan keripik pisang, Rere Maktalena nasabah Bank BRI Unit Sebangar Bathin Solapan berjualan sarapan pagi, Samyo nasabah Bank BRI unit Simpang Garoga Duri berjualan Ketoprak, dan Desiana nasabah Bank BRI Unit Pasar Duri berjualan sarapan pagi dan sejumlah lainnya. "Program BRI ini bertujuan untuk meningkatkan transaksi perekonomian masyarakat yang melakukan jual beli di tingkat tapak, dan khususnya bagi seluruh nasabah Bank BRI Cabang Duri  guna mendukung program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," imbuhnya. Untuk itu, kepada segenap lapisan masyarakat untuk tetap waspada ketika melakukan transaksi jual beli, dan hindari penipuan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan Bank BRI.

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan: KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Tangerang Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 10 Juni 2026 | 20:15 WIB

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan: KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Tangerang

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta terus perkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan akses masyarakat di sekitar jalur rel. Di antars langkah yang dilakukan adalah penutupan perlintasan sebidang tidak resmi di KM 38+6/7 yang berada di wilayah Kelurahan Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (9/6) kemarin. Penutupan itu dilakukan sebagai bagian dari program berkelanjutan KAI dalam menciptakan operasional perkeretaapian yang semakin aman, selamat, dan andal, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi akibat aktivitas masyarakat yang melintas pada akses yang tidak diperuntukkan sebagai perlintasan resmi. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Lantaran itu, KAI secara konsisten melakukan penataan dan penutupan akses-akses yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. “Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan tidak resmi ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di jalur kereta api. Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di area perkeretaapian,” ujar Franoto. Kegiatan penutupan melibatkan berbagai unsur, antara lain jajaran KAI Daop 1 Jakarta, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, aparat keamanan, unsur pengamanan internal KAI, serta perangkat wilayah setempat. Sinergi antarinstansi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya keselamatan transportasi perkeretaapian yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemasangan patok penghalang sehingga akses tersebut tertutup secara permanen dan tidak lagi dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan dan tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api. Franoto menambahkan bahwa penutupan perlintasan tidak resmi merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen KAI dalam mendukung program peningkatan keselamatan perkeretaapian nasional. Selain melalui penataan akses, KAI juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel dan pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat dalam setiap upaya peningkatan keselamatan yang dilakukan KAI. Keselamatan di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh pihak,” tambahnya. Diharapkan langkah ini dapat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pelanggan maupun masyarakat di sekitar jalur kereta api.

Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan Tekno
Tekno
Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:50 WIB

Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan

Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. WhatsApp kini menjadi salah satu channel utama komunikasi bisnis dengan pelanggan. Tetapi di tengah maraknya akun palsu dan penipuan digital, banyak customer mulai lebih berhati-hati saat menerima chat dari nomor yang belum dikenal. Pelanggan Mulai Ragu Hubungi Bisnis Melalui WhatsApp Semakin banyak bisnis menggunakan WhatsApp untuk penjualan dan pelayanan customer. Sayangnya, tidak semua pelanggan langsung percaya bahwa akun yang menghubungi mereka benar-benar resmi. 1. Banyak Pelanggan Khawatir Terhadap Akun WhatsApp Palsu dan Penipuan Maraknya penipuan digital membuat pelanggan lebih selektif saat menerima chat dari bisnis. Banyak customer memilih mengabaikan pesan jika identitas akun terlihat kurang jelas atau mencurigakan. 2. Chat dari Bisnis Sering Diabaikan karena Tidak Terlihat Resmi Banyak pesan promosi atau follow up tidak mendapatkan respon karena pelanggan ragu terhadap akun pengirim. Akibatnya, peluang penjualan bisa menurun hanya karena bisnis terlihat kurang terpercaya. “Kepercayaan pelanggan sering terbentuk dalam beberapa detik pertama saat melihat identitas akun bisnis.” 3. Kepercayaan Pelanggan Menurun Saat Identitas Bisnis Tidak Jelas Pelanggan biasanya lebih nyaman berkomunikasi dengan akun yang memiliki identitas jelas dan mudah dikenali. Jika nama bisnis tidak terlihat resmi, customer cenderung lebih berhati-hati untuk melanjutkan percakapan. 4. Tim Kesulitan Membangun Kredibilitas Saat Menghubungi Pelanggan Baru Saat tim sales atau customer service menghubungi leads baru, proses membangun kepercayaan sering memakan waktu lebih lama. Kondisi ini membuat follow up menjadi kurang efektif dan respon pelanggan melambat. Verifikasi WhatsApp Membantu Bisnis Terlihat Lebih Profesional Banyak bisnis mulai menggunakan verifikasi WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan. Selain membuat identitas bisnis lebih jelas, sistem ini juga membantu komunikasi terlihat lebih profesional dan konsisten. Dengan identitas akun yang lebih terpercaya, pelanggan biasanya lebih nyaman membalas chat dan melanjutkan proses komunikasi dengan bisnis. 1. Identitas Bisnis Menjadi Lebih Mudah Dikenali oleh Pelanggan Verifikasi akun membantu nama bisnis tampil lebih jelas saat pelanggan menerima chat. Hal ini membantu customer lebih cepat mengenali akun resmi perusahaan dibanding nomor biasa. 2. Kepercayaan Pelanggan Bisa Meningkat dengan Centang Biru WhatsApp Banyak bisnis mulai menggunakan Centang Biru WhatsApp untuk membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan saat proses komunikasi berlangsung. Identitas akun yang terlihat lebih resmi juga membantu meningkatkan response rate dan membuat customer lebih yakin untuk membalas chat bisnis. “Akun bisnis yang terverifikasi dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan saat pertama kali dihubungi.” 3. Pelanggan Lebih Yakin untuk Membalas dan Melanjutkan Percakapan Pelanggan cenderung lebih nyaman melanjutkan percakapan dengan akun yang terlihat profesional. Hal ini membantu proses follow up berjalan lebih lancar tanpa banyak keraguan dari customer. 4. Proses Pelayanan Menjadi Lebih Profesional untuk Tim Customer Service Tim customer service dapat lebih mudah membangun komunikasi dengan pelanggan menggunakan akun bisnis yang terpercaya. Pelayanan juga terasa lebih profesional saat identitas perusahaan terlihat jelas di WhatsApp. 5. Komunikasi Bisnis di WhatsApp Terlihat Lebih Kredibel dan Konsisten Identitas bisnis yang konsisten membantu perusahaan menjaga citra profesional di berbagai aktivitas komunikasi customer. Hal ini penting terutama saat bisnis menangani banyak inquiry setiap hari. Centang Biru WhatsApp Barantum Bantu Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan Barantum membantu bisnis mengelola komunikasi customer menjadi lebih profesional dan terpercaya. Sistemnya dirancang untuk membantu perusahaan membangun pengalaman customer yang lebih aman dan konsisten melalui WhatsApp. Melalui layanan WhatsApp Centang Biru Barantum, bisnis dapat dibantu dalam proses pengajuan verifikasi akun secara lebih terarah. Hal ini membantu perusahaan lebih siap membangun kredibilitas saat berkomunikasi dengan pelanggan. 1. Proses Pengajuan Verifikasi WhatsApp Dibantu Lebih Mudah dan Terarah Barantum membantu bisnis memahami proses pengajuan verifikasi WhatsApp dengan lebih jelas dan terstruktur. Pendampingan ini membantu mengurangi risiko kesalahan saat proses pengajuan akun bisnis resmi. 2. Bisnis Bisa Membangun Kredibilitas Saat Berkomunikasi dengan Pelanggan Akun bisnis yang terverifikasi membantu perusahaan terlihat lebih profesional saat melakukan follow up customer. Hal ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya pelanggan sejak awal percakapan berlangsung. “Fitur verifikasi WhatsApp di Barantum membantu bisnis tampil lebih terpercaya saat berinteraksi dengan customer.” 3. Barantum Membantu Bisnis Tampil Lebih Profesional di WhatsApp Barantum membantu bisnis menjaga komunikasi customer tetap profesional melalui sistem WhatsApp resmi yang lebih terpercaya. Operasional customer service dan sales juga menjadi lebih siap menghadapi kebutuhan komunikasi digital yang terus meningkat. Di tengah tingginya persaingan digital saat ini, kepercayaan pelanggan menjadi faktor penting dalam proses penjualan dan pelayanan. Dengan sistem verifikasi WhatsApp dari Barantum, bisnis dapat tampil lebih profesional, meningkatkan kredibilitas, dan membangun komunikasi customer yang lebih terpercaya setiap hari.

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar PPKPT Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 11 Mei 2026 | 12:10 WIB

Tingkatkan Standar Trainer di Indonesia, KLTC® Gelar PPKPT

Jakarta, katakabar.com - KLTC® gelar program Pendidikan dan Pelatihan Khusus Profesi Trainer (PPKPT) angkatan ke 8 bakal berlangsung di akhir tahun 2026. Program intensif selama 160 jam ini dirancang untuk mencetak trainer profesional melalui pendekatan praktis dan terstruktur. Dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta dukungan berbagai sertifikasi nasional dan internasional, PPKPT menjadi bagian dari upaya KLTC® dalam meningkatkan kualitas trainer dan pengembangan SDM di Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhan pelatihan di berbagai sektor, kualitas trainer menjadi faktor krusial yang menentukan efektivitas pengembangan SDM. Tetapi, tidak semua individu yang berperan sebagai trainer memiliki standar kompetensi yang memadai. Kondisi ini mendorong perlunya program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang lebih terstruktur, komprehensif, dan berorientasi pada praktik. Melalui PPKPT, KLTC® menghadirkan program intensif selama 160 jam yang dilaksanakan selama 8 hari, dirancang khusus untuk membentuk trainer profesional dengan pendekatan yang aplikatif. Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga pada penguasaan teknik fasilitasi, pemahaman psikologi peserta, serta kemampuan menciptakan pengalaman belajar yang efektif. PPKPT angkatan ke 8 nantinya akan dibuka untuk 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta wajib berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari profesional, praktisi, hingga individu yang ingin mengembangkan karier sebagai trainer. Pendaftaran PPKPT ini akan segera dibuka pada bulan Juni 2026 mendatang. Salah satu keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang mengintegrasikan berbagai metode dan disiplin ilmu. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung, simulasi, serta proses evaluasi yang dirancang untuk memastikan kesiapan peserta dalam menjalankan peran sebagai trainer profesional. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai sertifikasi yang mendukung kompetensi mereka, di antaranya Certified Hypnotherapist, Certified NLP Practitioner, Certified NLP Coach, Certified Public Speaker, hingga Certified Trainer. Sertifikasi ini berasal dari berbagai lembaga nasional dan internasional, yang turut memperkuat kredibilitas peserta dalam menjalankan profesinya. Menurut Direktur KLTC®, keberadaan program seperti PPKPT menjadi semakin relevan di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah. Trainer tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan yang mampu membantu individu dan organisasi berkembang secara berkelanjutan. “Menjadi trainer bukan sekadar berbicara di depan peserta, tetapi tentang bagaimana menciptakan perubahan dalam diri peserta. Karena itu, dibutuhkan proses pembelajaran yang serius, terstruktur, dan mendalam, agar seorang trainer benar-benar siap menjalankan perannya,” ujar Dr. Puguh Dwi Kuncoro. Melalui program ini, KLTC® menargetkan lahirnya trainer profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang proses belajar manusia. Jadi, setiap trainer yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan SDM di berbagai bidang. KLTC® berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan profesi trainer yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memperkuat standar kualitas trainer di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara ilmu, praktik, dan pengalaman, KLTC® berharap dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengembangan SDM yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Barantum Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan AI CRM Tekno
Tekno
Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Barantum Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan AI CRM

Jakarta, katakabar.com - Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Seorang owner pernah bilang, “Saya sudah punya tim, sudah ada banyak leads, tapi tetap saja berasa berantakan.” Masalahnya bukan di jumlah, tapi di cara mengelola. Semakin bisnis berkembang, semakin banyak data masuk, semakin banyak proses berjalan bersamaan. Tanpa sistem yang rapi, semuanya jadi terasa lambat, bahkan sering kacau tanpa disadari. Yang awalnya masih bisa di-handle manual, lama-lama jadi bottleneck yang bikin tim tidak produktif dan peluang hilang. 1. Data Pelanggan Tersebar dan Sulit Dilacak Leads masuk dari WhatsApp, Instagram, form. Tersimpan di 3-5 tempat berbeda, tim butuh 5-10 menit hanya untuk cari 1 data. 2. Follow Up Sering Terlambat Atau Terlewat Dari 100 leads, 30-40% tidak di-follow up tepat waktu karena tidak ada pengingat dan tracking yang jelas. 3. Tim Sales Tidak Punya Visibilitas Pipeline Owner tidak tahu: sudah sampai mana proses deal? closing berapa? stuck di mana? semua bergantung laporan manual. 4. Reporting Manual Memakan Waktu Tim habiskan 2-4 jam per minggu hanya untuk rekap data, dan sering tetap tidak akurat. Perlu Sistem Terpusat Kontrol dan Efisiensi Masalah ini bukan soal tim kurang kerja keras, tapi karena tidak ada sistem yang bantu kerja mereka jadi lebih rapi dan cepat. Solusinya sederhana: semua proses harus terpusat, otomatis, dan bisa dipantau kapan saja. 1. Sentralisasi Data dengan AI CRM Dengan AI CRM semua data masuk ke satu tempat, tidak ada lagi pindah-pindah tools, akses cepat dalam hitungan detik. 2. Monitoring Pipeline Secara Real-Time Setiap deal terlihat jelas: posisi, progress, dan potensi closing tanpa harus tanya tim satu per satu. 3. Reporting Otomatis dan Akurat Data langsung jadi laporan tanpa input manual, update real-time, minim human error. 4. Automasi Follow Up Dengan Dukungan AI Agent Dengan AI Agent follow up berjalan otomatis sesuai skenario, tidak ada lagi leads yang “dingin” karena lupa dihubungi. AI CRM Barantum untuk Scale Up Bisnis Lebih Cepat Di titik ini, yang dibutuhkan bukan sekadar tools, tapi sistem yang benar-benar menyatu dari awal sampai closing. Barantum CRM hadir untuk merapikan operasional sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis tanpa menambah beban kerja tim. 1. Integrasi End-To-End Dari Lead Hingga Closing Semua proses dalam satu sistem, dari masuknya leads sampai deal selesai, tanpa pindah platform. 2. Automasi Workflow Tanpa Ribet Setting sekali, proses berjalan otomatis, tim fokus closing, bukan kerja manual berulang. 3. Insight Data Untuk Keputusan Bisnis Owner bisa langsung lihat performa bisnis dan ambil keputusan berbasis data, bukan asumsi. 4. Siap Terhubung dengan Berbagai Channel Terintegrasi dengan WhatsApp, form, dan channel lain, semua leads langsung masuk tanpa hambatan. Di tengah persaingan yang makin cepat, bisnis yang menang bukan yang paling besar, tapi yang paling rapi dan responsif. Jika operasional masih manual, growth akan selalu tertahan. Saatnya beralih ke Barantum yang bisa bantu bisnis Anda jalan lebih cepat dan terkontrol.

Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun Sawit
Sawit
Sabtu, 11 April 2026 | 19:03 WIB

Perkuat Pengawasan Operasional, PTPN IV Regional VII Tingkatkan Produktivitas Kebun

Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, salah satu entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat pengawasan operasional sebagai upaya menjaga kinerja dan produktivitas kebun secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Operation Head PTPN IV Regional VII, Budi Susilo, ke areal kebun wilayah Lampung, yakni Unit Padang Ratu dan Unit Bekri. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memastikan optimalisasi kinerja operasional di lapangan. Kunjungan difokuskan pada peninjauan langsung kondisi tanaman, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan, serta kesiapan tim operasional dalam mendukung pencapaian target produksi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara manajemen regional dan jajaran kebun dalam menyelaraskan langkah kerja secara terintegrasi. Menurut Budi Susilo, pengawalan produksi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur karyawan kebun. Ia menegaskan keberhasilan produksi tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh lini kerja. “Pengawalan produksi harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh unsur karyawan kebun. Setiap individu memiliki peran penting dalam memastikan setiap tahapan operasional berjalan optimal sehingga target produksi dapat tercapai dengan baik,” ujarnya. Lalu ia menyoroti pentingnya pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM), khususnya pada kegiatan tunasan. Ia menilai bahwa pengelolaan tunasan yang disiplin dan terstruktur akan berdampak langsung terhadap kelancaran proses panen di lapangan. “Pemeliharaan TM seperti tunasan harus dikawal dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan panen serta mengefektifkan penerapan premi progresif tunasan, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas,” tegasnya. Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebagai fondasi utama produksi di masa mendatang. Budi Susilo menekankan pentingnya pelaksanaan kastrasi serta pengendalian hama dan penyakit secara disiplin dan berkelanjutan. “Pemeliharaan TBM harus dikawal secara serius. Kegiatan kastrasi dan pengendalian hama penyakit harus dilaksanakan dengan disiplin agar pertumbuhan tanaman optimal dan periode menuju masa panen dapat berjalan dengan baik,” terangya. Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi standar operasional di lapangan, sekaligus mengidentifikasi area perbaikan yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing unit. Diskusi antara manajemen dan tim kebun diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan disiplin operasional dan peningkatan kualitas pemeliharaan tanaman menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. Melalui kunjungan ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan secara efektif dan efisien. Sinergi yang kuat antara manajemen dan seluruh karyawan kebun menjadi fondasi utama dalam mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Dengan pengawalan yang konsisten serta implementasi arahan yang tepat, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target perusahaan secara keseluruhan.

Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik Siapkan Skema Block Space Nasional
Nasional
Rabu, 18 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tingkatkan Daya Saing Angkutan KA Kontainer, KAI Logistik Siapkan Skema Block Space

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Logistik terus perkuat peran angkutan kereta api ekosistem logistik nasional melalui optimalisasi layanan angkutan kontainer berbasis kereta api. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan daya saing moda kereta api sekaligus mendorong efisiensi biaya logistik bagi pelaku industri. Seiring meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang efisien dan berkelanjutan, KAI Logistik menghadirkan berbagai skema layanan yang lebih fleksibel bagi pelanggan. Salah satunya melalui skema blocking space pada layanan angkutan kontainer yang memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan kapasitas ruang angkut dengan volume dan periode tertentu dengan tarif yang lebih kompetitif. Skema ini memberikan kepastian kapasitas sekaligus membantu pelanggan dalam merencanakan distribusi barang secara lebih optimal dan efisien. Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan optimalisasi layanan angkutan kontainer menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis. "Melalui skema blocking space ini, pelanggan dapat memperoleh kepastian kapasitas, efisiensi operasional, stabilitas biaya logistik, serta keandalan rantai pasok sekaligus tarif yang lebih kompetitif. Hal ini menjadi solusi bagi pelaku industri dalam merencanakan distribusi barang secara lebih efisien dan terukur," ujar Fahdel. Saat ini, KAI Logistik mengelola 11 rangkaian KA Kontainer dengan berbagai perjalanan pulang pergi (PP) seperti Jakarta – Surabaya, JICT - Cikarang Dry Port, Jakarta – Karawang, Karawang – Surabaya. Jakarta – Semarang, Semarang – Surabaya, dengan kapasitas harian per KA 3.600 TEUs PP atau setara 64.800 ton. Selain melayani general cargo, layanan KA Kontainer KAI Logistik juga melayani komoditi lain seperti 12 jenis dangerous goods, hingga perishable commodity melalui reefer container(Kontainer berpendingin). KAI Logistik juga terus meningkatkan daya saing dari sisi layanan seperti implementasi RFID pada kontainer serta sertifikasi halal di 4 titik terminal seperti Sungai Lagoa, Klari, Kalimas dan Ronggowarsito. Dengan serangkaian langkah insiatif tersebut, turut mendorong Kinerja angkutan kontainer KAI Logistik yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, volume angkutan kontainer tercatat mencapai 2,5 juta ton, meningkat 8 persen secara year on year dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara memasuki awal tahun 2026, kinerja tersebut juga terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.Perseroan membukukan volume angkutan kontainer sebesar 222.000 ton, meningkat 44.persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 154.000 ton. Peningkatan ini turut didorong oleh meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi menjelang sejumlah momen keagamaan strategis yang mendorong mobilitas barang di berbagai sektor industri. Selain memberikan kepastian kapasitas dan efisiensi biaya, pemanfaatan moda kereta api juga dinilai mampu membantu menekan biaya logistik nasional melalui distribusi barang yang lebih efisien, tepat waktu, serta memiliki kapasitas angkut yang besar. Di sisi lain, tren industri saat ini juga menunjukkan adanya pergeseran perhatian pelaku usaha terhadap praktik logistik yang lebih ramah lingkungan atau green logistics. Moda transportasi berbasis kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi serta emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan moda transportasi berbasis jalan. KAI Logistik melihat peluang ini sebagai momentum untuk mendorong lebih banyak pelaku industri beralih menggunakan moda kereta api sebagai bagian dari strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan. "Optimalisasi angkutan kontainer melalui kereta api tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi mendukung praktik logistik yang lebih berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya green logistics dan sangat relevan dengan layanan kami yang telah dilengkapi dengan informasi emisi karbon pada invoice pelanggan," sebut Fahdel. Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat layanan angkutan kontainer melalui peningkatan kapasitas, pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan, serta optimalisasi jaringan logistik berbasis kereta api. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan di Indonesia.