Dummy P01
Posisi Long Bitcoin dan Ethereum Dominan di Pasar Global, Bittime Soroti Peluang Futures Ekonomi
Ekonomi
14 jam yang lalu

Posisi Long Bitcoin dan Ethereum Dominan di Pasar Global, Bittime Soroti Peluang Futures

Jakarta, katakabar.com -Pasar futures global menunjukkan dominasi posisi long pada Ethereum dan Bitcoin. Bittime melihat tren ini sebagai peluang pertumbuhan futures di Indonesia, seiring meningkatnya transaksi derivatif. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengeksplorasi perdagangan futures dengan tetap mengutamakan pemahaman produk dan manajemen risiko. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melihat perkembangan pasar futures global sebagai salah satu gambaran meningkatnya perhatian terhadap perdagangan derivatif aset kripto. Perkembangan ini juga menjadi konteks bagi pertumbuhan Bittime Futures di Indonesia. Data pasar global yang diamati pada 1 September 2026 pagi menunjukkan, sebanyak 69,74% investor mengambil posisi long pada kontrak ETHUSDT perpetual, sementara 30,26% berada pada posisi short. Long/Short Ratio tercatat sebesar 2,30. Sementara itu, posisi trader pada Bitcoin relatif lebih berimbang. Pada kontrak BTCUSDT perpetual, sebanyak 50% akun secara global berada pada posisi long, sedangkan 50% mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat 1,00. Data tersebut menunjukkan bahwa pada saat pengamatan, kecenderungan posisi long trader global lebih kuat pada Ethereum dibandingkan Bitcoin. Ini menggambarkan trader memiliki pandangan optimis terhadap pergerakan aset Ethereum ke depan. Sedangkan untuk Bitcoin, para trader masih berada pada posisi wait and see terkait pergerakan ke depan.  Tetapi, data long/short merupakan gambaran posisi pada waktu tertentu dan dapat berubah dengan cepat mengikuti dinamika pasar, sehingga tidak dapat menjadi kepastian mengenai arah harga aset ke depan.  Bittime Lihat Peluang Futures di Tengah Pasar Dinamis Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan positioning trader global menunjukkan bahwa Bittime Futures dapat menjadi salah satu pilihan bagi trader yang ingin merespons berbagai kondisi pasar melalui posisi long maupun short. “Futures memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mengambil posisi long maupun short. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko,” ujar Ryan. Menurut Ryan, penggunaan Bittime Futures membutuhkan pemahaman lebih mendalam dibandingkan spot, terutama mengenai margin, leverage, volatilitas, dan risiko likuidasi. Karena itu, keputusan transaksi sebaiknya didasarkan pada strategi dan pemahaman terhadap pasar, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga atau FOMO. Sebagai bagian dari proses penggunaan Bittime Futures, pengguna perlu menyelesaikan knowledge test sebelum dapat mengakses fitur futures. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bittime membantu pengguna memahami karakteristik dan risiko produk. Di Indonesia, aktivitas derivatif juga menunjukkan perkembangan. OJK mencatat nilai transaksi derivatif aset kripto mencapai Rp3,41 triliun pada Juli 2026, sementara transaksi aset kripto secara keseluruhan mencapai Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun. Ini menunjukkan masih besarnya peluang pertumbuhan pasar futures di Indonesia. “Kami melihat futures memiliki ruang untuk berkembang seiring semakin beragamnya kebutuhan dan strategi investor di pasar aset digital. Ke depan, pertumbuhan ini perlu didukung oleh inovasi produk dan peningkatan literasi agar ekosistem futures dapat berkembang secara sehat,” ujar Ryan. Aktivitas perdagangan juga tercermin dalam data internal Bittime Futures. Berdasarkan data Bittime dalam periode tujuh hari terakhir, terdapat sejumlah token yang menjadi Top Tokens di Bittime Futures, yaitu BTCUSDT-PERP, HYPEUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP. Daftar tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin masih menjadi salah satu aset yang mendapat perhatian dalam aktivitas perdagangan Bittime Futures, diikuti oleh HYPE dan PUMP. Perbedaan karakteristik masing-masing aset juga memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pengguna dalam mengeksplorasi pasar futures. Seiring investor Indonesia mulai mengeksplorasi instrumen di luar spot, Bittime Futures menjadi bagian dari ekosistem 3-in-1 Bittime yang mencakup Spot, Staking, dan Futures dalam satu platform yang terdaftar dan diawasi OJK. Bittime melihat perkembangan Bittime Futures sebagai bagian dari semakin beragamnya pilihan dalam perdagangan aset digital. Di tengah dinamika pasar, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman produk, strategi yang terukur, serta pengelolaan risiko yang sesuai dengan profil masing-masing pengguna. Derivatif Jadi Porsi Besar Perdagangan Kripto Global Menurut Senior trader sekaligus founder komunitas trader Theory of Whaless, Lely Marthadinata, perkembangan futures di Indonesia memiliki peluang besar seiring tingginya aktivitas derivatif di pasar global. Ia menilai futures bukan lagi sekadar produk tambahan bagi industri aset kripto, tetapi telah menjadi salah satu bagian utama dari aktivitas perdagangan global. Hal tersebut tercermin dari data CoinMarketCap yang menunjukkan bahwa pada Juni 2026, dari sekitar US$4,74 triliun total volume perdagangan yang dipantau pada 11 bursa besar, sekitar US$4 triliun berasal dari perdagangan derivatif. Dengan demikian, sekitar 84% volume perdagangan tersebut berasal dari pasar derivatif, jauh lebih besar dibandingkan perdagangan spot. “Secara global, derivatif sudah menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan kripto. Karena itu, perkembangan futures di Indonesia merupakan peluang penting bagi industri aset digital nasional, meski pasar lokal masih berada pada tahap awal,” ujar Lely. Menurut Lely, peluang tersebut tetap perlu diikuti dengan penguatan kualitas pasar, terutama dari sisi likuiditas, teknologi, biaya transaksi, dan pilihan produk. Hal ini penting karena trader akan mempertimbangkan kualitas eksekusi dan kedalaman pasar ketika memilih platform untuk melakukan perdagangan futures.

Punya Impian? Begini Cara Menjaganya Biar Dapat Terwujud Ekonomi
Ekonomi
Kemarin

Punya Impian? Begini Cara Menjaganya Biar Dapat Terwujud

Jakarta, katakabar.com - Punya impian besar sering terasa menyenangkan saat dibayangkan. Mau liburan ke tempat impian, membeli rumah, melanjutkan pendidikan, atau membangun usaha sendiri. Tantangannya muncul saat impian tersebut perlu diwujudkan lewat kondisi keuangan yang nyata. Penghasilan datang setiap bulan, kebutuhan rutin terus berjalan, dan selalu ada pengeluaran yang terasa lebih mendesak. Tanpa perencanaan, uang untuk impian bisa ikut terpakai. Lantaran itu, memiliki tujuan keuangan pribadi dapat membantu membuat impian lebih terarah. Kamu juga bisa membuat sistem yang membantu menjaga dana tersebut agar tetap fokus pada tujuan. Apa Itu Tujuan Keuangan? Secara sederhana, tujuan keuangan adalah target finansial yang ingin dicapai dalam periode tertentu. Target tersebut dapat berkaitan dengan kebutuhan jangka pendek maupun rencana jangka panjang. Misalnya, kamu ingin: - Mengumpulkan dana untuk liburan tahun depan - Membeli laptop baru - Menyiapkan biaya pendidikan - Membeli kendaraan - Mengumpulkan uang muka rumah - Menyiapkan modal usaha Setiap tujuan membutuhkan jumlah dana dan waktu yang berbeda. Karena itu, menentukan tujuan sejak awal dapat membantu kamu mengetahui berapa dana yang perlu disiapkan. Apa Tujuan Perencanaan Keuangan? Tujuan perencanaan keuangan adalah membantu kamu mengatur pemasukan dan pengeluaran agar dana dapat dialokasikan sesuai prioritas. Tanpa tujuan yang jelas, menabung sering terasa seperti sekadar menyimpan uang. Ketika ada kebutuhan lain, dana tersebut mudah digunakan. Sebaliknya, ketika kamu sudah menentukan tujuan, uang yang disisihkan memiliki fungsi yang lebih jelas. Contohnya, daripada hanya mengatakan: “Aku mau nabung.” Kamu bisa membuat target: “Aku ingin mengumpulkan Rp12 juta untuk liburan dalam 12 bulan.” Target tersebut membuat rencana lebih konkret. Kamu dapat menghitung kebutuhan tabungan sekitar Rp1 juta per bulan untuk mencapai target tersebut. Contoh Tujuan Keuangan Pribadi Setiap orang dapat memiliki prioritas yang berbeda. Beberapa contoh tujuan keuangan yang bisa dibuat antara lain: 1. Liburan Kalau punya destinasi impian, tentukan perkiraan biaya perjalanan dan kapan ingin berangkat. Dari sana, kamu dapat menentukan jumlah dana yang perlu disisihkan setiap bulan. 2. Membeli Barang yang Dibutuhkan Laptop, kamera, ponsel, atau peralatan kerja dapat menjadi tujuan finansial tertentu. Dengan menyiapkan dana secara bertahap, pembelian bisa lebih terencana. 3. Pendidikan Biaya kuliah, kursus, sertifikasi, atau pendidikan lanjutan juga bisa dimasukkan ke dalam perencanaan. 4. Modal Usaha Kalau memiliki rencana membuka atau mengembangkan usaha, kebutuhan modal dapat dijadikan target keuangan dengan nominal dan tenggat yang jelas. 5. Rumah atau Kendaraan Tujuan dengan nominal besar membutuhkan waktu yang lebih panjang. Membaginya menjadi target bulanan dapat membuat prosesnya lebih mudah dipantau. Bagaimana Cara Mencapai Tujuan Keuangan? Mencapai tujuan keuangan membutuhkan target yang jelas dan kebiasaan yang konsisten. Kamu bisa memulainya dengan beberapa langkah sederhana. 1. Tentukan Impiannya Tulis dengan spesifik apa yang ingin dicapai. Misalnya, bukan sekadar “ingin jalan-jalan”, tetapi “ingin liburan ke Jepang dengan target dana Rp20 juta”. 2. Tentukan Nominal Perkirakan berapa biaya yang dibutuhkan. Gunakan angka yang realistis dan evaluasi jika harga atau kondisi berubah. 3. Tentukan Waktu Tentukan kapan target tersebut ingin dicapai. Dengan begitu, kamu dapat menghitung berapa dana yang perlu disisihkan secara berkala. 4. Pisahkan Dana Salah satu cara menjaga fokus adalah memisahkan dana berdasarkan tujuan. Dana untuk liburan, misalnya, tidak dicampur dengan uang belanja harian. 5. Buat Setoran Rutin Tentukan jumlah yang akan disisihkan setiap periode. Kamu bisa menyesuaikannya dengan pemasukan dan kebutuhan rutin. Bagaimana Menjaga Dana agar Tidak Mudah Terpakai? Di sinilah sistem pengelolaan uang bisa membantu. Ketika dana untuk impian bercampur dengan saldo yang digunakan sehari-hari, godaan untuk menggunakannya bisa lebih besar. Neo Wish di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce merupakan tabungan berjangka untuk membantu menyisihkan dana sesuai target dan jangka waktu.  Kamu dapat membuat Wish sesuai dengan impian atau target finansial. Dengan adanya tujuan yang lebih spesifik, proses menyisihkan dana bisa terasa lebih terarah. Misalnya: Wish LiburanTarget: Rp10 juta Wish LaptopTarget: Rp8 juta Wish Modal UsahaTarget: Rp25 juta Setiap target dapat memiliki tujuan masing-masing sehingga kamu lebih mudah melihat perkembangan dana. Kenapa Menentukan Tujuan Bisa Membantu? Menabung tanpa tujuan terkadang membuat kita sulit mengetahui apakah progresnya sudah cukup. Dengan tujuan yang spesifik, kamu dapat melihat hubungan antara dana yang disisihkan dan impian yang ingin dicapai. Misalnya, target liburan Rp12 juta dan kamu sudah mengumpulkan Rp6 juta. Artinya, kamu sudah berada di tengah perjalanan menuju target tersebut. Progress seperti ini juga dapat membuat kebiasaan menyimpan uang terasa lebih menyenangkan. Setiap kali menambahkan dana, kamu bisa melihat bahwa impian tersebut semakin dekat. Buat Impian Lebih Terukur Punya impian adalah awal yang baik. Agar bisa diwujudkan, impian perlu diterjemahkan menjadi target yang bisa dihitung. Mulai dari menentukan tujuan keuangan pribadi, memperkirakan nominal, menetapkan waktu, lalu membuat kebiasaan menyisihkan dana secara rutin. Jadi, Apa yang Bisa Menjaga Impianmu? Impian membutuhkan ruang dalam perencanaan keuangan. Ketika dana untuk tujuan tertentu sudah dipisahkan dan memiliki target yang jelas, kamu memiliki sistem yang membantu menjaga fokus tersebut. Memahami tujuan keuangan adalah langkah awal. Setelah itu, tentukan contoh tujuan keuangan yang sesuai dengan kebutuhanmu, buat target nominal dan waktu, lalu mulai menyisihkan dana secara rutin. Untuk membantu mengatur dana berdasarkan tujuan, kamu dapat mempertimbangkan Neo Wish di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Fitur ini dapat digunakan untuk membantu memisahkan dana sesuai target yang ingin dicapai. Karena impian yang besar bisa dimulai dari satu hal sederhana: menyisihkan uang untuknya secara konsisten. Jika ingin mulai menggunakan Neo Wish, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Wish di website resmi Bank Neo Commerce.   Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 03 September 2026 | 11:00 WIB

Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus perkuat literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia, termasuk meningkatnya minat terhadap aset seperti Bitcoin. Terbaru, OJK menerbitkan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 sebagai panduan bagi masyarakat untuk memahami ekosistem, regulasi hingga berbagai risiko yang mengiringi perkembangan industri tersebut. Buku yang diterbitkan pada 26 Agustus 2026 tersebut merupakan pembaruan dari Buku Saku Pengaturan dan Pengawasan Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto yang sebelumnya diluncurkan pada 2025. Pembaruan dilakukan seiring semakin dinamisnya industri Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (AKD AK), termasuk perkembangan kerangka regulasi dan pengawasannya di Indonesia. Langkah tersebut menjadi semakin relevan melihat besarnya partisipasi masyarakat Indonesia di pasar aset digital. OJK mencatat, hingga Juli 2026 jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital telah mencapai 22,93 juta akun. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun, sementara transaksi derivatif mencapai Rp3,41 triliun. Menurut CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai perkembangan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas literasi. Menurutnya, semakin besar adopsi kripto di masyarakat, semakin penting pula kemampuan investor untuk memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi. “Pertumbuhan jumlah investor adalah sinyal positif bagi perkembangan industri, tetapi jumlah pengguna bukan satu-satunya ukuran kemajuan. Yang jauh lebih penting adalah apakah investor juga semakin memahami produk yang mereka beli, risikonya, dan bagaimana industri ini diregulasi. Literasi harus tumbuh sejalan dengan adopsi,” ujar Yudho. Dari Regulasi hingga Modus Kejahatan Kripto Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 memuat pembahasan yang lebih komprehensif mengenai ekosistem industri. Tidak hanya menjelaskan mengenai aset keuangan digital dan aset kripto, OJK turut memasukkan informasi mengenai kerangka regulasi, benchmark internasional, hingga risiko dan modus kejahatan yang dapat terjadi di sektor tersebut. Selain itu, buku tersebut membahas kolaborasi dalam kerangka pengawasan, roadmap pengembangan industri, tata kelola dan pelindungan konsumen hingga berbagai inovasi terbaru di bidang aset keuangan digital. OJK berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat, konsumen, pelaku industri, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam memahami perkembangan industri aset digital secara lebih menyeluruh. Menurut Yudho, edukasi mengenai kripto ke depan juga perlu bergerak lebih jauh dari sekadar menjelaskan peluang keuntungan atau pergerakan harga aset. “Edukasi kripto seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan aset mana yang naik atau kapan waktu membeli. Investor perlu memahami bagaimana suatu aset bekerja, siapa yang mengawasi ekosistemnya, bagaimana perlindungan konsumennya, hingga risiko seperti penipuan dan manipulasi. Semakin matang industrinya, kualitas edukasinya juga harus semakin matang,” jelas Yudho. Literasi Jadi Fondasi Industri Kripto Indonesia Penguatan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan industri aset digital nasional, terutama setelah pengawasan aset keuangan digital dan aset kripto berada di bawah OJK. Dalam peluncurannya, OJK menyebut Buku Saku 2.0 disusun bersama industri sebagai panduan praktis untuk membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat serta risiko aset keuangan digital dan aset kripto. OJK juga menekankan pentingnya peningkatan kecerdasan finansial masyarakat dalam membangun kesejahteraan finansial. Seiring perkembangan industri, infrastruktur pasar kripto Indonesia juga semakin luas. Hingga Juli 2026, OJK mencatat terdapat 2 bursa aset keuangan digital, 2 lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, 2 pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin. Yudho menilai kombinasi antara regulasi, pengawasan, inovasi dan literasi masyarakat akan menjadi faktor penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. “Indonesia punya basis pengguna yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah mengubah besarnya partisipasi tersebut menjadi ekosistem yang semakin berkualitas. Regulasi yang jelas, industri yang bertanggung jawab, dan investor yang semakin kritis harus berjalan bersama agar pertumbuhan kripto Indonesia bisa lebih sehat dan berkelanjutan,” ulas CEO FLOQ.

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 03 September 2026 | 09:11 WIB

Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

Jakarta, katakabar.com - Dalam pelayanan pelanggan (customer service), perusahaan memantau berbagai metrik, salah satunya adalah Average Handling Time (AHT) dan memastikan setiap panggilan telepon diangkat dalam hitungan detik. Namun, apakah respons cepat benar-benar menjamin kepuasan pelanggan? Belum tentu. Kecepatan tanpa kualitas interaksi hanya akan menghasilkan penyelesaian masalah secara dangkal. Untuk mencapai service excellence sejati, bisnis harus melangkah lebih jauh dari sekadar respons cepat. Apa itu Service Excellence? Service excellence adalah standar pelayanan suatu perusahaan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan secara konsisten, mudah, dan responsif demi mencapai pelayanan prima.  Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan seberapa cepat perusahaan merespons, tetapi juga bagaimana perusahaan memahami kebutuhan pelanggan, memberikan solusi yang tepat, menunjukkan empati, dan memastikan masalah terselesaikan.  Pelayanan prima atau service excellence ini dapat membangun sistem nilai suatu bisnis, kompetensi tim, dan kebiasaan yang membuat pelanggan merasa dihormati pada setiap interaksi. Mengapa Service Excellence Penting bagi Bisnis?  Service excellence sangat penting karena pelayanan yang baik membuat pelanggan merasa dihargai dan dipahami selama berinteraksi dengan perusahaan. Pelayanan yang baik, seperti cepat merespons dan kemampuan memberikan solusi yang mudah, tepat, dan konsisten, mampu membentuk pengalaman berkesan pada pelanggan. Pengalaman berkesan pelanggan atas pelayanan yang baik dapat membantu meningkatkan kepuasan dan loyalitas. Ketika pelanggan dapat menyelesaikan masalah tanpa proses yang rumit atau berulang, customer effort menjadi lebih rendah sehingga pengalaman mereka menjadi lebih positif. Respon Cepat Saja Tidak Cukup Mencapai Service Excellence Banyak manajer operasional dan supervisor call center terjebak dalam angka statistik speed-to-answer. Memang benar bahwa pelanggan tidak suka menunggu lama di nada tunggu. Riset yang dipublikasikan dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa seberapa mudah dan tuntas masalah dapat diselesaikan (customer effort reduction) secara efektif berkaitan erat dengan loyalitas pelanggan.  Ketika Customer Service (CS) hanya berfokus pada durasi panggilan agar memenuhi target, beberapa dampak buruk berikut sering terjadi: - Mendengar untuk Merespon, Bukan Memahami Customer Service cenderung memotong pembicaraan pelanggan agar bisa segera memberikan jawaban cepat. - Penyelesaian Masalah yang Berulang Pelanggan terpaksa menelepon kembali (repeat call) karena solusi yang diberikan pada panggilan pertama tidak menyasar akar masalah - Frustrasi Pelanggan Meningkat Pelanggan merasa tidak didengarkan, yang pada akhirnya merusak nilai kepuasan pelanggan (CSAT score). Kecepatan respon memang membuka pintu awal interaksi, tetapi kualitas komunikasi dialah yang menentukan apakah pelanggan akan bertahan atau berpaling. 3 Pilar Kualitas Interaksi dalam Service Excellence Untuk memberikan service excellence yang berkelanjutan, bisnis perlu mengalihkan fokus dari kuantitas (kecepatan) ke kualitas interaksi.  1. Active Listening (Mendengarkan Secara Aktif) Active listening bukan sekadar diam saat pelanggan berbicara, melainkan benar-benar mencerna konteks, nada emosi, dan keluhan utama yang disampaikan. CS yang memiliki keterampilan active listening yang baik mampu menangkap detail penting tanpa meminta pelanggan mengulang penjelasan mereka. 2. Empathetic Engagement (Pendekatan Empatis) Setiap panggilan masuk, terutama terkait komplain, membawa beban emosional pelanggan. Menunjukkan empati melalui intonasi suara dan pemilihan kata yang tepat dapat membantu meredakan ketegangan dan membuat pelanggan merasa lebih didengarkan.  3. Root Cause Resolution (Penyelesaian Akar Masalah) Sebagai ilustrasi, bandingkan dua skenario Customer Service A dan Customer Service B. CS A menyelesaikan panggilan dalam waktu 2 menit tetapi pelanggan harus menelepon lagi esok hari.  Sementara CS B membutuhkan waktu 4 menit namun mampu menyelesaikan masalah dalam satu kali panggilan (First Call Resolution / FCR). Hal ini menandakan CS B memberikan nilai service excellence yang jauh lebih tinggi bagi bisnis. Rasio Mendengarkan vs Berbicara Indikator Evaluasi Layanan Pelanggan Salah satu kendala terbesar dalam mengevaluasi apakah tim CS sudah menerapkan active listening atau belum adalah ketiadaan data objektif. Selama ini, supervisor hanya bisa mengira-ngira kualitas komunikasi melalui pemantauan sampel acak (call sampling) yang memakan waktu lama. Di sinilah metrik Talk:Listen Ratio (Rasio Berbicara dan Mendengarkan) menjadi sangat krusial. Belum ada satu rasio Talk:Listen yang berlaku universal untuk semua percakapan customer service. Namun, rasio ideal CS dalam percakapan adalah dengan berusaha mendengar secara dominan. Ketika tim mendominasi pembicaraan, misalnya, talk time jauh lebih tinggi, hal ini dapat menjadi sinyal bahwa CS kemungkinan terlalu banyak bicara, kurang menggali kebutuhan, atau terlalu bergantung pada skrip.  Di lapangan, kualitas komunikasi sulit dievaluasi jika perusahaan hanya mengandalkan sampel rekaman dan penilaian subjektif supervisor. Di sinilah teknologi analitik percakapan dapat membantu.  Optimasi Kualitas Komunikasi Bisnis dengan MiiTel Guna memastikan tim layanan pelanggan Anda tidak hanya mengejar durasi panggilan, dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat membantu perusahaan mengevaluasi kualitas interaksi dengan berbasis data dan konsisten. MiiTel Phone, teknologi AI Voice Analytics dan Cloud PBX, hadir sebagai solusi cerdas yang mampu menganalisis setiap interaksi telepon secara otomatis dan objektif. Dengan MiiTel Phone, perusahaan dapat memantau dan meningkatkan kualitas layanan secara efisien melalui fitur unggulan seperti Talk:Listen Ratio, analisis kecepatan bicara, serta transkrip otomatis berbasis AI. Fitur talk:listen ratio berfungsi secara otomatis untuk menghitung dan menampilkan rasio durasi bicara agen vs pelanggan dalam bentuk grafik visual. Supervisor dapat langsung mengetahui apakah agen lebih banyak mendengarkan kebutuhan pelanggan atau justru cenderung memotong pembicaraan. Sedangkan pada fitur analisis kecepatan bicara & overlap detection, MiiTel mendeteksi talk rate (kecepatan bicara) CS serta frekuensi penyelaan (overlap) saat percakapan berlangsung, sehingga memudahkan proses evaluasi dan pelatihan CS. Terakhir, fitur transkripsi dan ringkasan otomatis berbasis AI mengubah isi percakapan telepon menjadi teks secara otomatis, memudahkan analisis percakapan tanpa harus mendengarkan rekaman utuh berdurasi panjang. Dengan adanya data analitik presisi dari MiiTel Phone, proses coaching dan edukasi tim CS dapat dilakukan secara spesifik berbasis bukti nyata, bukan lagi sekadar asumsi. Bertransformasi Menuju Service Excellence Sejati Respon cepat adalah standar minimum dalam layanan pelanggan, namun service excellence sejati hanya dapat dicapai ketika bisnis mengutamakan kualitas interaksi, empati, dan pemahaman mendalam atas kebutuhan pelanggan. Memastikan tim CS memiliki keterampilan active listening serta menjaga kestabilan Talk:Listen Ratio adalah langkah strategis untuk meningkatkan loyalitas pelanggan jangka panjang. Teknologi seperti AI Voice Analytics membantu bisnis mengukur hal-hal yang sebelumnya tidak terukur, mengubah percakapan suara menjadi data yang bermanfaat untuk pertumbuhan layanan perusahaan Anda. Siap Tingkatkan Kualitas Layanan Customer Service Anda? Jangan biarkan performa tim CS Anda dinilai hanya dari kecepatan merespons. Pelajari bagaimana MiiTel Phone dapat membantu perusahaan Anda. Konsultasikan kebutuhan dan klaim Demo Gratis MiiTel hari ini dengan klik di sini.

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

Perempuan Semakin Melek Finansial, Industri Perlu Membangun Kepercayaan dan Akses

Jakarta, katakabar.com - Peran perempuan dalam ekosistem keuangan Indonesia terus berkembang. Kini, percakapan mengenai perempuan dan keuangan tidak lagi cukup hanya berfokus pada peningkatan literasi, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan diri, pengambilan keputusan yang mandiri, serta partisipasi yang lebih luas dalam ekonomi digital. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan perempuan mencapai 69,61%, sementara indeks inklusi keuangan perempuan mencapai 93,73%. Secara nasional, indeks literasi keuangan berada di level 69,57%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61%.  Hasil Survey SNLIK 2026 melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun di 38 provinsi dan 514 kabupaten dan kota, sehingga memberikan gambaran yang semakin luas mengenai tingkat literasi dan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan di Indonesia.  Literasi keuangan mengukur pengetahuan dan pemahaman. Tetapi, tingkat literasi yang baik tidak selalu berarti seseorang memiliki tingkat kepercayaan diri yang sama untuk mengambil tindakan. Masyarakat dan perempuan khususnya masih dapat menghadapi berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk menabung, berinvestasi, membangun usaha, atau menggunakan produk keuangan digital, mulai dari ketersediaan dana yang dapat dialokasikan, prioritas keuangan, kepercayaan terhadap platform, keamanan, persepsi risiko, hingga akses terhadap informasi dan komunitas yang relevan. Sejak resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026 lalu, BTSE Indonesia aktif membangun interaksi dan edukasi bersama komunitas di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Surakarta, Semarang, dan Bali.  BTSE Indonesia juga berpartisipasi dalam berbagai agenda industri dan komunitas, termasuk Indonesia Blockchain Week di Jakarta, serta mengadakan rangkaian kegiatan komunitas di Bali dalam momentum Coinfest Asia. Salah satu agenda yang diangkat adalah Financial agency yang menyoroti perkembangan ekonomi digital turut membuka berbagai cara baru untuk berpartisipasi dan membangun nilai ekonomi, termasuk melalui aktivitas sebagai kreator, pengelola komunitas, entrepreneur, maupun affiliate. Bagi masyarakat termasuk perempuan, ibu rumah tangga sekalipun dapat membuka alternatif untuk mengeksplorasi sumber pendapatan tambahan tanpa harus selalu mengikuti model pekerjaan konvensional. “Melalui BTSE Indonesia Affiliate Program, kami membuka kesempatan bagi affiliate untuk mendapatkan komisi hingga 70% dari net trading fees pengguna yang direferensikan. Bagi perempuan yang memiliki jaringan, audiens, atau komunitas, model seperti ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengeksplorasi peluang pendapatan tambahan sesuai dengan aktivitas dan komunitas yang mereka bangun,” ujar Rieka Handayani, SVP Marketing BTSE Indonesia. Pada Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK bersama TP PKK mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial”, yang menekankan peran perempuan dalam memperkuat ketahanan keuangan keluarga dan membentuk generasi yang lebih cakap secara finansial. Bagi BTSE Indonesia, perkembangan tersebut juga perlu diikuti dengan perubahan cara industri berkomunikasi dengan perempuan. Edukasi mengenai produk finansial dan aset digital perlu bergerak melampaui pengenalan dasar menuju topik yang lebih praktis seperti manajemen risiko, keamanan digital, biaya transaksi, perencanaan keuangan, kewirausahaan, serta peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi. “Kesempatan bagi industri bukan sekadar menciptakan lebih banyak produk “untuk perempuan”, melainkan memastikan bahwa produk, edukasi, komunikasi, dan komunitas yang tersedia benar-benar mencerminkan bahwa perempuan adalah pengambil keputusan finansial yang sudah memiliki tingkat literasi yang setara dengan pria. Dengan kesenjangan literasi berdasarkan gender yang kini praktis telah tertutup, tahap berikutnya adalah membantu mengubah pengetahuan menjadi kepercayaan diri, akses, dan partisipasi finansial yang lebih bermakna,” sebut Stephanie Kusnadi, Chief Strategy Officer (CSO) BTSE Indonesia.

Penghasilan Naik Turun? Begini Cara Menjaga Tagihan Tetap Terbayar Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 02 September 2026 | 10:30 WIB

Penghasilan Naik Turun? Begini Cara Menjaga Tagihan Tetap Terbayar

Jakarta, katakabar.com - Tidak semua orang menerima penghasilan dengan jadwal yang sama setiap bulan. Pekerja freelance, pekerja lepas, pemilik usaha kecil, atau orang yang bekerja berdasarkan proyek mungkin menerima pemasukan dengan jumlah dan waktu yang berbeda. Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan perlu lebih fleksibel. Ketika pemasukan belum masuk, tagihan listrik, air, internet, dan kebutuhan rumah tangga lainnya tetap berjalan. Tetapi, punya penghasilan yang tidak tetap juga bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan mengatur uang dengan lebih terencana. Kamu bisa belajar mengenali pola pemasukan, menentukan prioritas, dan menyiapkan dana untuk kebutuhan rutin. Kenapa Penghasilan Freelance Bisa Berbeda Setiap Bulan? Berbeda dengan pekerja yang menerima gaji pada tanggal tertentu, gaji freelance biasanya bergantung pada proyek, jumlah pekerjaan, kesepakatan dengan klien, dan waktu pembayaran. Misalnya, bulan ini seorang freelancer mendapatkan beberapa proyek sekaligus. Bulan berikutnya, jumlah proyek bisa lebih sedikit. Nominal pemasukan pun dapat berubah. Lantaran itu, pertanyaan berapa gaji freelance sebenarnya tidak memiliki satu jawaban. Penghasilan freelancer sangat bergantung pada bidang pekerjaan, pengalaman, jumlah proyek, tarif, dan kesepakatan dengan klien. Ada freelancer yang menerima pembayaran berdasarkan proyek. Ada juga yang mendapatkan bayaran berdasarkan hari atau jumlah pekerjaan yang diselesaikan. Mengenal Sistem Freelance Gaji Harian Selain sistem pembayaran per proyek, ada juga pekerjaan dengan skema freelance gaji harian. Dalam skema ini, pekerja mendapatkan bayaran berdasarkan jumlah hari kerja atau pekerjaan yang dilakukan pada hari tersebut. Contohnya, seorang fotografer freelance, kru event, pekerja kreatif, atau tenaga harian dapat menerima pembayaran berdasarkan hari kerja. Kelebihan dari pola seperti ini adalah pemasukan dapat diterima berdasarkan pekerjaan yang benar-benar dilakukan. Namun, jumlah hari kerja yang tersedia bisa berubah setiap periode. Itu sebabnya, freelancer perlu membuat perencanaan yang mempertimbangkan kondisi ketika jumlah pekerjaan sedang ramai maupun ketika proyek sedang lebih sedikit. Masalah Tagihan Saat Penghasilan Tidak Tetap Salah satu tantangan yang sering muncul adalah tanggal tagihan tetap berjalan meskipun pemasukan tidak selalu datang pada waktu yang sama. Misalnya, tagihan listrik jatuh tempo setiap bulan. Tagihan air juga perlu dibayar sesuai jadwal. Sementara pembayaran dari klien mungkin baru diterima beberapa hari kemudian. Situasi seperti ini dapat membuat pengeluaran terasa lebih sulit diatur. Beberapa masalah yang mungkin muncul antara lain: 1. Pemasukan Belum Masuk Saat Tagihan Jatuh Tempo Freelancer mungkin sudah menyelesaikan pekerjaan, tetapi pembayaran dari klien belum diterima. Di sisi lain, tagihan rutin sudah mendekati jatuh tempo. 2. Nominal Pemasukan Berubah Ketika pemasukan setiap bulan berbeda, menentukan jumlah dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan rutin menjadi lebih menantang. 3. Terlalu Mengandalkan Pemasukan Terbaru Ketika mendapatkan pembayaran proyek dalam jumlah besar, ada risiko dana langsung digunakan untuk kebutuhan lain. Padahal, sebagian dana masih perlu dialokasikan untuk tagihan bulan berikutnya. 4. Lupa Mencatat Tanggal Tagihan Dengan banyaknya pekerjaan dan jadwal proyek, tanggal pembayaran tagihan bisa saja terlewat. Sisi Positif Punya Penghasilan Tidak Tetap Penghasilan yang tidak tetap memang membutuhkan pengelolaan yang lebih fleksibel. Di sisi lain, kondisi ini dapat membantu seseorang menjadi lebih sadar terhadap arus keuangannya. Kamu bisa mulai mengetahui: Kapan biasanya pemasukan masuk?Catat pola pembayaran dari setiap proyek atau pekerjaan. Berapa kebutuhan rutin setiap bulan?Pisahkan kebutuhan seperti listrik, air, makanan, transportasi, dan tagihan lainnya. Berapa dana yang perlu disiapkan?Gunakan catatan pengeluaran untuk menentukan jumlah minimal yang harus tersedia. Kebiasaan tersebut dapat membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Cara Mengatur Tagihan Kalau Penghasilan Tidak Tetap Catat Semua Tanggal Jatuh Tempo Buat satu daftar untuk seluruh tagihan rutin. Tulis tanggal jatuh tempo dan perkiraan nominalnya. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kapan dana harus tersedia. Sisihkan Dana Begitu Mendapat Bayaran Saat menerima pembayaran dari proyek, langsung pisahkan sebagian dana untuk kebutuhan rutin. Misalnya, setelah menerima pembayaran freelance, kamu bisa langsung mengalokasikan dana untuk listrik, air, internet, dan kebutuhan lainnya. Buat Dana Khusus Tagihan Pisahkan dana tagihan dari uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko dana tagihan terpakai untuk keperluan lain. Gunakan Pengingat Buat pengingat beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo. Ini membantu terutama jika kamu memiliki banyak proyek dengan jadwal yang berbeda. Bayar Saat Dana Sudah Disiapkan Tidak harus menunggu hari terakhir. Jika dana sudah tersedia dan pembayaran dapat dilakukan, kamu bisa menyelesaikan tagihan lebih awal sesuai ketentuan layanan. Bayar Tagihan Air dan Listrik Lebih Praktis Ketika penghasilan tidak memiliki jadwal tetap, mengurangi hal yang perlu diingat bisa membuat pengelolaan keuangan terasa lebih sederhana. Untuk kebutuhan rutin seperti tagihan air dan listrik, neobank menyediakan layanan pembayaran tagihan melalui aplikasi. Dengan layanan ini, pembayaran dapat dilakukan secara digital tanpa harus mendatangi lokasi pembayaran secara langsung. Kamu bisa menggunakan aplikasi neobank untuk membantu mengelola pembayaran tagihan rutin sekaligus menyesuaikannya dengan jadwal pemasukan. Misalnya, setelah menerima pembayaran proyek, kamu sudah mengalokasikan dana untuk tagihan. Ketika tagihan tersedia, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi neobank. Jadikan Penghasilan Fleksibel sebagai Peluang Tidak memiliki penghasilan tetap membuat seseorang perlu lebih aktif mengatur arus uang. Setiap pemasukan dapat menjadi kesempatan untuk membangun sistem keuangan yang lebih sesuai dengan kondisi pribadi. Mulai dari mencatat gaji freelance, mengetahui pola pembayaran proyek, menyisihkan dana untuk tagihan, hingga membayar kebutuhan rutin tepat waktu. Untuk tagihan air dan listrik, layanan pembayaran di aplikasi neobank dapat membantu membuat pembayaran kebutuhan rutin lebih praktis. Dengan kebiasaan tersebut, kamu bisa tetap menjalani pekerjaan freelance dengan lebih fleksibel sambil menjaga kebutuhan bulanan tetap terkelola. Mengelola tagihan bulanan tidak harus rumit. Dengan perencanaan yang baik, rutin cek tagihan listrik bulanan, serta memanfaatkan layanan Bayar Tagihan di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce, pembayaran berbagai kebutuhan dapat dilakukan lebih praktis dalam satu aplikasi. Fitur Tagihan & Isi Ulang di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce membantu pengguna membayar berbagai tagihan dan melakukan isi ulang layanan digital kapan saja sesuai kebutuhan. Sebelum menggunakan layanan, pastikan kamu memahami jenis layanan yang tersedia, biaya (apabila ada), serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 01 September 2026 | 14:05 WIB

Bitcoin Bertahan di US$78.000, September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin (BTC) memasuki akhir Agustus dengan volatilitas tinggi setelah sempat menembus level psikologis US$80.000. Setelah sentuh area tertinggi di atas US$81.000 pada pekan lalu, Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran US$78.300, menunjukkan pasar mulai melakukan konsolidasi setelah reli kuat sepanjang paruh kedua Agustus. Data CoinGecko mencatat rentang perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir berada di sekitar US$77.314 hingga US$78.310. Pergerakan tersebut sekaligus menandai perubahan fokus pasar. Jika sebelumnya investor dibayangi pertanyaan apakah Bitcoin mampu kembali menembus US$80.000, perhatian kini bergeser pada apakah level tersebut dapat direbut kembali dan dipertahankan di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Dalam Market Outlook FLOQ, Bitcoin sebelumnya tercatat mengalami reli sekitar 26% dari level US$62.700 pada 12 Agustus hingga menyentuh US$81.235, dengan US$80.000 menjadi level psikologis penting bagi kelanjutan tren. Namun, FLOQ juga telah mengingatkan bahwa posisi long yang semakin padat dan volume yang mulai melandai membuat Bitcoin rentan terhadap koreksi. Risiko tersebut mulai terlihat setelah pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh di Jackson Hole pada 28 Agustus. Warsh menegaskan inflasi AS masih berada di atas target 2% dan menyebut perkembangan inflasi dalam beberapa bulan terakhir belum cukup menunjukkan perbaikan tren yang berarti. Ia juga menekankan bahwa The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila inflasi tidak bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai. Pasar merespons pernyataan tersebut sebagai sinyal yang cenderung hawkish. Bitcoin sempat turun ke bawah US$77.000 sebelum kembali stabil di area US$78.000 pada akhir pekan. CEO & Founder FLOQ Yudhono Rawis, menilai koreksi setelah Bitcoin menembus US$80.000 tidak serta-merta menghilangkan prospek positif aset kripto, namun menunjukkan bahwa fase berikutnya akan sangat ditentukan oleh fundamental makro dan kekuatan permintaan investor. “Reli Bitcoin sepanjang Agustus menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto masih sangat kuat. Namun, setelah gagal bertahan di atas US$80.000, pasar sekarang masuk ke fase pembuktian. Investor perlu melihat apakah permintaan spot dan arus dana institusional tetap mampu menyerap volatilitas yang datang dari kebijakan The Fed,” kataYudho. Arus Dana Institusional Jadi Penopang Salah satu faktor yang menopang reli Bitcoin sepanjang Agustus adalah kembalinya arus modal institusional melalui produk exchange-traded fund (ETF) kripto. Market Outlook FLOQ mencatat ETF Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat membukukan sekitar US$2,71 miliar inflow bersih pada pekan yang berakhir 24 Agustus, menjadi salah satu pekan terkuat sepanjang 2026. Bitcoin mengambil porsi terbesar dengan sekitar US$1,92 miliar. Meski demikian, tren tersebut mulai menunjukkan tanda pendinginan. Data Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat net outflow sekitar US$201,9 juta pada 28 Agustus, setelah beberapa hari sebelumnya konsisten membukukan arus masuk positif. Menurut Yudho, perubahan tersebut membuat data ETF menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam beberapa pekan ke depan. “Penting saat ini bukan hanya melihat Bitcoin naik atau turun dalam satu hari. Pasar perlu melihat apakah demand institusional tetap konsisten. Jika arus ETF kembali positif ketika Bitcoin berada di area US$77.000–US$80.000, itu bisa menjadi indikasi bahwa investor besar masih melihat koreksi sebagai kesempatan untuk membangun posisi,” tuturnya. September Bisa Jadi Bulan Penentu Memasuki September, pasar kripto diperkirakan masih akan menghadapi sederet katalis makroekonomi. Data ketenagakerjaan AS untuk Agustus dijadwalkan dirilis pada 4 September, disusul Consumer Price Index (CPI) Agustus pada 11 September. Keduanya akan menjadi data penting menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15 hingga 16 September 2026 nanti. Kombinasi data tenaga kerja, inflasi dan respons The Fed berpotensi menentukan apakah investor kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko seperti Bitcoin atau justru mengambil posisi lebih defensif. Hal ini menjadi semakin penting setelah Warsh menegaskan bahwa The Fed tidak ingin terlalu bergantung pada forward guidance. Ia menilai pasar seharusnya lebih banyak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan perkembangan ekonomi dibanding hanya menunggu sinyal mengenai langkah bank sentral berikutnya. Dalam konteks tersebut, volatilitas Bitcoin menjelang keputusan FOMC berpotensi tetap tinggi. “September kemungkinan menjadi bulan yang jauh lebih data driven. Pasar akan sangat sensitif terhadap angka tenaga kerja dan inflasi AS. Jika data menunjukkan ekonomi mulai mendingin tanpa inflasi kembali melonjak, ruang bagi aset berisiko untuk kembali menguat akan terbuka. Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi dapat memperpanjang tekanan terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya,” jelas Yudho. US$80.000 Masih Jadi Level Kunci Dalam jangka pendek, area US$80.000–US$81.000 diperkirakan tetap menjadi zona penting untuk Bitcoin. Keberhasilan menembus dan bertahan di atas area tersebut dapat memperkuat kembali momentum bullish. Sebaliknya, selama Bitcoin masih berada di bawah US$80.000, pasar berpotensi tetap bergerak dalam fase konsolidasi sembari menunggu katalis berikutnya. Outlook FLOQ sebelumnya juga menempatkan arus ETF sebagai salah satu sinyal positif utama bagi tren jangka menengah Bitcoin, meskipun investor tetap perlu mewaspadai koreksi setelah kenaikan harga yang cepat dalam waktu singkat. Yudho menilai investor sebaiknya tidak menjadikan satu level harga sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi. “Untuk beberapa minggu ke depan, pertanyaannya bukan sekadar apakah Bitcoin bisa kembali ke US$80.000. Yang lebih penting adalah apakah US$80.000 nantinya dapat berubah dari resistance menjadi support. Kalau itu terjadi bersamaan dengan arus institusional yang kuat dan kondisi makro yang lebih kondusif, struktur pasar untuk kuartal berikutnya akan menjadi jauh lebih menarik,” sebut Yudho. Agenda ekonomi AS yang padat sepanjang September, arah Bitcoin dalam beberapa pekan mendatang berpotensi menjadi barometer penting bagi sentimen pasar aset digital menuju kuartal terakhir 2026. Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli, menjual, atau memperdagangkan aset digital. Harga aset digital dapat berubah dengan cepat dan memiliki risiko kerugian.

Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 01 September 2026 | 10:22 WIB

Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay

Jakarta, katakabar.com - Hari gajian selama ini identik dengan membayar kebutuhan bulanan, melunasi tagihan, dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Di tengah kebutuhan untuk mengelola keuangan secara lebih terencana, momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan investasi secara rutin. Melihat peluang tersebut, Bittime menghadirkan PayDay GainDay, sebuah kampanye yang mengajak masyarakat menjadikan setiap hari gajian sebagai pengingat untuk menyisihkan sebagian penghasilan dan mulai berinvestasi secara konsisten. Alih-alih menunggu hingga memiliki penghasilan lebih besar atau dana dalam jumlah besar, PayDay GainDay membawa gagasan bahwa kebiasaan investasi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara berkala. Setelah kebutuhan utama dan kewajiban bulanan terpenuhi, sebagian penghasilan dapat dialokasikan untuk tujuan investasi sesuai dengan kemampuan dan profil masing-masing. “Financial freedom tidak dibangun dalam semalam. Perjalanan menuju kondisi finansial yang lebih baik justru terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Hari gajian dapat menjadi momentum sederhana untuk mulai menyisihkan sebagian penghasilan dan mengalokasikannya untuk investasi,” kata Ryan Lymn, COO Bittime. Menurut Bittime, menjadikan payday sebagai financial checkpoint dapat membantu masyarakat membangun rutinitas finansial yang lebih terstruktur. Dengan menjadikan hari gajian sebagai pengingat, investasi dapat diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan keuangan rutin, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan sesekali. Dari Payday ke Portfolio: Mengenal Diversifikasi Global Selain mendorong kebiasaan investasi rutin, PayDay GainDay juga memperkenalkan konsep global asset allocation sebagai salah satu pendekatan dalam melakukan diversifikasi portofolio. Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat mengenal beragam pilihan aset dan eksposur pasar, termasuk aset berbasis USD seperti USDY, emas, dan saham AS. Salah satunya adalah USDY, token dari Ondo US Dollar Yield, produk real-world asset (RWA) yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap dolar AS sekaligus potensi imbal hasil yang berasal dari aset pendukungnya, termasuk obligasi pemerintah AS jangka pendek. Berbeda dengan stablecoin yang umumnya dirancang untuk mempertahankan nilai di sekitar US$1, USDY dirancang untuk mengalami pertumbuhan nilai seiring dengan akumulasi hasil dari aset yang mendasarinya. USDY juga menawarkan imbal hasil dalam denominasi USD yang berada di kisaran 4%, meski tingkat imbal hasil dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan mekanisme produk. Dengan mengenal pilihan aset seperti USDY, masyarakat dapat melihat alternatif untuk membangun portofolio dengan eksposur terhadap aset dan mata uang yang lebih beragam. “Membangun kebiasaan investasi tidak harus dimulai dari strategi yang kompleks. Yang penting adalah memahami tujuan finansial dan membangun pola investasi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melalui PayDay GainDay, kami ingin menjadikan investasi sebagai bagian yang lebih sederhana dan relevan dari rutinitas finansial sehari-hari, termasuk dengan mengenalkan pilihan aset berbasis USD seperti USDY sebagai bagian dari diversifikasi,” sambung Ryan. Sebagai bagian dari kampanye, Bittime juga menyediakan bonus investasi hingga Rp5 juta dalam bentuk Tether Gold ($XAUT) bagi pengguna yang memenuhi persyaratan program. Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk mulai menjadikan investasi sebagai bagian dari rutinitas pengelolaan keuangan setelah menerima penghasilan. Mekanisme Campaign PayDay GainDay berlangsung pada 24 Agustus hingga 9 September 2026. Pengguna dapat mengikuti kampanye dengan melakukan deposit dan memenuhi minimum total pembelian sesuai dengan level yang dipilih. Program ini terdiri dari lima level dengan besaran deposit, total pembelian, bonus, dan kuota peserta yang berbeda. Level pertama dimulai dari deposit minimum Rp500.000 dan total pembelian minimum Rp2,5 juta, dengan bonus investasi Rp50.000. Sementara itu, level tertinggi membutuhkan deposit minimum Rp250 juta dan total pembelian minimum Rp1,5 miliar, dengan bonus investasi hingga Rp5 juta. Secara keseluruhan, bonus yang tersedia berkisar antara Rp50.000 hingga Rp5 juta, dengan kuota terbatas pada setiap level. Pemberian bonus berlaku sesuai dengan syarat dan ketentuan kampanye. Melalui PayDay GainDay, Bittime ingin membawa investasi lebih dekat dengan rutinitas finansial sehari-hari, bukan sebagai aktivitas yang dilakukan sesekali, melainkan sebagai kebiasaan yang dapat dimulai setiap kali menerima penghasilan. Pada akhirnya, membangun kondisi finansial yang lebih baik bukan hanya tentang satu keputusan besar saja, tetapi tentang kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, satu payday pada satu waktu. Tentang Bittime Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya. Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store. Disclaimer Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar dan diawasi OJK yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF Ekonomi
Ekonomi
Senin, 31 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

Jakarta, katakabar.com - Bitcoin jadi sorotan setelah langkah BlackRock memperlihatkan semakin kuatnya integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional. Melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), BlackRock telah memproses lebih dari US$5 miliar konversi Bitcoin langsung menjadi saham ETF. Langkah tersebut memungkinkan pemegang Bitcoin memindahkan asetnya ke dalam ETF tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu menjadi uang tunai. Di tengah harga Bitcoin yang berada di sekitar US$79.000, perkembangan ini kembali memunculkan spekulasi apakah BTC memiliki peluang untuk kembali menembus level psikologis US$100.000. BlackRock Perluas Akses Konversi Bitcoin ke ETF Salah satu perubahan penting terjadi pada Juli 2026 ketika BlackRock menurunkan batas minimum transaksi in-kind untuk IBIT dari US$25 juta menjadi US$1 juta. Artinya, mekanisme yang sebelumnya lebih terbatas bagi pemegang Bitcoin dengan aset sangat besar kini dapat menjangkau lebih banyak investor kaya, family office, maupun institusi. Dalam mekanisme in-kind, investor menyerahkan Bitcoin secara langsung kepada ETF melalui pihak yang berwenang dan menerima saham ETF dengan nilai yang sesuai. Investor tidak perlu menjalani proses menjual BTC menjadi uang tunai kemudian membeli ETF kembali. Perubahan ini menjadi semakin menarik karena investor tetap memperoleh eksposur terhadap Bitcoin, tetapi penyimpanannya berpindah dari kepemilikan langsung ke struktur ETF yang dikelola oleh institusi keuangan. Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk IBIT Menurut data yang dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, nilai konversi Bitcoin langsung ke IBIT kini telah melampaui US$5 miliar, naik dari lebih dari US$3 miliar pada Oktober 2025. Kepala digital assets BlackRock, Robbie Mitchnick, menilai aktivitas tersebut masih berpotensi terus berkembang seiring semakin luasnya akses. IBIT sendiri telah berkembang menjadi salah satu produk Bitcoin terbesar di pasar. Aset bersihnya tercatat lebih dari US$60 miliar per 25 Agustus 2026, menunjukkan besarnya minat investor terhadap produk investasi Bitcoin berbentuk ETF. Bagi investor institusional, ETF menawarkan alternatif terhadap tantangan menyimpan Bitcoin secara langsung, termasuk kebutuhan mengelola private key, wallet, serta risiko keamanan dan kustodian. Apakah Bitcoin Bisa Kembali ke US$100.000? Pergerakan dana menuju ETF menjadi salah satu alasan munculnya kembali optimisme terhadap Bitcoin. Selain konversi langsung, arus dana ke spot Bitcoin ETF juga disebut memperkuat argumen bahwa permintaan institusional terhadap BTC masih cukup kuat. Bitcoin sempat menembus level di atas US$81.000 sebelum kembali diperdagangkan di sekitar US$79.000. Dari level tersebut, BTC membutuhkan kenaikan sekitar 27% untuk kembali mencapai US$100.000. Sejumlah analis juga melihat potensi katalis dari kinerja Bitcoin pada kuartal keempat. Data historis sejak 2013 menunjukkan Bitcoin memiliki rata-rata return sekitar 77% pada tiga bulan terakhir tahun tersebut. Namun, pola historis tidak menjamin kinerja yang sama akan kembali terjadi. Pada kuartal IV 2025, misalnya, Bitcoin justru turun sekitar 23%. Wall Street Makin Dekat dengan Bitcoin Perkembangan IBIT menunjukkan perubahan besar dalam hubungan antara Bitcoin dan Wall Street. Aset yang awalnya dirancang sebagai alternatif terhadap sistem keuangan tradisional kini semakin banyak masuk melalui produk investasi yang dikelola institusi besar. Tren tersebut bahkan mulai meluas ke aset kripto lainnya. Grayscale mencatat porsi in-kind Bitcoin dalam gross creations meningkat dari 28% pada Maret menjadi 62% pada Juni. Bitwise juga telah mendukung mekanisme serupa untuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Jika tren ini terus berkembang, meningkatnya akses institusional dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung permintaan Bitcoin. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas, kondisi likuiditas global, serta sentimen pasar sebelum menganggap US$100.000 sebagai target yang pasti. Ikuti pergerakan Bitcoin (BTC) dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai AI, saham AS, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.

Transaksi Kripto Turun 33 Persen, Tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan! Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Transaksi Kripto Turun 33 Persen, Tapi Investor Bertambah: Pasar RI Masih Menjanjikan!

Jakarta, katakabar.com - Pasar kripto Indonesia tengah menghadapi situasi yang cukup unik. Nilai transaksi mengalami penurunan tajam, tetapi jumlah investor justru terus bertambah di tengah tekanan daya beli masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang semester I/2026 mencapai Rp150,60 triliun, turun 33,56% secara tahunan dari Rp226,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah investor aset kripto meningkat dari 20,19 juta orang pada Desember 2025 menjadi 22,69 juta orang pada Juni 2026. Artinya, ada tambahan sekitar 2,5 juta investor hanya dalam enam bulan. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap kripto belum hilang, tetapi pola investasinya mulai berubah akibat tekanan ekonomi. “Basis investor tetap tumbuh meski nilai transaksinya turun. Ini menunjukkan masyarakat masih masuk ke pasar kripto, hanya saja dengan nilai transaksi yang lebih kecil karena tekanan daya beli,” ujar Yudho. Menurutnya, pelemahan transaksi tidak hanya dipengaruhi kondisi domestik. Kapitalisasi pasar kripto global juga sempat turun sekitar 45%, dari sekitar US$4,2 triliun pada Oktober 2025 menjadi US$2,3 triliun pada Maret 2026. Karena itu, penurunan transaksi di Indonesia dinilai lebih mencerminkan kombinasi tekanan ekonomi domestik dan pelemahan pasar global, bukan penurunan minat terhadap aset kripto secara struktural. Kelas Menengah Tertekan Pola Investasi Berubah Tekanan daya beli menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi aktivitas investasi. Jumlah kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah tercatat meningkat dari 137,5 juta orang pada 2024 menjadi 142 juta orang pada 2025, atau sekitar 50,4% dari total penduduk Indonesia. Yudho menjelaskan, ketika ketahanan finansial rumah tangga melemah, alokasi dana untuk instrumen berisiko seperti kripto cenderung ikut berkurang. “Kripto bukan kebutuhan primer. Ketika kondisi ekonomi rumah tangga tertekan, masyarakat secara alami akan menjadi lebih konservatif dalam berinvestasi,” ulasnya. Tetapi, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat meninggalkan pasar kripto. Sebaliknya, investor mulai bertransaksi dengan nominal lebih kecil, lebih selektif, dan lebih berhati-hati. Perubahan ini juga terjadi bersamaan dengan turunnya posisi Indonesia dalam peringkat adopsi kripto global, dari sebelumnya peringkat ketiga menjadi peringkat ketujuh berdasarkan laporan Chainalysis. Persaingan Industri Makin Ketat Di tengah tekanan transaksi, minat pelaku industri terhadap pasar Indonesia masih tinggi. Hingga pertengahan 2026, OJK telah mengizinkan 32 entitas dalam ekosistem perdagangan aset kripto, dengan lebih dari 1.200 aset kripto legal diperdagangkan. Masuknya pemain global ke Indonesia juga menunjukkan pasar domestik masih dinilai memiliki potensi pertumbuhan. Menurut Yudho, kondisi tersebut membuat perusahaan kripto perlu mengubah strategi. Fokus tidak lagi hanya pada akuisisi pengguna, tetapi juga memperdalam transaksi dan menghadirkan produk yang sesuai dengan perubahan karakter investor. Salah satu peluang datang dari tokenized stocks. Volume perdagangan tokenized stocks secara global melonjak dari US$831 juta pada Juli 2025 menjadi US$54 miliar pada Juni 2026. Produk ini dinilai menarik karena memberikan eksposur terhadap saham perusahaan global seperti Tesla atau Nvidia, sehingga dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan instrumen dengan karakter berbeda dari aset kripto murni. Selain itu, pasar derivatif atau futures juga masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Volume perdagangan derivatif kripto global pada kuartal II/2026 mencapai US$12,7 triliun, jauh di atas volume spot sebesar US$1,95 triliun. Sementara itu, kontribusi derivatif terhadap transaksi kripto nasional baru sekitar 22%. “Strategi yang relevan adalah mengombinasikan tokenized stocks untuk menjangkau investor yang lebih konservatif dan produk derivatif untuk menangkap pertumbuhan aktivitas trader,” jelas Yudho. Literasi Jadi Kunci Yudho menambahkan, membesarnya kelompok calon kelas menengah juga dapat menjadi peluang jangka panjang bagi industri kripto. Namun, pertumbuhan investor harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan. “Pertumbuhan jumlah investor jangan hanya berhenti pada angka partisipasi. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat memahami risiko dan mampu mengambil keputusan investasi secara lebih matang,” ucapnya. Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini bukan berarti prospek industri kripto Indonesia hilang. Sebaliknya, kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku industri untuk membangun basis investor yang lebih luas, teredukasi, dan berkelanjutan. “Pasar Indonesia masih prospektif. Tantangannya adalah bagaimana industri bisa menyesuaikan produk, memperluas edukasi, dan membangun kepercayaan investor untuk jangka panjang,” sebut CEO FLOQ.