Lingkungan
Sorotan terbaru dari Kategori Lingkungan
Menko Pangan Resmikan PSEL, Sucofindo Dukung Kesiapan Teknis Pengolahan Sampah Jadi Energi
Denpasar, katakabar.com - Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bali, yang ditandai dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu implementasi awal percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan energi nasional. Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden RI, H. Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, serta sinergi lintas sektor. Menurutnya, secara nasional PSEL diproyeksikan mampu menangani sekitar 22 persen persoalan sampah di Indonesia. “Selama ini sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pemprosesan akhir (TPA). Melalui pembangunan PSEL, kita tidak hanya mengurangi beban sampah yang menumpuk, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi. Ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Kata Zulkifli Hasan, PSEL Denpasar Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan 1.400 ton sampah per hari. Masa konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar 18 bulan dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Selain menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Denpasar Raya, proyek ini juga diharapkan menjadi model pengembangan fasilitas waste to energy di berbagai daerah di Indonesia. Dalam mendukung percepatan pembangunan proyek tersebut, PT Sucofindo (Persero) mengambil peran strategis melalui pelaksanaan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation sebagai bagian dari tahapan persiapan proyek. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan teknis proyek, khususnya terkait kuantitas, kualitas, dan karakteristik sampah yang akan digunakan sebagai bahan baku (feedstock) fasilitas PSEL. Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menjelaskan pada Program PSEL Batch 1, PT Danantara Investment Management (DIM) berkolaborasi dengan Sucofindo untuk melaksanakan WAC di sejumlah wilayah aglomerasi prioritas, termasuk Bali. “Di Bali, kajian dilakukan di TPA Suwung yang melayani Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai sumber utama timbulan sampah yang menjadi basis perencanaan proyek PSEL. Melalui kegiatan WAC, Sucofindo melakukan pengukuran timbulan sampah harian, analisis komposisi sampah, serta pengujian karakteristik sampah yang meliputi nilai kalor, kadar air, dan kadar abu. Seluruh pengujian dilakukan menggunakan metodologi dan standar yang diakui secara nasional maupun internasional untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Ia menyampaikan bahwa Sucofindo kembali dipercaya untuk melaksanakan Waste Analysis & Characterization pada Program PSEL Batch 2. Kepercayaan tersebut menunjukkan pentingnya data dan kajian teknis yang akurat dalam mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. “Melalui kompetensi yang kami miliki, SUCOFINDO terus menghadirkan layanan berbasis sains, teknologi, dan data guna memastikan kesiapan proyek-proyek strategis nasional. Kami meyakini bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berbasis data akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular serta mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia,” ucapnya. Partisipasi Sucofindo dalam proyek PSEL Denpasar Raya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Melalui layanan testing, inspection, certification, consultancy, dan pelatihan yang dimiliki, Sucofindo terus berkontribusi dalam memastikan kesiapan dan keberhasilan berbagai proyek strategis nasional. Acara groundbreaking PSEL Denpasar Raya dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, CEO Danantara Indonesia, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, para kepala daerah di wilayah Denpasar Raya, serta para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Perkuat Komitmen Keberlanjutan, PTPN IV Regional III Tuntaskan Penanaman 9.000 Pohon di Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) lewat Subholding PTPN IV PalmCo terus perkuat komitmen dukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Di antara implementasinya diwujudkan melalui PTPN IV Regional III yang telah menuntaskan penanaman sedikitnya 9.000 bibit pohon di berbagai wilayah operasional di Provinsi Riau. Program penanaman pohon yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut melibatkan seluruh insan PTPN IV Regional III yang tersebar di unit kebun dan pabrik kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning. Penanaman perdana dilaksanakan Region Head PTPN IV Regional III, Bambang, Budi Santoso, didampingi Operation Head, Sori Ritonga, serta Business Support Head, Achmedy Akbar, di penghujung Mei 2026 lalu. Kegiatan serupa dilaksanakan secara bertahap oleh jajaran manajemen kebun dan pabrik kelapa sawit dengan melibatkan seluruh karyawan di berbagai wilayah operasional. Corporate Secretary and Legal PTPN IV Regional III, Hotmatua, di Pekanbaru, Selasa, mengatakan program bertajuk one man one tree tersebut merupakan agenda rutin perusahaan yang setiap tahun dilaksanakan dengan melibatkan karyawan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Dan alhamdulillah, untuk tahun ini, bersamaan dengan Hari Bumi serta memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami telah merampungkan penanaman 9.000 bibit pohon melalui program one man one tree," jelasnya. Menurut Hotmatua, inisiatif tersebut juga menjadi upaya membangun kesadaran kolektif seluruh insan planters mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang. Ia menjelaskan, ribuan bibit pohon tersebut ditanam di sejumlah area strategis, mulai dari kawasan operasional perusahaan, kawasan bernilai konservasi tinggi, hingga lingkungan masyarakat yang membutuhkan penghijauan. Ia menyebutkan, keterlibatan seluruh karyawan dalam program tersebut menjadi simbol bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi bersama dan harus dilakukan secara berkelanjutan. "Selain mendukung penghijauan, program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang terhadap kualitas lingkungan, termasuk menjaga ketersediaan sumber air, memperbaiki kualitas udara, serta mengurangi risiko degradasi lahan," imbuhnya. Hotmatua menambahkan, kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di PTPN IV Regional III, tetapi juga berlangsung secara serentak di seluruh entitas usaha PTPN IV PalmCo yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Melalui gerakan penanaman pohon tersebut, Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung program pembangunan rendah karbon serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan nasional. “Ke depan, program penghijauan seperti ini akan terus diperluas dan menjadi bagian dari budaya perusahaan dalam mendukung prinsip bisnis yang berkelanjutan,” sebutnya. Sebagai bagian dari transformasi Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional perusahaan. Program penghijauan ini menjadi salah satu implementasi komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan.
Terjun Padamkan Karhutla di Jalan Tegar Pematang Pudu, Ini Petuah Camat Mandau
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi, diwakili Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Albert Wannery, S.Tr.IP., bersama Lurah Pematang Pudu ,Muhammad Vicky,S.STP.,M.Si., lihat sekaligus terjun padamkan Karhutla yang terjadi di kawasan Jalan Tegar Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, Senin (16/7) kemarin. Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Albert Wannery, S.Tr.IP., berpesan kepada seluruh petugas, meliputi Kapolsek dan jajaran, Danramil dan jajaran, Satpol PP, BPBD, serta bantuan tiga unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Provinsi Riau dan masyarakat setempat untuk guna memastikan api tersebut benar-benar padam, mengingat kawasan yang terbakar adalah lahan gambut. Seraya menggunakan perlengkapan khusus Kasi Trantib Kecamatan Mandau bersama Lurah Pematang Pudu, turun tangan ikut membantu petugas memadamkan lokasi yang diduga masih berapi, dengan menyemprotkan air dari selang besar.
Apa Membikin Bangunan Bertahan Puluhan Tahun? Waringin Megah Percaya Jawabannya Kualitas
Jakarta, katakabar.com - Di tengah pertumbuhan pembangunan di Indonesia, tantangan industri konstruksi tidak lagi hanya menyelesaikan proyek tepat waktu atau menekan biaya. Tetapi, semakin dibutuhkan adalah bangunan yang mampu memberikan nilai dalam jangka panjang melalui kualitas konstruksi yang konsisten, efisiensi operasional, dan ketahanan terhadap perubahan. Selama hampir empat dekade, inilah prinsip yang menjadi fondasi perjalanan Waringin Megah melalui Waringin Megah General Contractor, bersama Waringin Megah Makmur dan Golden Megah Sarana. Kualitas bukan hasil akhir tetapi keputusan sejak awal Didirikan pada 1987 lampau, Waringin Megah General Contractor memulai perjalanan dari berbagai proyek di Surabaya sebelum memperluas operasional ke Jakarta pada awal 1990-an silam. Seiring meningkatnya kepercayaan klien, perusahaan berkembang menjadi salah satu kontraktor swasta nasional yang mengerjakan proyek di berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Perjalanan tersebut dibangun di atas satu keyakinan sederhana: kualitas harus direncanakan sejak awal proyek, bukan diperiksa setelah bangunan selesai. Filosofi perusahaan yang semula "The Most Competitive Price with High Quality" kemudian berkembang menjadi "Built to Perfection" pada 2020 lalu sebagai refleksi setiap keputusan, mulai dari desain, pemilihan material, proses konstruksi, hingga penyelesaian proyek, harus mengutamakan standar kualitas terbaik. Pengalaman membentuk kemampuan terus beradaptasi Kurun hampir empat dekade perjalanan, industri konstruksi Indonesia mengalami berbagai dinamika, termasuk krisis ekonomi 1998 yang memberikan tekanan besar terhadap sektor properti dan pembangunan. Bagi Waringin Megah, periode tersebut menjadi momentum untuk memperkuat daya tahan bisnis melalui pengalaman, disiplin operasional, dan kemampuan beradaptasi. Ketika perekonomian mulai pulih pada awal 2000-an, perusahaan kembali memperluas portofolionya melalui berbagai proyek komersial, termasuk keterlibatan dalam pembangunan Cilandak Town Square, yang menjadi salah satu tonggak penting pertumbuhan perusahaan setelah melewati masa krisis. Kapabilitas dibangun melalui pengalaman dan investasi jangka panjang Selain memperluas portofolio, Waringin Megah juga memperkuat kemampuan internal melalui pembangunan workshop fabrikasi baja di Pelem Watu. Langkah ini meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kompetensi perusahaan dalam konstruksi baja sehingga kualitas dapat dijaga secara lebih konsisten. Hingga saat ini, perusahaan telah mengerjakan berbagai proyek di beragam sektor, di antaranya Foresque Residences Jakarta, Pelataran Ramayana Grand Indonesia, Avian Office Surabaya, Cambridge School Surabaya, dan Kelapa Gading Square Jakarta. Pengalaman tersebut membentuk kapabilitas perusahaan dalam menangani proyek dengan karakteristik yang beragam, mulai dari bangunan komersial, pendidikan, hingga fasilitas publik. Tiga entitas, satu standar kualitas Seiring berkembangnya kebutuhan industri, Waringin Megah melakukan diversifikasi bisnis pada 2022 dengan membentuk dua entitas baru, yakni Waringin Megah Makmur dan Golden Megah Sarana. Alih alih memisahkan kapabilitas, pembentukan ketiga entitas ini dilakukan agar setiap perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih fokus sesuai kebutuhan proyek. Waringin Megah General Contractor menangani berbagai proyek konstruksi skala besar di berbagai sektor. Waringin Megah Makmur berfokus pada proyek pergudangan, kawasan industri, pabrik, dan konstruksi baja, sekaligus dipercaya mengerjakan pusat perbelanjaan, kantor, hotel, vila, resort, rumah sakit, kawasan perumahan, tempat ibadah, hingga bangunan multifungsi di berbagai daerah Indonesia. Golden Megah Sarana menghadirkan solusi renovasi dan pembangunan skala kecil, dengan pengalaman mengerjakan berbagai proyek di Rembang, Bali, maupun kawasan residensial di Surabaya. Meski memiliki fokus yang berbeda, seluruh entitas berada dalam satu ekosistem yang mengusung standar kerja dan filosofi yang sama, yaitu Built to Perfection. Membangun kepercayaan melalui kualitas konsisten Kontribusi sektor konstruksi terhadap pembangunan nasional terus meningkat seiring bertambahnya kebutuhan infrastruktur, kawasan industri, fasilitas publik, dan properti. Dalam kondisi tersebut, kualitas konstruksi menjadi investasi yang menentukan umur bangunan, efisiensi biaya pemeliharaan, serta keamanan bagi penggunanya. Bagi Waringin Megah, keberhasilan sebuah proyek tidak diukur ketika bangunan selesai dibangun, melainkan ketika bangunan tersebut terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Melalui pengalaman hampir empat dekade, Waringin Megah General Contractor bersama Waringin Megah Makmur dan Golden Megah Sarana terus berkomitmen menghadirkan solusi konstruksi yang mengedepankan kualitas, ketelitian, dan keberlanjutan. Sebab pada akhirnya, membangun bukan hanya tentang menciptakan bangunan, tetapi juga membangun kepercayaan yang mampu bertahan lintas generasi.
Pemerintah Dua Desa Goro Perbaiki Jembatan, Asa Pembangunan Permanen Direalisasikan
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Pesisir, bersama Pemerintah Desa Melai, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, inisiasi kegiatan gotong royong untuk memperbaiki jembatan penghubung antardesa yang telah lama mengalami kerusakan. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (10/7) itu dipimpin Kepala Desa Melai, Sulaiman, dengan melibatkan perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dari Desa Melai dan Desa Mekar Baru. Jembatan yang menghubungkan Jalan Gembol, Dusun Melati, Desa Melai, dengan Jalan Tok Garang, Dusun Cempaka, Desa Mekar Baru, akses utama yang menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat dan Kecamatan Rangsang Pesisir. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah setempat. Pemerintah desa menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, sekaligus solusi sementara agar jembatan tetap dapat dilalui. Menurut pemerintah desa, ini merupakan kali ketiga masyarakat bersama pemerintah desa melakukan perbaikan secara swadaya karena pembangunan permanen yang diharapkan belum juga terealisasi. Setiap hari, jembatan tersebut dilalui oleh pelajar, ambulans, tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Rangsang Pesisir, aparatur pemerintah, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur distribusi hasil perkebunan, pertanian, dan perikanan menuju pusat Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah Desa (Pemkab) Mekar Baru dan Melai berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen mengingat statusnya sebagai jalan poros yang menghubungkan dua kecamatan dan memiliki fungsi strategis bagi pelayanan publik maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama bagi berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian," ujar perwakilan pemerintah desa. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong serta memberikan bantuan tenaga, material, dan dukungan lainnya sehingga perbaikan sementara dapat terlaksana dengan baik. Melalui semangat kebersamaan tersebut, pemerintah desa berharap budaya gotong royong terus terjaga. Tetapi, pembangunan jembatan permanen tetap menjadi harapan besar masyarakat demi terciptanya akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang pembangunan di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
Sinergi Multipihak Perkuat Aksi Iklim Berbasis Desa Lewat ProKlim di Sumsel
Palembang, katakabar.com - Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) menunjuk PT Sucofindo (Persero) sebagai mitra pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk melakukan melakukan kegiatan field visit di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran langsung atas implementasi program di tingkat tapak sekaligus memastikan efektivitas intervensi dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepala Pokja Bidang Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Koko Wijanarka, menegaskan ProKlim tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan mata pencaharian masyarakat. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program pasca implementasi. “Hal ini diharapkan dapat mendorong integrasi ProKlim ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Project Manager UNOPS, Kannikar Wanthana, menyampaikan program ini telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata di masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. “Fokus kami tidak hanya pada perlindungan lingkungan, tetapi juga memastikan adanya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya. Di kegiatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Aries Safrizal, mengapresiasi pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi implementasi ProKlim. Menurutnya, program ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju Zero Net Emission. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab serta partisipasi masyarakat terhadap isu perubahan iklim global, sekaligus memperkuat langkah Sumatera Selatan menuju pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan,” ucapnya. Sementara, Kepala Divisi Regional Barat PT Sucofindo (Persero), Urip Utama Putra, mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian penting memastikan keberhasilan program yang telah menjangkau 100 desa di 10 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. “Pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam program ini telah mendorong peningkatan kapasitas masyarakat secara signifikan mencapai lebih dari 43 persen. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” sebutnya. Urip Utama Putra menjelaskan program difokuskan pada penguatan literasi iklim, pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis digital, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan yang praktis, inklusif, dan berkelanjutan. Implementasi program dilakukan melalui pengembangan pertanian adaptif dan agroforestry, pengelolaan sampah, penggunaan solar panel, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, hingga peningkatan kolaborasi multipihak. Hingga triwulan pertama 2026, program menunjukkan kemajuan positif dalam penguatan kapasitas masyarakat. Pelatihan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, diversifikasi produk, serta pengembangan bisnis melalui Business Model Canvas (BMC) dan digital marketing telah dilakukan di berbagai desa sasaran. Pada kategori penguatan literasi iklim, program telah menjangkau 2.036 peserta dengan keterlibatan perempuan sebesar 54,32 persen. Sementara itu, pada kategori penguatan literasi digital dan pengembangan UMKM, program menjangkau 215 peserta dengan keterlibatan perempuan mencapai 59,07 persen. Selain itu, sebanyak 70 rumah tangga sasaran di 10 desa prioritas juga menerima pendampingan teknis dan workshop pengembangan usaha, dengan 71,4 persen di antaranya merupakan usaha milik perempuan. Selama kegiatan field visit, para stakeholder dari KLH/BPLH, UNOPS, perwakilan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dan Sekretaris Dinas LPH Provinsi Sumatera Selatan meninjau berbagai aksi nyata di lapangan, mulai dari penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, hingga pengembangan UMKM yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal. “Kami mengunjungi beberapa lokasi intervensi, mulai dari lokasi penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim, demonstrasi sistem pengelolaan sampah, melihat inovasi produk UMKM seperti opak, keripik, kopi, bawang goreng, jamur krispi, hingga produk non-pangan seperti kompos, maggot, eco-print, dan eco enzyme,” tandas Urip Utama Putra. Kegiatan field visit juga diisi dengan demonstrasi kesiapsiagaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Megang Sakti IV yang menunjukkan praktik pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli, sosialisasi, serta teknik pembuatan sekat bakar. “Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan aksi iklim, pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi multipihak, ProKlim di Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa tangguh iklim yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lainnya,” tambahnya.
Pemko Binjai Galakkan Gerakan Indonesia ASRI, Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat
Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menggelar Aksi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai dukungan terhadap program nasional yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto
PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus perkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui gerakan penghijauan yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat total penanaman 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Program ini merupakan bagian dari agenda keberlanjutan yang dijalankan perusahaan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. Tren penanaman pohon terus meningkat setiap tahunnya sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim. Pada tahun 2024, perusahaan menanam 8.750 pohon, kemudian meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Memasuki tahun 2026, realisasi penanaman melonjak signifikan hingga mencapai 50.305 pohon. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan skala penanaman ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekologi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. "Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret kami melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu. Menanam dalam skala besar mutlak dilakukan, namun menanam saja tentu tidak cukup. Pohon-pohon ini harus dirawat, karena itu dalam setiap pelaksanaannya kami selalu berkolaborasi dan mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga agar bibit tersebut bisa tumbuh besar dan optimal," terang Jatmiko. Perkuat Sanitasi dan Jaga Sumber Air Jatmiko menjelaskan program penanaman pohon juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kualitas sumber air dan mendukung kegiatan normalisasi sungai di sekitar area perkebunan. "Pohon dan air bersih itu tidak bisa dipisahkan. Kalau tidak ada pohon yang akarnya menahan tanah, tanah itu akan longsor ke sungai menjadi lumpur. Sungainya jadi dangkal, kotor, dan akhirnya bikin banjir. Dengan menanam pohon yang banyak di pinggir bantaran air, erosi tanah bisa dicegah. Hasil akhirnya, air tanah yang sehari-hari dipakai oleh warga untuk mandi, mencuci, dan minum akan menjadi jauh lebih bersih dan sehat," tegas Jatmiko. Komitmen penghijauan tersebut juga diwujudkan melalui aksi kolaboratif di tingkat unit. Pada Senin (22/6), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), organisasi istri karyawan perusahaan, melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di tujuh lokasi berbeda di wilayah Distrik Djaba (Jawa Barat dan Banten). Kegiatan dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam oleh anggota IKBI, sementara 900 bibit lainnya ditanam secara serentak oleh karyawan perusahaan bersama masyarakat di enam unit kebun lainnya. Jenis pohon yang ditanam merupakan kombinasi tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman buah-buahan seperti durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, dan nangka. Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, menuturkan pemilihan jenis pohon dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonominya. "Pohon-pohon berkayu keras sengaja ditanam di pinggiran sungai atau lahan miring karena akarnya yang kuat sangat berguna untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor, menjaga sumber air warga tetap terjaga. Sedangkan pohon buah-buahan sengaja ditanam di tempat yang mudah dijangkau. Harapan kami, saat pohon-pohon ini berbuah nanti, hasilnya bisa dipetik dan dinikmati langsung oleh warga yang tinggal di sekitar kebun," jelas Ida. Ida menambahkan keterlibatan IKBI dalam penanaman simbolis 100 pohon merupakan bentuk dukungan moril keluarga karyawan terhadap target besar perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Kami dari perkumpulan istri karyawan merasa terpanggil untuk ikut turun tangan melengkapi upaya PTPN IV. Menjaga bumi ini bukan cuma tugas korporasi atau pemerintah, tapi juga tugas kita sebagai ibu-ibu di rumah untuk mengajarkan pentingnya menanam pohon dan menjaga kebersihan air kepada generasi anak-anak kita. Semangat inilah yang kami tularkan dalam aksi gotong royong hari ini bersama karyawan dan warga sekitar," tandas Ida.
PKC PMII Riau Laporkan Dugaan Pelanggaran Lingkungan PT APSL ke Timsus Ekologi
Jakarta, katakabar.com - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau secara resmi serahkan laporan terkait dugaan pelanggaran lingkungan hidup yang diduga berkaitan dengan aktivitas PT APSL di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan Kiri, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, kepada Tim Khusus Ekologi PB PMII dan DPR RI. Laporan tersebut disusun berdasarkan informasi, dokumentasi lapangan, serta pengaduan masyarakat yang kemudian dianalisis dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyerahan laporan tersebut bagian dari komitmen PKC PMII Riau dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, mendorong perlindungan lingkungan hidup, serta memperkuat pengawasan terhadap tata kelola sumber daya alam di Provinsi Riau. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengatakan penyampaian laporan tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam mengawal berbagai persoalan lingkungan dan ekologi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran di kawasan DAS Rokan Kiri. "Laporan ini bukanlah bentuk penghakiman terhadap pihak tertentu, melainkan wujud tanggung jawab moral dan konstitusional kami sebagai organisasi mahasiswa untuk memastikan setiap informasi dan pengaduan masyarakat memperoleh perhatian dari negara. Kami berharap laporan ini dapat menjadi dasar bagi DPR RI untuk mendorong instansi terkait melakukan verifikasi, pemeriksaan, serta langkah-langkah sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Isu lingkungan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut keberlanjutan ekosistem dan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat," terang Ghulam Sementara, Direktur Tim Khusus Ekologi PB PMII, Aceng Ahmad Sehabudin, menegaskan persoalan lingkungan hidup telah menjadi isu nasional yang membutuhkan perhatian seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran lingkungan harus ditindaklanjuti secara profesional dan berbasis fakta. "PB PMII memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup yang terjadi di Indonesia, termasuk laporan yang disampaikan PKC PMII Riau mengenai dugaan pelanggaran di kawasan DAS Rokan Kiri. Laporan seperti ini harus dipandang sebagai bagian dari partisipasi publik dalam menjaga kelestarian lingkungan, sehingga perlu ditindaklanjuti melalui proses verifikasi, investigasi, dan penegakan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum sekaligus memastikan perlindungan terhadap fungsi ekologis kawasan," ujarnya. Di kegiatan yang sama, Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyampaikan laporan tersebut telah diterima dan akan dipelajari sesuai mekanisme yang berlaku di DPR RI. "Kami menerima laporan yang disampaikan PKC PMII Riau sebagai bagian dari aspirasi masyarakat. Selanjutnya laporan ini akan kami pelajari secara mendalam sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Apabila diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan, termasuk peninjauan lapangan atau pembentukan tim sesuai kewenangan yang dimiliki, agar seluruh informasi yang disampaikan dapat diverifikasi secara objektif," ucap Syafruddin. PKC PMII Riau berharap laporan tersebut menjadi perhatian DPR RI sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap tata kelola lingkungan hidup dan sumber daya alam. Organisasi tersebut juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses tindak lanjut laporan hingga terdapat kepastian hukum dan kejelasan atas informasi yang telah disampaikan masyarakat.
Melongok Progres Remediasi TTM, PHR dan Komisi III DPRD Riau Perkuat Sinergi Pemulihan Lingkungan
Pekanbaru, katakabar.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan peninjauan lapangan mengenai progres pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di area operasi WK Rokan, Selasa (1/7). Kunjungan tersebut sebagai langkah sinergi strategis untuk memastikan pengerjaan proyek lingkungan ini memenuhi baku mutu ekologis sekaligus menjadi katalisator bagi pengembangan potensi ekonomi daerah di wilayah operasional. Bagi DPRD 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau, pengawasan langsung di lokasi ini menunjukkan fungsi legislatif guna memastikan proyek strategis memberikan multiplier effect yang nyata bagi Provinsi Riau. Dengan memastikan pemulihan lahan berjalan optimal, DPRD mendukung lahan tersebut kembali menjadi aset produktif bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah. Ketua Komisi III DPRD Riau, H. Edi Basri, menyampaikan DPRD Riau berkomitmen mengawal keberhasilan program pemulihan lingkungan ini. Kami melihat kesungguhan PHR dalam menjalankan roadmap pemulihan hingga 2030. "Sinergi ini akan kami perkuat agar setiap kendala di lapangan teratasi secara kolaboratif, sehingga target pemulihan lahan mencapai sasaran lingkungan sekaligus membawa nilai tambah keekonomian yang signifikan bagi masyarakat Riau," ujar Edi. VP Remediation & Asset Retirement PHR, Ovulandra Wisnu Widyastho, menegaskan nilai strategis kolaborasi ini. “Kunjungan ini memperkuat transparansi kami kepada mitra kerja di DPRD Riau. Penanganan TTM merupakan mandat negara melalui SKK Migas untuk menuntaskan tanggung jawab pemulihan lingkungan di Wilayah Kerja Rokan,” ulasnya lewat keterangan resmi. Ovu menambahkan, hingga saat ini 20 lokasi telah selesai dipulihkan, sementara 43 lokasi lainnya berjalan aktif. “Kami terus memastikan seluruh proses ini berjalan selaras dengan standar lingkungan yang tinggi, guna menjaga operasional migas tetap menjadi penggerak ekonomi utama di Provinsi Riau”, tegasnya. Hingga saat ini, PHR telah mengajukan 100 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Seluruh tahapan pengerjaan di lapangan dilakukan dengan pengawasan ketat, baik dari sisi teknis maupun prosedur pengadaan yang mengacu pada Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 SKK Migas. PHR dan DPRD Riau sepakat untuk terus mengedepankan koordinasi intensif guna memastikan keberlanjutan program, keterlibatan potensi ekonomi lokal, serta kepatuhan penuh terhadap prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.