Dummy P01
Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasi Riau
Riau
Kemarin

Pelindo Investasi Tingkatkan Akses Terminal Tanjung Harapan, Jalan 169,5 Meter Ditambah Elevasi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Selatpanjang mulai melakukan peningkatan akses jalan menuju Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (4/9). Peningkatan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari investasi lanjutan Pelindo dalam memperbaiki fasilitas pelayanan di Terminal Penumpang Tanjung Harapan. Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa, pekerjaan ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan, terutama pada akhir tahun. Manager Operasi Pelindo Selatpanjang, Bruri Sumantri, mengatakan peningkatan akses jalan dilakukan karena jalan menuju terminal merupakan bagian penting dalam menunjang kenyamanan dan kelancaran aktivitas penumpang. Menurutnya, jalan yang ditingkatkan memiliki panjang sekitar 169,5 meter dengan lebar rata-rata 6,55 meter. “Panjang jalan 169,5 meter, lebar rata-rata 6,55 meter,” ujar Bruri. Ia menjelaskan, konstruksi peningkatan jalan tersebut terdiri atas lapisan perkerasan sekitar 20 sentimeter dan lapisan base sekitar 20 sentimeter. Secara keseluruhan, elevasi struktur jalan nantinya akan bertambah sekitar 40 sentimeter dari kondisi saat ini. “Untuk tebal jalan kira-kira 40 sentimeter dari saat ini,” ucapnya. Kata Bruri, peningkatan elevasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghadapi kondisi kawasan pelabuhan yang rawan terdampak pasang air laut atau banjir rob. “Peningkatan akses ini kita lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang datang maupun keluar dari terminal, sekaligus mengurangi dampak banjir rob yang biasanya terjadi pada akhir tahun,” imbuhnya. Dengan elevasi jalan yang lebih tinggi, Pelindo berharap akses menuju terminal tetap dapat digunakan dengan lebih baik ketika terjadi genangan akibat pasang air laut. Pekerjaan peningkatan akses jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan sekitar 90 hari kerja. Berdasarkan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari peningkatan Jalan Akses Terminal Penumpang Pelabuhan Selatpanjang. Bruri menambahkan, peningkatan akses jalan merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk terus melakukan pembenahan fasilitas pelabuhan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Kita ingin fasilitas yang digunakan masyarakat semakin baik. Akses jalan merupakan salah satu bagian yang harus kita tingkatkan agar pelayanan kepada pengguna jasa juga semakin nyaman,” ulasnya. Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan sendiri menjadi salah satu fasilitas penting bagi mobilitas masyarakat Kepulauan Meranti yang menggunakan transportasi laut. Melalui peningkatan infrastruktur tersebut, Pelindo berharap akses menuju terminal tidak hanya semakin nyaman, tetapi juga lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan kawasan pesisir. Investasi pada akses jalan ini sekaligus menunjukkan upaya Pelindo dalam meningkatkan kualitas fasilitas kepelabuhanan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Membangun di Tengah Kendala Fiskal: Dua Proyek Ikonik Rohul Siap Sambut MTQ Riau 2027 Riau
Riau
Kemarin

Membangun di Tengah Kendala Fiskal: Dua Proyek Ikonik Rohul Siap Sambut MTQ Riau 2027

Rokan Hulu, katakabar.com - Ketika banyak daerah mulai menahan langkah akibat bayang-bayang efisiensi anggaran, Kabupaten Rokan Hulu justru melangkah maju. Di bawah kepemimpinan Sosok Anton dan Syafaruddin Poti, Pemkab Rohul membuktikan: keterbatasan bukan penghalang untuk mewujudkan pembangunan yang nyata dan bermanfaat luas. Di kawasan strategis Pasir Pengaraian, dua proyek besar kini berdiri tegak dalam proses pembangunan jadi bukti setiap rupiah APBD diarahkan bukan sekadar membangun tembok dan lantai, melainkan membangun harapan masyarakat. Wajah Baru Purna MTQ: Sambut Ajang Akbar Provinsi Di kompleks Purna MTQ, suasana riuh pembangunan tak luput dari pandangan siapa pun yang melintas. Tribun yang selama ini menjadi saksi lantunan ayat suci Al Quran kini tengah diremajakan kembali. Rehabilitasi menyeluruh sedang berlangsung: dinding yang mulai usang diperindah, kusen dan pintu diganti, plafon dan lantai diperbarui, hingga sistem kelistrikan dan sanitasi dibenahi dari akar. Proyek yang dikerjakan CV Raazy dengan pengawasan CV Busamo Engineering ini bernilai Rp911.600.507, murni dari keringat rakyat melalui APBD Kabupaten Rokan Hulu tahun 2026. Lebih dari sekadar cat baru dan bangunan kokoh, perbaikan ini adalah persiapan hati dan wajah Rohul menyambut amanat besar sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Riau tahun 2027. Dataran Tinggi Pematang Baih: Ruang Rakyat yang Kini Semarak Tak jauh dari sana, di kawasan Dataran Tinggi Pematang Baih, wajah baru ruang publik mulai terbentuk. Ini bukan sekadar proyek perbaikan lapangan, ini adalah hadiah bagi warga Pasir Pengaraian untuk hidup lebih sehat, lebih bahagia. Lapangan diperlebar, sistem drainase dipastikan lancar, dan yang paling dinanti: jogging track baru yang melingkari area terbuka. Proyek senilai Rp1.160.385.487 yang digarap CV Jihan Satahi di bawah pantauan CV Duta Riau Konsultan mengubah wajah kawasan ini menjadi ruang hidup yang ramah bagi semua usia. Pagi hingga sore, warga kini punya tempat berkumpul, bergerak, dan bernapas segar bersama keluarga. "Kalau fasilitas olahraga tersedia dan nyaman, masyarakat juga lebih terdorong untuk berolahraga. Harapannya nanti bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat," ujar Adi 42 tahun, warga setempat yang menyambut gembira perubahan itu. Kehadiran ruang terbuka yang tertata rapat pun membawa berkah lain. Bismar (50), pelaku UMKM yang sehari-hari berdagang di sekitar kawasan, melihat peluang cerah: "Kalau kawasan ini semakin ramai karena masyarakat datang berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya, tentu kami sebagai pedagang ketiban dampak positif dan meningkatnya perputaran nilai ekonomi. Pembangunan yang tak hanya menyehatkan raga, tapi juga menggerakkan roda ekonomi kecil-kecilan warga," ceritanya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Taufik Kurniawan, ST., M.Si., menegaskan komitmen waktu. Kedua proyek ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun 2026. "Diharapkan target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Tentunya pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan," tegasnya saat ditemui, Jumat (4/9). Bagi Pemkab Rohul, pembangunan ini bukan sekadar selesai dan usai. Fasilitas yang dibangun dirancang untuk bertahan lama dan hidup terus bersama masyarakat, bahkan setelah panggung MTQ 2027 usai diturunkan. Tribun Purna MTQ tetap menjadi rumah lantunan ayat suci, dan Pematang Baih tetap menjadi paru-paru kota tempat warga bernapas dan bergerak. Di tengah desakan efisiensi anggaran yang melanda daerah-daerah, langkah Rohul menjadi pembeda. Bukan berhenti membangun, melainkan memilih membangun apa yang paling dirasakan rakyat. • Rp911 juta untuk memperkokoh nilai luhur dan keagamaan. ​ • Rp1,16 miliar untuk menyehatkan tubuh dan mempererat silaturahmi warga. Dua angka, dua tujuan mulia, satu semangat: membangun Rohul bukan untuk sesaat, tapi untuk generasi mendatang. Di sinilah letak kebijakan yang bijaksana — setiap rupiah yang dipotong dari satu sisi, diarahkan ke sisi lain yang paling terang benderang manfaatnya. Bila tahun 2027 tiba nanti, tamu dari segenap penjuru Riau bakal datang. Mereka tak hanya melihat tribun megah dan lapangan indah. Mereka akan melihat wajah Rohul yang ramah, masyarakatnya yang sehat, dan pemerintahannya yang tak lelah berjuang meski di tengah jalan terjal.

Vokasi Nonmigas PHR: Nyalakan Asa Generasi Muda Riau Lewat Teknisi AC Riau
Riau
Kamis, 03 September 2026 | 13:08 WIB

Vokasi Nonmigas PHR: Nyalakan Asa Generasi Muda Riau Lewat Teknisi AC

Pekanbaru, katakabar com - Almaida Romi, 19 tahun sempat limbung dengan masa depannya selepas tamat sekolah di bangku pondok pesantren, di kampung halamannya, di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Terbesit ingin melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi, tetapi harapan itu pupus karena keterbatasan biaya. Disisi lain, tanpa keterampilan khusus, pemuda ini tidak begitu percaya diri untuk melamar pekerjaan. Beberapa bulan setelah dinyatakan lulus sekolah tahun ajaran 2026, hari-harinya kosong tanpa aktivitas berarti, menganggur, berada dalam bayang-bayang ketidakpastian masa depan. Romi kerap merasa gelisah saat melihat orang tuanya harus berjuang di tengah kesulitan ekonomi keluarga. Terlebih sang ayah yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga mengalami sakit usai mengalami kecelakan sepeda motor beberapa tahun silam. Di usianya yang masih muda, ia berharap kesempatan untuk bisa menopang ekonomi keluarganya kembali. "Setelah tamat sekolah saya sempat bingung. Mau kuliah tidak ada biaya, mau kerja belum punya keterampilan. Beruntung, saya dapat informasi pelatihan ini dari media sosial. Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang," cerita Romi mengenang awal perjalanannya. Titik balik itu hadir ketika Romi menemukan sebuah unggahan media sosial tentang Program Vokasi Nonmigas 2026 yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kampar. Romi memberanikan diri mendaftar, mengikuti serangkaian proses seleksi, hingga akhirnya dinyatakan lulus sebagai salah satu peserta Pelatihan Teknisi AC. Kini, Romi tampil lebih percaya diri. Tak sekadar teori, Romi mendapatkan pembekalan komprehensif, praktik perbaikan dan perawatan AC, hingga mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya ilmu, PHR juga membekalinya dengan paket bantuan peralatan teknisi AC yang sangat lengkap, sebagai ‘senjata’ masa depan yang siap ia gunakan untuk langsung terjun membuka usaha mandiri demi membantu perekonomian keluarga. Kisah menarik peserta pelatihan teknisi AC lainnya hadir dari Lisna Sudensari (20). Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia teknisi pendingin, sosok Lisna menyita perhatian. Bagi gadis muda ini, profesi teknisi AC tidak mengenal batasan gender. Sebulan menjalani pelatihan intensif tak sedikit pun menyurutkan langkahnya. Naik turun tangga, memegang mesin steam pembersih bertekanan tinggi, hingga mengukur arus listrik dengan tang ampere telah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi Lisna saat menguti pelatihan di BLK Bengkalis. Bukannya canggung, ia justru merasa bangga dan tertantang. "Naik turun tangga itu hal biasa. Justru di tengah sedikitnya perempuan yang jadi teknisi AC, ini adalah peluang karir yang besar. Perempuan jadi teknisi AC itu keren!," tutur Lisna. Berbekal sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional, Lisna berencana meniti karir lebih dulu di dunia kerja formal untuk menyerap pengalaman lapangan sebanyak-banyaknya, sebelum kelak mewujudkan mimpinya membangun usaha servis AC milik sendiri. Kisah Romi dan Lisna bagian dari dampak nyata Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diinisiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian ekonomi masyarakat yang berada di desa-desa Ring 1 wilayah operasional perusahaan. Program ini awalnya di inisiasi tahun 2025 di 1 Kabupaten dengan 19 peserta, lalu diperluas hingga sebanyak 31 peserta terpilih dari 4 Kabupaten: Rokan Hulu, Kampar, Siak, dan Bengkalis telah melalui rangkaian pembekalan intensif. Dimulai dari tahap seleksi bersama BLK di masing-masing kabupaten, pelatihan dasar dan praktik perbaikan, hingga pelaksanaan Uji Kompetensi BNSP. Pengakuan resmi inilah yang menjadi modal berharga bagi para pemuda Riau untuk bersaing secara profesional di dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja baru. Melalui program Community Involvement & Development (CID) ini, PHR tidak hanya menyalurkan energi untuk negeri melalui produksi migas, tetapi juga menyalakan energi kehidupan dan harapan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di sekitar wilayah operasinya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Roni Rakhmat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas inisiatif dan inovasinya dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi teknisi AC ini. “Kegiatan seperti inilah yang sangat kita butuhkan, karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga secara langsung membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Riau,” ucapnya. Roni berharap agar para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini dapat mandiri, mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, serta merangkul rekan-rekan lainnya untuk tumbuh bersama. “Ilmu, peralatan, hingga sertifikasi kompetensi resmi kini sudah di tangan Anda. Saat ini, status Anda telah setara dengan para teknisi terlatih berkat sertifikasi. Tinggal bagaimana kemauan dan eksekusi di lapangan akan menjadi kerugian besar jika fasilitas dan keterampilan yang sudah ada  saat ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” pesannya. Program Pelatihan  Vokasi Nonmigas ditutup dengan talkshow yang mempertemukan perspektif pelaku teknisi AC, dunia industri, pemerintah, dan PHR sebagai penyelenggara program, pada Senin, 31 Agustus 2026 di Pekanbaru.  Melalui gelar wicara ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perjalanan setelah pelatihan, kebutuhan kompetensi di dunia kerja, strategi mengakses peluang kerja maupun usaha, serta langkah yang perlu dilakukan untuk mengubah keterampilan menjadi peluang dan penghasilan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Program Magang Batch 9 Diluncurkan PHR Perkuat Kapasitas Nasional Riau
Riau
Rabu, 02 September 2026 | 21:35 WIB

Program Magang Batch 9 Diluncurkan PHR Perkuat Kapasitas Nasional

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali tegaskan komitmen penyerapan talenta lokal melalui Program Magang Kerja Batch 9 yang dihelat di Rumbai Country Club (RCC), Rabu (2/9). Mewakili manajemen PHR, Manager HC Operation & Services, Rizka Kurniawan, secara resmi membuka program pembinaan kompetensi yang dirancang khusus untuk mempercepat kesiapan kerja para lulusan baru (fresh graduate) tersebut. Tingkat antusiasme pelamar terhadap program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Melalui proses seleksi ketat yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026, PHR menetapkan 122 peserta terbaik. Para peserta ini akan menjalani penugasan mulai 2 September 2026 hingga 28 Februari 2027, dengan sebaran penempatan 98 personel di wilayah operasi Zona Rokan (Riau) dan 24 personel di Kantor Pusat Jakarta. Dalam arahannya, Rizka Kurniawan, menekankan inisiatif ini implementasi langsung dari kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan serta perwujudan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR. "Program ini menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah Riau sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung target Pembangunan Kapasitas Nasional yang diamanatkan oleh SKK Migas melalui konsep link & match antara dunia pendidikan dan industri," jelasnya. Manajemen PHR turut menginstruksikan penerapan disiplin tingkat tinggi, serta kepatuhan mutlak terhadap aspek keselamatan (HSE) dan prinsip Respectful Workplace. Menyambung komitmen tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Heru Prayitno, SE, M.Si., yang hadir beserta jajaran, menyampaikan apresiasi penuh atas langkah antisipatif PHR. Menghadapi tantangan ketenagakerjaan dengan angka pengangguran yang menyentuh 137.000 jiwa di Riau, program ini dinilai sebagai jembatan kompetensi yang esensial menuju peluang dunia kerja. Heru soroti rekam jejak yang solid selama magang kerap membuka peluang rekrutmen lanjutan, baik di lingkungan PHR maupun perusahaan kontraktor. "Untuk itu, para peserta dituntut untuk senantiasa proaktif, inovatif, dan menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama," ucapnya. Agenda peluncuran ini mencerminkan sinergi lintas sektoral yang kuat. Selain perwakilan Disnakertrans Riau, acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono, beserta jajaran serta Manager Digital Analytic & Optimization PHR, Hanny Anggaraini selaku perwakilan mentor. Dukungan ekosistem akademis diwakili pimpinan perguruan tinggi di Riau, di antaranya Rektor Unilak - Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI - Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., Wakil Rektor III UIR - Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP., A-Utama, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis - Ir. Johny Custer, ST, MT dan Direktur Politeknik Caltex Riau yang diwakili oleh Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama, Pesantren Kilat Tanjung Kedabu: Padukan Kajian Islam dan Perlombaan Riau
Riau
Senin, 31 Agustus 2026 | 07:30 WIB

Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama, Pesantren Kilat Tanjung Kedabu: Padukan Kajian Islam dan Perlombaan

Tanjung Kedabu, katakabar.com - Semangat generasi muda perdalam ilmu agama dan kembangkan potensi keislaman terlihat pada pelaksanaan Pesantren Kilat di Desa Tanjung Kedabu 2026 yang digelar di Masjid Al-Muttaqin, Desa Tanjung Kedabu. Kegiatan usung semangat “Menebar Ilmu, Menumbuhkan Akhlak, Membangun Generasi Qur’ani” tersebut diikuti sebanyak 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se Desa Tanjung Kedabu. Pesantren kilat ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran keagamaan, tetapi juga dikemas secara menarik melalui berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan. Konsep tersebut diharapkan mampu membuat peserta lebih aktif sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat serta keberanian mereka. Di kegiatan pembelajaran, peserta mendapatkan kajian sejumlah kitab dasar keislaman yang disesuaikan dengan jenjang dan tingkat pemahaman masing-masing. Di antaranya Kitab Safinatun Najah, Kitab Alala, Kitab Syifaul Jinan, dan Kitab Fasholatan. Materi tersebut mencakup berbagai pengetahuan dasar agama, mulai dari fikih, adab dalam menuntut ilmu, ilmu tajwid hingga tata cara ibadah. Pembelajaran diberikan sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan peserta sejak usia dini. Selain kajian, suasana pesantren kilat semakin semarak dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami. Sejumlah cabang yang digelar antara lain Dai Muda, azan, tilawah Al Quran, murottal, hafalan surah pendek, praktik salat, serta berbagai perlombaan lainnya yang disesuaikan dengan kategori dan jenjang peserta. Melalui perlombaan tersebut, anak-anak dan remaja tidak hanya dituntut mampu menguasai materi keagamaan, tetapi juga didorong untuk tampil percaya diri di hadapan orang lain. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat serta mengembangkan potensi generasi muda di bidang keagamaan. Lebih dari sekadar kegiatan pendidikan, Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara anak-anak, orang tua, pemuda masjid, tokoh agama dan masyarakat. Antusiasme 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan menjadi gambaran tingginya minat generasi muda Desa Tanjung Kedabu terhadap kegiatan keagamaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter dan berakhlak. Panitia berharap kegiatan Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia, mencintai Al-Qur'an dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Belajar ilmu, membangun akhlak, mengasah bakat, dan menumbuhkan generasi Islami dari Desa Tanjung Kedabu.” Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter dan berjiwa Qurani.

Raih Gelar Insinyur, Fachruddin Siregar Dipuji PII Riau Riau
Riau
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:54 WIB

Raih Gelar Insinyur, Fachruddin Siregar Dipuji PII Riau

Pasir Pengaraian, katakabar.com -  Sebuah pencapaian bermakna baru menghiasi perjalanan pengabdian di bidang pembangunan wilayah dan tata kelola permukiman. Fachruddin Siregar, ST., M.T., yang sehari‑hari mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu, kini resmi menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.). Gelar itu disematkan saat ia diwisuda dalam Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Jambi, berlangsung khidmat di Kampus Mendalo Indah pada Kamis (27/8). Kabar bahagia ini langsung disambut apresiasi hangat sekaligus harapan besar dari jajaran pimpinan profesi keteknikan di daerah. Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat yang tulus dan mendalam. Bagi beliau, diraihnya gelar ini bukan sekadar penambahan huruf di depan nama melainkan bukti tuntasnya perjalanan membuktikan keahlian, pemahaman etika, serta kesanggupan menerapkan ilmu ke dalam dunia nyata. “Selamat dan sukses kepada Ir. Fachruddin Siregar, ST., M.T. atas diraihnya gelar Insinyur ini. Ini adalah pencapaian yang membanggakan—bagi dirinya, keluarga, lingkungan kerja, maupun bagi seluruh keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia, terutama di wilayah Provinsi Riau,” ujar Ir. Ulul Azmi dengan nada bangga dan penuh pengharapan. Ia menjelaskan gelar Insinyur membawa makna yang jauh melampaui pengakuan akademik. Menjadi seorang insinyur berarti memikul tanggung‑jawab untuk tak sekadar menguasai rumus atau cetak biru, melainkan mampu merancang jalan keluar, melahirkan pembaruan gagasan, serta mewujudkan karya yang sungguh‑sungguh berguna dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas. “Peran insinyur sangatlah sentral, menjadi tulang punggung terwujudnya pembangunan yang kokoh sekaligus berkelanjutan. Semakin bertambah jumlah tenaga ahli yang berkelayakan, beretika, dan berjiwa pengabdi seperti ini, maka semakin kaya pula gagasan serta solusi yang bisa kita hadirkan guna menjawab tantangan kemajuan daerah kita,” jelasnya. Kini, pengakuan resmi atas kompetensi Fachruddin Siregar datang tepat di saat ia sedang memegang peranan penting mengelola tata ruang, hunian warga, serta pengembangan kawasan di jantung Rokan Hulu. Latar belakang ilmu yang diperdalamnya, ditambah tanggung‑jawab jabatan yang diembannya, seolah membentuk pasangan kekuatan yang saling melengkapi: menjamin setiap rencana yang digarap berlandaskan ilmu yang mumpuni, tata kelola yang benar, serta pandangan jauh ke depan demi kesejahteraan warga Rokan Hulu. “Kami berharap semoga pencapaian ini menjadi awal kekuatan baru—mempertegas semangat profesionalisme, senantiasa menjaga kehormatan profesi setinggi‑tingginya, serta makin banyak mewujudkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, seluruh Provinsi Riau, hingga bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tambah Ketua Wilayah PII Riau menutup pernyataannya. Peristiwa ini sekaligus melukiskan satu semangat yang terus diperjuangkan organisasi: membangun insan keahlian teknik yang tak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga kokoh hatinya, siap berdiri di garis depan menjawab kebutuhan pembangunan daerah kita di masa kini maupun masa yang akan datang.