Dummy P01
Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204 Internasional
Internasional
15 jam yang lalu

Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih berpotensi mengalami pelemahan menuju area support 4.237 hingga 4.204. Proyeksi Dupoin Futures tersebut menunjukkan tekanan jual masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek, meskipun penurunan yang terjadi belum dapat langsung dikategorikan sebagai pembalikan tren utama. Menurut analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, pergerakan emas saat ini masih membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut, koreksi menuju area 4.237–4.204 masih dianggap sebagai pergerakan yang wajar dalam struktur pasar. Dupoin Futures menilai area support tersebut akan menjadi zona penting untuk menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa selama area support 4.237 hingga 4.204 masih mampu menahan tekanan jual, peluang harga emas untuk kembali bergerak mengikuti tren utamanya tetap terbuka. Artinya, pelemahan yang terjadi belum secara otomatis mengindikasikan bahwa tren utama emas telah berubah menjadi bearish. Sebaliknya, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa kegagalan harga mempertahankan area support tersebut dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan. Apabila XAUUSD mampu menembus support 4.237–4.204 dan bertahan di bawah zona tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Kondisi ini menjadi skenario yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan harga emas hari ini. Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, perbedaan antara koreksi dan pembalikan tren menjadi hal penting. Koreksi dapat terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan tren utama dalam periode tertentu, sementara tren reversal membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures masih menempatkan area 4.237–4.204 sebagai level kunci untuk melihat apakah tekanan yang terjadi hanya bersifat sementara atau berpotensi berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures turut mencermati sejumlah sentimen fundamental yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satu faktor utama datang dari perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Strait of Hormuz. Eskalasi ketegangan tersebut kembali mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel dan meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko inflasi yang berasal dari sektor energi. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi pasar emas karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi. Dupoin Futures melihat kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Jika kenaikan harga energi membuat inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut kemudian dapat tercermin melalui pergerakan yield Treasury Amerika Serikat dan dolar AS. Dalam kondisi yield Treasury meningkat, harga emas cenderung menghadapi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan bunga seperti emas. Karena itu, pergerakan yield menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan dalam analisis pasar emas Dupoin Futures. Di sisi lain, pelemahan yield Treasury dan dolar AS berpotensi memberikan dukungan bagi XAUUSD. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap emas, terutama apabila disertai dengan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Dupoin Futures dalam melihat peluang pergerakan emas selanjutnya. Faktor geopolitik juga tetap menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Ketegangan AS-Iran dan risiko yang berkaitan dengan Strait of Hormuz dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, emas biasanya mendapatkan dukungan karena investor mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi peningkatan risiko pasar. Namun, terdapat dinamika lain yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dapat memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan yield Treasury dan memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila pasar kembali memperkirakan kebijakan The Fed akan bertahan lebih ketat. Lantatan itu, Dupoin Futures menilai pergerakan emas akan dipengaruhi oleh tarik-menarik antara permintaan safe haven dan tekanan dari faktor suku bunga. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data tenaga kerja. Menurut analisis Dupoin Futures, perkembangan pasar tenaga kerja dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury sekaligus memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Dengan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat pergerakan emas hari ini masih berpotensi berlangsung volatil. Dari perspektif teknikal, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD masih dapat mengalami koreksi menuju support 4.237 hingga 4.204. Reaksi harga di area tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah emas berikutnya. Jika support 4.237–4.204 mampu bertahan, Dupoin Futures menilai peluang terjadinya pemulihan harga masih terbuka dan emas berpotensi kembali mengikuti tren utamanya. Jika harga menembus area tersebut, risiko tekanan jual yang lebih besar perlu diwaspadai. Dengan demikian, berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.237–4.204 menjadi level yang perlu mendapat perhatian utama dalam perdagangan XAUUSD hari ini. Selain perkembangan teknikal, pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan harga minyak, yield Treasury AS, dolar AS, perkembangan konflik AS-Iran, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah koreksi harga emas masih bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish berikutnya.

Dubes India Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia Lewat BRICS dalam IIFA Discussion Internasional
Internasional
Kamis, 03 September 2026 | 16:13 WIB

Dubes India Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia Lewat BRICS dalam IIFA Discussion

Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan pentingnya perkuat keterlibatan strategis India dan Indonesia melalui BRICS menjelang penyelenggaraan KTT BRICS ke 18. Hal itu disampaikan saat diskusi yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, di penghujung Agustus 2026 lalu. Duta Besar Chakravorty menghadiri IIFA Discussion Series ke10 angkat tema “BRICS in a Fragmented World: How India and Indonesia Can Ensure Strategic Engagement and Foster Practical Cooperation” digelar oleh Indonesian Institute for Foreign Affairs (IIFA) di UIII. Diskusi tersebut menjadi forum pengantar menjelang KTT BRICS yang digelar di India tahun ini. Duta Besar Chakravorty menyoroti pentingnya diskusi tersebut di tengah persiapan India sebagai tuan rumah KTT BRICS ke 18, terutama ketika tatanan global menghadapi fragmentasi, dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat. Duta Besar Chakravorty juga menyampaikan apresiasinya kepada UIII yang telah menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Ia menekankan pentingnya mempertemukan pembuat kebijakan, diplomat dan akademisi dari kedua negara untuk membahas bagaimana India dan Indonesia dapat bekerja sama dalam kerangka BRICS. Membahas Peran India dan Indonesia dalam BRICS Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan penting dari India dan Indonesia, termasuk BRICS Sherpa India sekaligus Secretary (Economic Relations) Shri Sudhakar Dalela, Tri Tharyat dan Tri Purnajaya dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Teguh Yudo Wicaksono dari UIII, serta Dr. Samir Saran, President of Observer Research Foundation (ORF) India. Forum membahas bagaimana India dan Indonesia dapat memanfaatkan posisi bersama mereka di BRICS untuk memperkuat keterlibatan strategis sekaligus mengembangkan berbagai bidang kerja sama yang bersifat praktis. Duta Besar Chakravorty menilai diskusi tersebut berlangsung pada momentum penting bagi BRICS, seiring dengan terus berkembangnya kelompok tersebut di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global. Bagi India dan Indonesia, BRICS menjadi platform tambahan untuk mendorong kepentingan bersama sekaligus memperkuat kerja sama yang lebih luas di antara negara-negara Global South. Diskusi juga mengeksplorasi sejumlah bidang yang memiliki potensi kuat untuk kerja sama India-Indonesia, termasuk kesehatan, mineral kritis, material tanah jarang, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok yang tangguh. Bidang-bidang tersebut mencerminkan kesamaan prioritas pembangunan kedua negara dan dapat membuka peluang untuk menerjemahkan keterlibatan strategis menjadi kerja sama yang lebih konkret. BRICS Platform Kerja Sama Global South Salah satu pesan utama yang muncul dalam diskusi adalah bahwa BRICS tidak semestinya dipahami semata-mata sebagai sebuah blok atau instrumen bagi negara-negara untuk memilih pihak di tengah persaingan geopolitik global. Sebaliknya, BRICS dapat menjadi ruang bagi negara-negara Global South untuk memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk norma internasional serta menjawab berbagai tantangan pembangunan bersama. Diskusi tersebut juga menyoroti potensi India dan Indonesia untuk berkontribusi pada agenda BRICS yang lebih praktis dan inklusif, khususnya melalui kerja sama yang didasarkan pada prioritas pembangunan dan industrialisasi masing-masing negara. Dr. Philips Vermonte, Dekan Political Science UIII, merangkum agenda yang lebih luas bagi India dan Indonesia melalui tiga prioritas, yakni Diversifikasi Pilihan, Agenda Pembangunan dan Transformasi Digital. Bagi Duta Besar Chakravorty, diskusi di UIII menjadi kesempatan untuk membawa perspektif India dan Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas mengenai BRICS serta mengeksplorasi bagaimana kedua negara dapat membangun keterlibatan strategis yang lebih kuat di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. IIFA Discussion Series ke 10 mempertemukan pembicara dan peserta dari kedua negara untuk membahas bagaimana BRICS dapat menjadi platform bagi kerja sama praktis, sekaligus memperkuat suara dan peran negara-negara berkembang dalam urusan global.

Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah Jatuh ke 4.396? Internasional
Internasional
Kamis, 03 September 2026 | 15:11 WIB

Harga Emas Gagal Tembus 4.464, Akankah Jatuh ke 4.396?

Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pekan pertama September 2026. Soalnya menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada time frame H4 belum menunjukkan kekuatan yang cukup untuk melanjutkan penguatan. Harga belum berhasil ditutup di atas resistance 4.464 dan justru membentuk swing high baru. Kondisi tersebut, ujarnya, menjadi indikasi bahwa tekanan jual masih cukup kuat, sehingga Dupoin Futures memperkirakan XAUUSD berpotensi bergerak turun menuju area support 4.415 hingga 4.396. Secara teknikal, kata Geraldo, Dupoin Futures melihat level resistance 4.464 sebagai salah satu area penting dalam pergerakan harga emas saat ini. Upaya buyer untuk membawa harga melewati level tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan. Kegagalan tersebut menunjukkan seller masih mampu menahan kenaikan XAUUSD. "Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance tersebut, Dupoin Futures menilai peluang koreksi masih terbuka pada perdagangan," ucapnya. Pembentukan swing high baru turut menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Kondisi tersebut menunjukkan pergerakan harga belum memberikan konfirmasi kuat mengenai perubahan tren menuju bullish. Ketika harga gagal melanjutkan kenaikan setelah membentuk swing high, tekanan jual berpotensi kembali muncul. Dalam skenario tersebut, Dupoin Futures melihat XAUUSD berpeluang bergerak menuju support terdekat di 4.415. Apabila tekanan jual semakin kuat, Dupoin Futures memproyeksikan pelemahan dapat berlanjut menuju level 4.396. Area tersebut menjadi support berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar. Respons harga ketika mencapai kisaran 4.415–4.396 akan menjadi penting untuk menentukan apakah XAUUSD berpotensi mengalami rebound atau justru melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah. Masih Dupoin Futures, support 4.415 dan 4.396 dapat menjadi area yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. Jika buyer kembali masuk dan mampu mempertahankan harga di atas support, terdapat peluang terjadinya pemulihan dalam jangka pendek. Namun, apabila tekanan bearish berhasil membawa harga menembus support tersebut, Dupoin Futures menilai risiko pelemahan lanjutan akan semakin terbuka. Di luar faktor teknikal, Dupoin Futures melihat harga emas masih sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pasar terus mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah komentar hawkish Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole sebelumnya. Pernyataan tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan suku bunga pada September, sehingga pergerakan dolar AS dan Treasury Yield menjadi perhatian utama. Kenaikan US Treasury Yield berpotensi memberikan tekanan terhadap emas. Dupoin Futures menjelaskan bahwa ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, aset tersebut menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas dan mendorong sebagian investor mengurangi eksposurnya terhadap logam mulia. Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan Dupoin Futures. Ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi dapat memberikan dukungan terhadap dolar AS. Jika dolar kembali menguat, harga emas berpotensi menghadapi tekanan karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Situasi tersebut dapat memperkuat tekanan bearish yang terlihat pada grafik teknikal XAUUSD. Tetapi, Dupoin Futures menilai terdapat faktor lain yang berpotensi membatasi pelemahan emas, yaitu meningkatnya risiko geopolitik. Eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pasar dan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik, investor biasanya meningkatkan perhatian terhadap emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai. Kondisi geopolitik tersebut membuat arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh faktor suku bunga dan yield. Dupoin Futures melihat apabila ketegangan AS-Iran semakin meningkat, permintaan safe haven dapat memberikan dukungan terhadap XAUUSD. Sentimen tersebut berpotensi menahan laju penurunan meskipun secara teknikal harga masih berada dalam tekanan. Di sisi lain, Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan perkembangan data ekonomi Amerika Serikat berikutnya. Data ekonomi dapat memengaruhi kembali ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Data yang menunjukkan ekonomi AS tetap kuat berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dan memberikan tekanan terhadap emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mengurangi tekanan terhadap XAUUSD melalui perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures masih melihat prospek harga emas hari ini cenderung bearish dalam jangka pendek. Kegagalan XAUUSD menembus resistance 4.464 menjadi salah satu sinyal utama yang mendukung skenario tersebut. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan peluang pelemahan menuju support 4.415 hingga 4.396 masih terbuka. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan harga ketika memasuki area support tersebut. Jika support mampu bertahan, Dupoin Futures melihat peluang rebound masih dapat terjadi. Apabila XAUUSD menembus area 4.396, tekanan jual berpotensi semakin kuat. Pada saat yang sama, perkembangan Treasury Yield, dolar AS, kebijakan The Fed, serta eskalasi AS-Iran dapat meningkatkan volatilitas harga emas. Dengan demikian, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpotensi melemah menuju 4.415–4.396 pada perdagangan hari ini. Resistance 4.464 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk melihat potensi perubahan momentum. Selama resistance tersebut belum berhasil ditembus secara meyakinkan, Dupoin Futures masih menempatkan skenario koreksi sebagai proyeksi utama, dengan perkembangan kebijakan The Fed dan sentimen safe haven menjadi faktor fundamental yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas sepanjang perdagangan.

Emas Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360 Internasional
Internasional
Rabu, 02 September 2026 | 21:01 WIB

Emas Masih Tertekan, Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan ke 4.360

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, harga emas pada time frame H4 berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level support 4.360. Area tersebut dinilai penting karena selain menjadi support sebelumnya, level 4.360 juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Kondisi teknikal tersebut diperkuat dengan terbentuknya pola Drop Base Drop, yang mengindikasikan tekanan seller masih berpotensi membawa harga bergerak lebih rendah. Dalam analisis Dupoin Futures, pola pergerakan XAUUSD saat ini menunjukkan bahwa seller masih memiliki kendali yang cukup kuat. Harga yang terus berada di bawah tekanan mencerminkan belum adanya sinyal pembalikan bullish yang cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Dengan momentum bearish yang masih dominan pada grafik H4, Dupoin Futures memperkirakan area 4.360 menjadi sasaran pelemahan yang perlu diperhatikan trader dalam perdagangan hari ini. Salah satu faktor teknikal utama yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Drop Base Drop. Pola tersebut menggambarkan kondisi ketika harga mengalami penurunan, kemudian memasuki fase konsolidasi atau base, sebelum kembali berpotensi melanjutkan penurunan. Dalam konteks XAUUSD saat ini, pola tersebut mengindikasikan bahwa fase konsolidasi belum cukup untuk mengubah dominasi seller. Oleh karena itu, Dupoin Futures melihat peluang penurunan menuju support berikutnya masih terbuka. Area 4.360 menjadi semakin penting karena level tersebut tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal sebelumnya, tetapi juga bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Menurut Dupoin Futures, pertemuan dua level teknikal tersebut dapat menjadikan 4.360 sebagai zona yang berpotensi mendapatkan respons dari buyer. Jika harga memasuki area tersebut dan muncul rejection kuat, peluang rebound teknikal dapat kembali terbuka. Sebaliknya, apabila support berhasil ditembus, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat sentimen terhadap emas saat ini mendapat tekanan dari kenaikan US Treasury Yield. Pergerakan yield menjadi perhatian karena meningkatnya imbal hasil obligasi AS dapat membuat aset berbasis bunga lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost dalam memegang logam mulia dan berpotensi membatasi ruang penguatan XAUUSD. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga menjadi faktor penting dalam pergerakan emas. Dupoin Futures mencermati komentar hawkish dari Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole yang mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Berdasarkan rangkuman pasar yang digunakan dalam analisis ini, probabilitas kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 57%, sementara yield Treasury AS tenor dua tahun bergerak di sekitar 4,33%. Bagi Dupoin Futures, meningkatnya ekspektasi terhadap suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi sentimen negatif bagi emas. Apabila pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga, dolar AS dan yield obligasi berpotensi memperoleh dukungan. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD, terutama ketika struktur teknikalnya juga masih menunjukkan dominasi bearish. Tetapi, Dupoin Futures menilai terdapat faktor fundamental yang berpotensi menahan penurunan emas, terutama dari sisi geopolitik. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian investor. Ketegangan geopolitik biasanya meningkatkan kebutuhan terhadap aset safe haven, termasuk emas. Jika konflik kembali meningkat, permintaan terhadap logam mulia berpotensi menguat dan dapat menciptakan rebound meskipun tekanan teknikal masih berlangsung. Kenaikan harga minyak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan, menurut Dupoin Futures. Lonjakan harga energi akibat ketegangan geopolitik dapat meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup kompleks bagi pasar emas. Di satu sisi, meningkatnya risiko geopolitik dapat mendorong permintaan safe haven. Namun di sisi lain, inflasi yang lebih tinggi dapat membuat bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap emas. Dengan demikian, Dupoin Futures melihat pergerakan harga emas hari ini masih cenderung bearish meskipun volatilitas berpotensi meningkat akibat faktor fundamental. Area 4.360 menjadi level kunci yang perlu diperhatikan karena merupakan support sebelumnya sekaligus bertepatan dengan Fibonacci 161,8%. Selama tekanan jual masih dominan dan pola Drop Base Drop belum mengalami invalidasi, Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju level tersebut. Pelaku pasar juga perlu mencermati reaksi harga ketika mendekati support 4.360. Jika terjadi rejection dan buyer kembali masuk dengan kuat, Dupoin Futures menilai peluang rebound teknikal dapat muncul. Tetapi, apabila harga mampu menembus 4.360 secara meyakinkan, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level support berikutnya. Lantaran itu, perkembangan Treasury Yield, ekspektasi suku bunga The Fed, ketegangan AS-Iran, serta harga minyak akan menjadi sejumlah katalis penting yang menentukan arah XAUUSD selanjutnya.

Kedubes India Gelar Sesi Interaktif Bersama Indiaspora Jelajahi Koneksi Baru dengan Diaspora India Internasional
Internasional
Selasa, 01 September 2026 | 13:05 WIB

Kedubes India Gelar Sesi Interaktif Bersama Indiaspora Jelajahi Koneksi Baru dengan Diaspora India

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta gelar sesi interaktif bersama Indiaspora dan perwakilan organisasi diaspora India, pemimpin bisnis, serta anggota komunitas India di Indonesia di Tagore Hall, New Chancery, Kedutan Besar India di Jakarta, Jumat (28/8). Sesi tersebut mempertemukan Executive Director Indiaspora, Sanjeev Joshipura dan India CEO & Managing Director of Global East Indiaspora, Sreekumar Nair, dengan perwakilan dari berbagai organisasi komunitas India di Indonesia. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih jauh lanskap diaspora India di Indonesia, memperkenalkan kerja Indiaspora, serta menjajaki peluang kolaborasi dan hubungan yang lebih kuat antara komunitas India di Indonesia dengan jaringan global organisasi tersebut. Membawa Indonesia ke dalam Percakapan Diaspora Global Dalam sambutannya kepada delegasi Indiaspora dan anggota komunitas India, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menyoroti karakter serta keberagaman diaspora India di Indonesia. Ia mencatat bahwa Kedutaan Besar India telah membangun hubungan yang erat dengan komunitas tersebut, yang terdiri dari berbagai organisasi budaya, sosial, dan profesional. Duta Besar juga menyinggung keberadaan organisasi seperti India Club, Indoindians, dan INDCHAM, serta berbagai kelompok komunitas yang mewakili latar belakang bahasa dan budaya yang beragam. Bersama-sama, organisasi-organisasi tersebut mencerminkan keberagaman komunitas India di Indonesia serta hubungan yang kuat di antara berbagai generasi dan latar belakang. “Yang menarik bagi saya sebagai Duta Besar di sini adalah bahwa mereka melihat Indonesia,” ujar Duta Besar Chakravorty, menyambut ketertarikan Indiaspora untuk membangun keterlibatan dengan Indonesia. Ia juga menggambarkan pengalamannya bersama komunitas India di Indonesia sebagai sesuatu yang sangat positif, seraya menyoroti sifat komunitas tersebut yang erat dan saling mendukung serta hubungan mereka yang tetap kuat dengan India. Menurutnya, hubungan antara Kedutaan Besar dan komunitas India juga telah membantu mendekatkan kedua pihak dan menciptakan peluang keterlibatan yang lebih luas. Memahami Misi Global Indiaspora Dalam sesi diskusi, Joshipura memperkenalkan Indiaspora sebagai organisasi nirlaba yang berupaya menginspirasi dan memposisikan diaspora India global sebagai kekuatan untuk membawa perubahan positif, sekaligus membangun jembatan antara para pemimpin diaspora dari berbagai negara dan profesi dengan para pemimpin di India. Organisasi ini memiliki jaringan global yang mencakup tokoh bisnis, pengusaha, eksekutif teknologi, dan para profesional, serta figur berpengaruh dari bidang pemerintahan, diplomasi, akademisi, sains, jurnalistik, dan berbagai sektor lainnya. Kerja Indiaspora mencakup bidang filantropi dan dampak sosial, keterlibatan global, serta upaya memperkuat hubungan antara komunitas dan para pemimpin India di seluruh dunia. Joshipura mengatakan bahwa kunjungan ke Jakarta didorong oleh pengakuan Indiaspora terhadap semakin pentingnya Indonesia dan menguatnya hubungan antara India dan Indonesia, sekaligus keinginan untuk mengenal para pemimpin dari komunitas India dan keturunan India di Indonesia. “Alasan kami berada di sini adalah karena kami melihat bahwa Indonesia sedang menjalin hubungan yang semakin kuat dengan India. Namun bukan hanya itu, di antara masyarakat India di Indonesia atau orang-orang keturunan India di Indonesia, terdapat sejumlah pemimpin yang ingin kami kenal,” jelasnya. Jajaki Peluang Kemitraan Salah satu bagian utama dari sesi interaktif tersebut membahas peluang kolaborasi antara Indiaspora dan organisasi-organisasi diaspora yang telah ada di Indonesia. Para peserta bertukar pandangan mengenai bagaimana Indonesia dapat terlibat dalam berbagai program global Indiaspora dan bagaimana kemitraan dapat membantu menghubungkan komunitas lokal dengan jaringan regional maupun internasional yang lebih luas. Joshipura menekankan bahwa keterlibatan yang bermakna perlu dibangun atas dasar pemahaman bersama serta penghargaan terhadap pengetahuan dan pengalaman lokal. “Meskipun kami membawa perspektif global dalam pekerjaan kami, terdapat unsur-unsur lokal yang sangat penting dan memiliki nuansa tersendiri di berbagai negara, yang masih banyak perlu kami pelajari,” ujarnya. “Tidak ada yang lebih baik daripada belajar dan memahami secara langsung dari orang-orang yang benar-benar ahli di bidangnya," tambahnya. Diskusi tersebut mencerminkan ketertarikan bersama untuk mengidentifikasi berbagai bidang di mana diaspora India di Indonesia dapat terlibat lebih dekat dalam percakapan dan inisiatif global, sekaligus membawa perspektif dan pengalaman mereka sendiri ke dalam jaringan Indiaspora yang lebih luas. Tatap Keterlibatan di Masa Depan Sesi ini diakhiri dengan pertukaran gagasan terbuka di antara para perwakilan komunitas India. Kedutaan Besar India di Jakarta memainkan peran penting dalam mempertemukan beragam organisasi dan tokoh yang hadir, menyediakan ruang untuk dialog langsung serta membantu menghubungkan komunitas diaspora di Indonesia dengan jaringan global Indiaspora. Dengan nada ringan namun menunjukkan harapannya terhadap keterlibatan yang berkelanjutan, Duta Besar Chakravorty mengatakan bahwa Indonesia siap mengambil peran aktif dalam membangun hubungan dengan Indiaspora. “Apakah Indiaspora memiliki rencana untuk Indonesia atau tidak, Indonesia punya rencana untuk Indiaspora,” ucapnya. “Kami tidak akan membiarkan kalian datang ke sini lalu pergi begitu saja," terangnya. Sesi interaktif tersebut dilanjutkan dengan makan malam yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melanjutkan percakapan dalam suasana yang lebih santai. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman antara Indiaspora dan komunitas India di Indonesia, sekaligus menjajaki bagaimana koneksi dan kemitraan baru dapat berkembang di masa mendatang.

Vietnam WW 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman dan Ekosistem Pernikahan Internasional
Internasional
Selasa, 01 September 2026 | 12:06 WIB

Vietnam WW 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman dan Ekosistem Pernikahan

Ho Chi Minh City, katakabar.com - Setelah berlangsung selama dua hari di White Palace Hoang Van Thu, Vietnam Wedding Week 2026 resmi menutup rangkaian The Love City. Acara ini mempertemukan fashion pengantin, berbagai brand pernikahan, para ahli, vendor, seniman, hingga pasangan dalam satu destinasi. Digelar melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding Week 2026 dihadirkan sebagai platform pernikahan yang komprehensif dan praktis. Tak hanya menawarkan inspirasi untuk hari pernikahan, acara ini menghadirkan sebuah perjalanan bagi para pasangan untuk mengeksplorasi, merasakan langsung, bertemu, membandingkan, dan semakin dekat dengan pilihan nyata untuk salah satu momen terpenting dalam hidup mereka. Menjadi pusat dari perjalanan tersebut adalah Bridal Fashion Show 2026. Selama dua hari, tujuh desainer dan brand menampilkan tujuh visi berbeda tentang fashion pernikahan kontemporer. Kehadiran musik dan pertunjukan langsung turut mengubah runway menjadi salah satu pengalaman utama di The Love City. Terinspirasi oleh ritme sebuah kota yang terus bergerak, The Love City mengubah keseluruhan Vietnam Wedding Week menjadi sebuah perjalanan untuk menemukan berbagai kemungkinan. Setiap area dalam acara menjadi destinasi yang berbeda, masing-masing terhubung dengan tahap, kebutuhan, atau pertanyaan tertentu dalam perjalanan menuju pernikahan. Mulai dari area check-in dan runway fashion pengantin hingga zona pengalaman brand, sesi konsultasi, workshop, dan berbagai aktivitas interaktif, pengunjung diajak untuk menjelajahi sebuah ekosistem, bukan sekadar menghadiri pameran. Gaun pengantin dan setelan formal hadir berdampingan dengan brand dan layanan kecantikan, perhiasan, fotografi, venue, dekorasi, perencanaan pernikahan, F&B, perjalanan, serta berbagai layanan lain yang berkaitan dengan perjalanan menuju – dan setelah – hari pernikahan. Nilai praktis dari format ini menjadi salah satu bagian penting dari acara. Alih-alih harus berpindah dari satu sumber informasi ke sumber lainnya, para pasangan dapat melihat produk secara langsung, mengajukan pertanyaan, mendapatkan saran, membandingkan berbagai pilihan, serta bertemu langsung dengan orang-orang dan brand di balik layanan tersebut dalam satu perjalanan yang terhubung. Inspirasi pun tidak diposisikan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai awal dari proses pengambilan keputusan yang lebih terarah. Bridal Fashion Show 2026 menjadi jantung kreatif dari The Love City. Le Hoa Bridal, Lam Bridal, Minh Tuan Couture, FALVAON by Luu Viet Anh, DO LONG BRIDAL, ADAM STORE, dan LOVINE BRIDAL by Thanh Ho masing-masing membawa perspektif yang berbeda ke atas runway. Program ini menampilkan beragam bahasa fashion, mulai dari konstruksi siluet yang artistik, romantisme yang elegan, kemewahan couture, cerita yang berakar pada budaya, siluet pengantin yang sensual, menswear kontemporer, hingga interpretasi yang lebih personal tentang romansa modern. Alih-alih menghadirkan satu gambaran tunggal tentang seperti apa seharusnya seorang pengantin pria atau wanita tampil, tujuh pertunjukan tersebut justru membuka lebih banyak kemungkinan. Bagi para pengunjung, keberagaman ini mencerminkan salah satu gagasan yang lebih besar di balik Vietnam Wedding Week: setiap pasangan datang dengan cerita yang berbeda, dan fashion pernikahan kontemporer kini semakin memberi ruang bagi perbedaan tersebut. Pengalaman di atas runway semakin berkembang melalui kehadiran musik dan pertunjukan langsung. 2PILLZ bergabung sebagai Music Producer for the Runway sekaligus membawakan Special Performance, menciptakan benang emosional yang mengalir sepanjang program fashion. Pada 22 Agustus, THƠM menghadirkan warna lain melalui penampilan langsungnya di runway. Sementara itu, NAOMI melanjutkan pengalaman tersebut pada 23 Agustus. Fashion, suara, gerakan, dan tata cahaya berpadu untuk menciptakan atmosfer emosional yang berbeda di setiap presentasi. Hasilnya, runway tidak dirancang sekadar sebagai rangkaian presentasi koleksi, melainkan sebagai bagian dari pengalaman langsung yang lebih luas di The Love City. Salah satu gagasan utama di balik Vietnam Wedding Week 2026 adalah bahwa perjalanan tidak berakhir ketika para model meninggalkan runway. Setelah menemukan koleksi yang menarik atau mendapatkan inspirasi dari sebuah pertunjukan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan mereka dengan menjelajahi ekosistem yang lebih luas di sekitar mereka. Berbagai ruang brand dan sesi konsultasi membuka kesempatan bagi pengunjung untuk bergerak dari gagasan umum menuju pertanyaan yang lebih spesifik: gaya seperti apa yang paling sesuai? Layanan mana yang memenuhi kebutuhan pasangan? Siapa yang perlu mereka ajak bicara selanjutnya? Dan keputusan apa saja yang perlu dibuat sebelum hari pernikahan? Workshop dan aktivitas berbasis pengalaman menambahkan lapisan praktis lainnya dengan menghadirkan pengetahuan dari para ahli ke dalam perjalanan acara. Dengan cara ini, jarak antara melihat sesuatu yang menginspirasi dan mengambil keputusan nyata pun menjadi semakin dekat. Struktur The Love City mencerminkan visi kolaboratif di balik Vietnam Wedding Week 2026. Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, acara ini menyatukan berbagai bagian dari perjalanan pernikahan ke dalam satu platform yang saling terhubung. Fashion tetap menjadi salah satu daya tarik utama, tetapi juga berperan sebagai pintu masuk menuju pengalaman yang lebih luas. Sebuah runway show dapat membawa pengunjung menuju sesi fitting, konsultasi, percakapan dengan vendor, atau eksplorasi lebih jauh tentang seperti apa pasangan ingin pernikahan mereka terlihat dan dirasakan. Pendekatan ini memberi Vietnam Wedding Week peran yang melampaui sebuah showcase tradisional. Acara ini menjadi titik pertemuan tempat kreativitas, bisnis, keahlian, dan kebutuhan konsumen dapat saling berinteraksi dalam satu ruang. Bagi para pasangan, The Love City menawarkan sebuah tempat untuk datang dengan berbagai pertanyaan dan pulang dengan gambaran yang lebih jelas tentang berbagai kemungkinan yang tersedia. Bagi brand dan vendor, acara ini membuka peluang untuk menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan bagi mereka yang tengah aktif mempersiapkan pernikahan. Sementara bagi fashion pengantin Vietnam, program tujuh runway show menghadirkan panggung lain bagi beragam bahasa desain untuk bertemu dengan publik dan menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas tentang bagaimana pernikahan terus berubah. Couture dapat hadir berdampingan dengan menswear. Referensi budaya dapat bertemu dengan minimalisme kontemporer. Spektakel dapat berjalan bersama dengan pengalaman yang lebih intim. Dengan dukungan Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency sebagai Promotional Partners Vietnam Wedding Week 2026, acara ini juga memperluas komunikasi dan koneksinya ke jaringan kreatif dan industri yang lebih luas. Saat The Love City resmi berakhir, gagasan yang lebih besar di baliknya tetap terasa jelas: sebuah acara pernikahan dapat menjadi lebih dari sekadar tempat untuk mencari inspirasi. Ketika fashion, pengalaman, keahlian, dan pilihan praktis dipertemukan, semuanya dapat menjadi bagian dari satu perjalanan yang lebih lengkap.

Harga Emas Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517 Internasional
Internasional
Senin, 31 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah Pekan Depan, Dupoin Futures Bidik 4.517

Jakarta, katakabar.com - Prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan pekan depan diperkirakan masih menghadapi tekanan bearish. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan dominasi tren penurunan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kegagalan harga untuk melewati area resistance 4.617–4.643. Dengan momentum bullish yang belum mampu menghasilkan breakout, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan XAUUSD masih terbuka menuju support di kisaran 4.540 hingga 4.517. Secara teknikal, Dupoin Futures melihat bahwa upaya buyer untuk membawa harga emas melewati resistance sebelumnya belum menghasilkan pergerakan yang berkelanjutan. Harga sempat bergerak mendekati zona 4.617–4.643, tetapi belum mampu menembus area tersebut secara meyakinkan. Kondisi ini menunjukkan bahwa seller masih memiliki kekuatan untuk mempertahankan resistance dan menahan ruang kenaikan XAUUSD. Selama harga masih bergerak di bawah zona tersebut, Dupoin Futures menilai tekanan bearish masih menjadi skenario yang lebih dominan. Area 4.617–4.643 menjadi salah satu level teknikal yang penting untuk diperhatikan pada pekan depan. Menurut Dupoin Futures, harga perlu melewati resistance tersebut dan mampu bertahan di atasnya untuk mengubah struktur bearish yang sedang berlangsung. Jika kondisi tersebut belum tercapai, peluang harga untuk kembali bergerak turun masih cukup besar. Kegagalan breakout juga dapat mendorong trader melakukan aksi jual setelah melihat buyer tidak mampu mempertahankan momentum penguatan. Apabila tekanan jual kembali meningkat, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi menguji support pertama di sekitar 4.540. Level ini menjadi area yang perlu dicermati karena dapat menjadi titik pertemuan antara tekanan jual dan minat beli. Kalau buyer mampu mempertahankan harga di sekitar support tersebut, terdapat peluang terjadinya rebound teknikal. Namun, apabila 4.540 ditembus dengan tekanan bearish yang kuat, Dupoin Futures memperkirakan pelemahan dapat berlanjut menuju support berikutnya di 4.517. Meskipun skenario utama masih bearish, Dupoin Futures tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan arah apabila kondisi teknikal mengalami perbaikan. Salah satu sinyal yang perlu diperhatikan adalah apabila XAUUSD berhasil menembus resistance 4.643 dan mempertahankan harga di atas level tersebut. Breakout yang valid dapat mengindikasikan seller mulai kehilangan kendali dan buyer kembali mendapatkan momentum. Dalam kondisi tersebut, Dupoin Futures akan melihat adanya peluang perubahan struktur dari bearish menuju bullish. Selain faktor teknikal, perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi katalis penting bagi harga emas pekan depan. Dupoin Futures menyoroti perhatian pasar terhadap pidato Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole. Pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataan yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed), terutama ketika inflasi AS masih menjadi perhatian. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga dapat memberikan dampak langsung terhadap dolar AS dan Treasury Yield, yang kemudian berpengaruh terhadap XAUUSD. Menurut Dupoin Futures, apabila The Fed menunjukkan sikap yang lebih hawkish dan memberikan sinyal bahwa suku bunga perlu dipertahankan pada level tinggi dalam waktu lebih lama, dolar AS dan yield Treasury berpotensi mendapatkan dukungan. Situasi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi emas karena kenaikan yield meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi ini berpotensi memperbesar tekanan terhadap XAUUSD. Sebaliknya, Dupoin Futures menilai pernyataan yang lebih dovish dari pejabat The Fed dapat memberikan ruang bagi harga emas untuk kembali mendapatkan momentum positif. Jika pasar semakin yakin terhadap kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter, dolar AS dan yield dapat mengalami tekanan. Dalam skenario tersebut, emas berpotensi kembali diminati investor sehingga tekanan bearish yang terlihat secara teknikal dapat berkurang. Faktor geopolitik juga menjadi perhatian Dupoin Futures dalam melihat prospek emas pekan depan. Kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta perkembangan situasi di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Ketegangan geopolitik yang meningkat biasanya mendorong investor mencari aset safe haven, termasuk emas. Jika risiko geopolitik kembali memburuk, Dupoin Futures melihat permintaan terhadap emas dapat meningkat dan berpotensi menjadi penahan bagi koreksi harga. Apabila ketegangan AS-Iran mulai mereda dan situasi Selat Hormuz semakin stabil, permintaan safe haven berpotensi berkurang. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan XAUUSD lebih banyak dipengaruhi oleh dolar AS, Treasury Yield, serta ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Lantaran itu, Dupoin Futures menilai investor perlu mencermati perkembangan fundamental bersamaan dengan struktur teknikal sebelum menentukan strategi perdagangan. Dengan mempertimbangkan kombinasi berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures masih menempatkan skenario bearish sebagai proyeksi utama untuk harga emas (XAUUSD) pada pekan depan. Kegagalan menembus resistance 4.617–4.643 menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih cukup kuat, sementara area 4.540–4.517 menjadi target support yang perlu diperhatikan.  Dupoin Futures menilai respons harga di kedua level tersebut akan menjadi kunci untuk menentukan arah berikutnya. Selama resistance 4.643 belum berhasil ditembus secara valid, peluang XAUUSD melanjutkan koreksi masih terbuka. Di sisi lain, perubahan sentimen The Fed dan meningkatnya risiko geopolitik dapat memicu volatilitas sekaligus membuka peluang perubahan arah harga emas.

Bitcoin Menguat, Bittime Sebut Regulasi Kripto AS Jadi Perhatian Investor Internasional
Internasional
Senin, 31 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Bitcoin Menguat, Bittime Sebut Regulasi Kripto AS Jadi Perhatian Investor

Jakarta, katakabar.com - Bittime soroti penguatan Bitcoin sepekan belakangan di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat, termasuk CLARITY Act. Di tengah pasar yang dinamis, Bittime Futures memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengambil posisi Long maupun Short sesuai dengan ekspektasi pergerakan pasar. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami risiko, leverage, dan manajemen risiko dalam perdagangan Futures. Bitcoin kembali menunjukkan penguatan dalam sepekan terakhir di tengah meningkatnya optimisme terhadap arah regulasi aset kripto di Amerika Serikat. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan regulasi menjadi salah satu sentimen yang turut diperhatikan pelaku pasar. Berdasarkan data CoinMarketCap per Kamis (27/8), harga Bitcoin berada di kisaran US$80.000, menguat 2,13% dalam 24 jam dan mencapai kenaikan sekitar 11,76% dalam sepekan. Penguatan tersebut terjadi bersamaan dengan kembali menguatnya ekspektasi terhadap CLARITY Act di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump sebelumnya mendorong Kongres untuk mengesahkan versi yang dinilainya adil dari rancangan regulasi tersebut.  CLARITY Act menjadi perhatian industri karena berpotensi memberikan kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto sekaligus pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan perkembangan regulasi dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk sentimen pasar, tetapi investor tetap perlu memperhatikan dinamika makroekonomi dan perkembangan kebijakan yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto. “Penguatan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar dapat berubah dengan cepat ketika muncul perkembangan positif terkait regulasi. Namun, investor tetap perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh karena volatilitas aset kripto masih cukup tinggi,” ujar Ryan. Suku Bunga dan Regulasi AS Jadi Sentimen Perlu Dicermati Meski Bitcoin mencatat penguatan signifikan dalam sepekan terakhir, investor masih perlu mencermati sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi arah pasar kripto pada semester II 2026.  Salah satunya adalah arah kebijakan suku bunga The Fed yang tetap menjadi perhatian karena perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dapat memengaruhi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko. Selain faktor moneter, kondisi geopolitik dan ekonomi global juga masih menjadi sumber volatilitas. Ketidakpastian terkait pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta potensi perubahan kebijakan dapat mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio ketika sentimen pasar berubah. Di sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act menjadi faktor penting yang saat ini mendapat perhatian pelaku pasar. Kejelasan mengenai klasifikasi aset kripto serta pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC dinilai dapat memberikan kepastian yang lebih besar bagi industri.  Tetapi, proses legislasi yang masih berjalan membuat investor tetap perlu mencermati perkembangan kebijakan sebelum menjadikan sentimen regulasi sebagai dasar keputusan investasi. “Dalam kondisi seperti sekarang, investor perlu melihat penguatan Bitcoin bukan hanya dari pergerakan harga, tetapi juga dari faktor yang mendasarinya. Kebijakan moneter, kondisi ekonomi global, dan perkembangan regulasi masih dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat,” ucap Ryan. Strategi Investor Hadapi Pergerakan Pasar Dinamis Pergerakan Bitcoin yang cukup signifikan menunjukkan bahwa pasar aset digital dapat berubah dengan cepat mengikuti perkembangan sentimen. Dalam kondisi tersebut, investor perlu menyesuaikan strategi dengan arah pasar sekaligus memahami risiko dari setiap instrumen yang digunakan. Salah satu fitur yang tersedia di Bittime adalah Bittime Futures, yang mendukung posisi Long dan Short. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyesuaikan posisi berdasarkan ekspektasi terhadap pergerakan harga, baik ketika pasar berpotensi menguat maupun melemah. Tetapi, perdagangan Futures memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan spot, terutama karena penggunaan leverage dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian. Lantaran itu, pemahaman terhadap mekanisme Futures, pengelolaan risiko, dan kondisi pasar tetap menjadi hal penting bagi pengguna. “Bittime menilai perkembangan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan tetap dipengaruhi kombinasi antara sentimen regulasi, kebijakan moneter AS, serta kondisi ekonomi global. Investor pun perlu mencermati perkembangan tersebut secara menyeluruh, seiring pasar aset digital yang semakin terhubung dengan dinamika pasar keuangan global,” tandas Ryan.

Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD Internasional
Internasional
Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

Harga Emas Masih Volatil, Dupoin Futures Soroti Risiko Koreksi XAU/USD

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Kamis (27/8), dengan risiko koreksi yang perlu diwaspadai pelaku pasar. Analisis Dupoin Futures, harga emas atau XAU/USD pada timeframe H1 masih belum menunjukkan konfirmasi kuat untuk melanjutkan kenaikan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kegagalan harga menembus resistance utama menjadi salah satu faktor yang dapat membuka ruang bagi pelemahan dalam jangka pendek. Menurut analisis Dupoin Futures, XAU/USD saat ini masih menghadapi area resistance kuat di kisaran 4.649 hingga 4.672 dolar AS. Zona tersebut dipandang sebagai area supply yang berpotensi kembali memicu tekanan jual apabila harga tidak mampu menembusnya secara meyakinkan.  Dupoin Futures menilai selama harga belum berhasil ditutup di atas zona tersebut, momentum bullish masih belum cukup kuat untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren naik. Geraldo Kofit menjelaskan, kegagalan harga menembus resistance menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar. Dalam kondisi seperti ini, seller masih memiliki peluang untuk kembali mengambil kendali setelah harga mengalami penguatan sebelumnya. Karena itu, Dupoin Futures memperkirakan ruang koreksi masih terbuka apabila XAU/USD kembali tertahan di area 4.649–4.672 dolar AS. Dalam skenario yang diproyeksikan Dupoin Futures, apabila harga emas gagal melewati zona supply tersebut, XAU/USD berpotensi bergerak turun menuju support terdekat di level 4.583 dolar AS. Level ini menjadi area penting yang perlu diperhatikan karena dapat menentukan apakah koreksi hanya berlangsung sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Dupoin Futures menilai respons harga di sekitar support tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi arah pergerakan emas berikutnya. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sebelumnya, pelemahan dolar dan penurunan yield menjadi katalis positif yang membantu menopang harga emas. Kondisi tersebut membuat emas relatif lebih menarik karena opportunity cost untuk memegang aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Tetapi, Dupoin Futures menilai katalis tersebut kini menghadapi tantangan dari perkembangan data ekonomi AS. Salah satu perhatian utama pasar adalah data Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat yang tercatat lebih tinggi dari ekspektasi. Menurut Dupoin Futures, data inflasi yang lebih kuat dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Apabila tekanan inflasi masih persisten, peluang The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dapat meningkat, yang pada akhirnya berpotensi memberikan dukungan terhadap dolar AS dan yield obligasi. Kondisi tersebut menjadi risiko bagi harga emas. Dupoin Futures menjelaskan bahwa penguatan dolar AS biasanya memberikan tekanan terhadap komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut, termasuk emas. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi juga dapat mengurangi daya tarik emas karena investor memiliki alternatif aset yang menawarkan return. Kombinasi kedua faktor tersebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap XAU/USD apabila sentimen hawkish kembali mendominasi pasar. Perhatian investor kini beralih ke Jackson Hole yang menjadi salah satu agenda penting bagi pasar keuangan global. Menurut Dupoin Futures, pernyataan pejabat Federal Reserve dalam forum tersebut dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan emas. Pasar akan mencermati apakah komentar yang disampaikan cenderung hawkish atau dovish, terutama terkait prospek suku bunga dan perkembangan inflasi Amerika Serikat. Dupoin Futures menilai pernyataan Kevin Warsh menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar. Apabila komentar yang muncul mengindikasikan bahwa The Fed masih perlu mempertahankan kebijakan ketat untuk mengendalikan inflasi, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan terhadap emas. Sebaliknya, jika muncul sinyal dovish, tekanan terhadap dolar dan yield dapat mereda sehingga memberikan ruang bagi XAU/USD untuk kembali menguat. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih memiliki risiko koreksi pada perdagangan hari ini. Selama XAU/USD belum mampu menembus dan bertahan di atas resistance 4.649–4.672 dolar AS, Dupoin Futures melihat peluang pelemahan menuju support 4.583 masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi karena pasar masih menunggu katalis fundamental berikutnya. Bagi pelaku pasar, Dupoin Futures menyarankan perhatian khusus terhadap pergerakan harga di sekitar resistance dan support tersebut. Jika XAU/USD mampu menembus resistance secara valid, skenario bullish berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, kegagalan menembus zona supply dapat memperbesar peluang koreksi menuju 4.583 dolar AS. Dengan demikian, menurut Dupoin Futures, arah dolar AS, pergerakan yield obligasi, data inflasi, serta sinyal kebijakan Federal Reserve akan menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Harga Bitcoin Terbang 20 Persen Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama? Internasional
Internasional
Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Harga Bitcoin Terbang 20 Persen Lebih, Treasury AS Jadi Pemicu Utama?

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin melonjak signifikan dalam waktu singkat, dari level di bawah US$ 64.000 pada 19 Agustus 2026 hingga menembus US$ 79.000. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin tercatat menguat lebih dari 20 persen dalam sepekan terakhir. Lonjakan cepat ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apa yang sebenarnya mendorong reli tersebut, dan mengapa kebijakan di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat ikut berpengaruh terhadap aset kripto? Salah satu jawabannya datang dari kebijakan yang sekilas tampak jauh dari dunia kripto, yakni pembelian kembali atau buyback obligasi pemerintah AS oleh Departemen Keuangan AS. Treasury Buyback dan Sinyal Likuiditas Treasury buyback merupakan mekanisme ketika pemerintah AS membeli kembali surat utang yang telah beredar di pasar menggunakan dana tunai yang dimilikinya. Pada 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang dari US$ 2 miliar menjadi US$ 4 miliar per operasi mulai September. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga membuka peluang agar skala buyback tersebut kembali diperbesar ke depan. Kebijakan semacam ini umumnya dilakukan untuk menjaga likuiditas dan kelancaran perdagangan di pasar obligasi, terutama pada seri lama yang semakin jarang diperdagangkan. Selain itu, pembelian kembali dapat membantu meredam lonjakan imbal hasil atau yield obligasi yang terlalu tinggi, sehingga tekanan terhadap biaya utang pemerintah dan pasar keuangan dapat berkurang. Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin? Ketika pemerintah membeli obligasi dalam jumlah besar, permintaan terhadap surat utang tersebut meningkat. Harga obligasi cenderung naik, sementara yield-nya bergerak turun. Dalam kondisi seperti ini, daya tarik instrumen aman seperti Treasury dapat berkurang dibandingkan aset dengan profil risiko lebih tinggi. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pasar juga dapat membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal bertambahnya likuiditas dalam sistem keuangan. Secara historis, kondisi likuiditas yang lebih longgar kerap menjadi sentimen positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin. "Kebijakan ini menurunkan imbal hasil obligasi yang sempat melonjak tajam, dan pasar membacanya sebagai sinyal ekspansi likuiditas, yang secara historis selalu direspons positif oleh BTC," ujar Yudho dalam pernyataan tertulis, Rabu (26/8) lalu. Optimisme pasar semakin kuat karena pada hari yang sama dengan pengumuman buyback tersebut, Presiden AS, Donald Trump, juga menjamu sejumlah eksekutif industri kripto di Gedung Putih. Kombinasi faktor likuiditas dan sinyal politik itu menambah ekspektasi positif terhadap arah kebijakan AS terhadap aset digital. Meski demikian, Yudho menekankan bahwa Treasury buyback bukan satu-satunya alasan di balik lonjakan Bitcoin hingga melampaui US$ 79.000. Reli kali ini didorong oleh beberapa faktor yang terjadi hampir bersamaan. Salah satunya adalah short squeeze di pasar derivatif. Ketika Bitcoin menembus rentang US$ 65.000-US$ 72.000, sejumlah besar posisi short atau taruhan terhadap penurunan harga mulai terlikuidasi secara paksa. Nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 3 miliar hingga US$ 6,4 miliar dalam beberapa hari, yang disebut menjadi salah satu gelombang likuidasi terbesar sejak November 2021. Karena mayoritas posisi yang ditutup merupakan taruhan bearish, proses likuidasi justru menciptakan tekanan beli tambahan dan mempercepat kenaikan harga Bitcoin. Dorongan berikutnya datang dari investor institusional. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk harian sebesar US$ 517 juta pada 19 Agustus 2026, tertinggi sejak awal Mei. Lonjakan inflow tersebut menunjukkan minat institusi terhadap Bitcoin kembali meningkat. Reli Kencang, Risiko Koreksi Ikut Membesar Di balik optimisme tersebut, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek. Data internal FLOQ, mencatat Bitcoin sempat kesulitan menembus area resistance di sekitar US$ 79.400-US$ 81.000. Pada saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) harian telah memasuki zona overbought, yang menunjukkan kenaikan harga berlangsung sangat cepat dan mulai rentan terhadap aksi ambil untung. "Diperkirakan koreksi wajar ke kisaran US$ 75.000-76.000 usai kenaikan secepat ini, bahkan ada yang mewaspadai potensi penurunan lebih dalam ke US$ 67.000-70.000 jika tekanan jual meningkat," jelas Yudho. Sinyal kehati-hatian juga terlihat dari pasar futures Bitcoin yang berada dalam kondisi backwardation, yakni ketika harga kontrak berjangka berada di bawah harga spot. Menurut Yudho, kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa sebagian aktivitas pembelian belakangan ini merupakan strategi basis trade, bukan sepenuhnya taruhan bullish terhadap kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang. Jackson Hole Jadi Ujian Berikutnya Setelah reli tajam dalam beberapa hari terakhir, perhatian pasar kini beralih ke kebijakan moneter AS. Investor akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada 27-29 Agustus 2026. Penampilan tersebut menjadi salah satu agenda penting karena merupakan kehadiran perdananya dalam forum itu sebagai Ketua The Fed. Nada yang disampaikan Warsh, apakah cenderung dovish, netral, atau hawkish, berpotensi menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek. Pasar juga akan menghadapi sejumlah agenda penting lain pada September, mulai dari voting RUU Clarity Act pada 15 September hingga keputusan suku bunga The Fed pada 16 September. Kenaikan Bitcoin hingga menembus US$ 79.000 tidak dapat dijelaskan oleh satu faktor saja. Treasury buyback memberikan dorongan dari sisi likuiditas, tetapi reli tersebut juga diperkuat oleh short squeeze, masuknya dana institusional, serta optimisme terhadap arah kebijakan AS. Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar mengapa Bitcoin naik, tetapi apakah kombinasi katalis tersebut cukup kuat untuk mempertahankan momentum di atas US$ 79.000, atau justru membuka ruang bagi koreksi setelah reli yang begitu cepat.