Yahya Siregar
Penulis

Yahya Siregar

Berita dipublish
1,088
Terakhir update
Jumat, 04 Sep 2026
Dummy P01
Membangun di Tengah Kendala Fiskal: Dua Proyek Ikonik Rohul Siap Sambut MTQ Riau 2027 Riau
Riau
Jumat, 04 September 2026 | 18:11 WIB

Membangun di Tengah Kendala Fiskal: Dua Proyek Ikonik Rohul Siap Sambut MTQ Riau 2027

Rokan Hulu, katakabar.com - Ketika banyak daerah mulai menahan langkah akibat bayang-bayang efisiensi anggaran, Kabupaten Rokan Hulu justru melangkah maju. Di bawah kepemimpinan Sosok Anton dan Syafaruddin Poti, Pemkab Rohul membuktikan: keterbatasan bukan penghalang untuk mewujudkan pembangunan yang nyata dan bermanfaat luas. Di kawasan strategis Pasir Pengaraian, dua proyek besar kini berdiri tegak dalam proses pembangunan jadi bukti setiap rupiah APBD diarahkan bukan sekadar membangun tembok dan lantai, melainkan membangun harapan masyarakat. Wajah Baru Purna MTQ: Sambut Ajang Akbar Provinsi Di kompleks Purna MTQ, suasana riuh pembangunan tak luput dari pandangan siapa pun yang melintas. Tribun yang selama ini menjadi saksi lantunan ayat suci Al Quran kini tengah diremajakan kembali. Rehabilitasi menyeluruh sedang berlangsung: dinding yang mulai usang diperindah, kusen dan pintu diganti, plafon dan lantai diperbarui, hingga sistem kelistrikan dan sanitasi dibenahi dari akar. Proyek yang dikerjakan CV Raazy dengan pengawasan CV Busamo Engineering ini bernilai Rp911.600.507, murni dari keringat rakyat melalui APBD Kabupaten Rokan Hulu tahun 2026. Lebih dari sekadar cat baru dan bangunan kokoh, perbaikan ini adalah persiapan hati dan wajah Rohul menyambut amanat besar sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Riau tahun 2027. Dataran Tinggi Pematang Baih: Ruang Rakyat yang Kini Semarak Tak jauh dari sana, di kawasan Dataran Tinggi Pematang Baih, wajah baru ruang publik mulai terbentuk. Ini bukan sekadar proyek perbaikan lapangan, ini adalah hadiah bagi warga Pasir Pengaraian untuk hidup lebih sehat, lebih bahagia. Lapangan diperlebar, sistem drainase dipastikan lancar, dan yang paling dinanti: jogging track baru yang melingkari area terbuka. Proyek senilai Rp1.160.385.487 yang digarap CV Jihan Satahi di bawah pantauan CV Duta Riau Konsultan mengubah wajah kawasan ini menjadi ruang hidup yang ramah bagi semua usia. Pagi hingga sore, warga kini punya tempat berkumpul, bergerak, dan bernapas segar bersama keluarga. "Kalau fasilitas olahraga tersedia dan nyaman, masyarakat juga lebih terdorong untuk berolahraga. Harapannya nanti bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat," ujar Adi 42 tahun, warga setempat yang menyambut gembira perubahan itu. Kehadiran ruang terbuka yang tertata rapat pun membawa berkah lain. Bismar (50), pelaku UMKM yang sehari-hari berdagang di sekitar kawasan, melihat peluang cerah: "Kalau kawasan ini semakin ramai karena masyarakat datang berolahraga atau melakukan aktivitas lainnya, tentu kami sebagai pedagang ketiban dampak positif dan meningkatnya perputaran nilai ekonomi. Pembangunan yang tak hanya menyehatkan raga, tapi juga menggerakkan roda ekonomi kecil-kecilan warga," ceritanya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Taufik Kurniawan, ST., M.Si., menegaskan komitmen waktu. Kedua proyek ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun 2026. "Diharapkan target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Tentunya pelaksanaan pekerjaan tetap mengacu pada spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan," tegasnya saat ditemui, Jumat (4/9). Bagi Pemkab Rohul, pembangunan ini bukan sekadar selesai dan usai. Fasilitas yang dibangun dirancang untuk bertahan lama dan hidup terus bersama masyarakat, bahkan setelah panggung MTQ 2027 usai diturunkan. Tribun Purna MTQ tetap menjadi rumah lantunan ayat suci, dan Pematang Baih tetap menjadi paru-paru kota tempat warga bernapas dan bergerak. Di tengah desakan efisiensi anggaran yang melanda daerah-daerah, langkah Rohul menjadi pembeda. Bukan berhenti membangun, melainkan memilih membangun apa yang paling dirasakan rakyat. • Rp911 juta untuk memperkokoh nilai luhur dan keagamaan. ​ • Rp1,16 miliar untuk menyehatkan tubuh dan mempererat silaturahmi warga. Dua angka, dua tujuan mulia, satu semangat: membangun Rohul bukan untuk sesaat, tapi untuk generasi mendatang. Di sinilah letak kebijakan yang bijaksana — setiap rupiah yang dipotong dari satu sisi, diarahkan ke sisi lain yang paling terang benderang manfaatnya. Bila tahun 2027 tiba nanti, tamu dari segenap penjuru Riau bakal datang. Mereka tak hanya melihat tribun megah dan lapangan indah. Mereka akan melihat wajah Rohul yang ramah, masyarakatnya yang sehat, dan pemerintahannya yang tak lelah berjuang meski di tengah jalan terjal.

Polres Rohul Bongkar Gudang Narkoba, PJI Tegaskan Pers Mitra Setia Perangi Narkotika Hukrim
Hukrim
Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Polres Rohul Bongkar Gudang Narkoba, PJI Tegaskan Pers Mitra Setia Perangi Narkotika

Rokan Hulu, katakabar.com - Di balik deretan angka yang mencatat kemenangan demi kemenangan, tersembunyi kisah perjuangan tak kenal lelah di garis terdepan melawan musuh paling berbahaya yang senantiasa mengintai masa depan generasi bangsa. Perang besar melawan narkotika di tanah Rokan Hulu bukan lagi sekadar urusan aparat penegak hukum semata; kini ia menjelma gerakan bersama yang semakin kokoh, di mana suara pers yang independen, serta pengawasan masyarakat yang kian peka turut menyatu menjadi benteng kokoh penjaga keselamatan bersama. Langkah tegas Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu yang berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika berskala besar di wilayah Kecamatan Rambah, Rabu (19/8) sore lalu, menjadi bukti nyata keseriusan aparat berbanding lurus dengan kepercayaan serta partisipasi aktif masyarakat. Berawal dari informasi warga yang disambut cepat dan teliti, petugas yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba, Iptu Dendy Gustianto, S.H., M.H., menyisir sudut-sudut tersembunyi di sebuah kediaman di Desa Babussalam, hingga akhirnya menjatuhkan tegas bagi siapa pun yang berani bermain di jalur gelap. Hasil pengungkapan itu sungguh mencengangkan sekaligus menyadarkan kita betapa nyatanya bahaya yang mengancam di depan mata, yakni 10 paket sabu dengan berat kotor mencapai 1,03 kilogram, ditambah 246 butir pil ekstasi yang siap disebarkan ke berbagai penjuru. Barang haram itu ternyata bukan sekadar untuk dikonsumsi sendiri, melainkan bagian dari arus besar jaringan lintas wilayah yang mengancam merembet ke pelosok desa-desa. Turut pula diamankan perlengkapan pengemasan, alat timbangan, hingga kendaraan bermotor yang diduga dipakai sebagai sarana penyaluran racun mematikan. Tersangka yang berinisial A alias J mengakui pasokan barang terlarang itu diperoleh dari seseorang yang berada di wilayah Sumatera Utara — menandakan ancaman ini merayap melintasi batas administratif, menyusup diam-diam bagai racun yang tak tampak batasnya. Di tengah gelombang pengungkapan yang membanggakan sekaligus memprihatinkan inilah, dukungan dari kalangan insan pers hadir bukan sekadar sebagai penonton atau pelapor berita semata. Atas arahan tegas Ketua DPC PJI Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman, melalui Sekretaris DPC PJI Rohul, Syukri, menyampaikan secara resmi komitmen organisasi tersebut: "Kami atas nama Persatuan Jurnalis Indonesia DPC Kabupaten Rokan Hulu menyatakan dukungan penuh dan siap berdiri berdampingan bersama aparat penegak hukum dalam pemberantasan narkoba di daerah ini. Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjadi mitra setia yang mengawal transparansi setiap langkah penegakan hukum, mengungkapkan fakta apa adanya, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan peduli. Kami memastikan perang terhadap narkoba ini berjalan konsisten, menyentuh hingga ke akar jaringannya, dan tidak terhenti di permukaan saja," kata Syukri, Jum'at (28/8). Pernyataan tegas itu menjadi jembatan penting antara keberhasilan di lapangan dan kepercayaan publik yang senantiasa dijaga. Sebab, tanpa informasi yang jujur dan transparan, masyarakat sulit ikut menjaga lingkungannya sendiri — dan di sinilah peran pers menjadi sangat krusial. Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra, telah berulang kali menegaskan tidak akan ada ruang kosong sedikit pun bagi pengedar untuk bernapas dan berkembang di wilayah hukumnya. Dan data yang tercatat di meja kerjanya berbicara sangat gamblang serta serius: sejak awal tahun 2026 hingga tanggal 24 Agustus lalu, sebanyak 188 perkara narkotika berhasil diungkap dengan 233 tersangka, serta barang bukti senilai miliaran rupiah diamankan. Polisi kini tidak lagi sekadar menjerat para pemakai di ujung rantai, tetapi bergerak maju menembus lapisan pengedar, kurir, hingga sumber pemasok yang menjadi otak utama perputaran racun tersebut. Angka-angka itu bukan sekadar deretan statistik dingin. Di balik setiap angkanya terselamatkan ratusan nyawa, terhindar masa depan pemuda dari kehancuran, serta terjaga kehormatan keluarga di setiap sudut Kabupaten Rokan Hulu. Namun, perjalanan masih jauh dan medan belum sepenuhnya aman. Ancaman ini terus berubah wajah, berpindah jalur, dan mencari celah baru. Lantaran itu, pertempuran besar ini tak boleh berhenti. Aparat kepolisian akan terus menyisir tanpa kenal lelah, insan pers akan terus mengawal setiap langkah dengan pena kebenaran, dan masyarakat luas diajak tak segan-segan berbagi informasi serta waspada terhadap lingkungan sekitar. Sebab, memutus mata rantai kejahatan narkotika ini tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan satu pihak saja tetapi ia membutuhkan kesatuan hati yang bulat: tangan aparat menindak tegas, pena pers menyuarakan jujur, dan mata masyarakat tetap terjaga kewaspadaannya. Hanya dengan bergandengan tangan, Rokan Hulu berjuluk "Negeri Seribu Suluk' dapat benar-benar melangkah bebas dari bayang-bayang gelap yang mengancam di balik tembok narkoba

Raih Gelar Insinyur, Fachruddin Siregar Dipuji PII Riau Riau
Riau
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:54 WIB

Raih Gelar Insinyur, Fachruddin Siregar Dipuji PII Riau

Pasir Pengaraian, katakabar.com -  Sebuah pencapaian bermakna baru menghiasi perjalanan pengabdian di bidang pembangunan wilayah dan tata kelola permukiman. Fachruddin Siregar, ST., M.T., yang sehari‑hari mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rokan Hulu, kini resmi menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.). Gelar itu disematkan saat ia diwisuda dalam Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Jambi, berlangsung khidmat di Kampus Mendalo Indah pada Kamis (27/8). Kabar bahagia ini langsung disambut apresiasi hangat sekaligus harapan besar dari jajaran pimpinan profesi keteknikan di daerah. Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Riau, Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat yang tulus dan mendalam. Bagi beliau, diraihnya gelar ini bukan sekadar penambahan huruf di depan nama melainkan bukti tuntasnya perjalanan membuktikan keahlian, pemahaman etika, serta kesanggupan menerapkan ilmu ke dalam dunia nyata. “Selamat dan sukses kepada Ir. Fachruddin Siregar, ST., M.T. atas diraihnya gelar Insinyur ini. Ini adalah pencapaian yang membanggakan—bagi dirinya, keluarga, lingkungan kerja, maupun bagi seluruh keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia, terutama di wilayah Provinsi Riau,” ujar Ir. Ulul Azmi dengan nada bangga dan penuh pengharapan. Ia menjelaskan gelar Insinyur membawa makna yang jauh melampaui pengakuan akademik. Menjadi seorang insinyur berarti memikul tanggung‑jawab untuk tak sekadar menguasai rumus atau cetak biru, melainkan mampu merancang jalan keluar, melahirkan pembaruan gagasan, serta mewujudkan karya yang sungguh‑sungguh berguna dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat luas. “Peran insinyur sangatlah sentral, menjadi tulang punggung terwujudnya pembangunan yang kokoh sekaligus berkelanjutan. Semakin bertambah jumlah tenaga ahli yang berkelayakan, beretika, dan berjiwa pengabdi seperti ini, maka semakin kaya pula gagasan serta solusi yang bisa kita hadirkan guna menjawab tantangan kemajuan daerah kita,” jelasnya. Kini, pengakuan resmi atas kompetensi Fachruddin Siregar datang tepat di saat ia sedang memegang peranan penting mengelola tata ruang, hunian warga, serta pengembangan kawasan di jantung Rokan Hulu. Latar belakang ilmu yang diperdalamnya, ditambah tanggung‑jawab jabatan yang diembannya, seolah membentuk pasangan kekuatan yang saling melengkapi: menjamin setiap rencana yang digarap berlandaskan ilmu yang mumpuni, tata kelola yang benar, serta pandangan jauh ke depan demi kesejahteraan warga Rokan Hulu. “Kami berharap semoga pencapaian ini menjadi awal kekuatan baru—mempertegas semangat profesionalisme, senantiasa menjaga kehormatan profesi setinggi‑tingginya, serta makin banyak mewujudkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Rokan Hulu, seluruh Provinsi Riau, hingga bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tambah Ketua Wilayah PII Riau menutup pernyataannya. Peristiwa ini sekaligus melukiskan satu semangat yang terus diperjuangkan organisasi: membangun insan keahlian teknik yang tak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga kokoh hatinya, siap berdiri di garis depan menjawab kebutuhan pembangunan daerah kita di masa kini maupun masa yang akan datang.

Alreza Ahyu: Langkah-langkah Baru Membangun Pendidikan Sejalan Visi Bupati dan Wakil Bupati Rohul Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:31 WIB

Alreza Ahyu: Langkah-langkah Baru Membangun Pendidikan Sejalan Visi Bupati dan Wakil Bupati Rohul

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan ke dalam kepala anak‑anak tetapi ia adalah cara kita mewariskan jati‑diri, martabat, harapan, serta arah masa depan tanah tempat kita berpijak. Di bawah arahan kuat serta dukungan penuh Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., dan Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M. bertekad menjadikan kemajuan ilmu pengetahuan berjalan beriringan bersama kearifan lokal dan pembentukan jiwa manusia seutuhnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) kini bergerak maju dengan rencana kerja yang teratur, peduli, transparan, serta tegas memegang amanat rakyat dipimpin Kepala Dinas Al Reza Ahyu, S.E., M.Si., Ak. yang memadukan ketegasan peraturan dengan kepekaan hati masyarakat. Langkah‑langkah yang kini digulirkan menyentuh sisi kehidupan sekolah secara menyeluruh: mulai dari menjaga napas dan kesehatan anak didik, memastikan setiap rupiah bantuan datang tepat sasaran, membersihkan gerbang penerimaan siswa dari segala noda pungutan maupun percaloan, hingga menanamkan kembali akar budi pekerti, iman, dan semangat berkemasyarakatan yang menjadi ciri khas “Negeri Seribu Suluk” nama lain dari Rokan Hulu. Ketika asap kebakaran hutan dan lahan mulai menyelimuti langit ancaman yang kerap datang tanpa diundang, Disdikpora segera bertindak cepat dan terukur. Melalui Surat Edaran Nomor 300.2.1/DISDIKPORA‑Set/1, masa pembelajaran dialihkan sementara waktu menjadi sistem jarak jauh atau pembelajaran daring, berlaku 26 hingga 28 Agustus 2026, agar tak ada satu pun murid yang terpaksa menghirup udara berbahaya demi mengikuti pelajaran. Tetapu kepedulian tak berhenti sekadar mengubah cara belajar: gizi anak tetap menjadi prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan penuh dengan pengaturan yang memudahkan para orang tua mengambil pangan yang sudah disiapkan sekolah lewat koordinasi sederhana, sehingga manfaat program negara ini tetap sampai ke meja makan anak‑anak meski mereka belajar dari rumah. “Kita tidak boleh membiarkan pelajaran terhenti, dan kita juga tak boleh membiarkan perut anak kita kosong,” kata Kadisdikpora Rokan Hulu Alreza Ahyu. Semangat yang tercermin di sini persis sejalan arahan Bupati Anton: pelayanan harus peka, cepat, dan tak menyulitkan rakyat. Di balik kemajuan sekolah terdapat hal yang sederhana namun sangat menentukan nasib ribuan ruang belajar: kebenaran data. Menjelang penutupan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus 2026, seluruh jajaran sekolah diminta memeriksa ulang satu‑persatu: jumlah murid, tenaga pendidik, sarana prasarana hingga kelengkapan dokumen kemajuan belajar. Ini bukan sekadar urusan administrasi rutin, sebab data Dapodiklah yang menjadi dasar perhitungan seluruh alokasi anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2027. “Setiap angka harus jujur, setiap nama harus benar ada, karena itu adalah uang yang dipercayakan rakyat untuk masa depan anak‑bangsa. Sesuai semangat tata kelola bersih yang terus didengungkan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, apa yang kita catat harus benar, apa yang kita rencanakan harus jelas, dan apa yang kita terima harus kita pertanggung‑jawabkan lurus di hadapan rakyat," jelasnya. Kemudian kata Reza, pendidikan adalah hak setiap anak bukan milik siapa yang paling kaya, paling berpengaruh, atau paling banyak kenalan. Untuk itu, menyambut Tahun Ajaran baru, seluruh jajaran pemimpin sekolah dan petugas penerimaan murid baru telah menandatangani Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bersih. Janji tertulis ini bermakna besar: penerimaan siswa akan berjalan murni berdasarkan ketentuan aturan, tanpa pungutan apa pun, tanpa jalur tersembunyi, tanpa bisa digeser oleh pengaruh jabatan, kerabat, maupun tokoh masyarakat, siapa pun itu. “Gerbang sekolah terbuka lebar untuk setiap anak yang berhak masuk, ditutup rapat bagi siapa pun yang ingin membelokkan keadilan,” prinsip ini sejalan dengan komitmen bersama Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti: membangun pemerintahan yang jujur, membuka peluang setara bagi semua orang, dan menghapus kebiasaan lama yang membebani maupun merugikan warga. Di tengah arus zaman yang makin cepat berubah, ada hal yang tak boleh berubah: kebaikan hati, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kebersamaan dan semangat pengabdian yang menjadi warisan leluhur kita. Dua langkah besar kini mulai dijalankan serentak: pertama, melalui arahan yang bersumber dari Surat Edaran Bupati, seluruh satuan pendidikan jenjang SD maupun SMP negeri maupun swasta mulai melaksanakan kegiatan keagamaan: melaksanakan Shalat Dhuha serta Shalat Zuhur berjamaah di lingkungan sekolah. “Kita membangun kecerdasan otak, namun jangan lupa membangun kemuliaan hati,” ucapnya dengan semangat di balik kebijakan ini. Kedua, Pendidikan Kepramukaan kini resmi menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib berlaku di seluruh jenjang sekolah, diperkuat dengan rutinitas apel setiap hari Rabu serta kebangkitan Gugus Depan yang sempat berhenti bergerak. Langkah ini sejalan langsung dengan amanat baru Al Reza Ahyu sendiri yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Rokan Hulu. “Di sini anak tak sekadar belajar melipat bendera atau mendirikan tenda mereka belajar saling peduli, disiplin, mandiri, mencintai tanah air, serta siap bergotong‑royong membantu sesama tanpa diminta,” terangnya, sesuai cita‑cita pemimpin daerah: agar anak kelak tumbuh menjadi orang pandai sekaligus berjiwa besar, berpikiran luas namun tetap menginjak bumi dan mengingat asal‑usulnya. Dari menjaga udara yang dihirup murid hingga menjaga kejujuran angka di atas kertas; dari memastikan makanan bergizi hingga ke perut murid hingga memastikan hati mereka tumbuh lembut, beriman, dan gagah berani kebijakan‑kebijakan yang sedang berjalan ini bukan sekadar daftar tugas rutin dinas semata. Ia adalah cerminan keinginan besar: bahwa di bawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti, serta pengelolaan pendidikan yang dipimpin Al Reza Ahyu, Rokan Hulu tak sekadar ingin mencetak murid yang pandai ujian melainkan generasi yang tahu siapa dirinya, percaya diri, jujur, peduli lingkungan, saling menghormati, serta siap pulang dan membangun kampung halamannya sendiri menjadi negeri yang makmur, damai, dan terhormat. "Semua ini tak sempurna dalam sekejap mata—namun arahnya harus benar, jalannya harus lurus, dan langkahnya sudah pasti: bersama pemerintah yang peduli, kita tegas sekaligus terbuka, tenaga pendidik yang berjuang tanpa kenal lelah, serta dukungan kita semua—masa depan anak‑anak “Negeri Seribu Suluk” sedang kita rajut bersama, benih‑demi‑benih, hari‑demi‑hari," tandasnya.

Dikomandoi Mohammad Aidi, Demokrat Rohul Gelar Kerja Bakti dan Salurkan Sembako di Pasir Pengaraian Politik
Politik
Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Dikomandoi Mohammad Aidi, Demokrat Rohul Gelar Kerja Bakti dan Salurkan Sembako di Pasir Pengaraian

Rokan Hulu, katakabar.com - Sempena Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 25 Partai Demokrat, DPC Kabupaten Rokan Hulu realisasikan arahan Ketua Umum PD, Agus Harimurti Yudhoyono lewat pelaksanaan program unggulan “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri”: sebuah gerakan luas merawat lingkungan, sekaligus mempererat kebersamaan, dan kepedulian nyata terhadap masyarakat. Berlangsung Jumat (21/8), puluhan hingga ratusan elemen berkumpul untuk menggelar kerja bakti menyeluruh di kawasan Pemakaman Umum Kampung Bukit, Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah. Kegiatan bersih‑bersih merapikan lingkungan ini bukan saja seremonial, melainkan perwujudan prinsip, yakni kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam dan kenyamanan bersama. Hadir memeriahkan kegiatan, meliputi Bupati Rokan Hulu dua periode, sekaligus Anggota DPR RI, Drs. H. Achmad, M.Si, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, Bung Eka Buana, unsur Bappilu Riau, Deni Saputra, Anggota DPRD Provinsi Riau, Hj. Magdalaini, jajaran pengurus DPC, serta Fraksi Demokrat, Wakil Ketua DPRD Rokan Hulu sekaligus Plt Ketua DPC, Mohammad Aidi, S.H. beserta pengurus PAC, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda, pelajar, petugas kebersihan berjumlah keseluruhan 275 orang. Mohammad Aidi menyampaikan Gerakan Langit Birui Indonesia Asri hanyalah awal dari rentetan aksi yang terus digulirkan: “Kami juga telah menyiapkan donor darah, perayaan meriah HUT RI ke‑81 dan berbagai kegiatan lain yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujarnya. “Inti dari gerakan ini adalah komitmen kita: pembangunan tidak boleh merusak lingkungan hidup. Seperti yang kita lakukan hari ini merawat dan membersihkan tempat pemakaman umum milik kita semua adalah bukti bahwa kita peduli, kita turun ke lapangan, bekerja bersama‑sama,” tegas Mohammad Aidi. Di momen penuh kebersamaan ini, Anggota DPR RI, Dr. H. Achmad, M.Si turut menyerahkan bantuan berupa 150 paket sembako untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan agar kehadiran Partai Demokrat benar‑benar dirasakan meringankan beban dan menegaskan perhatian nyata kepada rakyat. “Semoga gerakan sederhana namun mulia ini kembali membangkitkan semangat gotong‑royong. Kebersihan lingkungan, kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal adalah tanggung jawab kita bersama, dan Partai Demokrat ingin selalu berada di barisan paling depan mewujudkannya,” harapnya. Sedang, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Riau, Bung Eka Buana, mengapresiasi antusiasme seluruh unsur di Rokan Hulu. “Gerakan Langit Birui Indonesia Asri adalah program yang digulirkan secara nasional bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke‑25 Partai Demokrat. Seluruh pengurus dan kader diminta benar‑benar turun ke tengah masyarakat, mendengar apa yang dibutuhkan, hadir menyelesaikan masalah bersama bukan sekadar berdiri dan berbicara,” pesannya. “Mari kita pertahankan semangat ini: semakin dekat ke rakyat, semakin nyata karya kita,” ajak Bung Eka Buana disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Peringatan HUT PJI Rohul ke 28: Resmikan Sekretariat Baru Teguhkan Komitmen Jaga Marwah Pers Serba Serbi
Serba Serbi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Peringatan HUT PJI Rohul ke 28: Resmikan Sekretariat Baru Teguhkan Komitmen Jaga Marwah Pers

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan selimuti peringatan HUT ke‑28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Rokan Hulu ke 28, di kawasan Jalan Hang Tuah Wonosari Barat, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Kamis (20/8). Momen bersejarah ini sekaligus menjadi peresmian Sekretariat DPC PJI Rokan Hulu sebuah wadah yang kini berdiri megah, dan disebut sebagai yang terindah dalam sejarah organisasi pers di daerah ini. Acara berjalan khidmat dan dihadiri jajaran pejabat tinggi serta tokoh lintas elemen masyarakat. Hadir langsung mewakili Bupati Rokan Hulu Anton, ST., MM., Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. H. Yusmar, M.Si. Turut hadir Ketua DPRD Rokan Hulu, Hj. Sumiartini, Kepala Kantor Jaksa Agung Rokan Hulu, Kepala Dinas Kominfo, Kapolres Rokan Hulu, Dandim, Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Sekretaris Dinas Pendidikan Mawardi (mewakili Kepala Dinas Pendidikan Al Reza Ahyu), tokoh masyarakat, warga sekitar, mahasiswa, serta insan‑pers dari berbagai organisasi media se Kabupaten Rokan Hulu. Sekretariat Megah Langkah Awal Lebih Bermartabat Sekdakab Rokan Hulu, Drs. Yusmar, M.Si., menyampaikan apresiasi yang luar biasa sekaligus pesan selamat dari Bupati Anton atas bertambahnya usia PJI menjadi ke 28 tahun. Ia menegaskan keberadaan gedung sekretariat yang baru saja diresmikan ini bukanlah bangunan biasa karena keindahannya belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah pergerakan pers di Rokan Hulu. “Saya sangat mengapresiasi keberadaan PJI Kabupaten Rokan Hulu. Gedung ini sangat megah dan mewah belum pernah ada sejarahnya peringatan hari ulang tahun organisasi pers di Rokan Hulu terlaksana dengan sebaik ini,” ujar Yusmar disambut tepuk tangan hadirin. Ia juga menyoroti tema yang diusung: peningkatan marwah profesi wartawan. “Hal ini sangat kita butuhkan. Dengan adanya wadah yang representatif ini, semoga makin meninggikan derajat wartawan dalam menyampaikan informasi yang benar, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas terutama mendukung pemerintah bersama‑sama menggerakkan Rokan Hulu menuju kemajuan yang berkelanjutan," jelasnya. Yusmar melanjutkan, semangat yang dimiliki PJI sangat selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. “Kita satu tujuan: membangun daerah ini menjadi lebih baik. Semoga kebersamaan yang terjalin erat antarwartawan, khususnya yang tergabung dalam PJI, makin berkontribusi besar demi kemajuan pembangunan dan terjaganya kebenaran informasi di tengah masyarakat," ujarnya. Bukan Sekadar Gedung Melainkan Rumah dan Wadah Pengabdian Ketua DPC PJI Rokan Hulu, Sudirman akrab disapa Bung Eman, menyampaikan perasaan syukur dan harapan besar atas terlaksananya acara ini di lokasi sekretariat yang baru. Baginya, hari ini bukan sekadar merayakan usia organisasi atau meresmikan tembok dan atap baru. “Bagi kami, hari ini bukan sekadar momentum peresmian sebuah gedung atau sekretariat. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat keberadaan PJI di Kabupaten Rokan Hulu, sekaligus meneguhkan komitmen kami untuk terus menjaga marwah profesi jurnalistik,” kata Bung Eman dengan nada tulus dan mantap. “Di usia yang ke 28 tahun ini, PJI harus terus hadir sebagai organisasi yang mendorong setiap anggotanya untuk bekerja secara profesional, independen, berintegritas tinggi, dan bermartabat. Wartawan bukan sekadar menyampaikan kabar tetapi ia memiliki tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat: menghadirkan berita yang benar, berimbang, telah diverifikasi kebenarannya, dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” terangnya. Ia berharap gedung yang berdiri di alamat ini benar‑benar menjadi tempat yang hidup: “Sekretariat DPC PJI Rokan Hulu di Jalan Hangtuah ini hendaknya menjadi rumah bersama bagi seluruh insan pers. Rumah untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, membangun solidaritas, meningkatkan kemampuan diri, dan bersama‑sama melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas, tajam, dan tetap menjunjung tinggi kebenaran,” bebernya. Penuh Kebaikan: Berbagi untuk Sesama Kegiatan yang sarat makna ini juga ditutup dengan semangat kepedulian yang tulus. Sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kebahagiaan, PJI Rokan Hulu menyerahkan bantuan kepada anak‑anak yatim berupa 20 paket yang berisi beras, minyak goreng, serta sumbangan dana. Hal ini sebuah pengingat kemerdekaan profesi dan keberhasilan organisasi seharusnya senantiasa dibarengi dengan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dengan berakhirnya acara ini, tersemat harapan yang kuat gedung sekretariat yang megah ini bukan sekadar simbol kemegahan fisik, melainkan benteng tempat insan‑pers Rokan Hulu saling menguatkan, memperteguh prinsip, dan menjadikan pers yang makin dipercaya, makin bermanfaat, dan makin mencintai daerahnya sendiri.

Terbang ke Cibubur, Bupati Rohul Bawa Semangat Pramukadi Panggung Jambore Nasional XII Nasional
Nasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:07 WIB

Terbang ke Cibubur, Bupati Rohul Bawa Semangat Pramukadi Panggung Jambore Nasional XII

Jakarta, katakabar.com - Di bawah langit Jakarta yang cerah, semangat ribuan pramuka dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Pertengahan Agustus 2026, tiga hari jelang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI menjadi hari bersejarah saat Jambore Nasional (Jamnas) XII sekaligus Peringatan Hari Pramuka ke 65 resmi dibuka di Lapangan Utama Buperta. Dan di tengah kerumunan itu, nama Rokan Hulu turut hadir membawa harapan besar, lewat sosok Bupati Anton, ST., MM. Bukan sekadar pejabat daerah, Bupati Anton hadir selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Rokan Hulu. Ia tak datang sendirian; didampingi Ketua Kwarcab Rokan Hulu, Alreza Ahyu, S.E., M.Si., Ak., Sekretaris Kwarcab, Budimin, S.Sos., serta jajaran pengurus dan andalan lainnya. Kehadiran mereka adalah bukti nyata: pembinaan generasi muda bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab besar yang dijunjung tinggi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Pembukaan agung ini dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus unsur Mabinas Gerakan Pramuka, Kak Erick Thohir. Di hadapan ribuan peserta, ia membacakan amanat tertulis Presiden Prabowo Subianto yang menyentuh hati: di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perubahan zaman, peran Gerakan Pramuka justru semakin dibutuhkan oleh bangsa ini. “Saya percaya Indonesia membutuhkan Pramuka lebih dari sebelumnya. Pramuka yang kuat, aktif, menjadi tempat anak-anak tumbuh, belajar bekerjasama, dan berbuat nyata bagi sesama,” bunyi pesan Presiden RI bergema di lapangan luas itu. Lebih dalam lagi, Kepala Negara mengingatkan Pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan di sekolah. Ia adalah ladang pembentukan karakter—tempat disiplin, gotong royong, kepedulian, dan cinta tanah air ditempa lewat pengalaman nyata, bukan sekadar teori di dalam ruangan tertutup. “Karakter tidak lahir dalam semalam. Ia butuh latihan, pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung,” tegasnya, seraya mengajak semua elemen bersinergi mempersiapkan jalan menuju Indonesia Emas 2045. “Seratus tahun Indonesia nanti adalah milik kalian. Kalianlah yang akan membangunnya," jelasnya. Momen sakral ditutup dengan bunyi sirine yang berkumandang, ditandai bersama oleh Kak Erick Thohir, Ketua Kwartir Nasional Kak Budi Waseso, serta Sekretaris Gerakan Kepanduan Dunia (WOSM) Mr. David Berg. Satu bunyi, satu semangat, satu tekad untuk masa depan. Bagi Rokan Hulu, kehadiran Bupati Anton dan rombongan bukan sekadar ikut meramaikan pesta nasional. Ini adalah pernyataan sikap: Rohul berkomitmen menjadikan Pramuka sebagai benteng generasi muda yang tangguh, mandiri, dan menjunjung tinggi persatuan. Meski zaman terus berubah, nilai luhur kepramukaan tetap menjadi kompas yang tak akan pernah digoyahkan. Dari Cibubur, semangat itu akan dibawa pulang ke Negeri Seribu Suluk—untuk terus menyalakan api karakter di dada setiap pemuda Rokan Hulu, demi negeri yang lebih baik.

Bupati Rohul di Tengah HUT Riau ke 69: Kukuhkan Tekad Bersama Membangun 'Negeri Seribu Suluk' Riau
Riau
Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:04 WIB

Bupati Rohul di Tengah HUT Riau ke 69: Kukuhkan Tekad Bersama Membangun 'Negeri Seribu Suluk'

Pekanbaru, katakabar.com - Lagu kebangsaan dan gema semangat persatuan berkumandang di halaman Kantor Gubernur Riau (Gubri), Minggu (9/8) pagi. Di barisan para kepala daerah yang berdiri tegap mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Riau, tampak Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hulu, Ny. dr. Yeni Dwi Putri. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan penegasan nyata Rokan Hulu adalah bagian tak terpisahkan dari langkah besar kemajuan tanah air Melayu ini. Usung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan”, amanat Gubernur Riau, SF Hariyanto bergema meresap ke setiap hati yang hadir. Di usia yang menginjak angka 69 ini, ucap Gubernur Riau, bukan sekadar perayaan bertambahnya usia, melainkan momen berharga untuk memperbarui janji pada rakyat: menyingkirkan perbedaan yang memecah belah, menyatukan segala tenaga demi keamanan, kerukunan, dan kesejahteraan yang adil dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga ke pelosok desa. Di tengah tantangan kondisi keuangan yang tak ringan, Gubri menegaskan komitmen untuk memutar arah anggaran dengan lebih cermat: memperkuat sumber pendapatan asli tanpa membebani rakyat, menutup rapat setiap celah kebocoran keuangan negara, serta menggali segala potensi yang dimiliki bumi Riau agar pelayanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan prima. Selaras dengan arah kebijakan nasional, Provinsi Riau berjanji menjadi pendukung setia program strategis pemerintah pusat, yakni mulai dari penyediaan makan bergizi gratis, peningkatan kualitas pendidikan lewat Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi warga, penguatan Koperasi Merah Putih di setiap desa, hingga upaya mewujudkan swasembada pangan dan penyediaan rumah layak huni bagi jutaan keluarga. Di sela-sela pidatonya yang penuh haru, Gubri juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala keterbatasan pembangunan dan pelayanan yang belum sepenuhnya sempurna sampai ke tangan masyarakat. “Segala aspirasi yang belum terwujud adalah amanah yang akan terus kami perjuangkan bersama,” tegasnya. Bagi Bupati Rokan Hulu, Anton, momen ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat. Kehadirannya di barisan kepala daerah se Riau adalah bukti tekad Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu untuk terus menyatu irama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov): mempercepat pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan desa, mengangkat perekonomian masyarakat pedesaan, serta memastikan setiap warga 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Rokan Hulu merasakan manfaat kemajuan yang berkeadilan. Sebagai penutup hari yang penuh makna itu, sebuah penghargaan istimewa diserahkan oleh Gubernur Riau. Bupati Rokan Hulu, Anton bersama sejumlah kepala daerah lainnya menerima Piagam Penghargaan Pembangunan Daera. Penghargaa itu bukan sekadar tanda keberhasilan yang telah dicapai, melainkan bekal semangat untuk bekerja lebih keras lagi mengabdi pada tanah kelahiran.

Proyek Rp22,7 Miliar Ditutup Rapat! Wartawan Dihalangi, PJI Rohul Lapor ke Polres Riau
Riau
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Proyek Rp22,7 Miliar Ditutup Rapat! Wartawan Dihalangi, PJI Rohul Lapor ke Polres

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Di balik proyek pembangunan megah yang dibiayai uang rakyat senilai Rp22.762.935.865, justru muncul tembok pembatas yang tak kasat mata. Di mana penutupan akses informasi sekaligus penghinaan terang-terangan terhadap profesi jurnalistik. Dua wartawan yang hendak menjalankan tugas konfirmasi dan pemantauan kemajuan proyek, justru dihadang di gerbang, dilarang masuk, dan dicempar tudingan yang sangat menyakitkan kehormatan. Peristiwa memalukan itu terjadi Rabu (5/8/m) sekitar pukul 16.00 WIB, di lokasi proyek pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Pasir Pengaraian yang terletak di Jalan Lingkar RT 02 RW 08, Desa Suka Maju Kilometer 4, Kecamatan Rambah. Kedua jurnalis tersebut adalah Fahrin Waruwu dari Nawacitapost.com dan Syukri dari Suarajurnal.com. Maksud kedatangan mereka sangat lurus: menjalankan tugas jurnalistik, memantau perkembangan konstruksi, serta melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Keduanya telah memperkenalkan diri dengan jelas dan menunjukkan kartu identitas pers kepada petugas keamanan yang berjaga, yang diketahui bernama Fikri. Tetapi alih-alih diterima atau diberikan penjelasan, mereka justru mendapat penolakan tegas beserta tudingan yang tak berdasar. "Wartawan tidak boleh masuk, saya hanya menjalankan perintah atasan. Nanti ujung-ujungnya minta uang," ucap Fikri kepada kedua wartawan itu. Perkataan itu terasa makin ironis mengingat proyek ini murni menggunakan uang negara, sehingga masyarakat lewat perantara pers berhak penuh mengetahui perkembangannya. Ketika ditegaskan kembali, Fikri menyatakan arahan larangan itu datang dari atasannya yang bernama Dodi, yang menjabat sebagai Humas Proyek. Mendapat perlakuan demikian, Fahrin dan Syukri segera menghubungi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman. Tak berlama-lama, Sudirman bersama Wakil Ketua Harian I PJI Rohul, Umri Hasibuan, mendatangi lokasi untuk memastikan fakta sekaligus meminta penjelasan. Tetapi jawaban yang diterima tetap sama: pintu tertutup rapat. Atas tindakan yang dinilai melanggar hak kebebasan pers dan hak informasi publik, kedua wartawan didampingi kuasa hukumnya Sayuti Lubis, SH, akhirnya melaporkan petugas keamanan tersebut ke Mapolres Rokan Hulu pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WIB. Langkah hukum ini diambil bukan tanpa dasar kuat. Tindakan menghalangi wartawan menjalankan tugas secara sengaja dan melawan hukum jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 18 ayat (1) UU Pers secara tegas mengatur ancaman pidana bagi penghalang tugas pers, dengan sanksi maksimal dua tahun penjara atau denda hingga Rp500 juta. Selain itu, sikap tertutup ini juga mencederai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat mengawasi penggunaan anggaran negara. Berdasarkan data yang tertera di papan informasi proyek, pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Mitra Agung Indonesia KSO, dengan nilai kontrak Rp22,76 miliar dan masa pelaksanaan selama 300 hari kalender. Kontrak ditandatangani 24 Februari 2026, dengan perencana PT. Abdicitratama Ciptaconsuindo serta pengawas konstruksi PT. Studio Bumi Anam. Ketua PJI Kabupaten Rokan Hulu, Sudirman, mengecam keras tindakan tersebut. Ia mempertanyakan alasan pelarangan yang terkesan sengaja menutup-nutupi perkembangan proyek yang dibiayai rakyat. "Kami mengecam keras upaya menghambat atau menghalangi tugas wartawan. Kalau memang tidak ada masalah, kenapa harus tertutup dari publik? Apalagi ini menggunakan dana APBN," tegas Sudirman. Menurutnya, wartawan memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat penting. Konfirmasi ke pihak pelaksana diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat utuh, seimbang, dan tidak sepihak. "Kami tidak ingin berspekulasi. Tetapi sikap tertutup seperti ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di benak publik. Publik berhak mengetahui bagaimana uang negara digunakan, bukan justru dipagari rapat dan dituduh mencari keuntungan," tambahnya. Kini kasus ini sudah masuk jalur hukum. Mata seluruh insan pers dan masyarakat Rokan Hulu tertuju pada langkah selanjutnya kepolisian. Apakah tudingan "wartawan minta uang" hanyalah alasan buatan untuk menutupi hal lain di balik proyek bernilai puluhan miliar itu? Atau memang ada ketakutan yang berlebihan terhadap fungsi pengawasan pers? Satu hal yang pasti: Uang rakyat berhak dipantau rakyat, dan pers yang menjalankan tugas sesuai undang-undang tidak boleh dibungkam siapa pun.