Kendari
Sorotan terbaru dari Tag # Kendari
Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Terminal Kendari
Kendari, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari sinergi Pelindo bersama PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) dalam pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan serta pelayanan bongkar muat bijih nikel (nickel ore) di Pelabuhan Kendari. Melalui peran operasionalnya, Pelindo Multi Terminal memastikan fasilitas, proses layanan, serta standar operasional pelabuhan berjalan optimal guna mendukung kebutuhan industri mineral. Sebagai operator terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas logistik industri nikel melalui pengelolaan layanan pelabuhan yang mengedepankan keandalan, keselamatan, dan efisiensi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan ekosistem logistik yang mampu menjembatani kebutuhan industri dari hulu hingga hilir. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya membutuhkan fasilitas pengolahan, tetapi juga dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang. “Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng. Menurutnya, peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung industri nikel tidak berhenti pada aktivitas pelayanan bongkar muat, tetapi mencakup bagaimana perusahaan memastikan setiap proses operasional pelabuhan mampu memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa. “Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelas Sugeng. Dalam pelaksanaan layanan di Pelabuhan Kendari, Pelindo Multi Terminal memastikan berbagai aspek operasional berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan fasilitas terminal, koordinasi pelayanan, hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik sekaligus memastikan kegiatan operasional berlangsung aman dan efisien. Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional. Sugeng menambahkan, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat daya saing logistik nasional. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri. Nikel salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan konektivitas logistik yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, keberadaan layanan logistik yang andal menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan arus komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan distribusi. Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan hilirisasi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Promosi dan Kembangkan UKMK, BPDPKS dan Aspekpir Taja FGD di Kendari
Kendari, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) taja Focus Group Discussion (FGD) dari 24 hingga 26 Sepetember 2023 nanti, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kolaborasi itu bertujuan guna mengenalkan sekaligus mengembangkan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) berbasis kelapa sawit. Peserta FGD, meliputi petani kelapa sawit plasma yang tergabung ke dalam kelembagaan sawit, baik Kelompok Tani maupun Koperasi petani kelapa sawit dari empat daerah penghasil sawit di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur. Kepala Divisi KUKM BPDPKS, Helmi Muhansyah menuturkan, kegiatan ini salah satu upaya BPDPKS terus mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit menghadapi kampanye-kamapanye negatif kelapa sawit kolaborasi dengan Aspekpir Indonesia. “Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan kelapa sawit berkelanjutan,” katanya saat memberikan kata sambutan di acara, dilansir dari laman ANTARA, pada Senin (25/9). Kinerja sektor kelapa sawit di bulan Agustus 2023 lalu, jelas Helmi, dari keterang resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 September 2023 menyebutkan, nilai ekspor kelapa sawit (HS 1511) mencapai USD 2.40 Miliar Dolar atau setara dengan Rp36,9 triliun dengan kurs 15.400 per USD. Lulusan Institut Pertanian Bogor itu mengutip pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo di HUT ke 78 Kemerdekaan RI pada 16 Agustus 2023 menyampaikan hilirisasi tidak hanya pada komoditas mineral, tapi non mineral seperti sawit dengan mengoptimalkan kandungan lokal, bermitra dengan UMKM, bermitra dengan petani sehingga manfaat terasa langsung bagi Masyarakat. Harapannya FGD tidak selesai di tempat acara saja, tapi dapat menghasilkan rencana aksi yang dapat dilaksanakan peserta nantinya. “Untuk itu, lewat FGD UKMK Sawitku Hebat ini, diharapkan dapat menghasilkan aksi nyata dalam membangun UKMK pekebun sawit,” ujarnya. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Asrun Lio M. hum, PhD menekankan potensi pengembangan kelapa sawit memiliki peluang yang sangat besar lantaran didukung adanya potensi sumber daya alam dan respon masyarakat yang sangat baik kepada pengembangan kelapa sawit. Dijabarkannya, telah dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah bentuk upaya pengembangan kelapa sawit, mulai dari pelaksanaan PIR Bun, PIR Trans, kredit koperasi primer anggota, program revitalisasi perkebunan hingga saat ini melalui BPDPKS. Di sisi lain, tiga tahun belakangan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara sudah memberikan bantuan benih sebanyak 160.000 batang untuk seluas 1.000 hektar kelapa sawit. "Mari petani kelapa sawit anggota Aspekpir Indonesia untuk mengembangkan kelapa sawit sebaik-baiknya, dengan memperhatikan dan mengedepankan asas-asas kelestarian lingkungan dengan kondisi sosial kemasyarakatan dan berkordinasi dengan pemerintah daerah setempat," imbaunya. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menimpali, kalau program ini bertujuan untuk mendorong kemampuan masyarakat, khususnya petani kelapa sawit anggota Aspekpir dalam mengembangkan sektor hilir kelapa sawit dan pemanfaatan limbahnya sehingga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Terus, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang manfaat dan peran penting komoditas kelapa sawit bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia, sehingga menambah dukungan masyarakat terhadap industri dan kebijakan sawit nasional. Kelapa sawit dan produk turunannya adalah komoditas tanaman perdagangan terpenting bagi Indonesia. Itu sebabnya, perlu meningkatkan dukungan masyarakat yang lebih luas keberadaan dan manfaat kelapa sawit bagi perekonomian nasional, salah satunya melalui FGD ini. “FGD ini mesti memperkuat kelembagaan koperasi kelapa sawit, khususnya koperasi anggota Aspekpir Indonesia, melahirkan usahawan-usahawan dan industriawan berbasis usaha perkebunan kelapa sawit dan mengenalkan aneka produk turunan maupun olahan kelapa sawit yang dapat dipasarkan melalui pusat penjualan produk kelapa sawit Aspekpir atau website khusus yang dibuat untuk itu,” harapnya. Ketua DPD I Aspekpir Sulawesi Tenggara, Achmad AS mengapresiasi BPDPKS yang berkenan memberikan dukungan kegiatan FGD di Kendari, Sulawesi Tenggara. “Kami berharap, program-program lainnya di Sulawesi Tenggara dapat terus memperoleh dukungan dari BPDPKS,” ucapnya. Petani kelapa sawit anggota Aspekpir di Sulawesi Tenggara sebut Achmad, membutuhkan bimbingan untuk memaksimalkan nilai ekonomi kelapa sawit dengan memanfaatkan limbah maupun lainnya. “Kami sangat senang dengan kehadiran BPDPKS dan Aspekpir Indonesia di Sulawesi Tenggara,” tandasnya.