Dummy P01
PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan Riau
Riau
Kemarin

PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan

Rokan Hilir, katakabar.com - PTPN IV Regional, memastikan keberlangsungan masa depan keluarga almarhum Ahmad Khusairi (47), karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja pada Senin (20/7) lalu. Selain memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan dan jaminan sosial, perusahaan memastikan keluarga almarhum memperoleh manfaat beasiswa pendidikan dari program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu hingga jenjang perguruan tinggi. Perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak sulung almarhum untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional III, Jarwa Rahmanta, mengatakan perhatian tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh pendampingan dan dukungan jangka panjang. “Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi musibah ini sendirian. Selain memenuhi seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku, kami juga memastikan keluarga memperoleh seluruh manfaat yang menjadi haknya, termasuk beasiswa pendidikan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu. Di sisi lain, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak almarhum yang telah memenuhi persyaratan untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan,” ujar Jarwa. Menurutnya, PTPN Group memastikan seluruh hak dan manfaat bagi keluarga almarhum dapat diterima sesuai ketentuan. Manfaat tersebut mencakup beasiswa pendidikan yang merupakan bagian dari program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara, kesempatan bekerja bagi anak sulung merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masa depan keluarga korban. Manajemen PKS Tanjung Medan bersama Serikat Pekerja juga terus mendampingi keluarga sejak awal kejadian, mulai dari penanganan pascainsiden, proses pemakaman, hingga penyelesaian administrasi hak-hak almarhum. Perwakilan manajemen PTPN IV Regional III dari Pekanbaru turut hadir langsung di rumah duka untuk memberikan dukungan moril dan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami kecelakaan kerja pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB di stasiun pengisian buah. Pada saat kejadian, korban terlilit tali capstand hingga terjatuh dan mengalami benturan. Sesaat setelah kejadian, manajemen PKS Tanjung Medan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sekitar tiga jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia. Jarwa menegaskan perusahaan menghormati proses investigasi yang masih dilakukan bersama instansi dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab insiden. “Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan,” ulasnya. Ia menambahkan, selama lebih dari dua dekade PKS Tanjung Medan beroperasi, insiden dengan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja baru pertama kali terjadi. “Peristiwa ini menjadi evaluasi yang sangat serius bagi kami. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, kami akan terus memperkuat sistem, meningkatkan disiplin terhadap prosedur kerja, serta melakukan perbaikan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya. Sementara itu, istri almarhum, Poniyem, mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan perusahaan sejak awal kejadian hingga saat ini. “Sejak suami saya mengalami musibah, manajemen terus mendampingi kami dan membantu segala proses yang diperlukan. Kami juga mendapat perhatian terhadap masa depan anak-anak kami. Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” ceritanya. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III menegaskan akan terus mendampingi keluarga almarhum hingga seluruh haknya terselesaikan. Perusahaan juga memastikan komitmen yang telah disampaikan kepada keluarga dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, PTPN Group mendukung proses investigasi dan menjadikan hasilnya sebagai dasar evaluasi serta penguatan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan.

PKC PMII Riau Desak Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Anak Ketua IKA PMII DKI Jakarta Hukrim
Hukrim
Jumat, 04 September 2026 | 08:01 WIB

PKC PMII Riau Desak Polda Metro Jaya dan Polres Jaksel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Anak Ketua IKA PMII DKI Jakarta

Pekanbaru, katakabar.com - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau menyatakan keprihatinan serius atas dugaan tindak kekerasan yang menimpa seorang kader PMII, sekaligus anak Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Alumni PMII (PW IKA PMII) DKI Jakarta, Syarifudin Syalwani. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap langkah PKC PMII DKI Jakarta dan PKC PMII Banten yang sebelumnya telah mendesak aparat kepolisian untuk mengusut perkara tersebut secara serius, profesional, transparan, dan tuntas. Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, menegaskan dugaan pengeroyokan tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Terlebih, berdasarkan keterangan yang telah beredar, korban disebut mengalami luka-luka hingga sempat kehilangan kesadaran dan telah mendapatkan penanganan medis serta pemeriksaan visum. “Kami dari PKC PMII Riau menyampaikan solidaritas kepada korban dan keluarga. Kami meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, untuk memastikan perkara ini diusut secara serius, objektif, profesional dan transparan,” tegas Ghulam Zaky. Menurutnya, persoalan utama bukan mengenai siapa latar belakang korban maupun pihak yang diduga terlibat, melainkan bagaimana hukum dapat bekerja secara adil terhadap setiap warga negara. “Jangan sampai ada kesan bahwa hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Sebaliknya, siapa pun yang tidak terbukti juga harus mendapatkan kepastian hukum. Lantaran itu, kami meminta penyidik bekerja berdasarkan fakta, alat bukti dan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya. PKC PMII Riau juga meminta kepolisian tidak hanya berhenti pada pemeriksaan terhadap korban dan saksi, tetapi mengungkap secara utuh seluruh rangkaian peristiwa, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian serta mendalami informasi mengenai dugaan penggunaan atau ancaman dengan senjata sebagaimana disebutkan dalam keterangan yang telah beredar. “Kami meminta CCTV, keterangan saksi, hasil visum, serta alat bukti lainnya diperiksa secara menyeluruh. Jangan ada bagian dari peristiwa ini yang dibiarkan menjadi tanda tanya,” ucap Ghulam. Lebih lanjut, PKC PMII Riau meminta Kapolda Metro Jaya memberikan perhatian dan pengawasan terhadap proses penanganan perkara tersebut, sehingga penyelidikan dan penyidikan dapat berjalan secara profesional, transparan, akuntabel dan bebas dari intervensi pihak mana pun. “Kami berharap Kapolda Metro Jaya memastikan perkara ini ditangani secara serius sampai terang-benderang. Ini bukan soal kepentingan organisasi semata, tetapi soal bagaimana negara memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memastikan setiap dugaan tindak kekerasan diproses melalui mekanisme hukum,” tegasnya lagi. PKC PMII Riau menyampaikan beberapa sikap: 1. Mendesak Polres Metro Jakarta Selatan mengusut tuntas dugaan pengeroyokan terhadap korban berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. 2. Mendesak Polda Metro Jaya melakukan pengawasan terhadap proses penanganan perkara agar berjalan profesional, transparan, objektif dan akuntabel. 3. Meminta seluruh pihak yang diduga terlibat diperiksa berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi tanpa pandang bulu. 4. Mendorong kepolisian mengamankan dan mendalami seluruh bukti, termasuk rekaman CCTV, keterangan saksi, hasil visum serta bukti lainnya yang relevan. 5. Meminta dugaan penggunaan atau ancaman dengan senjata dalam peristiwa tersebut turut didalami secara serius apabila terdapat bukti yang mendukung. 6. Meminta adanya jaminan perlindungan dan kepastian hukum bagi korban serta keluarganya selama proses hukum berlangsung. 7. Mendesak agar tidak ada pihak yang melakukan intervensi, intimidasi, penghilangan barang bukti, maupun upaya menghambat proses penegakan hukum. Ghulam menegaskan, PKC PMII Riau tidak bermaksud mengintervensi proses hukum maupun menghakimi pihak mana pun. Menurutnya, seluruh pihak harus tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. “PMII percaya pada proses hukum. Tetapi kepercayaan itu harus dijawab dengan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan. Kami tidak meminta seseorang dihukum tanpa proses, tetapi kami meminta agar apabila alat bukti dan unsur pidananya terpenuhi, jangan ada keraguan untuk menindak tegas pihak yang bertanggung jawab,” tuturnya. PKC PMII Riau juga menyatakan akan terus mengikuti perkembangan perkara tersebut dan berkoordinasi dengan jaringan PMII di berbagai daerah untuk memastikan persoalan ini mendapatkan perhatian yang proporsional. “Solidaritas kami bukan untuk membangun tekanan di luar hukum, tetapi untuk memastikan hukum benar-benar hadir. Kami ingin kasus ini terang, prosesnya jelas, dan keadilan dapat dirasakan oleh korban,” tandas Ghulam Zaky.

Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Jadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Perlu Berubah Pendidikan
Pendidikan
Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Jadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Perlu Berubah

Jakarta, katakabar.com - Artikel yang dipublikasikan Talentics.id, sekitar 90 persen dari lebih dari 12.000 pencari kerja yang mengikuti asesmen kemampuan bahasa Inggris berada pada level B1 atau bahkan lebih rendah berdasarkan standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Temuan tersebut menunjukkan masih banyak lulusan yang belum memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai untuk memenuhi tuntutan dunia kerja global. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menyesuaikan proses belajar dengan perkembangan psikologis anak agar kemampuan berbahasa dapat dibangun sejak dini secara lebih efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, LEAP English dan Digital menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dirancang sesuai tahapan perkembangan peserta didik. Lembaga kursus bahasa Inggris yang berlokasi di Surabaya Timur ini mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan metode belajar dengan karakteristik usia siswa sehingga proses belajar berlangsung lebih alami, menyenangkan, dan efektif. Pada jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, pembelajaran dikemas melalui pendekatan fun learning berbasis aktivitas dan media visual interaktif. Metode ini dirancang untuk memanfaatkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan dunia bermain anak sehingga mereka dapat mempelajari bahasa Inggris tanpa merasa terbebani. Sedang, bagi siswa tingkat sekolah menengah hingga peserta homeschooling, materi pembelajaran dikembangkan menjadi lebih analitis, kritis, dan terstruktur. Pendekatan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan akademik sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di dunia profesional. Selain materi yang disesuaikan dengan usia, LEAP juga membangun lingkungan belajar yang kolaboratif. Melalui diskusi kelompok dan berbagai aktivitas interaktif, peserta didik didorong untuk berani berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata. Pendekatan tersebut didukung oleh tiga nilai utama yang menjadi landasan proses pembelajaran di LEAP, yaitu Empower, Evolve, dan Educate. Ketiga nilai tersebut diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperoleh pembelajaran yang terarah sesuai tujuan akademik masing-masing. "Sejak mengikuti kelas di LEAP, kemampuan bahasa Inggris putri saya meningkat cukup pesat. Ia kini lebih percaya diri berbicara dan mulai menggunakan grammar yang lebih baik. Menurut saya, perkembangan tersebut sebanding dengan proses belajar yang dijalani di LEAP," ujar salah satu orang tua siswa. Selain program General English, LEAP juga menghadirkan LEAP Xperience, sebuah program yang mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris dengan berbagai keterampilan abad ke-21. Program ini memadukan pelatihan public speaking berbahasa Inggris, pengembangan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pembentukan karakter sebagai changemaker, yang dilengkapi dengan sertifikat internasional. Penguatan keterampilan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan. Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan penguasaan bahasa Inggris dengan pengembangan keterampilan abad ke 21, LEAP berharap dapat membantu mempersiapkan lebih banyak generasi muda Indonesia agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif di tingkat global.

Membangun Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Perluas Akses Belajar Anak Penyandang Disabilitas Pendidikan
Pendidikan
Rabu, 22 Juli 2026 | 15:15 WIB

Membangun Pendidikan Inklusif, Ikhtiar Perluas Akses Belajar Anak Penyandang Disabilitas

Jakarta, katakabar.com -  Pendidikan yang inklusif masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Tidak sedikit anak penyandang disabilitas yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas belajar, pendampingan, hingga layanan terapi yang memadai. Padahal, kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas merupakan hak setiap anak tanpa terkecuali. Berangkat dari kebutuhan tersebut, sejumlah anggota Grup MIND ID mengembangkan program pendidikan inklusif di wilayah operasionalnya. Melalui pendampingan belajar, penyediaan fasilitas pendidikan, pelatihan keterampilan, hingga layanan terapi, program ini diarahkan untuk membuka kesempatan belajar yang lebih setara bagi anak-anak penyandang disabilitas. Salah satunya dijalankan UBPP Logam Mulia ANTAM melalui Program Sekolah Inklusi di Jakarta Timur. Selama satu tahun, enam anak penyandang disabilitas memperoleh pendampingan intensif yang tidak hanya berfokus pada proses belajar, tetapi juga pengembangan keterampilan dan kepercayaan diri. Program tersebut dilengkapi dengan fasilitas belajar, seperti laptop, ruang belajar yang nyaman, serta berbagai sarana penunjang lainnya. Para peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dan menyablon hingga mampu menghasilkan produk secara mandiri berupa tas dan tempat pensil. Pendampingan tersebut menunjukkan hasil yang positif. Rata-rata kemampuan kognitif peserta meningkat hingga 80 persen sampai 90 persen selama mengikuti program. Di luar bidang akademik, sejumlah peserta juga berhasil menorehkan prestasi pada berbagai kompetisi, di antaranya empat anak meraih juara taekwondo dan dua anak menjadi juara renang. Thomas Hatmadi, orang tua salah satu peserta, mengatakan perubahan terbesar yang dirasakan bukan hanya pada kemampuan belajar anaknya, tetapi juga rasa percaya diri yang tumbuh setelah mengikuti program tersebut. "Dulu anak saya minder dan rendah diri karena memiliki keterbatasan terkait sekolah formalnya. Berkat pendampingan dari ANTAM, sekarang dia lebih aktif berkegiatan, tidak lagi merasa minder, dan Alhamdulillah berhasil menjadi juara Taekwondo Championship dari Dankbrimob," ujarnya. Upaya menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif juga dilakukan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), perusahaan mengembangkan PAUD INATA menjadi ruang belajar yang memberikan akses pendidikan gratis dan subsidi bagi 50 balita dari keluarga prasejahtera. Program tersebut kemudian diperkuat melalui peresmian Rumah Inklusi Smart Kids pada November 2025. Fasilitas ini menjadi pusat terapi pertama di Kabupaten Batu Bara yang memberikan layanan bagi anak penyandang disabilitas, sehingga keluarga yang sebelumnya harus mencari layanan ke daerah lain kini dapat memperoleh pendampingan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Keberadaan ruang belajar dan pusat terapi tersebut juga membantu orang tua yang bekerja, khususnya para pedagang di sekitar kawasan pasar, untuk tetap dapat mencari nafkah tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Kalimadew, salah seorang orang tua penerima manfaat yang sehari-hari berdagang di Pasar Delima, mengaku kehadiran PAUD INATA dan Rumah Inklusi Smart Kids memberikan ketenangan bagi keluarganya. "Kehadiran PAUD dan Rumah Inklusi ini sangat meringankan saya karena anak saya yang penyandang disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan gratis tanpa saya harus khawatir saat sedang berjualan," ucapnya. Kedua program tersebut menunjukkan pendidikan inklusif tidak hanya sebatas menyediakan ruang belajar, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung anak penyandang disabilitas untuk berkembang sesuai potensinya. Melalui kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, anggota Grup MIND ID berupaya menghadirkan akses pendidikan, pendampingan, dan layanan yang lebih setara agar semakin banyak anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berprestasi, dan menatap masa depan.

Anak Diduga Korban Penganiayaan Oknum Berseragam, PBH Peradi Pekanbaru Minta Polisi Tindak Tegas Hukrim
Hukrim
Senin, 13 Juli 2026 | 19:14 WIB

Anak Diduga Korban Penganiayaan Oknum Berseragam, PBH Peradi Pekanbaru Minta Polisi Tindak Tegas

Pekanbaru, katakabar.com - Perkara dugaan tindak penganiayaan terhadap seorang anak yang dilaporkan RR masih menjadi perhatian. Setelah laporan polisi (LP) yang dibuat sejak Maret lalu belum menunjukkan perkembangan signifikan, Tim Hukum Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Pekanbaru melakukan koordinasi untuk memastikan proses hukum terhadap perkara tersebut tetap berjalan. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum berseragam terhadap anak korban di Kota Pekanbaru. PBH Peradi Pekanbaru menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan penyidik terkait perkembangan penanganan laporan tersebut. Dari hasil koordinasi, penyidik menyampaikan proses penyidikan masih berjalan dan akan dilakukan pemanggilan terhadap dua orang saksi tambahan untuk memperkuat proses pemeriksaan. "Benar perkara ini hampir berlarut. Tetapi, dari hasil koordinasi tadi kami mendapat kejelasan bahwa laporan klien kami tetap ditindaklanjuti dan penyidik akan memanggil dua saksi lagi," kata Dara Tasmania, S.H., anggota Tim Hukum PBH Peradi Pekanbaru. Dara mengatakan, pihaknya akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut serta memberikan pendampingan hukum kepada klien sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa PBH Peradi tetap menghormati seluruh tahapan proses hukum yang sedang berlangsung. Sementara, Kepala Bidang Probono PBH Peradi Pekanbaru, Desi Silvia Anggraini, mengatakan perkara tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap anak. "Perkara ini cukup menjadi perhatian serius bagi kami di PBH Peradi Pekanbaru karena menyangkut kekerasan terhadap anak. Kami akan terus mengingatkan pihak Polresta Pekanbaru agar berani mengambil sikap dan memproses perkara ini secara profesional, sekalipun melibatkan oknum berseragam," jelas Desi. PBH Peradi Pekanbaru berharap proses penyidikan dapat berjalan secara transparan dan memberikan kepastian hukum bagi korban serta keluarga.

JMFF 2026 Hadirkan Ruang Eksplorasi Anak Disambut Positif Orang Tua Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 12 Juli 2026 | 17:39 WIB

JMFF 2026 Hadirkan Ruang Eksplorasi Anak Disambut Positif Orang Tua

Jakarta, katakabar.com - Di antara suara tawa dan seruan kecil penuh semangat, seorang bocah umur lima tahun berdiri di depan simulator excavator dengan helm kuning yang sedikit miring di kepalanya. Ia menggenggam joystick, melirik ke kiri memastikan orang tuanya masih memperhatikan, lalu dengan serius mulai menggerakkan lengan alat berat di hadapannya. Tak lama, senyum lebar mengembang di wajahnya. Pemandangan seperti ini berulang di hampir setiap sudut Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang digelar di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang, pelaksanaan hari ketiga, di akhir pekan pertama Juni 2026 lalu. Mengenakan rompi dan helm keselamatan berwarna putih, anak-anak secara bergantian anak berlarian menyusuri Mining Zone yang khas dengan konsep underground mining, mencoba berbagai wahana yang mensimulasikan operasional pertambangan, atau duduk serius menyusun balok di area Mining Builder. Di luar area permainan, antrean orang tua masih terus berdatangan mendaftarkan anak-anaknya untuk ikut merasakan pengalaman bermain sambil belajar yang dirancang MIND ID bersama seluruh anggota Grup. Bagi para orang tua yang hadir, JMFF 2026 terasa lebih dari sekadar hiburan liburan sekolah. Chilla 33 tahun, warga Jakarta, mengaku tidak menyangka acara ini bisa sebagus ini, apalagi terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. "Acaranya free of charge dan dapat goodie bag kalau bisa ngejalanin semua misi. Best banget!" ujarnya. Sedang Weny Ardianti 37 tahun, warga Depok, datang bersama anaknya yang langsung larut dalam sistem stamp yang mengharuskan mereka mencoba satu per satu wahana. "Seru banget sehari jadi junior miner. Ngumpulin stamp dengan cobain wahana yang seru bikin anak nggak cuma main, tapi juga belajar sedikit tentang dunia pertambangan," katanya. Lalu, Yunita 33 tahun, mengaku sempat harus bersabar mengantre tapi tidak menyesal. "Tadi sempat antre, tapi akhirnya dapat giliran juga. Anaknya senang banget main excavator dan wahana lainnya," ucapnya. JMFF 2026 menghadirkan berbagai wahana edukatif mulai dari Mining Zone, Excavator Real Simulator, Tunnel Laser, hingga Mining Builder, dan seluruhnya dirancang untuk mengembangkan kreativitas, motorik, serta pemahaman anak tentang proses industri pertambangan secara menyenangkan. Orang Tua Dapat Ruang Belajar Sementara anak-anak sibuk menjelajahi zona demi zona, para orang tua mendapat ruang tersendiri. JMFF 2026 menyediakan sesi talkshow edukasi bersama psikolog serta layanan konsultasi gratis bekerja sama dengan Dig and Beyond memberi kesempatan bagi orang tua untuk mendiskusikan tumbuh kembang anak secara langsung. Psikolog Ulfa Nurida menjelaskan anak membutuhkan ruang eksplorasi untuk mengenali minat dan bakatnya dan proses itu tidak bisa dipaksakan atau dipersingkat. "Kalau kita bicara soal minat bakat, itu terkait dengan masa depan mereka. Tapi bagaimana kita sebagai orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi, tetapi tetap terarah," tuturnya. Ia menegaskan pengalaman langsung seperti yang ditawarkan JMFF justru menjadi salah satu cara efektif bagi anak untuk mengenal dirinya sendiri. "Dengan mereka punya pengalaman langsung, mereka bisa merasakan apakah ini sesuatu yang mereka sukai, tertarik, atau justru terasa sulit," jelasnya. Lebih lanjut, Ulfa juga mencatat antusiasme anak-anak selama mengikuti kegiatan ini sebagai sinyal positif bahwa pendekatan belajar berbasis pengalaman bekerja dengan baik.

Rekomendasi Sunscreen Buat Bayi dan Anak Aman Digunakan Sehari-hari Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

Rekomendasi Sunscreen Buat Bayi dan Anak Aman Digunakan Sehari-hari

Jakarta, katakabar.com - Sekarang ini, pakai sunscreen bukan cuma untuk orang dewasa saja. Bayi dan anak juga butuh perlindungan kulit sejak dini, apalagi kalau sering diajak aktivitas di luar rumah. Entah itu jalan pagi, ke playground, berangkat sekolah, atau sekadar ikut orang tua belanja sebentar. Paparan sinar matahari tetap ada, bahkan saat cuaca terlihat mendung. Karena itu, memilih sunscreen bayi aman dan nyaman dipakai sehari-hari jadi hal penting. Tapi wajar kalau orang tua masih bingung. Sunscreen anak yang bagus itu seperti apa? Apakah SPF harus tinggi? Apakah aman untuk kulit sensitif? Artikel ini akan membantu Mom and Dad mengetahui bagaimana cara memilih sekaligus memberikan rekomendasi sunscreen bayi dan anak yang bisa dipertimbangkan. Kenapa Bayi dan Anak Perlu Sunscreen? Kulit bayi dan anak masih lebih tipis dibanding orang dewasa. Lapisan pelindung alaminya (skin barrier) juga belum terbentuk sempurna. Artinya, kulit mereka lebih rentan terhadap: 1. Paparan sinar UVA & UVB 2. Kulit kemerahan atau iritasi 3. Kulit kering dan sensitif 4. Dampak jangka panjang akibat paparan sinar matahari Bahkan aktivitas singkat seperti duduk di stroller atau bermain 20–30 menit di luar rumah tetap bisa membuat kulit terpapar sinar UV. Karena itu, penggunaan sunscreen anak sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sebelum keluar rumah, sama seperti memakaikan topi atau baju lengan panjang. Cara Memilih Sunscreen Bayi dan Anak Tepat Memilih sunscreen untuk si kecil memang tidak bisa asal ambil di rak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Pilih yang Broad Spectrum (UVA & UVB Protection) 2. Perhatikan Kandungan yang Lembut seperti Titanium Dioxide  3. SPF yang Ideal sekitar 30–50 sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari.  4. Tekstur Ringan dan Nyaman 5. Bisa Digunakan untuk Wajah dan Tubuh Rekomendasi Sunscreen untuk Bayi & Anak yang Aman Berikut beberapa rekomendasi sunscreen bayi yang bisa dipertimbangkan untuk pemakaian sehari-hari: 1. Loluna Baby Sunscreen Salah satu pilihan sunscreen bayi aman yang dirancang untuk penggunaan harian adalah Loluna Baby Sunscreen. Produk ini hadir sebagai Face and Body Sunscreen dengan konsep perlindungan menyeluruh. Beberapa keunggulannya antara lain: SPF 50 PA++++ untuk perlindungan optimal dari UVA & UVB Mengandung Titanium Dioxide yang bekerja dengan memantulkan sinar matahari Dilengkapi teknologi perlindungan tambahan terhadap polusi Membantu menjaga skin barrier tetap sehat Gentle untuk kulit bayi dan anak Teksturnya cepat menyerap, tidak lengket, dan tidak terasa sumuk di kulit. Ini penting banget karena anak-anak biasanya tidak suka kalau kulitnya terasa berat atau berminyak. Loluna Baby Sunscreen cocok digunakan sebelum berangkat sekolah, jalan pagi, atau aktivitas luar ruangan lainnya. Cukup aplikasikan 15–20 menit sebelum keluar rumah dan ulangi sesuai kebutuhan. 2. Moell Sunscreen Anak Moell juga menjadi salah satu opsi sunscreen anak yang cukup dikenal di kalangan orang tua. Produk ini diformulasikan untuk kulit anak dan bisa digunakan untuk aktivitas luar ruangan ringan. Pastikan tetap membaca label dan menyesuaikan dengan kebutuhan kulit si kecil. 3. Expert Care Sunscreen Anak Expert Care termasuk pilihan lain dalam kategori sunscreen anak. Produk ini dirancang untuk membantu melindungi kulit anak dari paparan sinar matahari saat beraktivitas. Seperti biasa, penting untuk memastikan kandungan sesuai dengan kondisi kulit anak dan tidak memicu reaksi sensitif. Tips Memakai Sunscreen pada Bayi & Anak Supaya anak terbiasa, jadikan pemakaian sunscreen sebagai bagian dari rutinitas. Misalnya setelah mandi pagi, sebelum pakai baju, atau sebelum berangkat sekolah. Anak biasanya meniru kebiasaan orang tua. Jika Mom and Dad juga memakai sunscreen, mereka akan melihat bahwa ini adalah bagian normal dari perawatan diri. Dengan begitu, kebiasaan baik ini bisa terbentuk sejak kecil. Agar perlindungan maksimal, cara pemakaian juga perlu diperhatikan: Gunakan 15–20 menit sebelum keluar rumah. Oleskan secara merata di area wajah, leher, tangan, dan bagian tubuh yang terpapar. Gunakan secukupnya, jangan terlalu tipis. Ulangi pemakaian setiap 2–3 jam jika berada di luar ruangan cukup lama. Tetap kombinasikan dengan topi atau pakaian pelindung. Ingat, sunscreen bukan berarti anak tidak boleh kena matahari sama sekali. Justru ini bentuk perlindungan agar mereka tetap bisa aktif dengan aman. Memilih sunscreen bayi aman dan nyaman digunakan sehari-hari sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit si kecil. Perhatikan perlindungan broad spectrum, kandungan yang lembut seperti Titanium Dioxide, SPF yang ideal, serta tekstur yang ringan dan tidak lengket. Beberapa rekomendasi sunscreen bayi dan anak salah satunya seperti Loluna Baby Sunscreen bisa menjadi pilihan sesuai kebutuhan. Dengan penggunaan yang tepat dan konsisten, sunscreen anak membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari sekaligus mendukung aktivitas harian tetap nyaman dan aman.

Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas Riau
Riau
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:25 WIB

Proses Hukum Berjalan Pemulihan Mental Prioritas

Pasir Pengaraian, katakabar.com - Proses hukum kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rokan Hulu terus berjalan. Surat pemanggilan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hulu kini telah diserahkan kepada keluarga korban melalui perangkat lingkungan setempat, menandai langkah nyata penegakan keadilan. Penyerahan surat tersebut dilakukan oleh Ketua RT, Suprianto, dan Ketua RW, Sulaiman Hasibuan, dan Kepala Dusun Suyanto, didampingi langsung oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Rokan Hulul, Ramlan Lubis. Kehadiran mereka memastikan proses berjalan lancar dan tetap mengedepankan perlindungan serta kenyamanan korban. Menurut Ramlan, kasus seperti ini tidak boleh dianggap remeh. Perlindungan terhadap anak harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari sisi hukum maupun sosial. “Hak anak harus terpenuhi dan dilindungi sepenuhnya. Semua pihak wajib bahu-membahu menjaga anak dari segala bentuk kekerasan,” tegas Ramlan, Kamis (21/5). Lebih dari Sekadar Hukum Kunci Pemulihan Mental Di samping tuntutan proses hukum yang adil, LPAI menekankan satu hal yang tak kalah krusial, yakni pemulihan mental korban. Ramlan menegaskan, hukuman bagi pelaku harus ditegakkan, namun kesehatan jiwa anak juga harus segera dikembalikan. “Anak korban butuh pendampingan psikolog yang intensif. Trauma yang tidak ditangani sejak dini bisa membekas seumur hidup dan merusak masa depannya,” ujarnya. Lantaran itu, LPAI meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas korban dan tidak membiarkan tekanan publik memperburuk kondisi psikologis anak. Kasus ini bermula ketika LPAI melaporkan seorang oknum Wakil Ketua BPD Desa Koto Tandun, berinisial ANJ 37 tahun, diduga telah melakukan perbuatan asusila berulang kali terhadap bunga nama samaran 13 tahun. Kejadian diduga terjadi di dalam kendaraan pribadi pelaku saat mengantar-jemput korban ke sekolah, hingga membuat anak tersebut trauma berat dan meminta pindah sekolah. Meski sempat muncul kontroversi dengan adanya surat sangkalan dari keluarga, masyarakat dan LPAI tetap menuntut kejelasan. Proses hukum kini terus berjalan, dan janji negara untuk hadir melindungi generasi muda menjadi harapan besar semua pihak. “Jangan biarkan masa depan anak hancur. Negara hadir, masyarakat bergerak, keadilan harus ditegakkan,” tegas Ramlan.

Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik Pada Anak Sejak Dini Nasional
Nasional
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:15 WIB

Edutrain LRT Jabodebek, Cara KAI Kenalkan Transportasi Publik Pada Anak Sejak Dini

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia (KAI) melalui LRT Jabodebek taja Edutrain pada Senin (11/5) untuk 30 murid TK dan pendamping dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Peserta belajar tata cara naik LRT, pengenalan profesi, sarana, hingga sistem GoA level 3 dengan train attendant. Sepanjang Januari–April 2026, Edutrain sudah melayani 3.417 peserta, sementara tahun 2025 diikuti 19.064 peserta. Partisipasi bisa diajukan via surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek. PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengenalkan budaya penggunaan transportasi publik sejak dini melalui kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Total 30 peserta terdiri dari murid dan pendamping, dari Taman Kanak-kanak mengikuti perjalanan edukatif tentang LRT Jabodebek dengan rute Kampung Rambutan–Dukuh Atas. Para peserta selain mendapatkan pengalaman langsung menggunakan LRT Jabodebek, juga menerima berbagai penjelasan, mulai dari tata cara menggunakan transportasi LRT Jabodebek, pengenalan profesi, jenis sarana yang beroperasi, hingga pengenalan sistem Grade of Automation (GoA) level 3 yang didukung teknologi operasional otomatis dengan petugas train attendant (TA). Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan kegiatan Edutrain ini dirancang untuk mengenalkan profesi petugas, tata cara menggunakan LRT Jabodebek dengan aman dan tertib, hingga aturan selama berada di area stasiun maupun di kereta, demi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan bersama. “Kegiatan Edutrain ini tidak hanya memberikan pengalaman menggunakan LRT Jabodebek, namun menjadi media pembelajaran tentang budaya menggunakan transportasi publik LRT Jabodebek, sekaligus menumbuhkan minat terhadap transportasi publik,” ucapnya. Sepanjang tahun 2026 ini (Januari - April) telah melayani 3.417 peserta kegiatan Edutrain LRT Jabodebek. Sementara itu, pada tahun 2025 kegiatan Edutrain ini diikuti 19.064 peserta terdiri murid dan pendamping. Apabila ingin berpartisipasi dalam kegiatan Edutrain, dapat melalui surat permohonan ke Divisi LRT Jabodebek yang mencantumkan instansi, waktu, rute, jumlah peserta, serta kontak PIC kegiatan.

Melihat Masa Depan Karier Anak: Binus @Bandung Bahas Pentingnya Orang Tua Memilih Kampus Tepat Pendidikan
Pendidikan
Senin, 11 Mei 2026 | 19:05 WIB

Melihat Masa Depan Karier Anak: Binus @Bandung Bahas Pentingnya Orang Tua Memilih Kampus Tepat

Bandung, katakabar.com - Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi setiap tahunnya, Binus @Bandung gelar Media Gathering bersama para awak media di kampus Binus @Bandung untuk berbagi pandangan mengenai tren memilih pendidikan tinggi yang tepat serta memperkenalkan ekosistem pembelajaran yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa lebih dekat dengan dunia karier. Momentum ini hadir beriringan dengan dinamika penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun semakin selektif dan menjadi perhatian para siswa dan orang tua di berbagai daerah, termasuk Kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Indonesia.  Memilih perguruan tinggi keputusan penting bagi calon mahasiswa dan orang tua, sebab pendidikan tinggi semakin dipandang sebagai langkah strategis yang dapat mempengaruhi masa depan karier. Di tengah meningkatnya biaya pendidikan dan tingginya ekspektasi setelah lulus, tidak sedikit keluarga yang merasa khawatir akan salah langkah menentukan pilihan jurusan maupun kampus. Kekhawatiran ini tidak muncul tanpa alasan. Fenomena career mismatch masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk di Indonesia, di mana sekitar 35%–36% pemuda bekerja tidak sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Di saat yang sama, perkembangan teknologi dan transformasi industri juga terus mengubah lanskap dunia kerja. Laporan dari World Economic Forum memprediksi sekitar 22% pekerjaan global akan mengalami perubahan pada tahun 2030, menunjukkan generasi muda akan memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan membutuhkan keterampilan baru. Fenomena ini membuat banyak orang tua semakin berhati-hati dalam mendampingi anak menentukan pilihan pendidikan. Riset yang dilakukan oleh Populix bersama Binus University juga menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua tidak hanya berkaitan dengan pilihan jurusan, tetapi juga dengan minimnya informasi mengenai prospek karier dari suatu bidang studi. Bahkan, pertimbangan mengenai employability atau peluang kerja setelah lulus kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan pilihan perguruan tinggi. Dari sisi orang tua, Vivi, mengungkapkan kekhawatiran memilih perguruan tinggi juga menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan pendidikan anak. “Sebagai orang tua tentu kami ingin memastikan bahwa pendidikan yang dipilih benar-benar memberikan bekal yang bermanfaat bagi masa depan anak. Melihat bagaimana lingkungan belajar dan kesempatan pengembangan diri yang diberikan oleh kampus menjadi salah satu faktor yang membuat kami yakin,” ujar Vivi. Pada diskusi tersebut, Dr. Esther Widhi Andangsari, Head of Psychology Department Binus University sekaligus praktisi psikologi, menyoroti kekhawatiran menentukan pilihan pendidikan merupakan hal yang wajar, terutama ketika keputusan tersebut dianggap sangat menentukan masa depan seseorang.  “Banyak anak muda merasa keputusan memilih jurusan atau kampus seolah menentukan seluruh hidup mereka. Padahal yang lebih penting adalah bagaimana mereka memahami minat, potensi, serta lingkungan belajar yang dapat mendukung perkembangan mereka. Ketika mahasiswa berada di ekosistem yang tepat, mereka akan memiliki ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang terus berubah,” jelas Dr. Esther. Sebagai Creative Technology & Creativepreneurship Campus, Binus @Bandung menjawab kekhawatiran itu dengan menggabungkan penguasaan teknologi dengan kreativitas serta pemahaman bisnis. Pendekatan ini menjadi relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif dan industri digital yang terus tumbuh, khususnya di kota Bandung yang dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas dan inovasi di Indonesia, Pendekatan ini juga diperkuat dengan ekosistem Binus University yang telah terhubung dengan lebih dari 2.200 perusahaan global serta didukung oleh jaringan lebih dari 175.000 komunitas Binusian yang tersebar di berbagai sektor industri di dalam maupun luar negeri. Ekosistem ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun koneksi profesional, memperoleh pengalaman industri, hingga mempersiapkan karir sejak masa kuliah. Sementara, Campus Director Dr. Johan Muliadi Kerta menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. “Perguruan tinggi tidak hanya berperan memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan teknologi, kreativitas, serta pola pikir inovatif agar mereka siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan karir di masa depan,” jelasnya. Selain itu, mahasiswa Binus juga memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional selama masa studi. Tercatat 98% lulusan Binus telah mendapatkan pengalaman internasional, baik melalui kegiatan akademik global, program kolaborasi internasional, maupun berbagai aktivitas lintas negara. Untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda, Binus University juga menyediakan berbagai pilihan program beasiswa hingga 100%, sehingga semakin banyak siswa berprestasi dapat memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dengan dukungan yang memadai. Konsep pendidikan di Binus @Bandung yang menempatkan kreativitas, teknologi terutama AI dan kewirausahaan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi relevan dengan Bandung yang dikenal sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia dengan perkembangan industri kreatif yang pesat.