Dummy P07

Jakarta, katakabar.com - Harga Solana (SOL) memasuki Oktober dengan momentum pemulihan setelah mencatat kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir. SOL saat ini bergerak di sekitar US$121, dengan level US$124–125 menjadi area resistensi penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan upgrade Alpenglow yang diproyeksikan meningkatkan kecepatan finalitas transaksi Solana secara signifikan.

Kombinasi antara peningkatan fundamental jaringan, perkembangan ekosistem, dan kondisi teknikal menjadi sejumlah faktor yang berpotensi menentukan arah SOL sepanjang Oktober.

Dummy P08

Berdasarkan data pasar yang dirangkum FLOQ pada 7 Oktober 2026, SOL diperdagangkan di sekitar US$121,27, naik sekitar 1,6% dalam 24 jam, meski masih terkoreksi sekitar 2,5% dalam periode tujuh hari. Kapitalisasi pasar Solana berada di kisaran US$71,3 miliar dengan volume perdagangan 24 jam sekitar US$1,7 miliar.

Pergerakan tersebut melanjutkan kinerja positif Solana dalam dua bulan sebelumnya. Kripto SOL mencatat kenaikan sekitar 41,5% pada Agustus dan kembali menguat sekitar 14,6% pada September. Pada akhir September, SOL sempat bergerak di atas US$124 sebelum kembali terkoreksi ke area US$117–119.

US$125 Jadi Level Kunci SOL

Dummy P10

Dari sisi teknikal, area US$124–125 menjadi level yang perlu diperhatikan pasar. SOL sebelumnya telah beberapa kali mendekati area tersebut, namun belum mampu mempertahankan breakout secara berkelanjutan.

Jika SOL mampu menembus US$124–125 dan menjadikan area tersebut sebagai support baru, peluang kenaikan menuju US$130 hingga US$148 terbuka secara teknikal. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat membuat SOL kembali menguji support di sekitar US$117.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan SOL pada Oktober akan sangat bergantung pada kemampuan pasar mempertahankan momentum sekaligus merespons perkembangan fundamental jaringan Solana.

“Solana memasuki Oktober dengan momentum yang cukup menarik setelah mencatat kenaikan dalam dua bulan sebelumnya. Secara teknikal, area US$124–125 menjadi level penting karena breakout yang disertai volume dan mampu bertahan di atas area tersebut dapat memperkuat momentum bullish. Namun, investor tetap perlu melihatnya secara seimbang karena support di sekitar US$117 juga menjadi level penting untuk menjaga struktur pemulihan,” jelas Yudho.

Menurut Yudho, perkembangan teknologi jaringan juga dapat menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar, terutama ketika sentimen terhadap aset kripto mulai kembali menguat.

“Dari sisi fundamental, Alpenglow menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk diperhatikan karena peningkatan finalitas dan efisiensi jaringan dapat memperkuat daya saing Solana untuk berbagai use case. Meski demikian, dampaknya terhadap harga SOL tidak bersifat otomatis. Pasar tetap akan melihat implementasi di mainnet, pertumbuhan aktivitas jaringan, arus modal, serta kondisi makro secara keseluruhan,” tambah Yudho.

Alpenglow Jadi Katalis Baru Solana

Salah satu perkembangan utama yang menjadi perhatian pada Oktober adalah upgrade Alpenglow. Upgrade tersebut dirancang sebagai pengganti sistem konsensus TowerBFT dan menargetkan penurunan waktu finalitas dari sekitar 12,8 detik menjadi sekitar 150 milidetik.

Alpenglow saat ini telah memasuki tahap pengujian di devnet dan testnet Solana. Tetapi, aktivasi mainnet belum memiliki tanggal yang dikonfirmasi. Karena itu, target finalitas sekitar 150 milidetik masih perlu dipandang sebagai target teknologi dan bukan sebagai ukuran kinerja mainnet yang telah terealisasi.

Jika berhasil diterapkan, peningkatan tersebut berpotensi memperkuat kemampuan Solana dalam menangani transaksi dengan kebutuhan finalitas cepat. Hal ini relevan dengan semakin luasnya penggunaan blockchain untuk aplikasi keuangan, perdagangan aset digital, hingga tokenisasi aset dunia nyata.

Perkembangan ekosistem tokenisasi juga menjadi faktor yang menarik untuk diperhatikan. Solana telah mengembangkan sejumlah inisiatif terkait aset dunia nyata dan tokenisasi institusional, termasuk Project Harmonia yang menghubungkan distribusi dana Allfunds dengan dana yang ditokenisasi di jaringan Solana.

Meski demikian, perkembangan tersebut belum dapat diterjemahkan secara langsung sebagai peningkatan permintaan terhadap SOL. Dampak terhadap harga token tetap bergantung pada tingkat adopsi, aktivitas jaringan, serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Arus Masuk ETF Solana Melambat

Di sisi lain, minat institusional terhadap Solana melalui produk ETF menunjukkan perlambatan memasuki Oktober.

Dummy P09