Dummy P01
Tigo AI Perkenalkan Matrix v4.0  Dukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara Tekno
Tekno
Kemarin

Tigo AI Perkenalkan Matrix v4.0  Dukung Pemasaran Digital di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus membuka peluang baru dalam industri pemasaran digital. Teknologi ini mulai digunakan tidak hanya untuk menghasilkan konten, tetapi juga untuk membantu proses distribusi, pengelolaan kreator, hingga analisis performa kampanye. Di tengah perkembangan tersebut, Tigo AI memperkenalkan Matrix v4.0 di Indonesia, sebuah sistem pemasaran yang dirancang untuk menghubungkan sejumlah aktivitas pemasaran digital dalam satu platform. Menurut perusahaan, Matrix v4.0 mengintegrasikan produksi materi kreatif, distribusi konten, aktivitas promosi melalui kreator, serta evaluasi data kampanye. Sistem tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter ekosistem digital di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Menghubungkan Beberapa Proses Marketing Dalam aktivitas pemasaran digital, perusahaan biasanya menggunakan berbagai layanan berbeda untuk membuat konten, mencari kreator, menjalankan kampanye, dan melakukan analisis. Kondisi ini dapat membuat proses pemasaran menjadi lebih kompleks, khususnya bagi bisnis yang menjalankan kampanye di beberapa kanal sekaligus. Matrix v4.0 mencoba menyederhanakan proses tersebut dengan menghubungkan sejumlah fungsi dalam satu sistem. Menurut Tigo AI, platform dapat digunakan untuk membantu pembuatan materi pemasaran sekaligus mendukung distribusinya melalui berbagai kanal digital. Beberapa platform yang menjadi fokus antara lain TikTok, Instagram, dan kanal e-commerce seperti Shopee. Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Utama Indonesia memiliki ekosistem media sosial dan e-commerce yang besar sehingga menjadi salah satu pasar penting dalam perkembangan pemasaran digital di Asia Tenggara. Tidak hanya perusahaan berskala besar, UMKM dan pelaku e-commerce juga semakin bergantung pada kanal digital untuk menjangkau konsumen. Tigo AI menyatakan pengembangan Matrix v4.0 diarahkan untuk mengurangi hambatan penggunaan teknologi AI dalam pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, solusi AI diharapkan dapat digunakan oleh bisnis dengan skala yang lebih beragam. Ke depan, perusahaan menyebut akan terus mengembangkan fitur seperti produksi konten multibahasa, live streaming virtual, mekanisme anti-fraud, serta pengendalian risiko kampanye. Kedua, Produksi Konten AI dan Jaringan Kreator Mulai Terintegrasi dalam Pemasaran Digital Perkembangan media sosial membuat proses pemasaran semakin bergantung pada kemampuan bisnis dalam menghasilkan dan mendistribusikan konten secara konsisten. Tetapi, produksi materi kreatif dan distribusi konten selama ini sering kali dikelola melalui proses yang berbeda. Perusahaan dapat menggunakan satu penyedia layanan untuk membuat video dan desain, kemudian bekerja sama dengan pihak lain untuk mengelola kreator maupun distribusi konten. Model seperti ini dapat menambah proses komunikasi dan koordinasi dalam sebuah kampanye. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Tigo AI mengembangkan sistem yang menggabungkan produksi materi berbasis AI dengan distribusi melalui jaringan kreator. Dari Produksi hingga Distribusi Dalam sistem yang dikembangkan perusahaan, AI digunakan untuk membantu membuat sejumlah jenis materi pemasaran seperti copy media sosial, poster, dan video pendek. Materi kemudian dapat digunakan di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Shopee, dan Lazada. Tigo AI menyebut sistemnya mendukung beberapa bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Hal tersebut ditujukan untuk membantu bisnis yang menjalankan aktivitas pemasaran di beberapa negara. Setelah materi dibuat, konten dapat diteruskan kepada micro-creator untuk disesuaikan dengan karakter audiens masing-masing. Pendekatan tersebut menghasilkan format seperti review produk, pengalaman penggunaan, maupun konten rekomendasi. Konten Native Semakin Mendapat Perhatian Banyak pengguna media sosial terbiasa menemukan iklan dalam jumlah besar setiap hari. Hal ini membuat brand semakin memperhatikan format konten yang terasa lebih natural dan sesuai dengan karakter platform. Konten native maupun user-generated content menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengurangi kesan komunikasi yang terlalu komersial. Namun, efektivitas strategi tersebut tetap dipengaruhi oleh relevansi kreator, kualitas konten, transparansi hubungan komersial, serta kesesuaian produk dengan audiens. Tigo AI menyebut bahwa seluruh proses tersebut dapat dipantau melalui sistem yang sama, mulai dari produksi materi, distribusi kepada kreator hingga data exposure, engagement, traffic, dan conversion. Platform juga menyatakan telah menerapkan mekanisme verifikasi untuk membantu mengurangi trafik yang tidak valid. Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri pemasaran digital mulai bergerak dari penggunaan tools yang berdiri sendiri menuju sistem yang lebih terintegrasi. Ketiga, AI Mulai Mengubah Proses dan Biaya Produksi Materi Periklanan Penggunaan generative AI mulai memberikan perubahan dalam proses produksi materi pemasaran. Jika sebelumnya pembuatan sebuah kampanye membutuhkan keterlibatan copywriter, desainer, editor, tim produksi, hingga fotografer atau videografer, sebagian proses tersebut kini dapat dibantu oleh teknologi AI. Tigo AI menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut melalui AI Creative Engine yang digunakan untuk menghasilkan berbagai materi pemasaran. Menurut perusahaan, sistem tersebut dapat menghasilkan materi tertentu dalam waktu yang sangat singkat. Tigo AI mengklaim bahwa pada kondisi tertentu proses generasi materi dapat mencapai sekitar 0,8 detik. Perusahaan juga menyebut penggunaan AI berpotensi mengurangi sebagian biaya produksi dibandingkan model produksi konvensional, meskipun tingkat efisiensi pada praktiknya dapat berbeda tergantung jenis dan kompleksitas materi. Satu Informasi Produk Menjadi Beberapa Konten AI Creative Engine milik Tigo AI menggunakan informasi dasar seperti produk, positioning brand, selling point, dan target audiens sebagai bahan untuk menghasilkan materi. Dari informasi tersebut, sistem dapat membantu menghasilkan poster, naskah video pendek, hingga copy media sosial. Materi kemudian dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai platform digital. Menurut perusahaan, sistem juga dikembangkan dengan pendekatan lokalisasi agar bahasa dan gaya visual lebih sesuai dengan karakter pasar Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu tantangan penting bagi generative AI. Konten yang secara teknis terlihat baik belum tentu sesuai dengan budaya, kebiasaan komunikasi, maupun preferensi masyarakat di suatu pasar. AI Mempercepat Proses Eksperimen Kreatif Salah satu perubahan yang ditawarkan generative AI adalah kemampuan menghasilkan lebih banyak variasi materi. Bagi advertiser, hal ini memungkinkan proses pengujian ide dilakukan lebih cepat. Bisnis dapat mencoba beberapa versi headline, desain, video, atau konsep komunikasi sebelum menentukan materi yang memberikan respons terbaik. Dengan demikian, peran AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi produksi, tetapi juga dengan kemampuan bisnis melakukan eksperimen kreatif dalam skala lebih besar. Namun, hasil dari teknologi tersebut tetap membutuhkan evaluasi manusia untuk memastikan kualitas, akurasi informasi, identitas brand, serta kesesuaian dengan audiens. Keempat, AI Content Factory Menjadi Pendekatan Baru dalam Produksi Materi Marketing Pertumbuhan e-commerce dan media sosial membuat kebutuhan terhadap materi pemasaran terus meningkat. Satu brand dapat membutuhkan puluhan jenis konten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari posting media sosial, promosi produk, video pendek, hingga kampanye penjualan. Kondisi tersebut mendorong berkembangnya konsep AI Content Factory, yaitu sistem yang memanfaatkan AI untuk membantu menghasilkan materi pemasaran secara lebih terstruktur dan dalam jumlah besar. Tigo AI mengembangkan konsep tersebut melalui Smart Content Factory yang mencakup tiga kategori utama: AI copy, AI poster, dan AI short video. Produksi Konten dalam Satu Sistem Dalam sistem tersebut, pengguna memasukkan informasi produk, target konsumen, serta tema pemasaran. AI kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa jenis materi. Misalnya, satu informasi produk dapat dikembangkan menjadi caption Instagram, poster promosi, serta video pendek yang digunakan untuk TikTok. Menurut perusahaan, materi juga dapat disesuaikan dengan konteks bahasa dan karakter pasar Indonesia. Pendekatan ini dapat membantu bisnis yang sebelumnya harus menggunakan beberapa software maupun tenaga profesional untuk pekerjaan yang berbeda. UMKM dan Brand Memiliki Kebutuhan Berbeda Jumlah materi yang dibutuhkan setiap perusahaan tidak selalu sama. Brand berskala besar mungkin membutuhkan banyak variasi konten untuk melakukan A/B testing dan menjalankan kampanye dalam skala besar. Sebaliknya, UMKM mungkin hanya membutuhkan beberapa materi setiap minggu untuk menjaga aktivitas media sosial maupun mempromosikan produk tertentu. Karena itu, pemanfaatan AI dalam content production berpotensi memberikan manfaat yang berbeda bagi setiap skala bisnis. Bagi perusahaan besar, AI dapat meningkatkan kapasitas produksi. Sementara bagi bisnis kecil, teknologi tersebut dapat membantu mengurangi hambatan dalam menghasilkan materi pemasaran secara rutin. Perkembangan AI Content Factory menunjukkan bahwa teknologi generatif mulai bergerak dari sekadar alat pembuat gambar atau teks menjadi bagian dari workflow pemasaran perusahaan. Kelima, Platform Marketing Mulai Menawarkan Layanan Berbeda Berdasarkan Skala Bisnis Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan pemasaran yang sama. Brand besar biasanya berfokus pada peningkatan awareness, jangkauan pasar, dan pengelolaan kampanye dalam skala besar. Sementara bisnis yang sedang berkembang lebih sering berorientasi pada peningkatan traffic dan conversion. UMKM memiliki tantangan lain, terutama keterbatasan anggaran, tenaga kerja, dan kemampuan teknis. Perbedaan kebutuhan tersebut mendorong perusahaan marketing technology untuk mengembangkan layanan yang lebih fleksibel. Tigo AI termasuk salah satu platform yang memperkenalkan sistem layanan pemasaran berdasarkan skala bisnis. Brand Besar Untuk perusahaan berskala besar, kebutuhan marketing biasanya mencakup produksi konten dalam volume tinggi, distribusi melalui sejumlah kanal, serta analisis data kampanye. Tigo AI menyediakan kombinasi materi kreatif berbasis AI, jaringan micro-creator, serta data lintas kanal untuk kategori tersebut. Bisnis yang Sedang Berkembang Untuk seller maupun perusahaan yang sedang memperbesar skala bisnis, fokus kampanye dapat lebih diarahkan pada traffic dan conversion. Pada konteks e-commerce, pendekatan tersebut dapat mencakup produksi konten promosi dan distribusi melalui kreator yang diarahkan ke kanal seperti Shopee atau Lazada. UMKM Bagi UMKM, kesederhanaan operasional menjadi salah satu faktor penting. Pelaku usaha kecil umumnya tidak memiliki tim marketing yang terdiri dari desainer, copywriter, social media specialist, dan video editor. Lantaran itu, penggunaan sistem yang mengintegrasikan beberapa pekerjaan dapat mengurangi hambatan awal untuk menjalankan promosi digital. Menurut Tigo AI, pengguna dapat memilih layanan berdasarkan skala usaha, anggaran, dan tujuan kampanye. Model bertingkat seperti ini mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pelaku ekonomi digital Indonesia. Keenam, AI Membuka Alternatif Promosi Digital bagi UMKM dengan Anggaran Terbatas Digitalisasi memberikan banyak peluang bagi UMKM Indonesia, tetapi aktivitas pemasaran online masih menjadi tantangan bagi sebagian pelaku usaha. Membuat konten secara konsisten membutuhkan waktu dan kemampuan tertentu, sedangkan menggunakan jasa profesional dapat meningkatkan biaya operasional. Perkembangan generative AI mulai menawarkan alternatif baru. Teknologi tersebut memungkinkan berbagai aktivitas dasar seperti pembuatan copy, desain promosi, dan video pendek dilakukan dengan proses yang lebih sederhana. Tigo AI menjadi salah satu platform yang menawarkan layanan pemasaran berbasis AI untuk segmen UMKM. Menurut informasi perusahaan, layanan tertentu dapat digunakan dengan anggaran awal mulai sekitar Rp50 ribu, tergantung jenis kampanye dan kebutuhan pengguna. Dari Informasi Produk ke Materi Promosi Dalam sistem yang dikembangkan platform, pemilik usaha memberikan informasi dasar mengenai produk. AI kemudian dapat membantu menghasilkan beberapa jenis materi seperti copy media sosial, poster, dan video pendek. Materi tersebut dapat digunakan untuk akun bisnis atau didistribusikan melalui jaringan micro-creator. Bagi UMKM, pendekatan ini dapat mengurangi kebutuhan memiliki kemampuan desain maupun editing secara mendalam. Memulai dari Skala Kecil Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menentukan seberapa besar anggaran yang perlu dikeluarkan. Bisnis kecil umumnya memiliki toleransi risiko yang lebih rendah dibanding perusahaan besar. Karena itu, kemampuan memulai kampanye dalam skala kecil dapat memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan eksperimen sebelum meningkatkan investasi. Menurut Tigo AI, pengguna dapat memantau indikator seperti exposure dan engagement untuk mengevaluasi respons kampanye. Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi berikutnya. Meskipun AI dapat menurunkan sebagian hambatan produksi, keberhasilan pemasaran tetap dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, pelayanan, strategi distribusi, kreativitas komunikasi, serta kesesuaian dengan target konsumen. Kerujuh, Review Pengguna dan Micro-Creator Semakin Berperan dalam Strategi E-Commerce Ulasan menjadi salah satu elemen yang diperhatikan konsumen sebelum melakukan pembelian secara online. Selain membaca informasi produk yang disediakan seller, pembeli juga dapat melihat komentar pelanggan, video review, maupun pengalaman pengguna di media sosial. Fenomena tersebut membuat reputasi digital semakin penting dalam persaingan e-commerce. Tigo AI mengembangkan pendekatan pemasaran yang menggabungkan jaringan micro-creator dengan produksi konten berbasis AI. Menurut perusahaan, sistem digunakan untuk membantu seller memperoleh distribusi konten dari pengguna atau kreator yang relevan. Dari Media Sosial ke E-Commerce Dalam model tersebut, kreator dapat membuat konten berupa pengalaman penggunaan, foto produk, ataupun video review yang kemudian dipublikasikan melalui kanal seperti TikTok dan Instagram. Konten tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen sebelum akhirnya mengunjungi halaman produk di marketplace. Pendekatan semacam ini mencoba menghubungkan social media discovery dengan transaksi e-commerce. Keaslian Tetap Menjadi Faktor Penting Penggunaan review sebagai bagian dari strategi marketing perlu dibedakan dari manipulasi ulasan. Review palsu dapat merugikan konsumen, merusak reputasi brand, dan bertentangan dengan kebijakan sejumlah platform. Tigo AI menyatakan sistemnya memiliki mekanisme verifikasi untuk membantu memastikan aktivitas dilakukan oleh pengguna nyata serta mengurangi risiko trafik yang tidak valid. Menurut perusahaan, platform juga digunakan untuk membantu bisnis memilih kreator berdasarkan kategori produk serta melihat data exposure, engagement, dan traffic. Bagi produk baru, konten dari pengguna dapat membantu meningkatkan percakapan mengenai produk sekaligus memberikan feedback kepada seller. Namun, kredibilitas strategi tersebut tetap bergantung pada transparansi, pengalaman penggunaan yang nyata, serta kebebasan kreator dalam menyampaikan pendapat. Ke depan, perpaduan antara micro-creator, UGC, social commerce, dan e-commerce diperkirakan akan semakin banyak digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Kedelapan, Tigo Mengembangkan Sistem Produksi Short Drama Berbasis AI dalam Skala Besar Perkembangan artificial intelligence mulai memberikan dampak pada industri produksi video dan konten hiburan. Teknologi generative AI kini dapat digunakan dalam berbagai tahap produksi, mulai dari pengembangan naskah, pembuatan karakter, desain latar, suara, hingga video. Tigo menjadi salah satu platform yang mencoba menerapkan teknologi tersebut dalam produksi serial video pendek atau short drama. Pada Agustus 2026, perusahaan memperkenalkan konsep layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”. Menurut perusahaan, angka tersebut menggambarkan target kapasitas produksi yang dapat dicapai melalui workflow AI yang telah distandardisasi, bukan berarti setiap proyek secara otomatis menghasilkan 100 episode dalam kondisi yang sama. Dari Produksi Berbasis Proyek ke Workflow Terstandardisasi Produksi serial video secara tradisional membutuhkan banyak tenaga kerja. Proses dapat melibatkan penulis naskah, sutradara, pemain, tim kamera, lighting, lokasi, editor, voice-over, hingga tim pascaproduksi. Untuk proyek dengan jumlah episode besar, proses tersebut membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Tigo mencoba menerapkan pendekatan berbeda. Tema dan konsep cerita terlebih dahulu dikembangkan menjadi struktur karakter, dunia cerita, serta format episode. Setelah elemen dasar tersebut ditentukan, AI digunakan untuk membantu mempercepat berbagai bagian produksi. AI Script Generation AI dapat digunakan untuk menyusun struktur cerita berdasarkan genre, audiens, dan kebutuhan platform. Proses tersebut mencakup pengembangan karakter, konflik utama, serta alur setiap episode. AI Character Generation Teknologi generatif digunakan untuk membuat desain karakter dan mempertahankan konsistensi tampilan di berbagai scene dan episode. Konsistensi karakter masih menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi video berbasis AI. AI Scene Generation AI memungkinkan pembuat konten menghasilkan berbagai lingkungan tanpa membangun seluruh set secara fisik. Latar tersebut dapat berupa sekolah, rumah, kantor, kawasan perkotaan, dunia historis, maupun lingkungan futuristik. AI Video Generation Visual statis kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkaian shot atau video menggunakan teknologi generative video. AI Voice-Over dan Dialogue Teknologi suara sintetis dapat digunakan untuk menghasilkan dialog dalam beberapa bahasa maupun karakter suara yang berbeda. Kemampuan ini membuka kemungkinan lokalisasi konten untuk berbagai negara. AI Subtitle dan Post-Production Sebagian proses subtitle, editing dasar, audio, dan pengolahan visual juga dapat diotomatisasi. Dengan menggabungkan beberapa tahapan tersebut dalam satu workflow, proses produksi yang sebelumnya tersebar ke banyak fungsi dapat dikelola secara lebih terintegrasi. Mengapa Mengejar Skala Produksi? Dalam ekosistem TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, dan platform video pendek lainnya, konsistensi publikasi menjadi salah satu tantangan utama kreator. Satu konten viral dapat menghasilkan pertumbuhan tinggi dalam waktu singkat, tetapi mempertahankan perhatian audiens membutuhkan produksi konten secara terus-menerus. Menurut Tigo, konsep 100 episode bukan hanya tentang jumlah video. Perusahaan ingin mengembangkan sistem di mana karakter, dunia cerita, dan format produksi dibuat terlebih dahulu sehingga proses berikutnya dapat dilakukan lebih cepat. Pendekatan tersebut juga memungkinkan kreator menguji beberapa genre dan konsep cerita dalam waktu yang relatif singkat. Tidak Hanya untuk Industri Film Tigo menyebut sistem tersebut tidak hanya ditujukan kepada studio film atau perusahaan produksi profesional. Brand dapat menggunakan serial cerita sebagai bagian dari branded content. Produk dapat ditempatkan sebagai bagian dari cerita, bukan hanya muncul dalam format iklan konvensional. Bisnis lokal juga dapat mengembangkan cerita untuk sektor seperti kuliner, kecantikan, pendidikan, maupun pariwisata. Sementara kreator individual dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membangun karakter dan intellectual property mereka sendiri. Indonesia Menjadi Pasar Menarik untuk Eksperimen AI Short Drama Indonesia memiliki basis pengguna media sosial yang besar dan aktivitas konsumsi video pendek yang tinggi. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk perkembangan format konten baru. Video pendek, live streaming, social commerce, e-commerce, dan storytelling juga semakin saling terhubung. Menurut Tigo, perkembangan tersebut berpotensi membuat short drama tidak hanya berfungsi sebagai konten hiburan tetapi juga sebagai salah satu format komunikasi pemasaran. Alih-alih hanya membuat satu iklan, sebuah brand dapat membangun rangkaian cerita yang terus diikuti pengguna. Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi tidak otomatis menjamin keberhasilan sebuah konten. Kualitas cerita, konsistensi karakter, kreativitas, relevansi budaya, serta kemampuan memahami audiens tetap menjadi faktor penting. Perkembangan AI kemungkinan akan membuat proses produksi menjadi semakin mudah diakses. Namun, persaingan selanjutnya bukan hanya mengenai siapa yang mampu menghasilkan lebih banyak video, melainkan siapa yang mampu menghasilkan cerita yang relevan dan cukup menarik untuk terus diikuti audiens.

Smart Salary Perkuat Posisi Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara Lewat DTI-Cx 2026 Teknologi
Teknologi
Senin, 10 Agustus 2026 | 13:07 WIB

Smart Salary Perkuat Posisi Enterprise HR Technology Partner di Asia Tenggara Lewat DTI-Cx 2026

Jakarta, katakabar.com - Smart Salary memanfaatkan ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-Cx) 2026 sebagai momentum untuk memperkuat posisinya sebagai Enterprise HR Technology Partner, yang siap mendukung transformasi digital organisasi berskala besar di Indonesia dan Asia Tenggara. Usung tema “Humanity and AI in HR Works”, Smart Salary membawa visi “Empowering Enterprises and Their People Across Southeast Asia” suatu keyakinan transformasi digital yang sesungguhnya tidak hanya menghadirkan teknologi yang lebih canggih, tetapi juga memberdayakan manusia yang berada di balik setiap organisasi. Seiring berkembangnya skala bisnis, kompleksitas pengelolaan sumber daya manusia juga semakin meningkat. Perusahaan kini membutuhkan lebih dari sekadar sistem yang mampu mengotomatisasi pekerjaan administratif. Mereka memerlukan platform terintegrasi yang mampu mendukung operasional multi-entitas, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta menghadirkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Smart Salary menghadirkan ekosistem solusi yang terdiri dari Enterprise Payroll, Human Resource Information System (HRIS), Earned Wage Access (EWA), dan Sally AI. Kapabilitas Smart Salary telah dipercaya oleh berbagai perusahaan dengan skala operasional dan tingkat kompleksitas yang tinggi. Salah satunya adalah Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di mana Smart Salary mendukung pengelolaan payroll untuk lebih dari 100.000 karyawan, 5.000 unit organisasi, berbagai kewarganegaraan, serta beberapa rezim perpajakan dalam satu proses payroll. J&T Express juga memanfaatkan Smart Salary untuk mendukung proses onboarding, mutasi karyawan, dan pengelolaan payroll dalam skala nasional. Hingga saat ini, Smart Salary telah dipercaya oleh lebih dari 300 perusahaan dan mendukung pengelolaan lebih dari 500.000 karyawan di seluruh Indonesia. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam DTI-Cx 2026 adalah Sally AI, AI coworker yang dirancang untuk mendampingi tim HR dalam menjalankan operasional sehari-hari. Sally AI membantu menyusun dokumen HR berdasarkan kebijakan perusahaan dan regulasi yang berlaku, memberikan rekomendasi untuk mendukung kepatuhan, serta menjawab berbagai pertanyaan rutin karyawan. Dalam waktu dekat, Sally AI juga akan menghadirkan fitur Natural Language Workforce Analytics, yang memungkinkan tim HR menganalisis data tenaga kerja cukup dengan menggunakan pertanyaan dalam bahasa sehari-hari. Dengan mengotomatisasi pekerjaan yang repetitif sekaligus menghadirkan insight yang lebih mudah diakses, Sally AI memungkinkan tim HR untuk lebih berfokus pada pengembangan talenta dan inisiatif strategis perusahaan. “Ini bukan sekadar tentang menghadirkan teknologi baru, tetapi mencerminkan arah yang sedang dituju Smart Salary. Seiring organisasi di Asia Tenggara terus berkembang dalam skala dan kompleksitas, kami berkomitmen membangun ekosistem teknologi HR yang dapat tumbuh bersama kebutuhan mereka," kata Simon Li, Chief Executive Officer Smart Salary. Kata Simon, dengan mengintegrasikan Enterprise Payroll, HRIS, Earned Wage Access, dan Sally AI dalam satu platform, kami membantu perusahaan beroperasi lebih efisien sekaligus memberikan ruang bagi tim HR untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi karyawannya. "Kami percaya masa depan dunia kerja akan dimiliki oleh organisasi yang mampu menggabungkan potensi manusia dengan kekuatan AI," jelasnya. Di DTI-Cx 2026, Smart Salary menghadirkan visi tersebut melalui booth bertema “Humanity and AI in HR Works” di area DTI-HR. Booth ini dirancang sebagai representasi workplace modern, yang memperlihatkan bagaimana Enterprise Payroll, HRIS, EWA, dan Sally AI saling terintegrasi dalam satu ekosistem untuk mendukung kebutuhan perusahaan berskala enterprise. Pengunjung juga dapat menikmati interactive photo experience yang merepresentasikan keyakinan Smart Salary bahwa AI hadir untuk memberdayakan manusia, bukan menggantikannya. Partisipasi dalam DTI-Cx 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Smart Salary untuk terus memperkuat kapabilitas enterprise sekaligus memperluas relevansi solusi yang dikembangkan bagi organisasi di kawasan Asia Tenggara. Seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan teknologi HR yang cerdas, scalable, dan compliant, Smart Salary berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi yang membantu organisasi membangun operasional HR yang lebih efisien, siap menghadapi masa depan, dan tetap berpusat pada manusia.

B2B Tech Asia Expo 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Tegaskan AI Fondasi Utama Bisnis di Asia Tenggara Internasional
Internasional
Senin, 13 Juli 2026 | 11:52 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Tegaskan AI Fondasi Utama Bisnis di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Pameran dua hari yang dihelat VRIGroup bersama DailySocial ini mempertemukan lebih dari 2.800 pemimpin bisnis, penyedia software, pengembang AI, dan investor dari berbagai negara Asia. B2B Tech Asia Expo 2026 (BTA '26) resmi digelar pada 1 hingga 2 Juli 2026 lalu, di AXA Tower, Kuningan City Grand Ballroom, Jakarta, membawa pesan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan software kini menjadi fondasi utama operasional perusahaan di Asia Tenggara. Pameran ini mempertemukan pemimpin perusahaan, penyedia software, pengembang AI, investor, hingga eksekutif transformasi digital dari berbagai negara di kawasan. Angkat tema "The Dawn of Asia's B2B Tech Mega Market", BTA '26 menyoroti meningkatnya investasi perusahaan pada otomatisasi, kecerdasan operasional, komputasi awan, serta platform produktivitas berbasis AI. Dua hari penyelenggaraan berhasil menarik sekitar 3.000 pengunjung yang mengikuti rangkaian keynote dan diskusi panel seputar adopsi AI di perusahaan, transformasi tenaga kerja, skalabilitas software, hingga pemanfaatan data dalam operasional bisnis. Pendiri sekaligus CEO VRIGroup, Yuiichiro Sasaki, menyampaikan Asia Tenggara telah melewati fase awal digitalisasi dan kini memasuki periode ketika integrasi AI dan software menjadi kebutuhan mendasar bagi perusahaan untuk beroperasi dan bertumbuh. Menurutnya, penyelenggaraan BTA '26 menjadi bukti bahwa pasar solusi B2B di kawasan ini telah benar-benar terbentuk. Sejalan hal itu, Pendiri dan CEO DailySocial Group, Rama Mamuaya, menjelaskan bahwa BTA '26 hadir sebagai ruang bagi perusahaan untuk mengevaluasi berbagai solusi AI dan software yang dibutuhkan dalam meningkatkan produktivitas bisnis mereka. Seiring semakin matangnya pasar software global, Asia Tenggara dinilai menjadi kawasan ekspansi baru bagi perusahaan teknologi B2B. Hal ini didorong oleh besarnya jumlah tenaga kerja digital, percepatan digitalisasi perusahaan, serta meningkatnya kebutuhan akan efisiensi operasional berbasis AI. Kini, AI tidak lagi diposisikan sebagai teknologi pelengkap, melainkan sebagai infrastruktur inti yang mendukung layanan pelanggan, operasional sumber daya manusia, keuangan, analitik, keamanan siber, hingga produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Selain sesi konferensi, BTA '26 juga menghadirkan area pameran yang memperkenalkan berbagai solusi bisnis mulai dari platform AI, software enterprise, layanan cloud, HR tech, infrastruktur fintech, solusi keamanan siber, hingga teknologi otomasi dari perusahaan regional maupun internasional. Penyelenggaraan hari kedua berfokus pada strategi perluasan inovasi perusahaan, operasional software lintas negara, sesi business matchmaking, serta perkembangan ekosistem teknologi perusahaan di Asia.

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 03 Juni 2026 | 22:15 WIB

Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Industri Kripto Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan signifikan di tingkat global maupun regional. Di tengah meningkatnya adopsi aset digital di berbagai negara, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk perkuat posisinya sebagai salah satu pasar kripto utama di Asia Tenggara. Laporan CoinGecko menunjukkan, kripto saat ini telah memiliki status legal di 119 negara dan empat British Overseas Territories. Dari jumlah tersebut, 62 negara telah memiliki kerangka regulasi yang lebih komprehensif. Kondisi ini menunjukkan aset kripto semakin mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari ekosistem keuangan digital global. Di kawasan Asia Tenggara, minat terhadap kripto masih didominasi oleh Singapura dan Filipina. Tetapi, Indonesia tetap menjadi salah satu pasar penting di kawasan, seiring besarnya populasi, peningkatan literasi digital, serta bertumbuhnya minat masyarakat terhadap aset digital. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan industri kripto Indonesia berada pada fase yang semakin matang. Menurutnya, pertumbuhan jumlah pengguna, peningkatan pengawasan, serta hadirnya ekosistem yang lebih tertata menjadi fondasi penting bagi masa depan industri aset kripto nasional. “Indonesia punya potensi yang sangat besar dalam industri kripto. Kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem ini berkembang menjadi lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan populasi digital yang besar dan dukungan regulasi yang semakin jelas, Indonesia punya peluang untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset digital di Asia Tenggara,” ujar Calvin. Pertumbuhan Berimbang Perkembangan tersebut juga tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatat jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta akun per Maret 2026. Jumlah ini meningkat 1,43% dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 21,07 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat meskipun pasar kripto global masih bergerak dinamis. Calvin menambahkan, pertumbuhan industri kripto perlu diimbangi dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, edukasi menjadi aspek penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih bijak, termasuk risiko, teknologi, serta manfaatnya dalam ekosistem keuangan digital. “Ke depan, tantangan utama industri bukan hanya mendorong adopsi, tetapi memastikan adopsi tersebut berjalan secara bertanggung jawab. Literasi, keamanan, dan kepatuhan regulasi harus menjadi prioritas bersama. Tokocrypto berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kripto Indonesia melalui edukasi, inovasi produk, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” jelas Calvin. Secara global, CoinGecko mencatat bahwa sebagian besar negara yang telah melegalkan kripto berasal dari kelompok negara berkembang di Asia dan Afrika. Hal ini menunjukkan bahwa aset kripto semakin relevan di pasar negara berkembang, terutama sebagai bagian dari transformasi digital dan perluasan akses terhadap produk keuangan berbasis teknologi. Tata Kelola Kuat Meski demikian, perkembangan industri kripto tetap membutuhkan tata kelola yang kuat. Dengan regulasi yang semakin berkembang, pelaku industri diharapkan dapat membangun ekosistem yang lebih aman, transparan, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Calvin menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan daya saing di industri aset digital. Kombinasi antara jumlah pengguna yang besar, regulasi yang terus diperkuat, inovasi teknologi, serta kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan kripto nasional secara berkelanjutan. “Jika ekosistem ini dibangun dengan pendekatan yang tepat, kripto dapat menjadi bagian penting dari ekonomi digital Indonesia. Fokusnya bukan hanya pada transaksi, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi blockchain untuk menciptakan efisiensi, transparansi, dan peluang baru bagi masyarakat,” sebutCalvin.

Evolution Team Juara Perdana CrossFire: Legends Championship Asia Tenggara Internasional
Internasional
Senin, 16 Februari 2026 | 13:00 WIB

Evolution Team Juara Perdana CrossFire: Legends Championship Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - Turnamen esports internasional perdana CrossFire: Legends Championship (CFLC) resmi berakhir pada 8 Februari di Manila, Filipina, menandai tonggak penting perkembangan skena kompetitif mobile first-person shooter (FPS) di Asia Tenggara. Tim Vietnam Evolution Team (EVO) keluar sebagai juara, sementara tim Filipina KDM menempati posisi kedua. Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar USD 70.000 atau setara Rp1,1 miliar, menghadirkan persaingan sengit antar tim dari lima negara di kawasan. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang turut bersaing sejak tahap awal. Partisipasi tersebut mencerminkan pertumbuhan ekosistem esports mobile di dalam negeri sekaligus menunjukkan kesiapan talenta lokal untuk tampil di panggung regional. Babak semifinal dan Grand Final yang berlangsung pada 7 hingga 8 Februari 2026 menarik ribuan penonton secara langsung. Tayangan live melalui TikTok, Facebook, dan YouTube turut mencatat lebih dari 500.000 penayangan, menegaskan tingginya antusiasme penggemar esports di seluruh Asia Tenggara. Antusiasme ini juga terlihat di Indonesia, seiring meningkatnya perhatian komunitas terhadap skena kompetitif CrossFire: Legends. Turnamen ini turut menghadirkan tim esports ternama Asia Tenggara seperti EVOS, ONIC, dan FullSense, yang semakin memperkuat lanskap kompetitif regional. Kesuksesan CFLC menjadi langkah penting dalam perjalanan global CrossFire: Legends. “Kami tetap berkomitmen membangun sistem esports FPS mobile yang profesional dan komprehensif,” ujar perwakilan Tencent K1 Team. “CFLC awal dari investasi berkelanjutan kami dalam menghadirkan kompetisi internasional berkualitas bagi para pemain di seluruh dunia," jelasnya. Berakhirnya CFLC menegaskan posisi Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat untuk esports mobile, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar yang terus menunjukkan perkembangan positif. Untuk informasi dan pembaruan lebih lanjut mengenai CFLC, penggemar dapat mengikuti akun resmi CrossFire: Legends di Facebook (cflesportsglobal), TikTok (@cflesports), Instagram (@cflesportsglb), dan YouTube (cflesports). About CrossFire: Legends Crossfire: Legends is the official mobile adaptation of Crossfire, the globally recognized, highly beloved first-person shooter (FPS) game by South Korean video game company Smilegate. Developed by TiMi Studio Group and published by Level Infinite, the game brings the original PC version's core mechanics, competitive intensity, and tactical gameplay to mobile, fully reimagined for on-the-go experiences. Crossfire: Legends offers fast-paced multiplayer modes such as Search & Destroy and Team Deathmatch, with compact map designs and quick respawn mechanics prioritizing high-stakes, skill-based combat. Built on the Unity engine, Crossfire: Legends features optimized performance across various mobile devices and supports extensive customization, including control layouts, aim sensitivity, and gyroscope calibration

Kala Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment Partner di Asteng Nasional
Nasional
Jumat, 23 Januari 2026 | 20:21 WIB

Kala Arena Bertemu Outfield: EVOS x TOPGOLF Jakarta Hadirkan One Stop Entertainment Partner di Asteng

Jakarta, katakabar.com - Jakarta belum pernah saksikan kolaborasi seperti ini sebelumnya. Kala EVOS, organisasi esports terkemuka di Asia Tenggara, bergabung dengan TOPGOLF Jakarta, hasilnya bukan sekadar kerja sama, melainkan lahirnya One Stop Entertainment Partner bagi generasi yang tumbuh dengan koneksi, kompetisi, dan budaya. Not About Golf. Not About Games. About Play. TOPGOLF Jakarta bukanlah driving range tradisional. Ini adalah tempat dimana olahraga bertransformasi menjadi permainan sosial, tempat tertawa bersama teman, menantang rival, dan menciptakan momen yang berkesan. Hal ini mencerminkan perjalanan EVOS di dunia esports, yang mengubah kompetisi game menjadi sebuah gerakan budaya di Indonesia dan kawasan sekitarnya. Bersama-sama, EVOS dan TOPGOLF mendefinisikan ulang makna “play” di tahun 2026, menjadikan EVOS x TOPGOLF Jakarta sebagai One Stop Entertainment Partner yang menjembatani dunia digital dan fisik. Hartman Harris, CEO EVOS, menyampaikan Gaming tidak berhenti di layar. Bermain tidak berhenti di bay. Kolaborasi ini adalah tentang menyatukan dua dunia, menjadikan Jakarta sebagai pusat pertemuan budaya fisik dan digital. Taste, Vibes, and Stories Kolaborasi ini menghadirkan lebih dari sekadar aktivitas golf atau gaming. Denny Boy Gunawan, Head of Operations TOPGOLF Jakarta, menimpali figur yang dikenal melalui Top Chef Indonesia dan Iron Chef Indonesia. TOPGOLF memastikan setiap elemen pengalaman, mulai dari kuliner hingga atmosfer, dikurasi dengan standar hospitality dan kreativitas tinggi. “Setiap detail di TOPGOLF dirancang untuk menciptakan pengalaman yang berkesan, bukan hanya bermain, tetapi juga bersantap dan bersosialisasi dalam satu tempat,” ujar Denny. Building New-Gen Leisure Bagi Santy, Senior Manager of Business Development TOPGOLF Jakarta, kolaborasi ini langkah untuk membentuk masa depan industri hiburan di Indonesia. “Anak muda saat ini tidak hanya ingin keluar rumah, mereka ingin merasa menjadi bagian dari sebuah tempat,” jelas Santy. “TOPGOLF adalah third space tersebut: bukan rumah, bukan tempat kerja, melainkan arena bermain yang hidup, tempat untuk teman, kreator, dan komunitas saling terhubung. EVOS membawa komunitas digitalnya, sementara kami menghadirkan panggung fisiknya," ucapnya. Lebih dari Sekadar Venue Dengan berbagai aktivitas seperti esports watch party, live music, DJ night, hingga kolaborasi gaming kreator dan brand lifestyle, TOPGOLF berkembang menjadi panggung hiburan lintas industri yang dinamis dan relevan. Dampak dan Relevansi Kolaborasi EVOS x TOPGOLF Jakarta menandai babak baru industri hiburan di Indonesia: • EVOS menghadirkan basis penggemar muda dan budaya esports. • TOPGOLF membawa venue hiburan berkelas dunia dengan pendekatan lifestyle. • Bersama, keduanya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat hiburan dan budaya generasi baru di Asia Tenggara. EVOS x TOPGOLF Jakarta bukan sekadar partnership, melainkan sebuah gerakan yang mendefinisikan ulang cara generasi muda bermain, berinteraksi, dan menikmati

ASUENE Dorong Program International Landing Pad Percepat Dekarbonisasi di Asia Tenggara Tekno
Tekno
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:30 WIB

ASUENE Dorong Program International Landing Pad Percepat Dekarbonisasi di Asia Tenggara

Jakarta, katakabar.com - ASUENE Inc., melalui anak perusahaannya ASUENE APAC Pte. Ltd., resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital dari salah satu konglomerasi besar Indonesia, Sinar Mas Land, dorong ekspansi dan mempercepat inisiatif dekarbonisasi di Indonesia, serta kawasan Asia Pasifik (APAC). Lewat kemitraan ini, ASUENE akan memanfaatkan jaringan dukungan startup LLV melalui International Landing Pad Program untuk memperkuat kehadiran serta pengembangan bisnisnya di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik (APAC). ASUENE memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan carbon accounting dan platform manajemen rantai pasok berbasis cloud terkemuka di Asia. Layanan unggulannya, ASUENE dan ASUENE SUPPLY CHAIN, tercatat memiliki jumlah instalasi tertinggi di Jepang. Sejak pembukaan kantor regional di Singapura pada 2022, ASUENE terus memperluas jangkauan, dan pengaruhnya di seluruh Asia Pasifik. MoU ini menjadi tindak lanjut dari keberhasilan ASUENE dalam program akselerator oleh PETRONAS, yang menegaskan kualitas teknologi dan kesiapan ASUENE untuk mendukung transisi energi di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sendiri menargetkan netral karbon pada tahun 2060, tetapi masih menghadapi tantangan ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara dan gas. Dalam konteks tersebut, Living Lab Ventures (LLV), bagian dari konglomerasi besar Indonesia, Sinar Mas Land, memainkan peran penting dalam mendorong inovasi melalui jaringan dukungan startup yang luas, International Landing Pad Program. Melalui penandatanganan MoU ini, ASUENE bertujuan untuk semakin mempercepat upaya dekarbonisasi di kawasan Asia Pasifik (APAC). Melalui kemitraan ini, ASUENE dan LLV akan memperkuat kolaborasi lintas industri untuk mempercepat adopsi teknologi rendah karbon serta mendukung target dekarbonisasi Indonesia dan Asia Pasifik. Tentang International Landing Pad Program oleh LLV International Landing Pad Program merupakan program dukungan dari LLV yang dirancang untuk membantu startup masuk dan berkembang di pasar Indonesia. Dengan memanfaatkan BSD City sebagai lokasi uji coba nyata, salah satu kawasan pengembangan perkotaan terbesar di Indonesia, program ini memberikan dukungan mulai dari eksplorasi peluang bisnis, penghubung dengan calon mitra, hingga insight pasar dan akses ruang kerja. Melalui ekosistem inovasi LLV, perusahaan dapat menjalankan proyek percontohan, membangun kolaborasi, dan mempercepat ekspansi di kawasan Asia Tenggara. Tentang Living Lab Ventures Living Lab Ventures (LLV) adalah organisasi pendukung startup yang beroperasi sebagai corporate venture capital dari Sinar Mas Land, perusahaan pengembang properti di bawah konglomerat Sinar Mas Group. Dengan memanfaatkan BSD City, salah satu pengembangan kota terpadu terbesar di Indonesia, sebagai area uji inovasi, LLV menyediakan dukungan menyeluruh bagi perusahaan domestik dan internasional, termasuk akses pasar, business matching, serta fasilitas untuk proyek percontohan dan pengujian inovasi. Profil Perusahaan ASUENE ASUENE Inc. adalah perusahaan Climate Tech terkemuka di Jepang dengan misi "Mengubah dunia untuk generasi berikutnya". ASUENE menyediakan platform akuntansi karbon untuk membantu perusahaan mengukur, melaporkan, dan menurunkan emisi karbon, sekaligus mendukung tercapainya target net zero di masyarakat.

AnyMind Group Perkuat Jajaran Kepemimpinan di Asia Tenggara dengan Empat Penunjukan Baru Internasional
Internasional
Jumat, 05 Desember 2025 | 11:00 WIB

AnyMind Group Perkuat Jajaran Kepemimpinan di Asia Tenggara dengan Empat Penunjukan Baru

Singapura, katakabar.com - AnyMind Group [TSE:5027], sebuah perusahaan BPaaS (Business-Process-as-a-Service) untuk pemasaran, e-commerce, dan transformasi digital, hari ini mengumumkan empat penunjukan kepemimpinan, termasuk penunjukan Chief Operating Officer untuk Asia Tenggara. Penunjukan tersebut meliputi: - Masaki Okawa sebagai Chief Operating Officer, Southeast Asia, - Siwat Vilassakdanont sebagai Managing Director, New Ventures, Thailand, - Tatum Kembara sebagai Managing Director, Growth and Partnerships, Indonesia, - Takahiko Iwabuchi sebagai Country Manager, Thailand. Mengenai penunjukan ini, Kosuke Sogo, CEO dan co-founder AnyMind Group, mengatakan: "Penunjukan ini memberikan kami daya ungkit untuk melipatgandakan fokus pada area bisnis yang sudah ada dan memperluas model bisnis kami guna menciptakan infrastruktur bisnis generasi baru bagi perusahaan, publishers, dan creator di seluruh dunia." Masaki Okawa sebelumnya menjabat sebagai Managing Director of Strategy di AnyMind Group, dan bergabung dengan perusahaan pada April 2025. Sejak bergabung, ia telah memperkuat strategi kemitraan bisnis global perusahaan, mempertajam arah strategis untuk unit bisnis D2C/e-commerce dan pemasaran, serta mempercepat inisiatif transformasi organisasi dan sumber daya manusia di seluruh grup. Sebelum bergabung dengan AnyMind Group, Okawa memegang peran kepemimpinan di Procter & Gamble (P&G), dengan posisi terakhir sebagai Vice President, Oral Care, Jepang/Korea & Innovation Leader untuk Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Ia juga menjabat sebagai Chief Strategy Officer non-eksekutif di Logipeace. Sebagai Chief Operating Officer, Southeast Asia di AnyMind Group, ia akan memimpin bisnis dan operasional perusahaan untuk wilayah tersebut. Mengenai penunjukannya, Masaki mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, saya melihat secara langsung kekuatan sumber daya manusia, teknologi, dan ambisi AnyMind. "Saat saya melangkah ke peran baru ini, fokus saya adalah mengubah ambisi tersebut menjadi momentum regional yang lebih besar, termasuk menskalakan infrastruktur bisnis generasi baru kami dengan fokus pada Asia Tenggara, memperkuat unit bisnis kami, dan memberdayakan tim kami untuk memberikan dampak transformasional bagi para pelanggan. Kami telah memiliki fondasinya, dan sekarang saatnya untuk melakukan akselerasi," jelasnya. Siwat Vilassakdanont sebelumnya menjabat sebagai Managing Director Thailand, dan juga mengawasi bisnis di Filipina dan Kamboja untuk AnyMind Group. Vilassakdanont bergabung dengan AnyMind Group melalui akuisisi jaringan kreator berbasis di Thailand, Moindy, pada tahun 2019, di mana ia menjabat sebagai Managing Partner. Kariernya mencakup perbankan investasi dan konsultasi. Dalam peran barunya, Vilassakdanont bertanggung jawab atas portofolio New Ventures AnyMind Group di Thailand, mendorong inovasi, mengeksplorasi peluang pendapatan baru, dan membangun jalur strategis yang memperluas ekosistem perusahaan. Mengenai penunjukannya, Siwat menuturkan setelah 7 tahun yang luar biasa membangun kesuksesan di AnyMind Group, saya bersemangat untuk memulai perjalanan lainnya. Peran baru ini benar-benar merupakan bukti filosofi AnyMind yaitu 'Growth for Everyone'. "Saya berterima kasih atas semua dukungan anggota tim saya dari Filipina, Thailand, dan Kamboja yang telah membuat perjalanan kami sukses sejauh ini. Seiring pertumbuhan dan transformasi perusahaan, saya merasa terhormat dapat berperan dalam mendukung penciptaan bisnis baru, inovasi, dan kemitraan strategis bagi ekosistem kami," ujarnta. Tatum Kembara sebelumnya menjabat sebagai Managing Director of E-Commerce Enablement untuk AnyMind Group, dan bergabung dengan perusahaan pada tahun 2023 melalui akuisisi Digital Distribusi Indonesia (DDI), sebuah e-commerce enabler berbasis di Indonesia yang didirikan dan dipimpin oleh Kembara. Dalam peran barunya, Kembara akan mendorong inisiatif pertumbuhan dan kemitraan strategis untuk AnyMind Group di Indonesia, memperluas jejak perusahaan, dan membuka jalan baru bagi nilai pelanggan dan mitra. Mengenai penunjukannya, Tatum menyebutkan saya sangat bersemangat dengan kesempatan untuk mengambil langkah selanjutnya bersama AnyMind. Indonesia adalah salah satu pasar digital paling dinamis di kawasan ini, dan pelanggan kami saat ini mencari kemitraan yang lebih dalam, teknologi yang lebih kuat, dan tim yang dapat bergerak dengan kecepatan dan presisi. "Dalam peran baru ini, saya berkomitmen untuk mengakselerasi mesin pertumbuhan kami di Indonesia dengan memperkuat kemitraan strategis, membuka nilai baru bagi bisnis, dan mendorong gelombang inovasi berikutnya di seluruh ekosistem kami. Saya sangat berterima kasih kepada tim yang telah mendukung perjalanan ini sejauh ini, dan saya bersemangat dengan apa yang dapat kita bangun bersama di masa depan," ulasnya. Takahiko Iwabuchi sebelumnya menjabat sebagai Vice President of Business Development for D2C & E-Commerce Enablement di Thailand untuk AnyMind Group. Ia bergabung dengan perusahaan pada tahun 2017 melalui akuisisi publisher trading desk berbasis di Jepang, FourM. Sebagai Country Manager Thailand, Takahiko akan bertanggung jawab atas bisnis dan operasional perusahaan di Thailand. Mengenai penunjukannya, Takahiko mengutarakan saya bangga dengan pertumbuhan bisnis kami di Thailand dalam beberapa tahun terakhir, dan saya ingin memberikan pengakuan atas kerja luar biasa dari para pemimpin dan tim yang telah membangun fondasi ini sejauh ini. "Lanskap digital Thailand berkembang dengan kecepatan luar biasa, dengan bisnis yang mempercepat pergeseran mereka menuju operasional yang terintegrasi dan berbasis data. Dalam peran baru ini, saya berkomitmen untuk membantu merek, penerbit, dan kreator memanfaatkan momentum ini dengan memperluas jangkauan teknologi dan ekosistem kami, serta membuka fase pertumbuhan baru bagi AnyMind di Thailand," imbuhnya.

Aplikasi Jasa Layanan Rumah Tangga Asal Vietnam Hadir di Tech In Asia Conference 2024 Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 02 November 2024 | 07:28 WIB

Aplikasi Jasa Layanan Rumah Tangga Asal Vietnam Hadir di Tech In Asia Conference 2024

Jakarta, katakabar.com - bTaskee, aplikasi jasa layanan rumah tangga asal Vietnam, hadir di kegiatan Tech In Asia Conference 2024 di Ritz-Carlton, Pasific Place, Indonesia pada 23 hingga 24 Oktober 2024 lalu. Ini upaya ekspansi di Indonesia, bTaskee memperkenalkan dirinya sebagai start-up yang mengedepankan dampak sosial. Chief Operating Officer (COO) Tech In Asia, Maria Li menyampaikan, digitalisasi telah menjadi pondasi bagi bisnis untuk bisa berkembang di industrinya.