Dosen UNRI Dorong Kemajuan UMKM Pesisir Bagan Hulu Lewat Inovasi Produk Perikanan
Rokan Hilir, katakabar.com - Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Riau (UNRI) melakukan pendampingan kepada kelompok POKLAHSAR Bagan Hulu Bersama di Kelurahan Bagan Hulu, Kecamata...
Diwali Bazaar 2026 Ruang Temu Budaya, UMKM dan Gaya Hidup India di Jakarta
Jakarta, katakabar com - Perayaan Diwali di Indonesia semakin berkembang menjadi ruang pertemuan budaya, komunitas, dan aktivitas ekonomi kreatif. Hal itu terlihat ketika pergelaran Indoindians Diwali Bazaar 2026, di The Westin Jakarta, Minggu (27/9) lalu. Memasuki penyelenggaraan ke 12, Diwali Bazaar tidak hanya menghadirkan berbagai produk dan kuliner khas India, tetapi juga mempertemukan komunitas India dengan masyarakat Indonesia melalui rangkaian pertunjukan seni, aktivitas wellness, hingga berbagai kegiatan interaktif. Sekitar 150 vendor dan tenant berpartisipasi dalam bazaar tersebut. Produk yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari busana dan aksesori bernuansa India, perhiasan, dekorasi rumah, produk kecantikan dan wellness, hingga kuliner. Founder Indoindians, Poonam Sagar, mengatakan penyelenggaraan tahun ke 12 menjadi pencapaian tersendiri bagi komunitas yang selama lebih dari satu dekade konsisten menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal budaya India secara lebih dekat. “Ini merupakan penutupan dari beberapa bulan kerja keras untuk memasang semua ini. Ini adalah bazaar ke 12 yang kami lakukan. Jadi ini adalah sebuah dozen,” kata Poonam. Menurutnya, keberadaan Diwali Bazaar juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari Belanja hingga Wellness Tidak hanya berorientasi pada aktivitas belanja, Diwali Bazaar 2026 turut memberikan ruang bagi kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, keseimbangan diri, dan spiritualitas. Pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan seperti meditasi bersama Isha Foundation Indonesia, sesi pernapasan dan ketenangan bersama Art of Living Indonesia, serta talk show bersama Brahma Kumaris Indonesia. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana budaya India di Indonesia tidak hanya diperkenalkan melalui seni, makanan, dan busana, tetapi juga melalui praktik wellness yang semakin dikenal masyarakat urban. Tidak hanya itu, pertunjukan seni sepanjang acara turut menjadi bagian penting dari pengalaman pengunjung. Seni dan budaya menjadi medium yang memungkinkan masyarakat Indonesia mengenal tradisi India dalam suasana yang lebih terbuka dan interaktif. Diplomasi Budaya dari Ruang Komunitas Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang hadir dalam pembukaan acara, menilai kegiatan seperti Diwali Bazaar memiliki peran dalam memperkuat hubungan masyarakat India dan Indonesia. Menurut Sandeep, kegiatan yang digerakkan oleh komunitas dapat menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya karena memungkinkan terjadinya interaksi langsung antarmasyarakat. “Diwali sekarang bukan lagi sebuah festival India, ini menjadi festival internasional,” ucap Sandeep. Ia juga menilai antusiasme masyarakat terhadap Diwali terus berkembang. Menurutnya, festival tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian musim festival yang berlangsung setelah Navratri dan Durga Puja dan berlanjut hingga Natal serta Tahun Baru. “Musim festival telah dimulai, dan orang-orang Indonesia-India melakukan tugas yang baik untuk memperkenalkan budaya-budaya India di Indonesia, dan juga membawa budaya Indonesia ke India,” ujarnya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perayaan budaya tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan tradisi satu negara kepada negara lain, tetapi juga membuka ruang pertukaran budaya secara dua arah. Perempuan dan Pelaku Usaha Mendapat Ruang Selain aspek budaya, Diwali Bazaar juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas eksposur produk mereka. Kehadiran sekitar 150 tenant memberikan kesempatan bagi berbagai bisnis dari sektor fesyen, kecantikan, kerajinan, kuliner, pendidikan, properti, hingga wellness untuk bertemu langsung dengan calon konsumen. Sandeep juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan dan aktivitas bazaar. Ia menyebut dominasi perempuan dalam berbagai aktivitas yang terlihat selama acara sebagai sesuatu yang penting, terutama dalam konteks keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dan kewirausahaan. Dengan perpaduan antara budaya, komunitas, perdagangan, wellness, dan hiburan, Indoindians Diwali Bazaar 2026 menunjukkan bahwa perayaan Diwali di Indonesia telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival tahunan.
Pemanfaatan AI UMKM Indonesia: Cek Hal Ini Agar Bisnis Tidak Tertinggal
Jakarta, katakabar.com - Studi Small Business Credit Survey yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mencatat hampir 40 persen bisnis kecil di Amerika Serikat sudah menggunakan atau berencana menggunakan AI. Penggunaannya paling banyak untuk tugas sehari-hari: menulis materi pemasaran, membalas pesan pelanggan, membuat visual, hingga menganalisis data penjualan.
Biaya Admin Shopee dan TikTok Shop Terus Naik di 2026, Pelaku UMKM Mulai Lirik Toko Online Sendiri
Jakarta, katakabar.com - Permintaan jasa pembuatan website ecommerce meningkat seiring makin banyak penjual online mengeluhkan hal serupa, yakni omzet di layar terlihat besar, tapi saldo yang benar-benar masuk rekening jauh lebih kecil dari yang dibayangkan. Penyebabnya bukan penurunan penjualan, melainkan tumpukan potongan biaya yang makin tebal di dua marketplace terbesar Indonesia, Shopee dan TikTok Shop. Kondisi ini mendorong makin banyak pelaku usaha melirik kanal penjualan tambahan di luar marketplace konvensional. Dua Platform, Dua Skema Kenaikan Berjalan Bersamaan Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Januari 2026, dengan besaran 2,5 hingga 10 persen tergantung kategori produk. Untuk toko berstatus Shopee Mall, sebagian kategori bahkan dikenakan tarif hingga 11,7 persen. Di luar persentase utama, Shopee juga menetapkan biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi sejak Juli 2025, serta biaya tambahan 3 persen untuk produk pre-order sejak awal 2026. TikTok Shop menempuh jalur serupa. Komisi platform berkisar 6,97 hingga 8 persen, ditambah komisi dinamis per kategori yang bisa menambah 3 hingga 8 persen lagi. Yang paling terasa bagi penjual bernilai transaksi besar: batas maksimum komisi per item naik drastis dari Rp40.000 menjadi Rp650.000 sejak pertengahan tahun, seiring integrasi platform ke ekosistem ShopTokopedia. Kedua penyesuaian ini terjadi di waktu yang berdekatan, membuat penjual yang aktif di kedua platform merasakan dampaknya nyaris bersamaan. Berapa Besar Sebenarnya Hilang Kombinasi komisi platform dan komisi dinamis TikTok Shop untuk sejumlah kategori bisa mencapai sekitar 15 persen dari nilai transaksi. Artinya, toko dengan omzet Rp100 juta sebulan berpotensi kehilangan Rp15 juta hanya untuk biaya platform, di luar ongkos iklan dan promosi yang biasanya dikeluarkan terpisah. Dalam setahun, potongan ini bisa menembus Rp180 juta, angka yang cukup untuk membiayai penambahan tim atau pengembangan produk baru. Toko dengan omzet kecil belum tentu merasakan dampak sebesar ini, karena potongan persentase yang kecil kadang masih lebih murah dibanding biaya langganan flat. Tapi begitu skala usaha membesar, perhitungannya sering berbalik. Toko Sendiri Jalan Keluar dari Skema Persentase Alih-alih terus menyesuaikan harga jual setiap kali platform menaikkan komisi, sebagian pelaku usaha memilih memakai jasa pembuatan website toko online untuk membangun kanal penjualan yang biayanya tidak bergantung pada persentase omzet. Skema langganan flat BisnisOn dilengkapi enam pilihan payment gateway, delapan lebih opsi kurir real-time, notifikasi WhatsApp otomatis untuk setiap pesanan, dan dukungan custom domain lengkap dengan SSL gratis sejak hari pertama toko digunakan. "Yang sering terjadi, pelaku usaha baru menyadari besarnya potongan komisi setelah beberapa bulan berjalan, ketika mereka mulai membandingkan angka penjualan kotor dengan yang benar-benar diterima," ujar Mas Tama, pendiri BisnisOn. "Struktur langganan flat membuat pelaku usaha bisa menghitung biaya operasionalnya di depan, tanpa perlu menyesuaikan harga jual setiap kali platform mengubah skema komisi." Dua Kanal Berjalan Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan Toko online mandiri dan toko di marketplace pada praktiknya lebih sering berjalan bersamaan, bukan salah satu ditinggalkan. Perbedaannya terletak pada siapa yang memegang data pelanggan dan bagaimana biaya dihitung. Di marketplace, data pembeli sepenuhnya berada di sistem platform dan biayanya mengikuti persentase transaksi. Di toko sendiri, pelanggan menjadi milik brand secara langsung dan biayanya tetap sama besar berapa pun jumlah transaksi bulanan. Pendekatan menjalankan dua kanal sekaligus semakin umum ditemui di kalangan pelaku usaha yang omzetnya sudah stabil di marketplace, tapi ingin punya kendali lebih besar atas biaya operasional jangka panjang.
BPDP Serahkan Katalog 100 Produk UMKM Sawit ke Kemenper di Momen Olahraga dan Budaya
Jakarta, katakabar.com - BLU Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) manfaatkan momen ajang olahraga dan budaya tahunan Merdeka Run 2026, dengan menyerahkan Katalog 100 Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sawit Kepada Kementerian Perekonomian. Penyerahan katalog diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah kepada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di booth BPDP. Merdeka Run 2026 digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (22/8) lalu berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 5.000 peserta dari berbagai daerah. Turut hadir jajaran pimpinan lintas kementerian, di antaranya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto , Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan, Nyoman Adhi Suryadnyana,Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Fery Irawan, serta Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Kikis Kampanye Negatif Lewat Inovasi Produk Turunan Sawit Kehadiran Booth BPDP bertujuan untuk promosi kebaikan sawit dalam melawan black campaign (kampanye negatif) yang selama ini kerap mendera industri kelapa sawit. Melalui kegiatan edukasi, masyarakat diajak untuk memahami bahwa komoditas sawit tidak hanya sebatas bahan baku minyak goreng. Di hadapan para peserta dan komunitas lari (runners), dijelaskan berbagai bentuk inovasi turunan sawit yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gaya hidup harian, seperti minyak makan merah, suplemen bernutrisi tinggi yang dapat dikonsumsi untuk mendukung kesehatan dan stamina penggiat olahraga karena kaya akan tokoferol Vitamin E Booth BPDP juga dikunjungi oleh pimpinan lintas kementerian selain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso hadir juga Pimpinan Pemeriksa Keuangan Negara I Badan Pemeriksa Keuangan Nyoman Adhi Suryadnyana serta Sekjen Dewan Ekonomi Kawasan Ekonomi Khusus Rizal Edwin Manangsang. Dorong UMKM Perkebunan Ekosistem Sport Tourism BPDP mendorong adanya sinergi dan kolaborasi erat antara sektor pariwisata dengan pelaku Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) perkebunan. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan keindahan tempat dan konsep acara yang menarik serta keberadaan oleh-oleh atau buah tangan menjadi komponen penting dalam pengembangan pariwisata. "Sport tourism bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah yang bisa di sinergikan dengan produk UMKM berbasis Perkebunan. Beragam produk dalam katalog 100 UMKM Sawit potensial sebagai oleh-oleh (buah tangan), dengan mendorong keterlibatan pelaku UMKM perkebunan dalam ekosistem industri kreatif sport tourism akan berkontribusi sebagai upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," ucap Helmi.
BP Tapera Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan bagi UMKM Lewat Bazar Pesona Merdeka 2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat edukasi dan akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui Bazar Pesona Merdeka 2026 yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di M Bloc Space, Jakarta. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho turut mendampingi Menteri PKP, Maruarar Sirait dalam melakukan interaksi langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan perumahan sekaligus melihat langsung kondisi dan latar belakang para peserta. Pada kegiatan tersebut, Menteri PKP melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah peserta, mulai dari pelaku usaha kreatif, barista, pekerja yayasan pendidikan, hingga pelaku UMKM yang memproduksi barang secara mandiri. Salah satu peserta juga mengembangkan karya seni lukis yang dibuat oleh anaknya yang merupakan penyandang autisme menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Heru menyampaikan keterlibatan BP Tapera dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendekatkan informasi mengenai KPR Sejahtera FLPP kepada masyarakat yang selama ini membutuhkan akses kepemilikan rumah pertama. “BP Tapera hadir untuk mendekatkan informasi pembiayaan perumahan kepada masyarakat. Kami ingin pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah mengetahui bahwa mereka memiliki kesempatan untuk mengakses pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP,” kata Heru. Pada kegiatan tersebut, tercatat 89 masyarakat telah mendaftar untuk memperoleh informasi dan akses pembiayaan perumahan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan usaha, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian pertama sekaligus akses pembiayaan semakin beragam. Dari kegiatan ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan kebutuhan terhadap rumah pertama masih sangat besar, termasuk dari kalangan pelaku usaha dan pekerja yang selama ini mungkin belum memahami bagaimana cara mengakses pembiayaan perumahan,” jelas Heru. Berdasarkan rekap realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP periode 1 Januari hingga 19 Agustus 2026, BP Tapera mencatat 131.516 unit rumah telah tersalurkan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp16,36 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 36 provinsi di Indonesia. Dengan kuota FLPP tahun 2026 sebanyak 350.000 unit, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang yang luas bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program pembiayaan rumah pertama. Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni 31.229 unit atau 23,75 persen dari total penyaluran, dengan nilai pembiayaan sekitar Rp3,93 triliun. Heru menegaskan BP Tapera akan terus memperluas sosialisasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, dan mekanisme pengajuan KPR Sejahtera FLPP. “Program pembiayaan perumahan harus semakin dekat dengan masyarakat. Kami akan terus memberikan edukasi agar masyarakat memahami persyaratan, manfaat, serta proses pengajuan sehingga mereka yang memenuhi ketentuan dapat memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama,” ucap Heru. Sedang, dari interaksi Menteri PKP dengan para pelaku UMKM juga memperlihatkan keberagaman potensi ekonomi masyarakat. Menteri PKP memberikan motivasi kepada peserta agar tidak mudah menyerah dalam mengembangkan usaha. “Pantang menyerah itu harus dari diri kita sendiri. Dengan kemauan dan doa, kita harus yakin sukses,” pesan Menteri PKP kepada seorang peserta. Bazar Pesona Merdeka 2026 sendiri menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk dan mengembangkan usahanya. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengusaha muda dan pengusaha muda penyandang disabilitas untuk tampil dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, BP Tapera tidak hanya mendorong masyarakat memahami program pembiayaan perumahan, tetapi juga memperluas jangkauan informasi kepada kelompok masyarakat yang aktif menjalankan usaha. Upaya tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi, di mana rumah pertama diharapkan dapat menjadi bagian dari fondasi kemandirian keluarga sekaligus mendukung masyarakat dalam mengembangkan usaha. BP Tapera berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan edukasi pembiayaan perumahan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, dapat memperoleh akses terhadap hunian pertama yang layak dan terjangkau.
Raih Dua Penghargaan SIEXPO 2026, Bukti BPDP Komitmen Dukung UMKM Sawit
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), BLU Kemenkeu kukuhkan komitmen majukan industri kelapa sawit nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus di kegiatan SIEXPO (Sawit Indonesia Expo & Conference) 2026 yang berlansung di COEX Convention and Exhibition Center, Pekanbaru, Riau pada 6 hingga 8 Agustus 2026 lalu. Apresiasi tersebut diberikan atas kinerja serta kontribusi nyata BPDP, khususnya dalam kategori Dukungan program UMKM Sawit di wilayah Riau dan Best Hospitality Penghargaan diberikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah. Penghargaan ini menjadi wujud pengakuan atas kerja keras seluruh tim BPDP dalam menghadirkan pelayanan terbaik serta komitmen berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem komoditas sawit dari hulu hingga hilir. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas penghargaan yang diraih ini. "Kita bangga BPDP mendapatkan dua penghargaan di Siexpo 2026. Ini merupakan salah satu bentuk apresiasi dan kita akan terus bekerja keras. Kita akan terus berkolaborasi membangun UMKM Perkebunan naik kelas agar berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto” ucap Helmi Dari Januari 2026 sampai bulan Juli 2026 Dukungan BPDP untuk program UMKM Sawit di wilayah Riau antara lain Workshop Gen-Z Sawit kerja sama dengan SAMADE di Pekanbaru Riau pada 8 hingga 9 Februari 2026, Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Wanita Perkebunan Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga di Bidang Oleofood di Pekanbaru Riau pada 2 hingga 3 Maret 2026 lalu, Kegiatan Inovasi Sawit Untuk Perempuan “Praktik Membuat Fresh Care dari Sawit, Snack Stik dari Umbut Sawit dan Mengolah Lidi Sawit Siap Ekspor bagi Perempuan dan UMKM Petani Sawit“ di Kampar, Riau pada 31 Maret 2026, Workshop & Praktek Produksi Batik Sawit se Provinsi Riau “Melalui Batik, Menumbuhkan Kreatifitas dan Brand Baru Berbasis Turunan Kelapa Sawit” pada 21 hingga 22 April 2026, Praktik dan Pembuatan Pupuk Solid dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Ramah Lingkungan di Pekanbaru Riau pada 17 hingga 18 Juni 2026 serta Promosi Diversifikasi Produk Turunan Kelapa Sawit di Wilayah Riau Melalui Program Inkubasi Bisnis Sawit Baik di Dumai Riau pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026. Pada kegiatan SIEXPO 2026 booth BPDP menampilkan beragam produk UMKM Sawit serta mainan edukasi dari sawit dan turunannya seperti Clay Sawit dengan kandungan kelapa sawit fungsinya untuk membuat clay tidak keras, Kanvas melukis terbuat dari tangkos kelapa sawit, Mainan Balok dari batang sawit serta Rumah Bongkar pasang dari tangkos sawit. Booth BPDP juga dikunjungi berbagai stakeholders untuk berkomunikasi terkait program-program BPDP. Nampak Hadir di booth antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Pj Gubernur Riau SF Hariyanto, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Bupati Rokan Hilir, Bistaman, Perwakilan Asosiasi Petani, Perguruan Tinggi, Pelaku UMKM dan para Mahasiswa. Melalui sinergi yang terus dibangun BPDP optimistis dapat membawa industri sawit Indonesia ke arah yang lebih inklusif, berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para pelaku usaha di berbagai daerah.
PT RPN bersama BPDP Dukung Pengembangan UMKM Lewat Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit
Medan, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit, anak usaha dari Holding Perkebunan Nusantara sukses taja Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit untuk UMKM dan Masyarakat Umum pada 22 hingga 23 Juli 2026 lalu, di Hotel Le Polonia Medan dan AVROS Guest House PPKS. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai sponsor utama, yang terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi, serta hilirisasi komoditas perkebunan Indonesia. Workshop diikuti oleh 46 pelaku UMKM yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya. Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan komprehensif mengenai pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, teknologi pengolahan produk, peluang usaha, perizinan pangan, branding, hingga strategi pemasaran digital dengan materi yang disampaikan oleh para peneliti PPKS, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi terkait. Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya PT Riset Perkebunan Nusantara melalui PPKS dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui pengembangan produk pangan bernilai tambah. Selain meningkatkan kompetensi teknis peserta, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para pelaku UMKM mengenai besarnya potensi produk turunan kelapa sawit sebagai bahan baku untuk menghasilkan pangan yang sehat, bergizi, aman, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Diharapkan peserta mampu mengembangkan inovasi produk yang dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas sawit Indonesia. Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Dr. Winarna, menegaskan hilirisasi merupakan salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing industri sawit nasional. "Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," jelasnya. Selama workshop, peserta mendapatkan materi mengenai hilirisasi minyak sawit sebagai produk lemak pangan sehat, pemanfaatan berbagai produk turunan seperti minyak makan merah, margarin, shortening, dan cocoa butter substitute (CBS), konsep pangan sehat berbasis minyak sawit, peluang bisnis UMKM, perizinan produk pangan, serta branding dan digital marketing. Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan penyampaian informasi hasil riset PPKS yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Galeri Riset Sawit dan demo penggunaan produk minyak sawit padat dan minyak sawit merah di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS sebagai sarana memperkenalkan inovasi hasil penelitian kepada masyarakat. Sebagai penutup, Anwar Sadat, Senior Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan, menyampaikan BPDP memiliki berbagai program yang ditujukan untuk mendukung masyarakat, khususnya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. "BPDP memiliki banyak program dukungan kepada masyarakat, mulai dari peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan, fasilitasi kegiatan, hingga berbagai bentuk dukungan lainnya. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak UMKM yang mampu berkembang dan menghasilkan produk-produk bernilai tambah berbasis kelapa sawit," terangnya. Melalui workshop ini, PT Riset Perkebunan Nusantara bersama BPDP berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami besarnya potensi produk turunan kelapa sawit sebagai bahan baku pangan sehat dan bergizi, serta mampu mengembangkannya menjadi usaha yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga penelitian, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha diharapkan menjadi penggerak percepatan hilirisasi kelapa sawit Indonesia, sehingga manfaat ekonomi komoditas strategis nasional ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Lewat Program TJSL PTPN I Perkuat Daya Saing UMKM Kopi
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui Sub Holding PTPN I (Persero) terus perkuat komitmen dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan mesin roasting kopi kepada UMKM binaan di Kabupaten Pesawaran, Lampung, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. "PTPN I memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Karena itu, Program TJSL kami arahkan tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, dan daya saing pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan," kata Aris. Menurut Aris, komoditas kopi memiliki prospek yang sangat besar sebagai produk unggulan daerah. Dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian dari kontribusi PTPN I dalam memperkuat hilirisasi produk perkebunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. "Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar menghadirkan manfaat jangka panjang. Ketika produktivitas UMKM meningkat, kualitas produknya semakin baik, dan akses pasarnya semakin luas, maka manfaat ekonomi akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah esensi kehadiran PTPN I sebagai perusahaan yang bertumbuh bersama lingkungan dan masyarakat," tambahnya. Bantuan mesin roasting tersebut diserahkan oleh Asisten Humas, Protokoler, dan TJSL PTPN I Regional 7, Skondra Syarief, kepada pelaku UMKM kopi binaan, Sapturi, di Dusun Kampung Sawah, Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, di penghujung Juni 2026 lalu. Skondra Syarief menjelaskan bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas hasil sangrai, serta memberikan nilai tambah bagi produk kopi lokal sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Sementara, Sapturi menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PTPN I. Selama ini proses roasting masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dengan hasil yang belum seragam. "Dengan mesin ini, proses produksi menjadi lebih cepat, hasil sangrai lebih merata, dan kami dapat memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang lebih besar. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha kopi," ujar Sapturi. Melalui Program TJSL, Perkebunan Nusantara melalui PTPN I terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui pengembangan UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan hilirisasi komoditas perkebunan serta pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah operasional perusahaan.
Telkom AI Connect Makassar Gandeng Skillforcuan, Latih 20 UMKM Strategi Influencer Marketing Berbasis AI
Makassar, katakabar.com - Telkom AI Center of Excellence Makassar bekerja sama dengan Skillforcuan dan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar gelar "AI Clinic for Business: Strategi Influencer Marketing Berbasis AI untuk UMKM". Kegiatan yang berlangsung secara eksklusif dan interaktif ini digelar di Telkom AI Center of Excellence Makassar, dan sukses memenuhi kuota dengan diikuti total 20 perwakilan UMKM dari berbagai sektor bisnis di Makassar. Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan UMKM dalam memasarkan produk di era digital. Peserta dibekali pemahaman mengenai bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat mengoptimalkan pemilihan influencer, menyusun campaign, hingga menganalisis tren audiens agar strategi pemasaran menjadi lebih efisien secara biaya dan berdampak maksimal. Sesi ini menghadirkan Akhmad Furqan, Founder Skillforcuan, sebagai narasumber, sementara jalannya diskusi dipandu Aisyah Nurrahmah, BCL Support Telkom AI Connect Makassar. Melalui sesi praktik (hands-on), peserta memanfaatkan ChatGPT dan teknologi generative AI untuk menyusun strategi kampanye pemasaran sesuai kebutuhan bisnis masing-masing. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan platform Heepsy untuk mencari, menghubungi, dan mengelola kolaborasi dengan kreator konten di Instagram, TikTok, LinkedIn, dan YouTube sebagai bagian dari penerapan strategi influencer marketing berbasis data. Dalam sesinya, Akhmad Furqan menekankan bahwa influencer marketing tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memahami minat audiens dan membangun loyalitas terhadap merek. "Marketing dengan influencer tidak melulu soal sales atau penjualan. Informasi dari marketing dengan influencer juga dapat kita pecah untuk memperoleh, seperti apakah interest dari audiens, dan loyalty yang dimiliki dari influencer tersebut," ujar Akhmad Furqan. Ia juga mengingatkan membangun brand awareness membutuhkan proses yang konsisten. Perubahan persepsi maupun keputusan pembelian calon pelanggan tidak dapat dibentuk hanya melalui satu kali kampanye promosi. Dinamika kelas berjalan sangat interaktif karena peserta langsung mempraktikkan materi melalui sesi mentoring dan diskusi. Sebagai puncak acara, Telkom AI Connect memberikan apresiasi kepada tiga rancangan campaign plan terbaik yang berhasil disusun dengan framework yang telah dibuat peserta selama sesi berlangsung. Juara pertama diraih oleh Dini, pemilik Markisa Bintang Jaya. Bersama dua pemenang lainnya, ia dinilai berhasil mengintegrasikan solusi AI ke dalam strategi pemasaran bisnis secara kreatif dan aplikatif. Menanggapi pencapaiannya, Dini, mengungkapkan program ini sangat keren, karena dengan adanya pemanfaatan AI kami dapat melakukan pengembangan bisnis secara kreatif dan juga inovatif. Antusiasme senada disampaikan oleh Veronika Erasanti, pemilik Rujak Buah Mba Ira. "Pelatihan hari ini betul-betul membekali kami para UMKM dengan pengetahuan-pengetahuan yang up-to-date. Sangat keren, pengen lagi buat ikut workshop-workshop selanjutnya," ungkapnya. Melalui AI Clinic for Business, Telkom AI Connect terus berkomitmen memperkuat kapasitas talenta digital dan pelaku UMKM melalui pendampingan yang aplikatif, sehingga mendorong adopsi teknologi AI untuk meningkatkan daya saing dan inovasi bisnis.