Retail

Sorotan terbaru dari Tag # Retail

Dummy P01
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

Bali, katakabar.com - Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi. “Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan. Institusi bisa membangun fondasinya, tetapi retail yang akan memberikan velocity pada pasar,” kata Yudho. Pandangan tersebut disampaikan Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026. Panel tersebut membahas kondisi pasar serta bagaimana perubahan struktur industri dapat membentuk siklus aset digital berikutnya. Dalam panel tersebut, Yudho berbagi panggung bersama CEO dan Co-Founder Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, serta Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan Felita Setiawan sebagai moderator. Perspektif Yudho dalam diskusi berfokus pada bagaimana perkembangan pasar global dapat diterjemahkan menjadi strategi yang lebih relevan bagi investor, mulai dari pemula hingga profesional. Indonesia Tunjukkan Kekuatan Retail Menurut Yudho, Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana besarnya basis investor retail dapat menciptakan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan negara dengan industri keuangan digital yang lebih matang. “Banyak orang mulai menyerah pada retail, bahkan bagi pelaku industri mungkin lebih mudah untuk hanya berfokus pada institusi. Namun kenyataannya, retail masih merupakan pasar yang sangat besar. Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” ucapnya. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan besarnya basis tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22,40 juta akun. Aktivitas transaksinya juga menguat. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp23,01 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan meski harga aset kripto mengalami berbagai fase naik dan turun, basis pengguna domestik masih terus bertumbuh. Bagi Yudho, kondisi itu penting karena siklus pasar berikutnya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga seberapa luas teknologi dan aset digital digunakan masyarakat. Institusi Mulai Kembali Masuk Di tingkat global, sinyal kembalinya modal institusi juga mulai terlihat. Survei CoinShares terhadap investor yang mengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada survei Juli 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak aksi jual pada Oktober 2025 dan, menurut CoinShares, sepenuhnya didorong oleh peningkatan alokasi investor institusi. Arus modal produk investasi aset digital juga kembali menguat. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin. Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa institusi semakin menjadi bagian permanen dari struktur pasar kripto, bukan sekadar peserta yang masuk saat harga meningkat. Tetapi, Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya akan sepenuhnya menjadi permainan investor besar. “Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” jelasnya. Siklus Berikutnya Bisa Berbeda Yudho juga menilai perdebatan mengenai apakah pasar saat ini masih berada dalam fase bull market atau telah memasuki bear market bukan satu-satunya pertanyaan yang relevan. Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks. Bitcoin tidak lagi hanya dipengaruhi pola halving dan aktivitas perdagangan retail. Likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, neraca perusahaan hingga aktivitas onchain kini ikut mempengaruhi pembentukan harga. Karena itu, siklus berikutnya berpotensi memiliki karakter berbeda dengan siklus kripto sebelumnya. Yudho menekankan pentingnya melihat positioning, manajemen risiko, konsistensi investasi dan adopsi struktural ketimbang mencoba menebak secara tepat titik tertinggi maupun terendah pasar. Perubahan juga terlihat dari cara investor retail memperoleh eksposur terhadap aset digital. Investor baru ke depan tidak harus selalu memulai perjalanan dari Bitcoin atau aset kripto spekulatif. Stablecoin, saham yang ditokenisasi hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain membuka pintu masuk baru menuju ekonomi onchain. “Gelombang berikutnya tidak hanya soal membawa lebih banyak orang masuk ke kripto. Kita juga bisa melihat semakin banyak bagian dari sistem keuangan yang masuk ke onchain,” tutur Yudho. Pandangan tersebut sejalan dengan berkembangnya tokenisasi aset tradisional. Tokenized stocks dan ETF disebut sebagai bagian dari evolusi portofolio digital, sehingga diversifikasi ke depan tidak lagi hanya berarti memiliki Bitcoin, Ether dan sejumlah altcoin, tetapi dapat mencakup stablecoin, aset pasar modal yang ditokenisasi serta instrumen lindung nilai bagi investor yang lebih berpengalaman. Yudho menilai perkembangan tersebut dapat memperbesar pasar potensial aset digital sekaligus menjembatani dunia keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain. “Bagian paling menarik dari tokenisasi adalah ketika suatu hari investor tidak lagi harus memilih apakah dirinya investor TradFi atau investor kripto. Infrastruktur digital memungkinkan berbagai kelas aset berada dalam satu portofolio,” terangnya. Meski optimistis terhadap perkembangan tersebut, Yudho menekankan bertambahnya pilihan produk harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kedewasaan investor. Bagi investor baru, disiplin, pengelolaan risiko dan kemampuan bertahan melalui berbagai kondisi pasar dinilai lebih penting daripada mengejar momentum harga jangka pendek. Pada akhirnya, kata CEO FLOQ, institusi mungkin akan memberikan fondasi yang semakin kuat bagi pasar aset digital. Namun, skala ekonomi kripto selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah produk tersebut mampu menjangkau jutaan investor baru dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan mereka. “Institusi akan membangun lantainya. Tetapi retail yang akan memberikan kecepatan pada pasar," tambahnya.

Sepuluh Aplikasi Kasir Terbaik di Indonesia 2026 untuk Retail dan F&B Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Sepuluh Aplikasi Kasir Terbaik di Indonesia 2026 untuk Retail dan F&B

Jakarta, katakabar.com - Seiring berkembangnya bisnis, memilih aplikasi kasir tidak lagi hanya soal harga, tetapi juga fitur, kemudahan penggunaan, dan kemampuan mendukung operasional yang lebih efisien. Digitalisasi membuat semakin banyak pelaku usaha retail dan F&B beralih menggunakan aplikasi kasir (Point of Sale/POS) untuk mengelola operasional bisnis. Jika sebelumnya kasir hanya berfungsi mencatat transaksi, kini sistem POS mampu mengelola stok, menerima pembayaran digital, memantau performa penjualan, hingga menyajikan laporan bisnis secara real-time dalam satu platform. Banyaknya pilihan aplikasi kasir di Indonesia membuat pelaku usaha perlu lebih cermat sebelum menentukan solusi yang digunakan. Selain harga, faktor seperti kemudahan penggunaan, dukungan QRIS, kemampuan offline, pengelolaan multi-outlet, serta kualitas laporan menjadi pertimbangan penting agar sistem yang dipilih dapat mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Berikut adalah 10 aplikasi kasir terbaik di Indonesia tahun 2026 yang banyak digunakan oleh bisnis retail maupun F&B. 1. POST POST merupakan aplikasi POS yang dirancang untuk membantu bisnis retail, restoran, kafe, dan berbagai jenis usaha mengelola operasional dalam satu platform. Sistem ini menyediakan manajemen stok otomatis, laporan penjualan real-time, pembayaran QRIS, manajemen karyawan, hingga pengelolaan multi-outlet. Salah satu keunggulan POST adalah kemampuannya tetap beroperasi saat koneksi internet tidak stabil melalui mode offline, serta model harga berbasis paket (tier) yang memudahkan bisnis berkembang tanpa biaya tambahan per outlet. Cocok untuk: UMKM, retail, restoran, kafe, dan bisnis multi-cabang. 2. Moka POS Moka POS dikenal sebagai salah satu aplikasi kasir yang banyak digunakan oleh bisnis retail dan F&B. Sistem ini menawarkan antarmuka yang mudah dipahami, laporan penjualan, manajemen inventaris, serta integrasi pembayaran digital. Cocok untuk: retail dan restoran skala kecil hingga menengah. 3. Majoo Majoo menghadirkan solusi bisnis yang menggabungkan aplikasi kasir dengan manajemen inventaris, keuangan, CRM, hingga pengelolaan karyawan dalam satu ekosistem. Cocok untuk: UMKM yang membutuhkan fitur bisnis lebih lengkap. 4. Pawoon Pawoon cukup populer di kalangan bisnis kuliner karena menyediakan fitur yang mendukung operasional restoran, mulai dari pencatatan pesanan, pengelolaan meja, hingga inventaris. Cocok untuk: restoran, kafe, dan usaha F&B. 5. Olsera POS Olsera menawarkan integrasi antara toko offline dan online sehingga memudahkan pelaku usaha mengelola stok dari berbagai kanal penjualan dalam satu dashboard. Cocok untuk: retail yang menjalankan penjualan omnichannel. 6. Qasir Qasir menjadi salah satu pilihan bagi UMKM karena menyediakan versi gratis dengan fitur dasar yang cukup lengkap untuk usaha yang baru berkembang. Cocok untuk: usaha mikro dan bisnis yang baru memulai digitalisasi. 7. ESB POS ESB POS berfokus pada industri F&B dengan fitur operasional restoran seperti kitchen display, manajemen meja, hingga integrasi pemesanan. Cocok untuk: restoran dan jaringan F&B. 8. iReap POS iReap POS menawarkan solusi kasir berbasis Android dengan fitur inventaris, barcode, serta laporan penjualan yang mudah digunakan oleh usaha kecil. Cocok untuk: toko retail dan minimarket. 9. Kasir Pintar Kasir Pintar menyediakan aplikasi kasir yang mudah digunakan dengan fitur pencatatan transaksi, stok, serta laporan bisnis untuk UMKM. Cocok untuk: toko kelontong dan usaha retail kecil. 10. TruePOS TruePOS menawarkan sistem kasir dengan fitur transaksi, inventaris, dan pelaporan yang dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha retail. Cocok untuk: retail skala kecil hingga menengah. Bagaimana Memilih Aplikasi Kasir Tepat? Tidak semua bisnis membutuhkan fitur yang sama. Sebelum memilih aplikasi kasir, pertimbangkan beberapa hal berikut: - Kemudahan penggunaan oleh seluruh karyawan. - Manajemen stok otomatis dan laporan penjualan real-time. - Dukungan pembayaran digital seperti QRIS. - Kemampuan berjalan secara offline saat internet bermasalah. - Dukungan multi-outlet jika bisnis akan berkembang. - Harga yang transparan dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Memilih sistem POS yang tepat bukan hanya membantu mempercepat transaksi, tetapi juga memberikan data yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan bisnis secara lebih akurat. Solusi POS untuk Bisnis Ingin Bertumbuh Bagi pelaku usaha yang mencari aplikasi kasir dengan fitur lengkap namun tetap mudah digunakan, POST menjadi salah satu solusi yang layak dipertimbangkan. POST mengintegrasikan transaksi, manajemen stok, pembayaran QRIS, laporan bisnis, hingga pengelolaan banyak outlet dalam satu platform, sehingga operasional retail maupun F&B dapat berjalan lebih efisien. Dengan dukungan mode offline, dashboard real-time, serta model harga yang fleksibel, POST dirancang untuk membantu UMKM hingga bisnis multi-cabang mengelola operasional sekaligus mendukung pertumbuhan usaha di masa depan.