PUG

Sorotan terbaru dari Tag # PUG

Dummy P01
PUG Diluncurkan, Perkuat Tata Kelola Sawit Lebih Inklusif dan Berkelanjutan Sawit
Sawit
Kamis, 23 Juli 2026 | 13:11 WIB

PUG Diluncurkan, Perkuat Tata Kelola Sawit Lebih Inklusif dan Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dukung peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sektor Kelapa Sawit sebagai wujud komitmen mendorong pembangunan industri sawit tidak hanya berkelanjutan, tetapi lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Peluncuran pedoman tersebut ditandai dengan penyerahan Buku Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit secara simbolis oleh Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, kepada perwakilan instansi pemerintah dan asosiasi yang terlibat dalam industri kelapa sawit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menjelaskan keberlanjutan industri sawit tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan praktik pengelolaan lingkungan yang baik, tetapi juga terciptanya kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berpartisipasi, berkontribusi, serta memperoleh manfaat dari pembangunan sektor tersebut. ”Peluncuran pedoman ini merupakan bentuk dukungan BPDP terhadap upaya pemerintah dalam mengarusutamakan gender di sektor kelapa sawit. Kami berharap pedoman ini dapat menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih inklusif, sehingga pembangunan industri kelapa sawit dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucap Eddy Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit disusun sebagai panduan praktis bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam seluruh rantai nilai industri kelapa sawit. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi program, pedoman ini diharapkan mampu memastikan perempuan dan laki-laki memiliki akses, kesempatan, partisipasi, serta manfaat yang setara. Selain mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih inklusif, pedoman ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor kelapa sawit, serta mendukung penerapan tata kelola industri yang semakin baik dan berkelanjutan. Melalui peluncuran pedoman ini, BPDP bersama pemerintah berharap pengarusutamaan gender dapat menjadi bagian integral dalam pembangunan sektor kelapa sawit nasional. Jadi, industri sawit Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi juga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Tegaskan Komitmen PUG: BPDP Sosialisasi Beasiswa Sawit ke Generasi Muda di NTT Sawit
Sawit
Minggu, 02 November 2025 | 15:34 WIB

Tegaskan Komitmen PUG: BPDP Sosialisasi Beasiswa Sawit ke Generasi Muda di NTT

Manggarai Barat, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus perluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda Indonesia melalui Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan atau Beasiswa Sawit. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menjadi bagian dari upaya Pengarusutamaan Gender (PUG) untuk memastikan akses pendidikan yang setara bagi laki-laki dan perempuan di sektor perkebunan. Acara dibuka Plh. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng. Ia menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perkebunan melalui jalur pendidikan tinggi. Menurut Zaid Burhan Ibrahim, melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP mendapat mandat untuk mengelola dana bagi pengembangan sektor perkebunan nasional, termasuk peningkatan kapasitas SDM perkebunan. Salah satu wujud nyata dari mandat tersebut adalah Program Beasiswa Sawit. "Program ini membuka peluang bagi anak-anak Indonesia, termasuk dari NTT, untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan berkarier profesional di sektor perkebunan," ujarnya lewat keterangan resmi, dilansir dari laman resmi website BPDP, Ahad (2/11). Sejak diluncurkan, cerita Zaid, program ini telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 9.000 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2025 ini, BPDP menargetkan 4.000 penerima beasiswa baru, meningkat dari tahun sebelumnya. Penerima beasiswa tidak hanya belajar mengenai teknis kelapa sawit, tetapi juga kepemimpinan, manajemen, dan inovasi agar dapat menjadi pemimpin-pemimpin baru di industri perkebunan nasional. Kegiatan sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Rangga Rahmananda, Staf Senior Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia BPDP, dan Sri Gunawan, Direktur AKPY–STIPER Yogyakarta, di mana jabarkan mekanisme pendaftaran, proses seleksi, serta manfaat pendidikan tinggi yang ditawarkan melalui Program Beasiswa Sawit. Acara ini dimoderatori oleh Soraya Harlan, anggota Tim Pengarusutamaan Gender (PUG) BPDP, yang menekankan pentingnya partisipasi setara antara laki-laki dan perempuan dalam memajukan sektor perkebunan Indonesia. BPDP menyoroti kontribusi besar masyarakat NTT dalam industri kelapa sawit nasional. Dijelaskan Soraya, diperkirakan 15 hingga 20 persen tenaga kerja panen sawit berasal dari NTT, yang dikenal memiliki etos kerja tinggi, semangat kuat, dan dedikasi yang tulus. Melalui Beasiswa Sawit, terang Soraya, BPDP berharap generasi muda NTT dapat naik kelas, dari tenaga kerja lapangan menjadi ahli, peneliti, manajer, hingga pengambil kebijakan di masa depan.