Dummy P01
PTPN Group Terus Perkuat Branding Produk Hilir Nasional
Nasional
7 jam yang lalu

PTPN Group Terus Perkuat Branding Produk Hilir

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding PTPN III (Persero) terus perkuat strategi branding dan pemasaran produk hilir sebagai bagian dari akselerasi hilirisasi serta peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan. Regulasi yang membuka peluang bagi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperluas bisnis hingga menyasar konsumen akhir dan pasar ritel menjadi momentum strategis bagi PTPN I untuk mendekatkan produk-produknya kepada masyarakat. Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan memiliki sejarah panjang sebagai produsen berbagai produk konsumen berkualitas yang reputasinya telah dikenal hingga pasar Eropa dan Amerika. “Kita memiliki sejarah panjang sebagai produsen consumer goods dengan reputasi yang sudah dikenal hingga Eropa sejak zaman Belanda. Teh Walini, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, dan berbagai produk perkebunan lainnya merupakan merek-merek yang memiliki nama besar. Namun, ketika BUMN tidak lagi menyentuh pasar hingga sektor riil, pamor merek-merek tersebut perlahan tertinggal dari merek swasta yang bergerak lebih agresif. Sekarang saatnya kita kembali memperkuat posisi itu sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” ujar Abdul Rivai Ras di Jakarta, di suatu perbincangan di pekan pertama September 2026. Abdul Rivai Ras mengakui, membangkitkan kembali kejayaan merek-merek PTPN I di tengah persaingan pasar yang semakin ketat bukan pekerjaan mudah. Namun, tren pasar saat ini memberikan peluang besar karena konsumen semakin mengutamakan kualitas, keamanan pangan, reputasi produk, serta keberlanjutan lingkungan. “Kesadaran masyarakat terus meningkat seiring membaiknya tingkat kesejahteraan. Konsumen kini tidak hanya membeli produk, tetapi juga memilih kualitas, keamanan pangan, reputasi premium, dan proses produksi yang ramah lingkungan. Karena itu, kami akan terus memperkuat branding seluruh produk ritel PTPN I, mulai dari Teh Walini, Kopi Banaran, Kopi Rollaas, Cerutu Golden Djawa, Cerutu Deli Nusantara, hingga produk-produk unggulan lainnya,” ucapnya. Menurut Abdul Rivai Ras, program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto merupakan peluang strategis bagi PTPN I untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan. Hilirisasi, menurutnya, tidak cukup berhenti pada proses produksi, tetapi harus mampu membangun merek, memperluas akses pasar, dan menciptakan pengalaman yang mendorong konsumen terus memilih produk PTPN I. “Hilirisasi tidak berhenti ketika produk selesai diproduksi. Hilirisasi baru berhasil ketika produk sampai ke tangan konsumen, digunakan, dibeli kembali, dan menjadi pilihan utama masyarakat. Di situlah nilai tambah benar-benar tercipta,” jelasnya. Dekatkan Produk kepada Konsumen PTPN I memiliki modal kuat untuk mengakselerasi strategi tersebut. Selain didukung portofolio merek yang telah dikenal luas, perusahaan memiliki belasan ribu karyawan yang tersebar di berbagai wilayah operasional. “Kita tidak boleh hanya bangga memiliki Teh Walini, Kopi Rollaas, Kopi Banaran, Cerutu Golden Djawa, maupun Cerutu Deli Nusantara. Produk-produk itu harus semakin dekat dengan masyarakat. Transformasi dimulai dari diri kita sendiri. Belasan ribu insan PTPN I harus menjadi pelanggan pertama, duta pertama, sekaligus pemasar pertama bagi produk kebanggaan perusahaan,” ujarnya. Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pemasaran, PTPN I akan memperluas penggunaan produk-produknya di seluruh lingkungan perusahaan, mulai dari kantor, ruang rapat, mess karyawan, guest house, hingga destinasi wisata yang dikelola perusahaan. “Kalau kita sendiri belum bangga menyajikan produk PTPN I kepada tamu, bagaimana masyarakat akan mengenal kualitasnya? Setiap fasilitas perusahaan harus menjadi etalase yang memperkenalkan kekuatan merek-merek PTPN I,” ulasnya. Selain memperluas penggunaan produk di lingkungan internal, PTPN I akan mengembangkan gerai dan café berbasis produk hilir pada sejumlah aset strategis perusahaan. Konsep tersebut dirancang sebagai ruang yang mengintegrasikan promosi, pengalaman pelanggan, dan aktivitas perdagangan dalam satu ekosistem bisnis. Melalui gerai tersebut, pengunjung dapat menikmati cerutu premium Indonesia yang dipadukan dengan kopi dan teh produksi PTPN I, sekaligus memperoleh berbagai produk unggulan perusahaan. “Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar café. Kami ingin membangun sebuah destinasi yang menjadi rumah bagi merek-merek PTPN I, tempat masyarakat dapat menikmati kualitas produk sekaligus melakukan transaksi. Di situlah promosi, pengalaman pelanggan, dan bisnis bertemu dalam satu ekosistem,” kata Abdul Rivai Ras. Jadikan Aset sebagai Mesin Pertumbuhan Pengembangan gerai akan memanfaatkan aset-aset strategis perusahaan yang berada di Jakarta, Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Optimalisasi aset tersebut akan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan sekaligus memperkuat jangkauan pasar produk-produk PTPN I. “Setiap aset PTPN I harus menjadi mesin pertumbuhan. Aset tidak boleh hanya menjadi bangunan yang dimiliki perusahaan, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memperkuat merek, menggerakkan hilirisasi, dan menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan,” tegasnya. Abdul Rivai Ras optimistis sinergi antara penguatan merek, optimalisasi aset, dan keterlibatan seluruh insan perusahaan akan mempercepat transformasi bisnis PTPN I. Melalui strategi tersebut, Holding Perkebunan Nusantara mendorong produk-produk unggulan PTPN I semakin dekat dengan masyarakat, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar nasional maupun internasional.

PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan Riau
Riau
Minggu, 06 September 2026 | 13:09 WIB

PTPN Group Pastikan Hak, Pendidikan Anak dan Pendampingan Keluarga Korban PKS Tanjung Medan

Rokan Hilir, katakabar.com - PTPN IV Regional, memastikan keberlangsungan masa depan keluarga almarhum Ahmad Khusairi (47), karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan yang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja pada Senin (20/7) lalu. Selain memenuhi seluruh hak ketenagakerjaan dan jaminan sosial, perusahaan memastikan keluarga almarhum memperoleh manfaat beasiswa pendidikan dari program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu hingga jenjang perguruan tinggi. Perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak sulung almarhum untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia dan Sistem Manajemen PTPN IV Regional III, Jarwa Rahmanta, mengatakan perhatian tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memperoleh pendampingan dan dukungan jangka panjang. “Kami ingin memastikan keluarga almarhum tidak menghadapi musibah ini sendirian. Selain memenuhi seluruh hak-hak almarhum sesuai ketentuan yang berlaku, kami juga memastikan keluarga memperoleh seluruh manfaat yang menjadi haknya, termasuk beasiswa pendidikan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi anak bungsu. Di sisi lain, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada anak almarhum yang telah memenuhi persyaratan untuk bergabung sebagai karyawan perusahaan,” ujar Jarwa. Menurutnya, PTPN Group memastikan seluruh hak dan manfaat bagi keluarga almarhum dapat diterima sesuai ketentuan. Manfaat tersebut mencakup beasiswa pendidikan yang merupakan bagian dari program BPJS Ketenagakerjaan. Sementara, kesempatan bekerja bagi anak sulung merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masa depan keluarga korban. Manajemen PKS Tanjung Medan bersama Serikat Pekerja juga terus mendampingi keluarga sejak awal kejadian, mulai dari penanganan pascainsiden, proses pemakaman, hingga penyelesaian administrasi hak-hak almarhum. Perwakilan manajemen PTPN IV Regional III dari Pekanbaru turut hadir langsung di rumah duka untuk memberikan dukungan moril dan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami kecelakaan kerja pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB di stasiun pengisian buah. Pada saat kejadian, korban terlilit tali capstand hingga terjatuh dan mengalami benturan. Sesaat setelah kejadian, manajemen PKS Tanjung Medan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, sekitar tiga jam kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia. Jarwa menegaskan perusahaan menghormati proses investigasi yang masih dilakukan bersama instansi dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui secara pasti kronologi dan penyebab insiden. “Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan,” ulasnya. Ia menambahkan, selama lebih dari dua dekade PKS Tanjung Medan beroperasi, insiden dengan korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja baru pertama kali terjadi. “Peristiwa ini menjadi evaluasi yang sangat serius bagi kami. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas utama perusahaan. Karena itu, kami akan terus memperkuat sistem, meningkatkan disiplin terhadap prosedur kerja, serta melakukan perbaikan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya. Sementara itu, istri almarhum, Poniyem, mengaku bersyukur atas kepedulian yang ditunjukkan perusahaan sejak awal kejadian hingga saat ini. “Sejak suami saya mengalami musibah, manajemen terus mendampingi kami dan membantu segala proses yang diperlukan. Kami juga mendapat perhatian terhadap masa depan anak-anak kami. Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan,” ceritanya. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III menegaskan akan terus mendampingi keluarga almarhum hingga seluruh haknya terselesaikan. Perusahaan juga memastikan komitmen yang telah disampaikan kepada keluarga dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, PTPN Group mendukung proses investigasi dan menjadikan hasilnya sebagai dasar evaluasi serta penguatan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja di seluruh unit operasional perusahaan.

PTPN Group Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional Nasional
Nasional
Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:05 WIB

PTPN Group Akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional

Bandung, katakabar.com - PTPN Group memperkuat kontribusinya dalam program pemerintah guna mendukung swasembada bawang putih nasional melalui pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di wilayah kerja PTPN Group Jawa Barat, tahun ini melibatkan mitra strategis dan masyarakat.  Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PTPN Group dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi aset dan pengembangan komoditas strategis. Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24.000 hektare pada periode 2026–2029. Pengembangan bawang putih menjadi semakin strategis di tengah masih lebarnya kesenjangan antara produksi dalam negeri dan kebutuhan nasional. Data Kementerian Pertanian juga menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor. produksi bawang putih dalam negeri berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang yang perlu diisi melalui peningkatan produksi domestik sekaligus penguatan ekosistem bawang putih nasional.  Guna mengakselerasi target tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung pada hari Jumat, tanggal 21 Agustus 2026. Penandatanganan dilakukan oleh PTPN Group melalui Regional Head PT Perkebunan Nusantara I Regional 2, Desmanto, bersama para mitra dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PTPN I (Persero) serta turut hadir Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman sebagai perwakilan pemerintah. Ke 14 mitra tersebut menyatakan komitmen pengembangan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare. Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group selaku BUMN yang mengelola Perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah Republik Indonesia, khususnya ketahanan dan kedaulatan pangan. “PTPN Group tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas perkebunan eksisting serta mengejar swasembada, tetapi untuk membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi yang sangat besar, sehingga pengembangan ekosistem secara terukur menjadi langkah penting untuk memperkuat pasokan domestik,” ujar Denaldy.  Menurutnya, fokus pengembangan pada tahap awal diarahkan untuk mempercepat penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi pengembangan. Ketersediaan benih menjadi langkah strategis sebelum pengembangan diarahkan lebih lanjut pada pemenuhan kebutuhan bawang putih konsumsi. Desmanto selaku Region Head PTPN I (Persero) Regional 2, menimpali pengembangan kawasan bawang putih di wilayah kerja PTPN Group khususnya Jawa Barat tersebar di beberapa Kabupaten dengan melibatkan mitra dan masyarakat termasuk Gapoktan.  "Dengan dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah, harapannya pengembangan ini dapat terus meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari 10,8 ton kering per hektare pada tahun ke nol menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun ke 4," ujarnya.  Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Arif Budiman dalam kesempatannya menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi atau ground checking areal telah mencapai 100 persen. Tahap persiapan benih dan pembukaan lahan masing-masing berada pada kisaran 25 persen, sedangkan proses perizinan sekitar 30 persen.  Menurutnya, percepatan implementasi menjadi komitmen bersama, tidak hanya di tingkat operasional PTPN I, tetapi juga didukung oleh Holding Perkebunan melalui berbagai kebijakan yang diarahkan untuk memperlancar dan mempercepat proses pengembangan kawasan bawang putih.  “Kami terus memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi dapat berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi bagian penting untuk menjaga percepatan implementasi di lapangan”, tutupnya. Kementerian Pertanian menyebut pembangunan ekosistem bawang putih perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, hingga pemasaran serta implementasi teknologi, dengan melibatkan pemerintah daerah, petani, BUMN pangan dan pemangku kepentingan lainnya.  Dalam pelaksanaannya, PTPN Group juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan audiensi dengan pemerintah setempat terkait pengembangan bawang putih. Selain itu, telah disusun konsep ecofriendly penanaman bawang putih bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari upaya membangun model budidaya yang adaptif dan berkelanjutan.  “Untuk lahan, areal yang sudah siap segera kita kerjakan. Areal yang masih dikelola masyarakat kita dorong melalui pola kemitraan sehingga masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi bagian dan memperoleh manfaat ekonomi," lanjut Denaldy. Pengembangan bawang putih ditargetkan mencapai 24.000 hektare pada 2026–2029, dengan tahapan pengembangan 10.000 hektare pada 2026. Pengembangan areal tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional, sekaligus membuka peluang terbentuknya ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok. Melalui pengembangan secara bertahap, penguatan teknologi budidaya, pengujian varietas, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi dan petani, PTPN Group berkomitmen mendukung terwujudnya kemandirian produksi bawang putih sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung Nasional
Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 11:09 WIB

PTPN Group Bangun Ekosistem Hilirisasi Ubi Kayu Terintegrasi Teken MoU bersama 11 Mitra Strategis di Lampung

Bandar Lampung, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus kokohkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional dengan mengembangkan komoditas ubi kayu secara terintegrasi. Langkah itu tidak semata-mata menjalankan amanat pemerintah, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah (value creation) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan hilirisasi, PTPN Group mengembangkan ekosistem ubi kayu dari hulu hingga hilir untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pelaku usaha lokal. Komitmen ini sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk memperkuat swasembada pangan dan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sebagai langkah konkret, PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PTPN I (Persero), melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama usaha bersama 11 mitra strategis yang terdiri atas perusahaan swasta, BUMD, BUMDes, koperasi, dan yayasan. Penandatanganan berlangsung di Kantor Regional PTPN I Regional 7, Bandar Lampung, Rabu (12/8) lalu. MoU tersebut ditandatangani Plt. Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, dan disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, serta Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman. Ekspansi Bertahap Menuju Target 10.000 Hektare Penandatanganan MoU bersama 11 mitra ini merupakan tahap awal dari target pengembangan lahan ubi kayu seluas 10.000 hektare di Provinsi Lampung. Pada fase perdana ini, 11 mitra strategis telah merencanakan penanaman di lahan seluas 7.313 hektare yang akan segera dioptimalkan melalui program budidaya terpadu. Sisanya akan direalisasikan secara bertahap seiring dengan perluasan kemitraan dan kesiapan lahan. Sinergi Hulu-Hilir: Dari Lahan hingga Bioetanol Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan kolaborasi multipihak ini wujud nyata komitmen Holding dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan. Menurutnya, kehadiran BUMN tidak hanya berhenti pada pencapaian target fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, dan penguatan ekonomi desa. "Kami di PTPN III (Persero) membangun rantai nilai yang utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi on farm, kami fokus pada optimalisasi lahan, penerapan teknologi budidaya, dan pengembangan varietas unggul berdaya hasil tinggi. Di sisi off farm, kami mengarahkan hilirisasi pada industri pengolahan, termasuk pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Dengan demikian, ubi kayu memberikan kontribusi ganda, yaitu untuk ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani," jelas Denaldy. Denaldy menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekuatan kolaborasi. PTPN III (Persero) memastikan keterlibatan aktif Pemerintah Provinsi Lampung, BUMDes, koperasi, BUMD, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam rantai nilai yang inklusif. "Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan strategisnya. Sinergi yang digerakkan oleh PTPN III (Persero) sebagai Holding dan dilaksanakan oleh PTPN I (Persero) ini adalah langkah nyata mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Lampung, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Denaldy. Komitmen Penuh PTPN I (Persero) Implementasi Program Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero), Arif Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan program ini secara bertahap. Mulai dari penyiapan lahan, penguatan kemitraan, pengembangan budidaya, hingga integrasi dengan industri hilir. "Kami optimistis kolaborasi yang dipimpin oleh Holding ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal. Kehadiran BUMN di sini adalah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat tapak. Kami berkomitmen penuh untuk menjadikan program ini sebagai model agribisnis modern yang berkelanjutan," ucap Arif. Ke depan, pengembangan ekosistem ubi kayu di Lampung akan terus diperkuat melalui riset, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan industri hilir yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi kemakmuran bangsa.

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:10 WIB

PTPN Group Catatkan Laba Rp6,39 Triliun, Perkuat Kinerja Berkelanjutan dan Damsos

Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 di Gedung BP BUMN, Jakarta, di penghujung Juni 2026 lalu. RUPS dihadiri dan disaksikan para pemegang saham yang diwakili PT Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Pada RUPS tersebut, Perseroan menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Tahun Buku 2025 yang menunjukkan hasil transformasi perusahaan melalui peningkatan profitabilitas, penguatan fundamental bisnis, serta penerapan tata kelola perusahaan yang semakin baik. PTPN Group membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,39 triliun pada tahun 2025, meningkat sekitar 81 perseb dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga mencatat pertumbuhan EBITDA operasional, penjualan, arus kas operasional, serta penguatan struktur permodalan sebagai fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin dari meningkatnya tingkat kesehatan perusahaan. Sejak tahun 2021, PTPN Group terus menunjukkan penguatan fundamental melalui perbaikan tata kelola, restrukturisasi keuangan, serta peningkatan kualitas operasional hingga mencapai peringkat A (Stable) pada tahun 2025–2026. Sejalan dengan peningkatan kinerja, PTPN Group juga terus memperkuat kontribusi sosial melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan Program TJSL sebesar Rp103,15 miliar, yang terdiri atas Program Community Involvement and Development (CID) sebesar Rp84,20 miliar serta Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) sebesar Rp18,95 miliar. Program-program tersebut difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui pilar sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola, serta penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan TJSL PTPN Group terus diarahkan pada pendekatan impact-driven, sehingga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. "Transformasi yang kami jalankan tidak hanya memperkuat kinerja dan kesehatan perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ke depan, PTPN Group akan terus memperkuat daya saing, tata kelola, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi bangsa dan negara," ujarnya. Melalui transformasi yang berkelanjutan, PTPN Group berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah bagi negara, memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan dampak terhadap pembangunan Nasional.

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif Teknologi
Teknologi
Rabu, 01 Juli 2026 | 12:15 WIB

PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif

Pekanbaru, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara dorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul, dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Pada kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas Riau, Pekanbaru, di pekan ketiga Mei 2026 lalu, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa di lingkungan kerja di BUMN, terutama PTPN IV PalmCo telah mengalami perubahan secara fundamental seiring derasnya arus digitalisasi, disrupsi teknologi, persaingan global, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, ucap dia, talenta yang memiliki karakter kuat, mampu belajar cepat, lincah beradaptasi, dan siap bekerja di tengah perubahan yang dinamis. “BUMN hari ini membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki learning agility, kemampuan beradaptasi, serta mampu bekerja kolaboratif di tengah perubahan yang sangat cepat,” jelas Bambang yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tersebut. Sebagai contoh, ia menjabarkan transformasi yang berlangsung di PTPN IV PalmCo telah mengubah pola operasional perusahaan secara menyeluruh melalui penerapan teknologi digital berbasis data. Mulai dari pengelolaan kebun, pemantauan panen, transportasi, pengolahan di pabrik, hingga pengawasan produksi secara real-time melalui pemanfaatan geospasial, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta dashboard digital terintegrasi. Menurut Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif. “Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu. Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan. Ia mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, tetapi mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK. .“Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria berkacamata tersebut. Dalam paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi. Ia juga memperkenalkan konsep EntrePlanters, yakni transformasi pola pikir insan perkebunan agar tidak hanya bekerja sebagai pegawai administratif, namun memiliki mentalitas layaknya entrepreneur yang mengedepankan inovasi, efisiensi, ownership mindset, dan keberlanjutan bisnis. Kepala Unit Penunjang Akademik pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK), Julita SE MSi Ak CA, menyampaikan Student Journey ASRI yang resmi diluncurkan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem terintegrasi Universitas Riau untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. "Sistem ini diharapkan mampu memenuhi keterampilan, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta portofolio talenta yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, potensi dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa dapat lebih mudah dikenali serta disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja," beber Julita. Senada, Rektor Universitas Riau, Prof Sri Indarti menilai peluncuran Student Journey ASRI sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan industri di era digital. Di kegiatan yang sama, Sri secara khusus menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bambang, yang juga merupakan mahasiswanya angkatan 1993 tersebut untuk hadir secara langsung memberikan wawasan dan pengalaman kepada sivitas akademika Universitas Riau. Menurut Sri, pemaparan tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat pengembangan future talent di lingkungan kampus agar lebih selaras dengan kebutuhan industri modern. Sri juga menyampaikan kebanggaannya karena Bambang merupakan salah satu alumni Universitas Riau yang berhasil menorehkan karier hingga menjadi pucuk pimpinan di lingkungan PTPN IV Regional III. Menurutnya, capaian tersebut menjadi contoh nyata bahwa lulusan Universitas Riau mampu bersaing dan dipercaya memimpin perusahaan besar nasional. “Beliau adalah salah satu alumni Universitas Riau yang patut menjadi teladan. Perjalanan karier hingga dipercaya menjadi Region Head PTPN IV Regional III menunjukkan bahwa alumni Universitas Riau mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional,” tuturnya. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus diperkuat guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan transformasi global yang terus berkembang.

PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai Nusantara
Nusantara
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:15 WIB

PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai

Serdang Bedagai, katakabar.com -  PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus perkuat kontribusi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di antara program TJSL ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara. Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni. "Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini," ucap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, di pekan kedua Juni 2026 lalu. Program ini bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026 ini, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai. Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025. "Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98 persen. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal," tutur Ahmad Diponegoro. Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang. Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan. Acara penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan Kesehatan
Kesehatan
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:25 WIB

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan

Jakarta, katakabar.com -  PT Perkebunan Nusantara III (Persero) tegaskan komitmen dukung kesehatan masyarakat dan aksi kemanusiaan lewat pelaksanaan PTPN Blood Donor Day 2026 di Ballroom Gedung Agro Plaza Lantai 18, Jakarta, Kamis (18/6) lalu. Kegiatab usung tema “One Drop of Humanity. Give Blood, Save Lives'. Selain menghadirkan layanan donor darah, berbagai program edukasi dan pemeriksaan kesehatan melalui rangkaian kegiatan Health Talks dan Health & Wellness Booths yang dapat diakses seluruh peserta. Di sesi Health Talks yang dipandu Melaney Ricardo, peserta memperoleh wawasan sekaligus berkesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber mengenai pentingnya donor darah, serta gaya hidup sehat dari para narasumber yakni dr. Reisa Broto Asmoro, serta dr. Santi Christiani, Sp.PD-KHOM, yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka terkait kesehatan serta pentingnya menjaga kualitas hidup melalui tindakan preventif dan kepedulian terhadap sesama. Selain donor darah, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan, antara lain Rapid Test (pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah), Skin Check, Pap Smear, Body Mass Index, Naluri Wellness, serta Pemeriksaan Payudara Klinis yang didukung oleh PMI Kabupaten Tangerang, Kimia Farma, Naluri dan Siloam Hospitals. Kehadiran berbagai fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya PTPN Group dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat. Direktur SDM dan Umum PTPN III (Persero), Endang Suraningsih, menyampaikan kegiatan ini wujud komitmen PTPN Group dalam membangun budaya kepedulian sosial dan semangat kerelawanan melalui program Employee Volunteering Day, sekaligus mendukung implementasi Program PTPN Sehat sebagai salah satu dari 9 Inisiatif Strategis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN Group. Program tersebut menempatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kepedulian kemanusiaan sebagai bagian penting dari budaya kerja perusahaan yang berkelanjutan. "Melalui PTPN Blood Donor Day, kami ingin mengajak Nusantara EntrePlanters PTPN Group serta masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah menumbuhkan semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan," ujarnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta dan pendonor, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga menyediakan berbagai doorprize yang dapat diikuti oleh seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan. PTPN Group berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah nasional, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya hidup sehat, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

PTPN Group Rescep Bangun Gedung Sekolah di Rohul Pasca Terbakar Riau
Riau
Minggu, 26 April 2026 | 17:13 WIB

PTPN Group Rescep Bangun Gedung Sekolah di Rohul Pasca Terbakar

Rokan Hulu, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, yakni PTPN IV PalmCo Regional III, menunjukkan respons cepat (Rescep) membantu pemulihan sarana pendidikan yang terdampak musibah kebakaran di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN IV PalmCo Regional III menyalurkan bantuan sebesar Rp199 juta untuk mendukung pembangunan kembali SDN 011 Desa Langkitin yang sebelumnya terbakar. Bantuan tersebut diserahkan Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, didampingi Business Support Head, Achmedi Akbar, kepada Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin Poti. Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafarudin Poti, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan respons cepat PTPN IV PalmCo membantu masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. “Kami sangat mengapresiasi PTPN yang telah membantu membangun kembali sekolah yang terbakar. Jika menunggu biaya dari APBD, tentu harus melalui proses pengajuan dan pembahasan yang memerlukan waktu. Alhamdulillah PTPN dapat membantu lebih cepat,” jelasnya. Menurutnya, hubungan antara PTPN IV dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu selama ini terjalin dengan baik. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan daerah. “Sekali lagi terima kasih telah membantu pembangunan kampung kita ini dan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat di Rokan Hulu. Bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga keagamaan, kesehatan, dan kegiatan sosial lainnya. Daerah kita masih membutuhkan dukungan pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur,” ucap Wabup Rokan Hulu. Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan serta komitmen untuk hadir bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa SDN 011 Desa Langkitin. Untuk itu, atas arahan Dirut PalmCo, kami bergerak cepat, dan melalui bantuan ini kami berharap proses pembangunan kembali sekolah dapat berjalan lebih cepat sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman. PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” sebut Bambang.

Kejar Target ROA 7,6 Persen 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset Nasional
Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 09:05 WIB

Kejar Target ROA 7,6 Persen 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Bogor, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan egaskan komitmen memperkuat struktur finansial, dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset (ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. Di acara Reviu Optimasi Aset Tetap Tanah, dan Bangunan yang digelar di Aula PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor pada tanggal 16 hingga 17 April 2026 lalu, Manajemen paparkan pencapaian ROA perseroan, yang hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27 persen. Capaian tersebut setara dengan 117,63 persen dari target tahun 2025 sebesar 2,78 persen. Meski telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencapаi 7,6 persen рada tahun 2029. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP. Guna mengakselerasi pencapaian target tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan sesi khusus Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan jajaran Direksi, Region Head Sub Holding, serta Kepala Divisi terkait. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dari aspek GRC (Governance, Risk and Compliance) terhadap langkah-langkah yang telah diambil, serta mengevaluasi aspek penting lainnya yang mencakup strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi analisis, hingga alur proses pengelolaan. Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi, menjelaskan optimalisasi aset salah satu inisiatif strategis untuk memastikan seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif. Selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif. “Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel," ujarnya. Dengan sistem yang baik, tambah Direktur Aset, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, tetapi harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.