Minyak WTI

Sorotan terbaru dari Tag # Minyak WTI

Dummy P01
Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures Ekonomi
Ekonomi
22 jam yang lalu

Harga Minyak WTI Berpotensi Menukik, Ini Analisis Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya. Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang. Tetapi, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi. Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67 Internasional
Internasional
Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Harga Minyak WTI Tertekan, Dupoin Futures Soroti Level 88.67

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta prospek pembukaan kembali Selat Hormuz. Meskipun harga minyak mendapat dukungan dari kekhawatiran gangguan pasokan, analisis teknikal menunjukkan WTI masih berpotensi menghadapi tekanan bearish pada perdagangan Selasa (29/9).

Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:10 WIB

Dolar Perkasa Tekan Minyak WTI, Harga Berisiko Lanjutkan Penurunan

Jakarta, katakabar.com - Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan di pekan keempat Mei 2026, seiring dominasi sentimen negatif yang masih kuat di pasar energi global. Analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit menunjukkan, pergerakan harga WTI pada timeframe daily menunjukkan kecenderungan tren bearish yang semakin jelas, dengan peluang pelemahan lanjutan apabila tidak ada perubahan signifikan dari sisi teknikal maupun fundamental. Secara teknikal, pergerakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan upaya kenaikan kerap tertahan di area resistance yang terbentuk dari level swing high sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan pelaku pasar cenderung memanfaatkan setiap kenaikan harga sebagai peluang untuk melakukan aksi jual. Struktur harga yang terbentuk juga mulai memperlihatkan indikasi tren turun baru, di mana harga gagal mempertahankan momentum bullish dan kembali bergerak melemah mengikuti arah tren utama. Saat ini, level support penting berada di kisaran 89,89 dolar AS per barel. Area ini menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Jika harga mampu menembus level tersebut, maka potensi penurunan lanjutan diperkirakan akan membawa WTI menuju area support berikutnya di sekitar 85,11 dolar AS per barel. Hal ini menunjukkan ruang penurunan masih terbuka cukup lebar dalam jangka pendek hingga menengah. Dari sisi indikator teknikal, stochastic juga memberikan konfirmasi terhadap tren bearish yang sedang berlangsung. Indikator tersebut masih bergerak turun dan sejalan dengan arah pergerakan harga, yang menandakan momentum penurunan masih cukup kuat. Dalam kondisi seperti ini, peluang terjadinya rebound cenderung terbatas, kecuali terdapat faktor eksternal yang mampu mendorong perubahan sentimen pasar secara signifikan. Sementara, tekanan terhadap harga minyak juga diperkuat oleh faktor fundamental. Kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan energi global menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga minyak mentah. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan, pelaku pasar cenderung memperkirakan konsumsi energi akan menurun. Hal ini secara langsung berdampak pada berkurangnya permintaan minyak, sehingga menekan harga di pasar internasional. Penguatan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang menambah tekanan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak menjadi relatif lebih mahal bagi negara-negara dengan mata uang lain. Kondisi ini berpotensi menekan permintaan global, yang pada akhirnya memberikan tekanan tambahan terhadap harga WTI. Tidak cuma itu, pasar juga tengah mencermati potensi peningkatan pasokan minyak dari negara-negara produsen utama. Kemungkinan perubahan kebijakan produksi dari kelompok OPEC+ menjadi perhatian investor, terutama jika terjadi peningkatan suplai di tengah kondisi permintaan yang melemah. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini dapat memperbesar tekanan bearish terhadap harga minyak dalam waktu dekat. Di sisi lain, sentimen risk-off yang berkembang di pasar global turut memengaruhi pergerakan harga minyak. Dalam situasi ketidakpastian, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti komoditas energi dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman. Hal ini menyebabkan aliran dana ke pasar minyak berkurang, sehingga memperkuat tekanan terhadap harga. Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, harga minyak WTI diperkirakan masih akan bergerak dalam tren menurun pada perdagangan hari ini. Selama harga belum mampu menembus area resistance kunci dan tekanan jual tetap dominan, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka. Lantaran itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati dinamika ekonomi global, pergerakan dolar AS, serta kebijakan produksi minyak yang dapat menjadi penentu arah pergerakan harga selanjutnya.