Metode
Sorotan terbaru dari Tag # Metode
IPD Jadikan Layar Desa Sebagai Metode, Hidupkan Desa dan Ajak Perencana Lebih Pahami Desa
Maros, katakabar.com - Akses warga desa untuk menikmati film masih terbatas. Padahal, film dapat menjadi media pembelajaran, hiburan, dan pendukung pembangunan. Sering kali alam dan budaya desa menjadi objek dalam film, tetapi masyarakat di desa tidak pernah menikmati film tersebut karena terbatasnya akses terhadap bioskop dan kendala biaya. Hal tersebut mendorong Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia untuk menggelar pemutaran film gratis bertajuk “Layar Desa di Taman Purbakala Geopark” di Dusun Pajjaiang, Desa Tukamasea, Kabupaten Maros (22/8) lalu. Kegiatan Layar Desa tersebut memutar film nasional berjudul “Silariang: Cinta yang (tak) Direstui” karya Ichwan Persada. “Kami sengaja memilih film ini. Film Silariang dibuat di kawasan karst Maros, tetapi, sayangnya, hampir semua masyarakat di sekitar karst ini justru tidak pernah menonton film ini,” kata Fitrawan Umar, Ketua Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Fitrawan Umar juga peneliti BRIN, menambahkan tujuan berikutnya dari kegiatan Layar Desa adalah untuk menghidupkan ekosistem seni dan budaya di desa serta meningkatkan keberdayaan masyarakat dan komunitas pemuda. “Selain itu, Ikatan Perencana Desa (IPD) mendorong perencana dan peneliti desa untuk mampu lebih memahami desa, terlibat dalam aktivitas desa, dan mampu menangkap aspirasi warga desa. Melalui pemutaran film atau festival, perencana dan peneliti dapat berinteraksi langsung dengan warga desa. Festival layar desa adalah suatu metode,” jelasnya. Selain pemutaran film, ucap Umar, kegiatan Layar Desa dimeriahkan dengan pagelaran seni tari dari kelompok seni Dusun Pajjaiang, festival jajanan lokal yang dibuat oleh ibu-ibu desa, dan penyerahan hadiah lomba Agustusan Dusun Pajjaiang. "Kegiatan ini juga disertai dengan penyerahan simbolis kerja sama antara Ikatan Perencana Desa (IPD), Ikatan Pemuda Pajjaiang, dan Kepala Desa Tukamasea. Ikatan Perencana Desa ingin menjadikan Desa Tukamasea sebagai Desa Binaan dan Laboratorium Sosial Desa, serta menggandeng Ikatan Pemuda Pajjaiang sebagai Sister Community atau mitra komunitas," terangnya. Kepala Desa Tukamasea, H Makmur sangat mengapresiasi kegiatan Layar Desa ini. “Kami berterima kasih kepada Ikatan Perencana Desa yang telah memilih Desa Tukamasea sebagai lokasi acara pemutaran film ini. Kegiatan ini dapat membawa hal positif bagi masyarakat desa,” tuturnya saat membuka acara secara resmi. Kegiatan Layar Desa seolah menjadi penghibur warga desa yang mayoritas adalah petani, yang saat ini memasuki musim paceklik. Lokasi kegiatan bahkan memanfaatkan sawah warga yang sedang mengering. Ketua Ikatan Pemuda Pajjaiang, Basri, turut menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diajak berkolaborasi oleh Ikatan Perencana Desa (IPD). “Semoga kami tetap dapat terus bersinergi dengan IPD. Kegiatan pemutaran film seperti ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga desa, khususnya pemuda-pemudi di desa,” timpalnya. Layar Desa dihadiri oleh sekitar seratus warga Desa Tukamasea dan sekitarnya, serta komunitas pemuda dan Karang Taruna. Turut hadir Ahmad Dahlan (Wakil Ketua IPD), Agung Kappi (Kotata’), Fauzan Khabir (Pascasarjana PWK Unhas), Ibe S Palogai (Antologi Manusia), Nurfitrah (Forum Lingkar Pena), dan mahasiswa-mahasiswa KKN Berdampak UNM. Hadir langsung juga produser dan sutradara Ichwan Persada dari Jakarta, associate producer film Silariang, Irfan Syam, dan pemeran Akbar di film Silariang, Fhail Firmansyah. “Kami sangat mendukung acara pemutaran film seperti ini. Selamat untuk Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia. Semoga berikutnya kita dapat berkolaborasi lagi dan memperbanyak kegiatan-kegiatan sejenis di tempat lain,” ulas Ichwan Persada. Acara Layar Desa berlangsung meriah dan menyenangkan, terlihat dari wajah antusias dan ekspresi bahagia para pengunjung. Acara ditutup dengan foto bersama. Banyak penonton yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto langsung dengan aktor Fhail Firmansyah. Kegiatan Layar Desa didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP, dan Kementerian Kebudayaan. Sebelum kegiatan puncak di Desa Tukamasea, Ikatan Perencana Desa (IPD) telah menggelar rangkaian pemutaran film di 5 titik di Makassar, Gowa, dan Maros. Ikatan Perencana Desa (IPD) Indonesia merupakan wadah bagi para profesional di bidang perencanaan desa seluruh Indonesia, didirikan atas inisiatif Dr. Fitrawan Umar, Dr. Amiruddin Akbar Fisu, Ahmad Dahlan, dan Abdul Qodir Jaelani. IPD Indonesia berdiri sejak deklarasi tanggal 24 Mei 2025 di Jakarta, bertujuan untuk mendukung terwujudnya desa-desa Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Aktivitas Ikatan Perencana Desa dapat diikuti di Instagram @ipd_indonesia dan website www.ipd-indonesia.or.id.
Mahasiswa ITB Kenalkan Metode Pengendalian Gulma dan Peningkatan Produktivitas Sawit
Bandung, katakabar.com - Mahasiswa dari jurusan Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung atau SITH ITB berhasil publikasikan artikel ilmiah mereka di International Journal of Oil Palm (IJOP), sebuah jurnal bergengsi yang diterbitkan oleh Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia atau MAKSI. Artikel yang berjudul Utilization of Pseudomonas fluorescens Bacteria in Weed Control and Phosphate Supply in Oil Palm ini bahas penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai metode inovatif untuk pengendalian gulma dan peningkatan produktivitas budidaya kelapa sawit. Penelitian ini dimulai dari tugas Research-Based Learning dalam mata kuliah Mikrobiologi Pertanian yang diampu oleh Dosen dari Kelompok Keahlian atau KK Bioteknologi Mikroba Anriansyah Renggaman PhD.
Peneliti BRIN Kini Jelajahi Adsorpsi Kurangi Kadar Air Biodiesel
Jakarta, katakabar.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menjelajahi metode adsorpsi untuk mengurangi kadar air biodiesel, nanti bakal menjadi alternatif biaya yang efektif bagi pengguna teknologi. Adsorpsi itu dikembangkan peneliti BRIN, setelah berhasil dan sukses melakukan penelitian tentang sistem vakum termal ini dari tahun 2020 hingga 2021, dan sudah dapat paten tahun 2022 dengan nomor pendaftaran paten P00202214955. "Kami sedang menjelajahi metode lain, seperti adsorpsi untuk mengurangi kadar air biodiesel cikal bakal jadi alternatif biaya yang efektif bagi pengguna teknologi," ujar seorang peneliti dari BRIN, Ade Pamungkas, sekaligus bagian dari Kelompok Riset Pengembangan dan Pemanfaatan Biofuel di Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi (PR KKE) dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (6/10). Biodiesel bersifat hidroskopis, kata Ade, artinya dapat menyerap air atau uap air dari lingkungan, termasuk udara. Ini bisa picu peningkatan kadar air bahan bakar, yang berpotensi melebihi batas maksimum yang diizinkan, yakni 340 ppm untuk B100 (Keputusan Dirjen EBTKE No.195.K/EK.05/DJE/2022), dan 400 ppm untuk B35 (Keputusan Dirjen Migas No. 185.K/HK.02/DJM/2022). "Biodiesel dengan kadar air yang melebihi batas ini mesti menjalani proses perlakuan agar dapat digunakan lagi. Salah satu metode untuk mengurangi kadar air dalam biodiesel adalah dengan teknologi vakum termal (vacuum evaporation)," jelasnya. Menurutnya, sistem ini meliputi tiga proses utama, yakni pre-heating, vacuum thermal evaporation, dan pendinginan. "Untuk meningkatkan efisiensi energi, proses pre-heating dan pendinginan dilakukan menggunakan penukar panas yang kompak dan memiliki efisiensi tinggi (>80%)," bebernya. Sistem ini, ulas Ade, telah terbukti mampu mengurangi kadar air dalam biodiesel dari 800-1000 ppm menjadi kurang dari 250 ppm. Kondisi vakum mempercepat proses penguapan air dalam biodiesel dan membantu menghilangkan uap yang terbentuk sehingga tidak terjebak dalam evaporator. Di bawah kondisi vakum, tuturnya, suhu yang dibutuhkan untuk menguapkan air menjadi lebih rendah, sehingga membantu menjaga stabilitas biodiesel yang peka terhadap suhu tinggi. Biodiesel, bahan bakar nabati untuk mesin diesel, dibuat dari ester metil asam (fatty acid methyl ester, FAME) yang berasal dari minyak nabati atau lemak hewani dan memenuhi standar mutu yang dibutuhkan. Di mana biodiesel memiliki sifat fisika dan kimia yang mirip dengan bahan bakar diesel, sehingga bisa digunakan pada mesin diesel tanpa modifikasi besar. Di Indonesia, minyak kelapa sawit menjadi bahan baku utama untuk biodiesel. Maklum, total produksi minyak kelapa sawit (CPO) mencapai 48 juta ton pada tahun 2022. Sebagai sumber energi terbarukan, biodiesel adalah biofuel yang paling menjanjikan di Indonesia berkat ketersediaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku. Penggunaan biodiesel dimulai di Indonesia sejak tahun 2008, awalnya sebagai B2.5 (campuran 2,5 persen biodiesel dan 97,5 persen solar). Komposisi biodiesel dalam campuran bahan bakar (BXX) secara bertahap ditingkatkan hingga mencapai B30 pada tahun 2020, dan pada 1 Februari 2023, Indonesia telah menerapkan B35, melampaui negara-negara lain yang masih menggunakan campuran B5, B10, atau B20. Rasio campuran yang lebih tinggi ini membawa tantangan unik bagi para pemangku kepentingan. Salah satu tantangan terbesar terkait dengan peningkatan kadar air akibat sifat hidroskopis biodiesel. Kadar air dalam biodiesel dan campurannya harus dikendalikan, sebab dapat mempengaruhi parameter mutu lainnya seperti tingkat keasaman, stabilitas oksidasi, dan pertumbuhan mikroba. "Dengan desainnya yang kompak dan modular, peralatan ini menawarkan fleksibilitas. Selain itu, dengan penukar panas efisiensi tinggi, peralatan ini juga hemat energi," imbuhnya.