Generasi Muda
Sorotan terbaru dari Tag # Generasi Muda
Era AI: Mengapa Generasi Muda Perlu Mengasah Skill Tidak Bisa Diganti Mesin
Jakarta, katakabar.com - Lewat Binus Crypto Week, BTSE Indonesia soroti pentingnya literasi AI, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan finansial dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.
Antusiasme Generasi Muda Riau Mengenal Industri Migas Lebih Dekat Bersama PHR
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar daerah operasi di Provinsi Riau. Wujuda dari komitmen tersebut, PHR mendorong generasi muda Riau untuk lebih mengenali perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas) sekaligus memahami kebutuhan kompetensi dunia kerja, serta siap menangkap peluang karier di sektor energi nasional.
Vokasi Nonmigas PHR: Nyalakan Asa Generasi Muda Riau Lewat Teknisi AC
Pekanbaru, katakabar com - Almaida Romi, 19 tahun sempat limbung dengan masa depannya selepas tamat sekolah di bangku pondok pesantren, di kampung halamannya, di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Terbesit ingin melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi, tetapi harapan itu pupus karena keterbatasan biaya. Disisi lain, tanpa keterampilan khusus, pemuda ini tidak begitu percaya diri untuk melamar pekerjaan. Beberapa bulan setelah dinyatakan lulus sekolah tahun ajaran 2026, hari-harinya kosong tanpa aktivitas berarti, menganggur, berada dalam bayang-bayang ketidakpastian masa depan. Romi kerap merasa gelisah saat melihat orang tuanya harus berjuang di tengah kesulitan ekonomi keluarga. Terlebih sang ayah yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga mengalami sakit usai mengalami kecelakan sepeda motor beberapa tahun silam. Di usianya yang masih muda, ia berharap kesempatan untuk bisa menopang ekonomi keluarganya kembali. "Setelah tamat sekolah saya sempat bingung. Mau kuliah tidak ada biaya, mau kerja belum punya keterampilan. Beruntung, saya dapat informasi pelatihan ini dari media sosial. Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang," cerita Romi mengenang awal perjalanannya. Titik balik itu hadir ketika Romi menemukan sebuah unggahan media sosial tentang Program Vokasi Nonmigas 2026 yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kampar. Romi memberanikan diri mendaftar, mengikuti serangkaian proses seleksi, hingga akhirnya dinyatakan lulus sebagai salah satu peserta Pelatihan Teknisi AC. Kini, Romi tampil lebih percaya diri. Tak sekadar teori, Romi mendapatkan pembekalan komprehensif, praktik perbaikan dan perawatan AC, hingga mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya ilmu, PHR juga membekalinya dengan paket bantuan peralatan teknisi AC yang sangat lengkap, sebagai ‘senjata’ masa depan yang siap ia gunakan untuk langsung terjun membuka usaha mandiri demi membantu perekonomian keluarga. Kisah menarik peserta pelatihan teknisi AC lainnya hadir dari Lisna Sudensari (20). Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia teknisi pendingin, sosok Lisna menyita perhatian. Bagi gadis muda ini, profesi teknisi AC tidak mengenal batasan gender. Sebulan menjalani pelatihan intensif tak sedikit pun menyurutkan langkahnya. Naik turun tangga, memegang mesin steam pembersih bertekanan tinggi, hingga mengukur arus listrik dengan tang ampere telah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi Lisna saat menguti pelatihan di BLK Bengkalis. Bukannya canggung, ia justru merasa bangga dan tertantang. "Naik turun tangga itu hal biasa. Justru di tengah sedikitnya perempuan yang jadi teknisi AC, ini adalah peluang karir yang besar. Perempuan jadi teknisi AC itu keren!," tutur Lisna. Berbekal sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional, Lisna berencana meniti karir lebih dulu di dunia kerja formal untuk menyerap pengalaman lapangan sebanyak-banyaknya, sebelum kelak mewujudkan mimpinya membangun usaha servis AC milik sendiri. Kisah Romi dan Lisna bagian dari dampak nyata Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diinisiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian ekonomi masyarakat yang berada di desa-desa Ring 1 wilayah operasional perusahaan. Program ini awalnya di inisiasi tahun 2025 di 1 Kabupaten dengan 19 peserta, lalu diperluas hingga sebanyak 31 peserta terpilih dari 4 Kabupaten: Rokan Hulu, Kampar, Siak, dan Bengkalis telah melalui rangkaian pembekalan intensif. Dimulai dari tahap seleksi bersama BLK di masing-masing kabupaten, pelatihan dasar dan praktik perbaikan, hingga pelaksanaan Uji Kompetensi BNSP. Pengakuan resmi inilah yang menjadi modal berharga bagi para pemuda Riau untuk bersaing secara profesional di dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja baru. Melalui program Community Involvement & Development (CID) ini, PHR tidak hanya menyalurkan energi untuk negeri melalui produksi migas, tetapi juga menyalakan energi kehidupan dan harapan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di sekitar wilayah operasinya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Roni Rakhmat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas inisiatif dan inovasinya dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi teknisi AC ini. “Kegiatan seperti inilah yang sangat kita butuhkan, karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga secara langsung membuka peluang lapangan kerja bagi putra-putri Riau,” ucapnya. Roni berharap agar para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini dapat mandiri, mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, serta merangkul rekan-rekan lainnya untuk tumbuh bersama. “Ilmu, peralatan, hingga sertifikasi kompetensi resmi kini sudah di tangan Anda. Saat ini, status Anda telah setara dengan para teknisi terlatih berkat sertifikasi. Tinggal bagaimana kemauan dan eksekusi di lapangan akan menjadi kerugian besar jika fasilitas dan keterampilan yang sudah ada saat ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” pesannya. Program Pelatihan Vokasi Nonmigas ditutup dengan talkshow yang mempertemukan perspektif pelaku teknisi AC, dunia industri, pemerintah, dan PHR sebagai penyelenggara program, pada Senin, 31 Agustus 2026 di Pekanbaru. Melalui gelar wicara ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perjalanan setelah pelatihan, kebutuhan kompetensi di dunia kerja, strategi mengakses peluang kerja maupun usaha, serta langkah yang perlu dilakukan untuk mengubah keterampilan menjadi peluang dan penghasilan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Generasi Muda Perdalam Ilmu Agama, Pesantren Kilat Tanjung Kedabu: Padukan Kajian Islam dan Perlombaan
Tanjung Kedabu, katakabar.com - Semangat generasi muda perdalam ilmu agama dan kembangkan potensi keislaman terlihat pada pelaksanaan Pesantren Kilat di Desa Tanjung Kedabu 2026 yang digelar di Masjid Al-Muttaqin, Desa Tanjung Kedabu. Kegiatan usung semangat “Menebar Ilmu, Menumbuhkan Akhlak, Membangun Generasi Qur’ani” tersebut diikuti sebanyak 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se Desa Tanjung Kedabu. Pesantren kilat ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran keagamaan, tetapi juga dikemas secara menarik melalui berbagai kegiatan edukatif dan perlombaan. Konsep tersebut diharapkan mampu membuat peserta lebih aktif sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat serta keberanian mereka. Di kegiatan pembelajaran, peserta mendapatkan kajian sejumlah kitab dasar keislaman yang disesuaikan dengan jenjang dan tingkat pemahaman masing-masing. Di antaranya Kitab Safinatun Najah, Kitab Alala, Kitab Syifaul Jinan, dan Kitab Fasholatan. Materi tersebut mencakup berbagai pengetahuan dasar agama, mulai dari fikih, adab dalam menuntut ilmu, ilmu tajwid hingga tata cara ibadah. Pembelajaran diberikan sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan peserta sejak usia dini. Selain kajian, suasana pesantren kilat semakin semarak dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami. Sejumlah cabang yang digelar antara lain Dai Muda, azan, tilawah Al Quran, murottal, hafalan surah pendek, praktik salat, serta berbagai perlombaan lainnya yang disesuaikan dengan kategori dan jenjang peserta. Melalui perlombaan tersebut, anak-anak dan remaja tidak hanya dituntut mampu menguasai materi keagamaan, tetapi juga didorong untuk tampil percaya diri di hadapan orang lain. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat serta mengembangkan potensi generasi muda di bidang keagamaan. Lebih dari sekadar kegiatan pendidikan, Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara anak-anak, orang tua, pemuda masjid, tokoh agama dan masyarakat. Antusiasme 80 peserta dari berbagai jenjang pendidikan menjadi gambaran tingginya minat generasi muda Desa Tanjung Kedabu terhadap kegiatan keagamaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter dan berakhlak. Panitia berharap kegiatan Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia, mencintai Al-Qur'an dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Belajar ilmu, membangun akhlak, mengasah bakat, dan menumbuhkan generasi Islami dari Desa Tanjung Kedabu.” Pesantren Kilat Desa Tanjung Kedabu 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter dan berjiwa Qurani.
Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda
Cilacap, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan menerima kunjungan 150 siswa-siswi berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan dalam rangkaian Gelar Anak Daerah (GADA) Bercahaya Angkatan XXXIII Tahun 2026. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus melihat secara langsung peran pelabuhan dalam mendukung pergerakan barang, kelancaran distribusi logistik, serta aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Kegiatan tersebut diikuti peserta yang terdiri atas siswa SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA dari sekolah negeri dan swasta yang berlangsung Minggu (16/8) lalu. Para peserta merupakan pelajar teladan yang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Cilacap atas prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan HUT ke 81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026 dan turut didukung oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cilacap. Selama kunjungan, Pelindo Multi Terminal memperkenalkan berbagai aktivitas dan layanan dalam industri kepelabuhanan, termasuk bagaimana pelabuhan menjadi salah satu simpul penting dalam pergerakan barang dan rantai pasok. Para siswa juga mendapatkan gambaran mengenai beragam profesi di lingkungan pelabuhan, mulai dari bidang operasional, teknik, hingga berbagai fungsi pendukung lainnya. Pengenalan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para pelajar mengenai industri kepelabuhanan sekaligus membuka perspektif tentang berbagai bidang keahlian dan peluang masa depan yang dapat mereka pilih sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Dengan melihat aktivitas pelabuhan secara lebih dekat, para siswa dapat memahami bahwa kelancaran distribusi barang hingga ke masyarakat melibatkan berbagai profesi dan keahlian yang saling terhubung. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan, Miftah Fajrisal, menyambut langsung para peserta. Ia mengatakan kunjungan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal dunia kerja dan industri secara lebih dekat. “Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat serta membuka pandangan baru bagi anak-anak berprestasi Cilacap untuk lebih mengenal industri kepelabuhanan. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka di masa depan,” ujar Miftah. Menurut Miftah, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan di masa mendatang. Interaksi dengan para siswa berprestasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia industri sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, kata Miftah, Pelindo Multi Terminal tidak hanya memperkenalkan fungsi strategis pelabuhan, tetapi juga menanamkan semangat “Berprestasi Hari Ini, Berkontribusi untuk Negeri di Masa Depan," jelasnya. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan, termasuk melalui kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat. "Kehadiran 150 peserta GADA Bercahaya di Pelindo Tanjung Intan diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus membuka perspektif baru mengenai keterkaitan pelabuhan dengan kehidupan sehari-hari," ucapnya. Dari ruang kelas hingga kawasan pelabuhan, para pelajar diajak memahami berbagai profesi dan keahlian memiliki peran dalam menjaga kelancaran logistik dan mendukung perekonomian. Melalui interaksi ini, Pelindo Multi Terminal terus berupaya tumbuh bersama masyarakat dan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dunia industri, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan Indonesia di masa depan.
Lewat CID PHR Hadirkan Senyum dan Ruang Tumbuh Generasi Muda Riau
Pekanbaru, katakabar.com - Sempena hari anak nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli momen tepat merefleksikan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak untuk menghadirkan generasi muda unggul dan berdaya saing di masa datang. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan menyadari setiap anak memiliki potensi menjadi agen perubahan. Hak untuk tumbuh dan berkembang perlu didukung, baik itu akses kesehatan, pendidikan maupun keterampilan menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensinya secara optimal. Melalui program Community Involvement & Development (CID), PHR hadirkan intervensi nyata dan holistik yang tersebar di wilayah operasional di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, mulai dari pemenuhan gizi balita hingga penguatan pendidikan vokasional bagi anak berkebutuhan khusus. Terus, melalui Program PHR Peduli Stunting 2026, PHR berkolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat untuk memberikan intervensi gizi bagi anak. Program ini menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT/PKMK) kepada lebih dari 200 anak stunting maupun yang berisiko stunting di 25 desa yang tersebar di 7 kabupaten dan kota. Upaya tersebut diiringi dengan penguatan kualitas layanan serta kapasitas kelompok peduli stunting melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung berupa pemberian peralatan posyandu bagi 4 posyandu. Selain berfokus pada kesehatan fisik, PHR Zona Rokan juga membuka ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkarya. Dukungan terhadap pendidikan vokasional pada SLB Manggalo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, yang sempat terkendala teknis, kini kembali membuka harapan 30 siswa berkebutuhan khusus dan 15 guru mengembangkan keterampilan melalui pelatihan membatik dan pembuatan kriya kayu. "Program ini bukan hanya mengajarkan keterampilan kepada anak-anak kami. Yang paling membahagiakan adalah melihat mereka mulai percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Ketika rasa percaya diri itu tumbuh, mereka mulai berani bermimpi, berkarya, dan yakin bahwa mereka memiliki masa depan yang sama cerahnya dengan anak-anak lainnya. Kami berharap semakin banyak pihak membuka ruang dan kesempatan agar anak-anak disabilitas dapat berkembang sesuai potensi yang mereka miliki," tutur Guru SLB Manggalo, Kecamatan Pinggir, Aulia Nur Izzah. Semangat serupa juga diperluas melalui Program SLB Green Warriors di SLB Melati, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru. Melibatkan 110 guru dan siswa, program ini memperkenalkan teknologi energi baru terbarukan melalui pelatihan pengoperasian dan perawatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pengalaman belajar ini membuka wawasan baru bahwa mereka mampu menguasai teknologi serta mengambil peran nyata dalam mendukung transisi energi dan menjaga kelestarian lingkungan. "Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap langkah dalam memastikan anak tumbuh sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensinya merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berdaya," terang Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal melalui keterangan resmi. PHR meyakini setiap anak adalah benih perubahan yang berhak memperoleh kesempatan emas untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang percaya diri, berani bermimpi, menghargai keberagaman, serta siap menjadi agen perubahan bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia di masa depan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Dirut PTPN III Seru Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan
Bogor, katakabar.com - Transformasi sektor perkebunan nasional dinilai tidak bisa hanya bertumpu pada perusahaan dan pemerintah. Keterlibatan generasi muda melalui inovasi, teknologi, dan penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri perkebunan Indonesia di tengah tantangan pangan, energi, dan perubahan iklim. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan sektor perkebunan memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional sehingga membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang. "Kita harus bersama-sama membangun sektor perkebunan Indonesia. Masa depan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh perusahaan atau pemerintah, tetapi oleh seluruh pihak yang memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan bangsa," kata Denaldy dalam Studium Generale bertema Membangun Masa Depan Sektor Perkebunan Indonesia: Inovasi, Talenta Muda, dan Keberlanjutan di IPB University, Bogor, Selasa (9/6). Denaldy menjelaskan, transformasi industri perkebunan saat ini semakin berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan tuntutan keberlanjutan. Lantaran itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kebutuhan untuk mempercepat adaptasi sektor perkebunan terhadap perubahan global. "Generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perkebunan Indonesia di tingkat global," jelasnya. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan alumni IPB University. Turut hadir Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa IPB University M. Abdan Rofi, Founder Rembuk Pemuda Aidil Afdan Pananrang, serta Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana yang membuka acara secara resmi. Menurut Deni, forum yang mempertemukan dunia akademik dan industri penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan pembangunan nasional sekaligus kebutuhan dunia kerja yang terus berubah. "Kolaborasi seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami tantangan pembangunan secara langsung dari para pelaku industri. Ini adalah bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan nasional ke depannya," terang Deni. Presiden BEM KM IPB, M Abdan Rofi, menilai berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi baru melalui inovasi dan pengembangan teknologi. "Setiap tantangan selalu menghadirkan peluang. Transformasi sektor perkebunan hari ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi, membangun teknologi baru, dan menghadirkan solusi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional," ucapnya. Sementara, Aidil Afdan Pananrang menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang akan menjadi aktor utama pembangunan di masa depan. "Kerja-kerja untuk mengoptimalkan peluang bagi kemajuan bangsa bukanlah kerja satu atau dua pihak saja. Ini adalah kerja bersama lebih dari 200 juta jiwa yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Indonesia terus bergerak maju," bebernya. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai peluang karier di sektor perkebunan, pemanfaatan teknologi pertanian dan perkebunan, hingga strategi membangun industri yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, PTPN menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk mendukung pengembangan talenta muda dan transformasi sektor perkebunan nasional.
Resmikan Masjid Raudhatut Tauhid, Bupati Syah Afandin Tekankan Pembinaan Generasi Muda
Langkat, Katakabar – Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH meresmikan Masjid Raudhatut Tauhid di Dusun II Tambang, Desa Dogang, Kecamatan Gebang, Jumat (5/6/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti.
Sinergi Positif Kajari Rohul Dukung ESI, Esport Wadah Generasi Muda
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Olahraga elektronik atau esports kini kian mendapat tempat istimewa di hati masyarakat, khususnya generasi muda. Menyadari potensi besar ini, Pengurus Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Rokan Hulu melakukan langkah strategis dengan menjalin silaturahmi dan menggandakan sinergi bersama Kejaksaan Negeri Rokan Hulu, Rabu (3/6). Kedatangan rombongan ESI disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak, SH., MH., di ruang kerjanya. Suasana pertemuan terasa sangat akrab dan penuh kekeluargaan, menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kelembagaan demi kemajuan dunia olahraga di daerah. Di kegiatan tersebut, Ketua ESI Kabupaten Rokan Hulu, Fachruddin Siregar, ST., MT., secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan plakat penghargaan kepada Kajari Rokan Hulu, Fredy. Penyerahan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus kepercayaan agar beliau turut serta membina dan mengawal organisasi ini ke arah yang lebih baik. "ESI adalah induk organisasi resmi di bawah naungan KONI. Kami ingin esports tidak hanya sekadar permainan, tapi menjadi wadah yang positif, terstruktur, dan melahirkan prestasi," ujar Fachruddin. Ia menjelaskan, selain Bupati sebagai pembina utama, kehadiran Kejaksaan Negeri (Kejari) sangat dinantikan untuk memberikan arahan, bimbingan, dan pengawasan agar organisasi berjalan sesuai koridor hukum dan norma yang berlaku. "Kami sangat berharap masukan dari Bapak Kajari. Sebagai organisasi yang menyatukan anak muda, kami butuh pandangan bijak agar bisa berkembang optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat," ucapnya. Tanggapan Penuh Semangat dari Kajari Rohul Kajari Rokan Hulu, Fredy F. Simanjuntak menyambut baik kepercayaan yang diberikan dengan wajah berseri dan penuh antusias. "Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ini sungguh sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi saya bisa dipercaya menjadi bagian dari keluarga besar ESI Rokan Hulu," jelasnya hangat. Meski mengakui baru bertugas kurang dari sebulan di bumi Seribu Suluk, beliau langsung menunjukkan komitmen kuat untuk bersinergi. "Baru saja saya menginjakkan kaki di Rokan Hulu, saya langsung disambut dengan kehangatan dan kepercayaan yang luar biasa. Tentu ini menjadi tanggung jawab yang saya emban dengan senang hati," tuturnya. Kajari Rokan Hulu, Fredy pun memandang esports bukan sekadar permainan biasa, melainkan sarana pembinaan karakter yang sangat strategis. "Saya melihat perkembangan zaman, anak-anak muda sekarang sangat melek teknologi. Esports ini adalah ladang yang sangat bagus untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreativitas mereka. Justru dengan wadah yang teratur seperti ini, kita bisa mengarahkan energi positif mereka agar terhindar dari hal-hal negatif atau kenakalan remaja," bebernya dengan bijak. "Daripada waktu luang terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat, lebih baik dikumpulkan di sini, berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah. Itu visi yang sangat mulia dan saya siap mendukung penuh," tegasnya. Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi. Diharapkan sinergi antara kejaksaan dan ESI ini mampu melahirkan atlet-atlet berbakat serta menciptakan ekosistem generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi di 'Negeri Seribu Suluk' nama lain dari Kabupaten Rokan Hulu.
Pimpin Harkitnas 2026, Syah Afandin Ajak Masyarakat Jaga Generasi Muda
Langkat, Katakabar – Bupati Langkat H. Syah Afandin memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Alun-alun T. Amir Hamzah, Stabat, Rabu (20/5/2026).