Dukung
Sorotan terbaru dari Tag # Dukung
Mekari Conference 2026, RevComm Dukung Pemanfaatan AI di Dunia Kerja
Jakarta, katakabar.com - Penerapan artificial intelligence (AI) di dunia kerja terus berinvasi, dari sekadar otomatisasi menjadi bagian dari berbagai aktivitas bisnis yang dapat membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan pekerjaan. Hal ini menjadi fokus Mekari Conference 2026 yang mengangkat tema “AI at Work” pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta.
Dukung Industri Kelapa dan Kelapa Sawit: BPDP dan Kanwil DJPb Jambi Sosialisasi Pemanfaatan Dana Perkebunan
Jambi, katakabar.com - Auala KPPN Jambi saksi bisu sosialisasi program BPDP serta peluang pengembangan komoditas kelapa dan kelapa sawit, pekan ketiga September 2026 lalu. Kegiatan yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi berlangung secara hibrida, yakni luring, dan daring melalui Microsoft Teams.
PTPN I Optimalkan Aset Strategis Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
Jakarta, katakabar.com - Aset perkebunan kini tidak lagi sekadar menjadi basis produksi komoditas, tetapi diarahkan menjadi bagian dari kekuatan pangan dan energi nasional. Lantaran itu, PT Perkebunan Nusantara I (Persero), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), percepat optimalisasi lahan melalui pengembangan berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi yang didorong pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat swasembada pangan, sekaligus membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri. Pada beberapa kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman,m menegaskan hilirisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, komoditas pertanian harus didorong tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi di dalam negeri. “Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati penuh oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” tegas Amran. Kementerian Pertanian juga terus mendorong pengembangan komoditas strategis yang memiliki keterkaitan dengan industri hilir, termasuk sumber bahan baku untuk pengembangan biofuel dan bioetanol dalam rangka memperkuat kemandirian energi nasional. Arah kebijakan tersebut mendapat respons dari PTPN I (Persero) melalui optimalisasi aset lahan di berbagai wilayah operasional. Pengembangan diarahkan pada sejumlah komoditas, antara lain jagung, kedelai, bawang putih, dan ubi kayu yang memiliki peluang pengembangan rantai nilai dari hulu hingga hilir. Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan siap mengambil bagian dalam agenda strategis pemerintah tersebut melalui optimalisasi aset secara produktif, terukur, dan berkelanjutan. “Kami mendukung penuh agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui hilirisasi. PTPN I (Persero) memiliki aset lahan yang dapat dioptimalkan untuk pengembangan komoditas strategis dengan tetap memperhatikan produktivitas, keberlanjutan, dan kelayakan bisnis,” ucap Abdul Rivai, di pekan ketiga September 2026 lalu. Menurut Rivai, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi di tingkat lahan. Lebih dari itu, diperlukan keterhubungan antara produksi, pengolahan, industri, distribusi, hingga pasar agar nilai tambah komoditas dapat tumbuh di dalam negeri. “Orientasinya bukan semata-mata menanam, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah. Dari lahan hingga produk akhir harus terhubung sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” jelasnya. Salah satu langkah konkret PTPN I (Persero) adalah menyiapkan 10.000 hektare lahan untuk pengembangan jagung. Pemanfaatan areal tersebut dilakukan pada lahan yang memasuki masa persiapan peremajaan tanaman perkebunan sehingga dapat dimanfaatkan sementara untuk tanaman pangan produktif. Pengembangan jagung tersebut diharapkan memperkuat pasokan komoditas yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pangan dan industri pakan. Di saat yang sama, PTPN I mendorong agar produksi yang dihasilkan dapat terhubung dengan rantai pengolahan dan pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar. Penguatan hilirisasi PTPN I (Persero) tidak berhenti pada jagung. Di berbagai wilayah operasional, perusahaan mengembangkan komoditas strategis sesuai potensi lahan dan karakteristik wilayah. Di Lampung melalui PTPN I (Persero) Regional 7, perusahaan menyiapkan pengembangan ubi kayu hingga 10.000 hektare. Pada tahap awal, sekitar 7.313 hektare disiapkan melalui kerja sama dengan 11 mitra. Ubi kayu memiliki prospek hilirisasi yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol sehingga memiliki keterkaitan dengan agenda kemandirian energi. Sementara, di Sumatera Utara melalui PTPN I (Persero) Regional 1, sekitar 270 hektare lahan dioptimalkan untuk pengembangan kedelai. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari diversifikasi aset untuk mendukung produksi pangan sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas lainnya. Di Jawa Barat, PTPN I (Persero) juga melakukan uji coba penanaman bawang putih seluas 2 hektare. Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya membangun model budi daya dan memperkuat basis produksi komoditas hortikultura strategis. Abdul Rivai menimpali keberagaman komoditas yang dikembangkan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan aset sekaligus memperluas kontribusi PTPN I (Persero) terhadap agenda pembangunan nasional. Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya diukur dari luas areal yang dimanfaatkan, tetapi juga dari produktivitas, keekonomian, keberlanjutan, serta kemampuan menciptakan rantai nilai baru. “Setiap hektare harus memberikan nilai tambah. Karena itu, kami tidak hanya melihat luas lahan, tetapi juga produktivitas dan kesinambungan ekosistem usaha yang dibangun di atasnya,” bebernya. Ia menegaskan, percepatan hilirisasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BUMN, swasta, petani, lembaga riset, dan pelaku industri. “Ketika aset perkebunan mampu menghasilkan pangan, mendukung energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong tumbuhnya industri hilir, maka kontribusi perkebunan terhadap pembangunan nasional menjadi semakin nyata,” tuturnya.
Resmikan Kantor Baru, OSL Indonesia Dukung Komitmen Kepatuhan Standar Global
Jakarta, 28 September 2026 - OSL Indonesia, perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmikan kantor barunya. Tandakan komitmen jangka panjang pada pertumbuhan dan pemberdayaan industri aset keuangan digital di Indonesia berbasis standar kepatuhan global.
Dukung Percepatan Program MBG di Daerah 3T, Vritimes Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri
Jakarta, katakabar.com - Perusahaan teknologi media dan penyedia platform distribusi siaran pers, Vritimes berpartisipasi aktif sebagai narasumber utama dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) angkat tema "Strategi Percepatan Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)". Forum strategis ini digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).
Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Terminal Kendari
Kendari, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan layanan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari sinergi Pelindo bersama PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) dalam pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan serta pelayanan bongkar muat bijih nikel (nickel ore) di Pelabuhan Kendari. Melalui peran operasionalnya, Pelindo Multi Terminal memastikan fasilitas, proses layanan, serta standar operasional pelabuhan berjalan optimal guna mendukung kebutuhan industri mineral. Sebagai operator terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas logistik industri nikel melalui pengelolaan layanan pelabuhan yang mengedepankan keandalan, keselamatan, dan efisiensi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan ekosistem logistik yang mampu menjembatani kebutuhan industri dari hulu hingga hilir. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya membutuhkan fasilitas pengolahan, tetapi juga dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang. “Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng. Menurutnya, peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung industri nikel tidak berhenti pada aktivitas pelayanan bongkar muat, tetapi mencakup bagaimana perusahaan memastikan setiap proses operasional pelabuhan mampu memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa. “Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelas Sugeng. Dalam pelaksanaan layanan di Pelabuhan Kendari, Pelindo Multi Terminal memastikan berbagai aspek operasional berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan fasilitas terminal, koordinasi pelayanan, hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik sekaligus memastikan kegiatan operasional berlangsung aman dan efisien. Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong penguatan konsistensi layanan dan keandalan operasional guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan nasional. Sugeng menambahkan, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi Pelindo Multi Terminal dalam memperkuat daya saing logistik nasional. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan terus berupaya menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri. Nikel salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia, sehingga membutuhkan dukungan konektivitas logistik yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, keberadaan layanan logistik yang andal menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan arus komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan distribusi. Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung percepatan hilirisasi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
PTPN I Perkuat Kolaborasi Dukung Swasembada Pangan
Jakarta, katakabar.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, mendorong PT Perkebunan Nusantara I (Persero) untuk perkuat kontribusi mendukung program swasembada pangan nasional melalui percepatan pengembangan komoditas perkebunan strategis, penguatan riset bibit unggul, serta optimalisasi pemanfaatan lahan. Arahan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menerima jajaran Direksi PTPN I yang dipimpin Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Pada pertemuan itu, Menko Pangan menegaskan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, BUMN, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha. Menurutnya, sektor perkebunan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita harus bergerak dalam satu barisan, bekerja sama, dan maju bersama. Komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, dan kopi memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujar Zulkifli Hasan. Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem perkebunan melalui pengembangan bibit unggul, peningkatan produktivitas lahan, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi. Sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, serta kementerian dan lembaga terkait dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor perkebunan nasional. Menurut Menko Pangan, PTPN I memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pengembangan komoditas perkebunan nasional, mulai dari penyediaan lahan riset, pengembangan kebun induk bibit unggul, hingga implementasi teknologi budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan. “PTPN I harus menjadi motor penggerak pengembangan perkebunan nasional. Hasil riset dan inovasi harus mampu meningkatkan produksi, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan agrowisata berbasis perkebunan,” ucapnya. Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. “Arahan Bapak Menteri Koordinator Bidang Pangan menjadi penguatan bagi langkah transformasi yang sedang dijalankan PTPN I. Kami siap mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis, memperkuat tata kelola, mengoptimalkan aset produktif, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani, masyarakat, dan perekonomian nasional,” ujar Abdul Rivai Ras. Ia menambahkan, PTPN I akan terus mengembangkan komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, kopi, tebu, teh, dan tembakau melalui pendekatan berbasis inovasi, hilirisasi, serta penerapan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar global. Menurut Abdul Rivai Ras, transformasi yang dijalankan PTPN I tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi BUMN perkebunan dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, hilirisasi, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui penguatan sinergi antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan PTPN I, diharapkan pengembangan komoditas perkebunan strategis dapat berjalan lebih terintegrasi, memperkuat swasembada pangan nasional, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, serta mendorong daya saing Indonesia sebagai salah satu negara agraris terkemuka di dunia.
Dukung Ekspansi Jaringan Dealer Nasional, Indoteknik.com Perkuat Pasokan Tools Industri Otomotif
Jakarta, katakabar.com - PT. Indoteknik Dotcom Gemilang atau dikenal dengan Indoteknik.com kali ini turut terlibat dalam penyediaan kebutuhan tools untuk sejumlah jaringan bengkel PT. QJ Motor Indonesia dalam rangkaian grand opening sepanjang 2026. Penyediaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan tools yang digunakan untuk menunjang aktivitas bengkel QJ Motor di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Jawa hingga Bali, Riau, Samarinda, dan Banjarmasin. Mendukung Kebutuhan Tools Bengkel Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, Indoteknik tidak hanya berfokus pada penyediaan produk, tetapi juga memastikan proses pemenuhan barang dapat berjalan sesuai kebutuhan. Mulai dari menyesuaikan produk dengan kebutuhan bengkel hingga proses pengiriman ke masing-masing lokasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyediaan tools. Namun dalam praktiknya, proses distribusi ke banyak cabang sekaligus tentu memiliki tantangan tersendiri. Supervisor Business Development Indoteknik, Putra, menyoroti pentingnya konsistensi pasokan barang di lapangan. "Tantangannya sendiri adalah dari ketersediaan stok untuk barang yang sudah dijadikan standar dan memastikan dapat memenuhi kebutuhan setiap cabangnya," kata Putra. Berbekal rekam jejak dalam menangani kebutuhan tools di berbagai sektor, Indoteknik terus berupaya menjaga ketersediaan produk agar operasional pelanggan tetap berjalan lancar. Perluas Dukungan untuk Industri Otomotif Nasional Dukungan terhadap kebutuhan bengkel QJ Motor menjadi salah satu bagian dari pengalaman Indoteknik dalam melayani sektor otomotif. Selain QJ Motor, Indoteknik juga telah mendukung kebutuhan tools untuk BYD, Denza, Hyundai, Mercedes-Benz, Honda, Suzuki, Mitsubishi, Hino, Wuling, Neta (Arista Group), UD-Trucks (Astra International), serta ribuan perusahaan lainnya. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan tools di sektor otomotif memiliki cakupan yang beragam, mulai dari kebutuhan bengkel hingga operasional dan perawatan. Kemampuan dalam menyediakan produk yang sesuai menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas pelanggan. Bagi Indoteknik, penyediaan tools bukan hanya mengenai ketersediaan produk, tetapi juga bagaimana kebutuhan pelanggan dapat dipenuhi secara tepat. Komitmen Indoteknik.com ke Depan Untuk kedepannya, Indoteknik berkomitmen untuk terus memperluas dukungan terhadap kebutuhan tools di sektor otomotif maupun industri lainnya di Indonesia. Pengalaman dalam menangani kebutuhan berbagai pelanggan menjadi bekal untuk terus meningkatkan layanan dan memperluas cakupan penyediaan tools. “Menjamin mutu dari produk yang di-supply sesuai dengan standar yang ditentukan, memberikan service terbaik dari penyediaan barang hingga aftersales atas produk yang di-supply,” tambah Putra. Selain melalui penyediaan langsung, berbagai kebutuhan tools juga dapat dilihat melalui Indoteknik.com. Website tersebut menyediakan beragam produk untuk kebutuhan industri, bengkel, dan operasional, lengkap dengan informasi produk, spesifikasi, serta harga yang dapat menjadi referensi sebelum melakukan pembelian. Melalui Indoteknik.com, pelanggan dapat mencari berbagai kebutuhan tools dalam satu platform, baik untuk kebutuhan bengkel maupun operasional industri.
Dukung Hiilirisasi, BPDP dan Pemda Kepulauan Talaud Kuatkan Program Hulu Perkebunan Kelapa
Talaud, katakabar.com -.. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Talaud kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Keuangan, menggelar sosialisasi Program Hulu Perkebunan Kelapa untuk mendukung Program Hilirisasi Kelapa di Gereja Ebenhaezer Melonguane, Kamis (30/7) lalu. Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan nilai tambah ekonomi komoditas kelapa yang selama ini masih banyak dijual dalam bentuk kopra di Kabupaten Kepulauan Talaud. Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta ini dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Daud Malensang. Kegiatan menghadirkan Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan (PDSHP) Kelapa BPDP, Kementerian Keuangan, Triana Meinarsih, serta Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Bidang Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Natalia Pangkerego, sebagai narasumber. Sosialisasi ini turut dihadiri pejabat pimpinan tinggi pratama, camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian, kelompok tani dan koperasi perkebunan kelapa dari seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud. Kepala Divisi PDSHP Kelapa BPDP, Triana Meinarsih, menjbarkan luas areal perkebunan kelapa di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat sekitar 22.382 hektare dan menempati peringkat keenam di Sulawesi Utara. Kecamatan Kalongan, Kabaruan, dan Tampan'Amma menjadi tiga sentra penghasil utama, dengan kopra sebagai produk unggulan. Triana memetakan sejumlah tantangan di lapangan, antara lain sekitar 3.562 hektare areal tanaman kelapa tua dan rusak, serangan organisme pengganggu tumbuhan, tingginya biaya logistik antarpulau, minimnya fasilitas pengolahan pascapanen, serta dukungan pendanaan pembangunan perkebunan kelapa yang belum optimal. Di sisi lain, Triana menyampaikan Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki sejumlah kekuatan, antara lain dominasi perkebunan rakyat, agroklimat tropis pesisir yang sesuai untuk pertumbuhan kelapa, serta posisi strategis di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina. “Apabila kita membahas hilirisasi kelapa, kekuatan di sektor hulu harus dipersiapkan dengan baik. BPDP hadir melalui program penguatan sektor hulu perkebunan kelapa, yaitu Program Peremajaan Kelapa Rakyat dan Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa yang terdiri atas delapan bidang,” jelasnya. BPDP melalui Direktorat Penyaluran Dana Sektor Hulu menjalankan dua program strategis, yakni Program Peremajaan Kelapa Rakyat serta Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa. Program Peremajaan Kelapa Rakyat menyasar tanaman tua dan tidak produktif melalui bantuan benih unggul bersertifikat. Sedang, Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa mencakup penyediaan benih, pupuk dan pestisida; alat pascapanen dan unit pengolahan; jalan kebun dan jalan akses; alat transportasi; mesin pertanian; hingga infrastruktur pasar. Pengajuan usulan untuk kedua program dapat dilakukan melalui jalur dinas maupun jalur kemitraan. Setiap usulan akan diverifikasi secara teknis oleh dinas yang membidangi perkebunan di kabupaten/kota sebelum ditetapkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud, dalam sambutan yang disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, Daud Malensang, menyebut kelapa bukan sekadar tanaman perkebunan, melainkan identitas daerah dan warisan leluhur yang menopang kehidupan masyarakat Talaud secara turun-temurun. Kelapa juga menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah, tetapi nilai tambahnya belum optimal karena pemanfaatannya masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah. "Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Talaud mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan program hilirisasi kelapa guna meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus kesejahteraan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan sektor perkebunan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan hilirisasi berbasis potensi daerah," serunya. BPDP menegaskan keberhasilan penguatan sektor hulu kelapa di Kabupaten Kepulauan Talaud tidak hanya bergantung pada pendanaan dari pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan sinergi dengan pemerintah daerah, kelembagaan pekebun, dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar Program Peremajaan Kelapa Rakyat serta Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan pekebun kelapa Talaud secara berkelanjutan.
Dukung Penciptaan Lapangan Kerja, PTPN I Serap 15 hingga 20 Ribu Pekerja di Pabrik Tembakau
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah melalui industri tembakau yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja sepanjang satu siklus produksi. Mulai dari persiapan lahan hingga pengolahan di pabrik, aktivitas usaha perusahaan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Kabupaten Jember dan sekitarnya. Sebagai salah satu sentra produksi tembakau unggulan nasional, PTPN I Regional 5 mengelola lebih dari puluhan area tanam yang setiap tahun menjalankan siklus budidaya secara berkesinambungan mulai November hingga November tahun berikutnya. Seluruh tahapan produksi, mulai dari perolehan lahan, pembibitan, pengolahan tanah, persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan, hingga pengolahan di pabrik, melibatkan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Penyerapan tenaga kerja meningkat seiring perkembangan siklus produksi. Pada tahap pengolahan tanah, setiap area tanam rata-rata mempekerjakan lebih dari 50 pekerja per hari dengan dominasi tenaga kerja laki-laki karena karakter pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknis dan fisik. Sementara pada fase penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan tersebut memerlukan ketelitian dan keterampilan tinggi. Aktivitas kemudian mencapai puncaknya pada proses pengolahan tembakau yang berlangsung pada Juli hingga November. Operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15.000 hingga 20.000 tenaga kerja, menjadikan industri tembakau PTPN I Regional 5 sebagai salah satu penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Direktur Utama PTPN I, Dr. Abdul Rivai Ras, menegaskan pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya di Jakarta, Rabu (15/7) lalu, sebagai bagian dari upaya PTPN I memperkuat peran perusahaan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. “PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja dan menggerakkan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja yang luas, mulai dari proses budidaya hingga pengolahan di pabrik,” ujar Abdul Rivai Ras. Menurutnya, tingginya penyerapan tenaga kerja merupakan implementasi nyata prinsip Creating Shared Value, di mana pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. “Kami meyakini keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan kinerja bisnis, tetapi juga oleh besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Lantaran itu, PTPN I akan terus memperkuat pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem usaha perusahaan,” jelas bro Rivai sapaan akrab Abdul Rivai Ras. Selain menciptakan lapangan kerja secara langsung, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ribuan pekerja sepanjang musim tembakau mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, logistik, jasa, usaha mikro, hingga pelaku usaha kuliner di sekitar kawasan operasional. Melalui penguatan rantai bisnis dari hulu hingga hilir, PTPN Group terus menegaskan komitmennya sebagai perusahaan perkebunan negara yang tidak hanya menghasilkan tembakau berkualitas untuk pasar nasional dan internasional, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memberdayakan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.