Dibekali

Sorotan terbaru dari Tag # Dibekali

Dummy P01
PBAK STAI Nurul Hidayah 2026, Total 36 Mahasiswa Baru Dibekali Wawasan Akademik dan Kemahasiswaan Pendidikan
Pendidikan
Kemarin

PBAK STAI Nurul Hidayah 2026, Total 36 Mahasiswa Baru Dibekali Wawasan Akademik dan Kemahasiswaan

Selatpanjang, katakabar.com - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Hidayah Selatpanjang melaksanakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026-2027 selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di lingkungan kampus STAI Nurul Hidayah tersebut diikuti 36 mahasiswa baru usung tema “Membentuk Generasi Berkarakter untuk Mewujudkan Peradaban yang Bermartabat". PBAK menjadi tahapan awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, sistem perkuliahan, hingga kehidupan organisasi dan kemahasiswaan di STAI Nurul Hidayah. Kegiatan secara resmi dibuka Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Nurul Hidayah, Dr. Syukron Darsyah, M.Pd.I., para mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan akademik, etika, motivasi belajar, serta organisasi kemahasiswaan. Salah satu materi yang diberikan adalah pengenalan Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang disampaikan Ketua Yayasan, Hj. Hasnah. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai sejarah, latar belakang, serta lingkungan pendidikan yang menaungi STAI Nurul Hidayah. Sementara, materi Sistem Akademik dan Registrasi disampaikan Dr. Syukron Darsyah. Mahasiswa baru mendapatkan penjelasan mengenai berbagai aspek administrasi akademik, termasuk Kartu Rencana Studi (KRS), Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan ketentuan registrasi perkuliahan. Materi Etika dan Kemahasiswaan di Kampus disampaikan Rubiana, S.Si., M.Pd., sedangkan materi Motivasi Mahasiswa Belajar di Kampus STAI Nurul Hidayah disampaikan Abdul Rauf, M.Pd. Kenalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Selain pembekalan akademik, mahasiswa baru juga mendapatkan materi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Materi tersebut disampaikan Ketua DEMA STAI Nurul Hidayah, Imroatun Nasihah. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui cerita, diskusi, dan permainan sehingga mahasiswa baru lebih mudah memahami peran serta penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam kehidupan mahasiswa. Rangkaian PBAK tidak hanya berisi materi akademik. Sejumlah kegiatan juga dirancang untuk membangun kebersamaan, kedisiplinan, kreativitas, serta kesiapan mental mahasiswa baru dalam memasuki dunia perkuliahan. Malam Keakraban Pererat Kebersamaan Mahasiswa Baru Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam rangkaian PBAK adalah Malam Keakraban (Makrab). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, membangun kebersamaan, sekaligus menampilkan minat dan bakat yang dimiliki. Makrab dikelola Tim Sanggar Nurul Sujana dan dipandu Duta Kampus STAI Nurul Hidayah. Suasana berlangsung hangat dan meriah melalui berbagai penampilan mahasiswa baru. Sejumlah mahasiswa menunjukkan kemampuan mereka, mulai dari seni bela diri silat hingga bernyanyi sambil bermain gitar. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta dan panitia. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa dan menciptakan suasana kekeluargaan sejak awal mereka memasuki lingkungan kampus. Pelaksanaan PBAK turut dihadiri jajaran dosen dan staf Tata Usaha, Ketua Yayasan, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan STAI Nurul Hidayah, di antaranya SEMA, DEMA, Duta Kampus, Sanggar, dan Menwa. Panitia Apresiasi Kolaborasi Organisasi Mahasiswa Ketua Pelaksana PBAK STAI Nurul Hidayah 2026, Aidil Rinaldi, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan. Ia menilai keberhasilan PBAK tidak terlepas dari kerja sama dan kolaborasi berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan STAI Nurul Hidayah. “Alhamdulillah, kegiatan PBAK berjalan dengan sukses. Tentunya hal ini tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antarorganisasi mahasiswa yang ada di kampus kita, STAI Nurul Hidayah Selatpanjang,” ujar Aidil. Ia berharap pelaksanaan PBAK pada tahun-tahun mendatang dapat terus ditingkatkan. Berbagai kekurangan yang ditemukan selama kegiatan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Melalui PBAK Tahun Akademik 2026-2027, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi memahami sistem akademik, etika kemahasiswaan, organisasi, serta tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika STAI Nurul Hidayah. Semangat tersebut dirangkum dalam jargon “Bangkit, Bergerak, Berdampak.” Jargon itu menjadi pesan bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dengan karakter yang kuat, keberanian untuk bergerak, serta semangat memberikan kontribusi positif bagi kampus dan masyarakat. PBAK STAI Nurul Hidayah 2026: Bangkit! Bergerak! Berdampak!

Talenta Digital Dibekali Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Taja Pelatihan Python Fundamental Teknologi
Teknologi
Kemarin

Talenta Digital Dibekali Keterampilan Analisis Data, Telkom AI Center Bali Taja Pelatihan Python Fundamental

Denpasar, katakabar.com - Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan talenta digital dalam bidang analisis data, salah satu program AI Connect yang diinisiasi Telkom sukses digelar pada 10 hingga13 Agustus 2026 lalu. Usung tema “AI Introductory: Pre Class Python Fundamental for Data Analysis”, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang interaktif bagi talenta digital untuk memahami dasar-dasar analisis data sekaligus mempraktikkan pengolahan data menggunakan Python. Ruang Telkom AI Center Bali dipenuhi antusiasme para talenta digital yang mengikuti kegiatan secara luring. Kegiatan pelatihan menghadirkan I Gusti Ayu Prema Santhi, Data Science Enthusiast dari Western Sydney University sebagai narasumber sekaligus mentor yang membagikan wawasan sekaligus praktik langsung mengenai dasar-dasar Python dalam analisis data. Kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan pemahaman teknologi dengan kebutuhan pengolahan data. Dalam materinya, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar Python sebagai salah satu keterampilan yang dapat digunakan dalam proses analisis data. Melalui pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoretis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memahami jenis-jenis data, tahapan proses pengolahan data secara lebih aplikatif dan contoh kasusnya.  Pelatihan ini diikuti oleh 7 talenta lokal dari beberapa kampus di Bali. Di hari pertama, peserta diperkenalkan dengan bahasa pemrograman Python. Dimulai dengan mempelajari dasar-dasar Python, seperti penggunaan variable, data types, operators, lists, dan dictionaries, kemudian dilanjutkan dengan conditional statements. Peserta juga melakukan praktik basic coding dan menyelesaikan mini challenge mengenai perhitungan serta klasifikasi data pelanggan. Melalui kegiatan ini, peserta mempelajari dasar pemrograman Python yang menjadi fondasi untuk melakukan pengolahan dan analisis data pada tahap berikutnya. Memasuki hari kedua, peserta mempelajari cara membuat program yang dapat melakukan pekerjaan secara berulang dan lebih terstruktur. Setelah memahami konsep tersebut, kegiatan pembelajaran diakhiri dengan latihan menganalisis data penjualan menggunakan konsep repetitif yang telah dipelajari. Materi yang telah disampaikan  membantu peserta mengotomatisasi pekerjaan yang berulang, membuat kode yang lebih efisien, serta memahami dasar pengolahan data numerik. Pada hari ketiga, peserta mulai menerapkan Python secara langsung untuk melakukan analisis terhadap dataset. Peserta mempelajari penggunaan pandas untuk membaca dataset. Peserta juga diperkenalkan dengan visualisasi sederhana untuk menyampaikan hasil analisis dalam bentuk grafik. Di akhir sesi, peserta mengerjakan mini challenge berupa analisis dataset e-commerce dan menghasilkan beberapa business insights. Materi yang diberikan membuat peserta mendapatkan gambaran mengenai workflow seorang data analyst mulai dari data mentah, proses cleaning dan analysis, hingga menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan. “Penguasaan analisis data menjadi salah satu keterampilan penting bagi talenta digital. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami dasar Python, tetapi juga mampu menggunakannya untuk mengolah data dan menghasilkan insight yang dapat diterapkan,” ujar Indria Trisni Puspita, Business and Community Lead Telkom AI Connect Bali. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Telkom AI Connect dalam membuka ruang pembelajaran bagi talenta digital di Bali. Melalui kombinasi materi dan praktik langsung, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi teknologi, kemampuan analisis data, serta keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia digital.

Workshop 'The Git 2024', Bekali Mahasiswa Praktik Pengembangan Perangkat Lunak Nasional
Nasional
Kamis, 05 Desember 2024 | 08:42 WIB

Workshop 'The Git 2024', Bekali Mahasiswa Praktik Pengembangan Perangkat Lunak

Surabaya, katakabar com - Fakultas Ilmu Komputer Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) sukses gelar workshop bertajuk "The Git 2024, Ready to Explore with the Latest Technology", Senin (2/12) lalu. Acara ini dirancang khusus untuk mahasiswa semester 1 dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya Git dalam pengelolaan versi (version control) serta perannya sebagai landasan utama dalam proyek kolaboratif di industri teknologi. Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Andy Febrico Bintoro, CTO dan Co-Founder Maxy Academy, serta William Christopher, IT Manager Maxy Academy. Keduanya memberikan kombinasi materi teori dan praktik terkini yang relevan dengan kebutuhan industri. Dalam sesi ini, Andy Febrico Bintoro menjelaskan bagaimana Git tidak hanya menjadi alat teknis, tetapi juga membangun budaya kerja yang efisien, kolaboratif, dan transparan. Menurutnya, penguasaan Git adalah langkah awal mahasiswa untuk menjadi profesional yang siap bersaing di dunia kerja. Sedang, William Christopher menekankan pentingnya keterampilan teknis yang diajarkan melalui Git, seperti pembuatan repository, branching, merging, hingga resolusi konflik kode. Ia menjelaskan keterampilan tersebut tidak hanya mendukung produktivitas individu tetapi juga meningkatkan efektivitas kerja tim dalam pengelolaan proyek. Pendekatan ini membantu peserta untuk memahami bagaimana Git menjadi alat esensial yang mendukung keberhasilan dalam pengembangan perangkat lunak modern.