CTA

Sorotan terbaru dari Tag # CTA

Dummy P01
Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman

Jakarta, katakabar.com - Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, resmi menjalin kerja sama strategis dengan NS Trade untuk menyelenggarakan program pencarian dan permodalan bagi 200 trader berpengalaman di Indonesia. Program ini ditujukan kepada trader yang telah memiliki pengalaman nyata di pasar keuangan, memahami manajemen risiko, serta mampu menunjukkan strategi dan performa trading yang konsisten. Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi berkesempatan memperoleh dukungan modal untuk mengembangkan aktivitas trading secara lebih terukur dan profesional. Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai respons terhadap banyaknya trader potensial yang memiliki kemampuan, tetapi masih menghadapi keterbatasan modal. Fokus pada Disiplin dan Manajemen Risiko Dalam program ini, penekanan utama diberikan pada aspek kedisiplinan dan pengelolaan risiko, bukan sekadar mencari profit dalam waktu singkat. Kolaborasi ini bertujuan melatih trader agar mampu menjaga modal dalam jangka panjang. “Kami tidak sekadar mencari trader yang mampu menghasilkan profit besar dalam waktu singkat. Kami mencari trader berpengalaman yang disiplin, konsisten, memahami risiko, dan mampu menjaga modal dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA. Melalui kolaborasi ini, Dr. Dhiraj Kelly Sawlani akan memberikan perspektif strategis dalam aspek manajemen risiko, perlindungan modal, dan pengembangan ekosistem trader. Sementara itu, NS Trade akan berperan dalam proses identifikasi, seleksi, evaluasi, serta pendampingan terhadap calon trader yang mengikuti program. Tahapan Evaluasi dan Seleksi Ketat Proses seleksi direncanakan mencakup beberapa tahapan, antara lain: verifikasi identitas dan pengalaman trading, evaluasi rekam jejak atau histori transaksi, penilaian strategi dan sistem trading, pengujian disiplin serta konsistensi, evaluasi manajemen risiko dan batas penurunan modal, serta masa pemantauan sebelum pemberian atau peningkatan alokasi modal. NS Trade menegaskan indikator utama dalam seleksi bukan hanya tingkat keuntungan, tetapi juga kemampuan trader dalam mengendalikan risiko, membatasi kerugian, dan menjaga stabilitas performa. “Trader yang kami cari adalah mereka yang memiliki sistem jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara trader berpengalaman dan akses terhadap modal yang dikelola dengan tata kelola risiko yang baik,” kata perwakilan NS Trade. Membangun Ekosistem Trading Profesional Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem trading Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Selain memperoleh kesempatan permodalan, trader terpilih akan mendapatkan evaluasi performa dan pendampingan dalam penerapan manajemen risiko. Program akan dibuka secara bertahap hingga mencapai target 200 trader terpilih. Informasi mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, skema kerja sama, dan jadwal pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi Dr. Dhiraj Kelly Sawlani dan NS Trade. Program ini bukan merupakan penawaran investasi, penghimpunan dana masyarakat, ataupun jaminan keuntungan. Seluruh aktivitas trading memiliki risiko kerugian. Peserta wajib memahami ketentuan program dan memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum mendapatkan alokasi modal. Tentang Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, merupakan praktisi dan strategic consultant yang aktif mengembangkan edukasi mengenai manajemen risiko, pengelolaan modal, bisnis, dan investasi. Ia mengusung pendekatan yang menempatkan perlindungan modal, kedisiplinan, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam aktivitas trading. Tentang NS Trade NS Trade merupakan komunitas dan ekosistem edukasi trading yang berfokus pada pengembangan kemampuan trader melalui pembelajaran, evaluasi strategi, pendampingan, dan penerapan manajemen risiko. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program ini, Anda dapat menghubungi Admin NS Trade melalui WhatsApp di +62 895-3066-5888 atau mengunjungi Instagram resmi di https://instagram.com/dhirajkelly.

Cara Tingkatkan Efektifitas Iklan CTA WA dengan WhatsApp API Barantum Tekno
Tekno
Kamis, 01 Januari 2026 | 15:00 WIB

Cara Tingkatkan Efektifitas Iklan CTA WA dengan WhatsApp API Barantum

Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Bayangkan Anda sudah menyiapkan campaign berbayar dengan visual menarik, copywriting kuat, dan budget yang tidak sedikit. Anda menargetkan calon pelanggan menuju tombol “Chat via WhatsApp”, berharap percakapan mengalir dan penjualan meningkat. Namun yang terjadi justru sebaliknya; pesan masuk tidak stabil, banyak leads tidak relevan, dan performa iklan sulit dianalisis. “Lebih dari 65 persen pengiklan digital tidak memiliki mekanisme tracking yang akurat untuk mengetahui sumber leads WhatsApp mereka.” Tanpa tracking yang tepat, Anda hanya bisa menebak-nebak campaign mana yang sebenarnya menghasilkan pelanggan potensial. Alhasil, budget tersedot, tetapi konversi tidak naik. Ketika performa menurun, Anda sulit menentukan apakah masalah berada pada copy iklan, audience targeting, CTA, atau proses follow-up. Kekurangan insight ini membuat optimasi menjadi lambat dan tidak akurat. Untuk memaksimalkan efektivitas iklan, Anda memerlukan solusi yang tidak hanya kuat, tetapi juga memberikan data presisi. Di sinilah WhatsApp Business API dari Barantum berperan penting. Ditambah fitur Tracking CTA WhatsApp yang akurat, Anda dapat melihat performa iklan berdasarkan sumber sebenarnya. Dengan integrasi ini, Anda juga bisa menggunakan AI Agent sebagai asisten otomatis untuk menyapa pelanggan, mengarahkan percakapan, dan mempercepat proses kualifikasi leads. Integrasi Data Percepat Keputusan Marketing Melalui WhatsApp API Barantum, setiap klik CTA dapat diberi kode predefined. Misalnya: Campaign A → Kode WA 001 Campaign B → Kode WA 002 Campaign C → Kode WA 003 Kode ini secara otomatis masuk ke sistem sehingga tim marketing mengetahui: ● Sumber leads ● Jumlah klik yang menghasilkan percakapan ● Kampanye mana yang menghasilkan konversi tertinggi Sebuah perusahaan e-commerce menggunakan predefined code Tracking CTA WhatsApp untuk membedakan traffic dari tiga campaign berbeda. Ketika data masuk ke sistem, mereka menemukan bahwa: ● Campaign dengan biaya paling kecil justru menghasilkan leads paling banyak ● Campaign dengan visual terbaik tidak menghasilkan percakapan signifikan ● Follow-up lebih efektif ketika disambut AI Agent secara real-time Dengan insight ini, mereka mengalihkan 40 persen budget ke campaign terbaik dan meningkatkan konversi hingga lebih dari 30% dalam satu minggu. “Sekitar 72% budget iklan terbuang karena pesan masuk tidak dapat dipetakan berdasarkan campaign, adset, atau keyword yang digunakan.” Tidak peduli seberapa besar budget iklan Anda, hasil terbaik hanya akan dicapai jika data, proses, dan teknologi saling terintegrasi. Barantum membantu Anda mencapainya dengan rangkaian solusi lengkap. Anda dapat memanfaatkan: ● AI Agent Barantum untuk merespons pelanggan secara otomatis 24/7 ● CRM untuk mengelola leads dan pipeline penjualan dengan lebih rapi ● Omnichannel untuk menggabungkan seluruh channel komunikasi dalam satu layar ● WhatsApp Business API untuk mengoptimalkan performa CTA WhatsApp Anda ● Ticketing System untuk mempercepat penyelesaian complaint ● Sistem Call Center untuk menjaga kualitas layanan pelanggan Dengan kombinasi ini, bisnis Anda bisa tumbuh lebih cepat, lebih terukur, dan lebih efisien. Jika Anda ingin memaksimalkan konversi tanpa membuang budget iklan, langkah pertama yang paling efektif adalah mengotomatiskan interaksi awal dan memastikan setiap klik CTA WhatsApp dapat dilacak dengan tepat.