Terpisah, Garry selaku koordinator aksi yang di temui wartawan setelah selesai aksi membeberkan berapa poin tuntutan agar pihak Kejaksaan Negeri Binjai berani melakukan pemeriksaan terhadap Kepala PBJ Kota Binjai dan Tim Kelompok Kerja (Pokja).
"Jadi ada beberapa tuntutan yang kami minta kepada Kepala Kejaksaan Negeri Binjai, pertama kami mendesak agar Kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap kepala UKPBJ Binjai dan Pokja serta meminta agar Kabag PBJ di Nonaktifkan sementara menunggu proses pemeriksaan berlangsung" ujar Garry.
Ditambahkan Gerry bahwa pihaknya menduga adanya pengkondisian pemenang untuk kegiatan tender Puskesmas Pembantu Berngam senilai 2, 4 miliar yang menurut kami Kepala PBJ dan Pokja mencari-cari alasan untuk mengalahkan perusahaan CV.Sataria Group dan menentukan perusahaan pengantin untuk di menangkan.
"Ini sudah jelas adanya kejahatan, perusahan yang menawar lebih rendah justru di kalahkan PBJ dan Pokja dengan mencari - cari alasan. Artinya ada selisih harga yang menghemat pemko Binjai. Sementara perusahaan ini dikalahkan dengan alasan-alasan yang tidak jelas" ungkapnya.
"Dalam jawaban sanggah PBJ dan Pokja CV Sataria Group kalah dari proses evaluasi teknis. Mereka menyebutkan bahwa peralatan utama yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan adalah 1 (satu) unit Mesin Las Listrik. Namun, peralatan yang didukung/disewakan kepada CV. Sataria Group adalah Mesin Las Bensin, sehingga tidak sesuai dengan jenis peralatan utama. Jadi kami meminta agar Kepala PBJ dan Pokja di periksa dan dinonaktifkan sementara"kata Gerry mengakhiri.***
Kejaksaan Negeri Binjai Didemo Forum Pemuda Madani Sumut, Desak Usut Tuntas Pengkondisian Tender
Diskusi pembaca untuk berita ini