Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan yang diwakili Staf Ahli Bupati, Eliapzan Sihotang, menyampaikan apresiasi kepada Sanggar Maduma atas upayanya melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan seni budaya daerah.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada generasi penerus.
Bupati juga mengajak generasi muda agar terus berkarya dan berinovasi tanpa kehilangan hubungan dengan akar budayanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Sanggar Maduma, panitia, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
Namun, pelestarian tradisi tidak cukup hanya melalui pertunjukan atau perayaan.
Pengetahuan yang hidup dalam keseharian masyarakat perlu didokumentasikan, dipahami, dan diwariskan agar tidak terputus ketika generasi berganti.
Dalam tradisi masyarakat Batak, Mangarontas, yang juga dikenal dengan variasi penyebutan manghontas atau marhontas, berkaitan dengan aktivitas petani kemenyan sebelum melakukan penyadapan atau pemanenan.
Tradisi ini memuat unsur doa dan permohonan perlindungan serta hasil panen yang baik ketika bekerja di hutan.
Rangkaian tradisi tersebut dapat berkaitan dengan persiapan di sekitar pohon, penyediaan makanan adat (sajian) berupa manuk napinadar, itak gurgur, hingga proses menoreh batang kemenyan.
Praktik dan tata cara pelaksanaannya dapat berbeda menurut komunitas dan kebiasaan setempat.
Pembina Sanggar Maduma, Riduan Situmorang, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Humbahas terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak penting untuk mendorong pelestarian dan pengembangan budaya Haminjon serta memperkenalkan nilai-nilainya kepada generasi muda.
Diskusi dalam kegiatan ini menghadirkan budayawan Thompson Hutasoit, petani kemenyan Fransiskus Lumban Gaol, koreografer Sanggar Maduma Hestyoni Lase, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Humbahas, Dina VWO Simamora.
Pertemuan berbagai latar belakang itu membuka ruang untuk melihat Haminjon dari sisi budaya, pengalaman petani, seni pertunjukan, dan pengembangan daerah.
Ke depan, dokumentasi tradisi serta keterlibatan generasi muda menjadi penting agar Mangarontas tidak berhenti sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi tetap dipahami sebagai bagian dari identitas masyarakat Humbahas.*
Bukan Sekadar Kemenyan Mangarontas, Menyimpan Warisan Budaya Batak
Diskusi pembaca untuk berita ini